Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 394 : Membahas rencana


__ADS_3

#Sekte badai berduri


#Aula pertemuan


Xiao Yian telah mengumpulkan semua orang dan menyampaikan sebagian informasi yang telah dia dapatkan dari hutan bersiul. Akan tetapi beberapa informasi diantaranya membuat semua orang bertanya tanya. Sehingga dia harus menjelaskannya terlebih dahulu.


"Sekte pelindung iblis?"


"Memangnya ada sekte semacam itu ya?" tanya semua orang dengan tampang heran.


Ketika mereka menanyakan hal mengenai sekte pelindung iblis, Xiao Tian pun mengangkat tangannya untuk menghentikan gumaman semua orang.


Disaat semua orang sudah tenang, dia pun melanjutkan ucapannya. Tentunya sambil menjelaskan apa yang baru saja dipertanyakan oleh semua orang.


"Aku tahu kalian masih asing dengan sekte ini. Semua karena sekte pelindung iblis baru dibentuk oleh Kaisar iblis Haifeng, dan berdiri di daratan Vampir."


"Mayoritas anggotanya adalah para pemuja iblis dan ras iblis itu sendiri," jelas Xiao Tian dengan tampang serius.


Setelah mendengar penjelasan Xiao Tian semua orang pun menganggukkan kepala mereka karena sudah benar benar mengerti.


Namun sebuah pertanyaan lain muncul dibenak semua orang. Dan Jenderal Huang Cheng mengangkat tangannya untuk mengajukan pertanyaan yang mewakili pertanyaan semua orang.


"Apakah kita akan meratakan sekte itu?" tanya jenderal Huang Cheng dengan serius.


Mendengar pertanyaan tersebut, Xiao Tian langsung berdiri dan berkata,


"Tidak,"


"Kekuatan kita belum cukup untuk menaklukkan mereka. Tujuan kita kali ini hanyalah menggali informasi tentang penyumbang darah suci dan menolong para siluman yang menjadi sandra raja siluman rubah putih. Apa kalian mengerti?" tanya Xiao Tian.


"Kami mengerti yang mulia," semua orang memberi hormat.


#Sekte badai berduri


#Gedung alkemis Xianlun


Dewa petir membawa Taiwu dan Dian Zheng berjalan memasuki gedung alkemis Xianlun untuk menemui Wu Kong yang sedang berkultivasi.


Sadar akan kehadiran Dewa petir, Wu Kong pun menghentikan kultivasinya untuk bertanya mengenai apa tujuannya.


"Untuk apa kau kemari, Dewa petir?" tanya Wu Kong melalui telepati. Saat itu Wu Kong sedang bersemedi sambil menutup mata. Dia membelakangi Dewa petir yang baru masuk dari balik pintu.

__ADS_1


Setelah mendengar Wu Kong bertanya kepadanya, Dewa petir langsung memanggil Taiwu dan Dian Zheng tanoa rasa ragu.


"Taiwu, Dian Zheng masuklah," ucap Dewa petir sambil menoleh ke belakang.


Tak lama kemudian, Dian Zheng dan Taiwu pun datang memasuki ruangan sambil menjawab panggilan Dewa petir.


"Baik ayah," Dian Zheng berjalan memasuki ruangan.


"Baik Dewa petir," Taiwu berjalan masuk ke dalam ruangan.


Dian Zheng dan Taiwu menghentikan langkah mereka disaat sudah berjarak satu langkah dari punggung Dewa petir.


Mereka berdiri berdampingan, dimana Taiwu berdiri di sebelah kanan sedangkan Dian Zheng berdiri di sebelah kiri.


"Kenapa kau membawa mereka kemari?" tanya Wu Kong melalui telepati. Saat itu dia masih duduk bersemedi sambil menutup mata.


Setelah mendengar Wu Kong berbicara melalui telepati, Dewa petir pun langsung memasang tampang serius dan menjawabnya dengan menggunakan teknik yang sama.


"Entah mengapa aku tak bisa membaca pikiran mereka berdua sama sekali, sangat sulit bagiku untuk mencari dimana kesadaran Kaisar iblis Jian berada," jawab Dewa petir melalui telepati.


Setelah mendengar jawaban Dewa petir, Dewa kera Sun Wu Kong pun menganggukkan kepalanya karena seudah mengerti. Karena dalam jawaban Dewa petir terdapat sebuah pertanyaan dia pun menjawab pertanyaan tersebut dengan serius.


"Sunlong telah menelan sebagian roh kaisar iblis Jian, dan mendapat sebagian kecil memorinya. Berdasarkan penjelasan Sunlong, dia dapat memblokir teknik pembaca ingatan atau fikiran terhadap calon tubuh barunya. Dengan kata lain, selagi darah iblis atau Dna sang kaisar iblis Jian masih berada di tubuh mereka. Maka teknik pembaca memori atau pikiran tak akan bekerja pada Taiwu dan Dian Zheng. Ini juga berlaku untuk Dian Peng putra terkecilmu," jelas Wu Kong melalui telepati.


"Kalau teknik pembaca ingatan dan pikiran tak bekerja, lalu bagaimana caraku mengetahui dimana kesadarannya berada?" tanya Dewa petir dengan tampang bingung melalui telepati.


Ketika mendengar pertanyaan Dewa petir, Wu Kong hanya bisa menghela napas. Karena dia juga tak tahu betul cara mutlak untuk melihat dimana Kaisar iblis Jian berkamuflase.


Satu satunya hal yang dapat dia pikirkan adalah mengawasi ketiganya hingga mereka melakukan sebuah kesalahan yang mencurigakan.


"Satu satunya cara adalah menunggu mereka melakukan sesuatu yang mencurigakan, atau diluar kebiasaannya. Sayangnya menurut Sunlong kaisar iblis Jian sangat pandai berpura pura. Akan sangat sulit bagi kita untuk mengidentifikasi mana yang sedang dikendalikan sebelum dia melakukan kesalahan," jelas Wu Kong melalui telepati.


Setelah mendengar jawaban Wu Kong, Dewa oetir pun mulai merasa kecewa sekaligus khawatir akan nasib putra putranya. Awalnya dia pikir Wu Kong bisa membantunya dengan melihat pikiran Taiwu dan Dianzheng. Namun dari apa yang Wu Kong jawab tadi, Dewa petir pun menyimpulkan bahwa Wu Kong juga tak dapat melakukannya.


"Aku membawa mereka karena kupikir kau bisa membaca pikiran mereka, tapi dari apa yang kau jelaskan barusan ...," ucap Dewa petir melalui telepati dengan tampang kecewa.


"Ya, aku juga tak dapat membaca pikiran mereka," jawab Wu Kong melalui telepati.


Karena bingung melihat Dewa petir terdiam sambil menghadap punggung Wu Kong dalam Waktu yang cukup lama, Taiwu dan Dian Zheng mulai mempertanyakan alasan dibalik dipanggilnya mereka.


"Anu ... , Dewa petir?"

__ADS_1


"Sebenarnya apa tujuan kita kemari?" tanya Taiwu dengan heran.


"Ya, ayah. Bisakah kau katakan apa tujuanmu membawa kami?"


"Kenapa kau malah berdiam diri sejak tadi?" tanya Dian Zheng sambil mengerutkan dahinya. Dia terlihat begitu kesal sekaligus bosan karena harus terdiam sejak tadi. SebenarnyaTaiwu dan Dian Zheng memahami kalau Wu Kong dan Dewa petir sedang melakukan telepati. Namun karena mereka bertelepati cukup lama, Taiwu dan Dian Zheng pun mulai bosan sekaligus penasaran akan apa yang mereka bahas.


Ketika mendengar pertanyaan Taiwu dan Dian Zheng, Dewa petir langsung menghentikan ocehan mereka dengan berkata,


"Aku membawa kalian kemari untuk meminta saran kepada Dewa kera. Namun seperti yang kalian lihat saat ini, Dewa kera ternyata sedang sibuk berkultivasi. Jadi ... ," Dewa petir mencoba mencari alasan karena takut kaisar iblis Jian ada diantara mereka.


Karena tahu bahwa ayahnya sedang membuat alasan dengan berbicara tidak jelas, Dian Zheng pun memotong ucapannya dengan berkata,


"Haih, jika kau tak ingin mengatakan tujuanmu yang sesungguhnya ya sudah tidak apa. Karena kurasa sudah tak ada yang bisa dibicarakan lagi disini, maka aku pamit pergi dulu,"


Dengan tampang kesal Dian Zheng pergi meninggalkan Dewa petir.


Tepat setelah Dian Zheng pergi, Taiwu pun memohon ijin untuk pergi.


"Kalau begitu hamba juga pamit undur diri," Taiwu beranjak pergi meninggalkan Wu Kong dan Dewa petir.


Disaat Taiwu dan Dian Zheng sudah pergi meninggalkan ruangan, Dewa petir pun dapat bernapas dengan lega.


"Huft, merepotkan," gumam Dewa petir sambil menghela napas.


#Sekte badai berduri


#Aula pertemuan


Taiwu dan Dian Zheng memasuki ruangan dengan menggunakan teknik teleportasi. Xiao Tian yang tadinya sedang membahas sekte pelindung iblis menghentikan pembahasannya. Lalu menyambut mereka dengan berkata,


"Apakah urusan kalian dengan Dewa petir sudah selesai?"


"Ehm," Taiwu dan Dian Zheng menganggukkan kepala.


"Bisakah kalian beritahukan keperluan apa itu?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Katanya sih ingin meminta saran kepada Dewa kera. Tapi sepertinya gagal karena Dewa kera sedang sibuk berkultivasi," jawab Dian Zheng melalui telepati.


"Oh begitu ya?"


"Ya sudah, kalau begitu aku lanjutkan rincian rencanannya," jawab Xiao Toan melalui telepati.

__ADS_1


"Baik yang mulia," jawab Taiwu sambil memberi hormat.


"Ehm!" raja Xiao Zhaoye memberi kode kepada Xiao Tian yang terdiam cukup lama karena mengobrol dengan Taiwu dan Dian Zheng melalui telepati.


__ADS_2