Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 314 : Menghilangkan kutukan


__ADS_3

Murid murid penatua Xiang Ying dan penatua Xia Ning datang tanpa membawa bahan herbal yang diperlukan untuk mendukung latihan para alkemis.


Karena tak bisa memenuhi tugas mereka, raut wajah mereka semua langsung berubah menjadi lemas terlihat tak bersemangat saat mendapatkan pertanyaan dari patriach mereka. Mereka merasa bersalah sekaligus kebingungan karena harus melapor hasil pekerjaan mereka.


Meski mereka tak yakin dengan manfaat bahan yang dianggap tak berguna itu, mereka tetap merasa bingung karna walau bagaimanapun bahan tersebut merupakan bahan yang patriach mereka minta untuk digunakan sebagai latihan mereka.


Setelah mendapatkan laporan dari murid murid mereka, Penatua Xiang Ying dan penatua Xia Ning langsung terlihat panik dan mengomeli murid murid mereka.


Melihat mereka berbincang cukup lama, Xiao Tian pun memanggil mereka dengan berkata,


"Kenapa kalian mengobrol begitu lama?"


"Apakah ada masalah?" tanya Xiao Tian sambil menatap para penatua alkemis.


Penatua Xia Ning dan penatua Xiang Ying membalikkan badan mereka, lalu berjalan mendekati Xiao Tian dengan pandangan yang tertunduk kebawah. Sambil memberi hormat mereka pun berkata,


"Maaf patriach Zong, bahan yang anda rekomendasikan untuk latihan sebelumnya tak dapat ditemukan dimanapun."


"Selain itu bahan untuk meracik pil pemulih jiwa hanya cukup untuk menciptakan sepuluh pil lagi saja. Aku ... ," belum sempat Xiang Ying menyelesaikan kalimatnya, Xiao Tian memotong ucapannya dengan berkata,


"Sudahlah tak apa, aku mengerti maksudmu. Simpan bahan yang tersisa, bahan tersebut terlalu langka dan sulit untuk ditemukan," ucap Xiao Tian sambil menatap penatua Xiang Ying.


"Bu ... bukan itu maksudku," ucap Penatua Xiang Ying dengan tampang panik.


"Bahan yang dari tadi kami gunakan memang cukup langka, tapi latihan yang patriach berikan jauh lebih berharga dari bahan bahan itu. Kami tak peduli meski bahan bahan langka tersebut habis. Hanya saja ... aku ingin bertanya, apakah ada bahan lain yang bisa menggantikan bahan yang diperlukan untuk latihan?" tanya Xiang Ying sambil menundukkan kepala.


"Oh, kupikir kau merasa rugi karena sudah menggunakan begitu banyak pil dari bahan langka dan memberikannya kepadaku serta para murid cabang petarung disini secara percuma," ucap Xiao Tian sambil menatap mata Xiang Ying.


"Ha ... hamba tak berani berpikiran seperti itu, sungguh," ucap Xiang Ying dengan keringat dingin yang mengalir cukup deras.


"Ampun patriach, hamba yakin Xiang Ying tak berpikiran demikian. Anda telah salah paham.


Meski bahan yang kami gunakan tadi adalah bahan bahan langka, itu tak ada bandingannya dengan harga resep serta metode alkemis yang kau berikan pada kami,"


"Apa yang anda berikan tak dapat dibandingkan dengan bahan yang kami korbankan. Ajaran dan teknikmu benar benar sangat berharga, mengorbankan semua bahan langka kami bukanlah masalah jika untuk menggantikan apa yang telah patriach berikan. Hanya saja, kami tahu persis bahwa anda dan para murid petarung telah menerobos terlalu banyak lapisan dalam waktu satu malam. Sehingga pondasi kultivasi kalian belumlah cukup. sedangkan untuk memupuk pondasi memerlukan begitu banyak pil tingkat tinggi dan bahan yang tersedia tidaklah cukup untuk semua orang. Jadi, kami hanya ingin bertanya. Apakah ada solusi akan masalah ini?" ucap Penatua Xia Ning sambil memberi hormat

__ADS_1


"Itu benar,"


"Apakah kami bisa membantu anda dengan resep yang lain?" ucap Xiang Ying sambil memberi hormat.


"Jika memang ada, katakan saja. Kami akan berusaha mencarikan bahannya,"


ucap Penatua Xiang Ying sambil memberi hormat


"Apa kalian bersungguh sungguh ingin membantu kami memupuk pondasi kultivasi?" tanya Xiao Tian sambil menatap Xiang Ying dan kedua tetua yang lain.


"Kami bersungguh sungguh, dan berani bersumpah bahwa kami menolong dengan setulus hati. Apapun akan kami lakukan meski nyawa kami bisa menjadi taruhannya," ucap Xiang Ying dan Xia Ning sambil memberi hormat.


"Meski aku hanya memiliki seorang murid saja, dan tak membantu dalam pencarian bahan latihan tadi. Aku juga siap membantu jika memang diperlukan," ucap Xianlun sambil memberi hormat.


Melihat loyalitas para penatua terhadap dirinya, Xiao Tian pun tersenyum. Dia mengeluarkan tiga buah gulungan yang berisi salinan resep pil penetral racun level lima.


Meski hanya sebuah pil level lima, meracik pil tersebut tidaklah mudah. Karena terdapat bahan bahan yang bisa menguras begitu banyak kekuatan jiwa. Selain itu terdapat bahan yang berlawanan elemen juga, jika mereka salah dalam melakukan urutan maka bahan bahan tersebut akan meledak.


"Baiklah, pelajari dan praktekkan ini!" ucap Xiao Tian sambil melemparkan satu gulungan ke arah Xianlun.


"Itu adalah resep pil yang aku praktekkan saat demonstrasi sebelumnya, pil penetral racun yang bisa membantu kalian melatih kontrol kekuatan jiwa. Ajarkan pada murid muridmu dan jangan berhenti hingga semua murid cabang alkemis bisa mempraktekkannya. Untuk mengurangi kerugian atas kegagalan, kusarankan untuk melatih muridmu meleburkan cangkang kerang pelangi. Jika sudah berhasil lakukan persis seperti apa yang telah kulakukan sebelumnya," ucap Xiao Tian sambil menatap mata Xianlun.


"Apakah ada gulungan lain?" tanya Xianlun sambil mengerutkan dahi.


"Gulungannya hanya satu, kalian harus bergantian mempelajarinya. Atau bisa kau salin di kertas kosong. Soal pondasi kultivasi, aku tak memerlukan pil kalian. Resep itu murni untuk melatih kalian, dan tak ada untungnya bagi kami," ucap Xiao Tian sambil menatap tajam ketiga tetua.


"Hamba mengerti maksud patriach, tapi kami hanya memiliki tiga buah tungku. Untuk melatih semua murid secara bersamaan, tetap saja ... ," ucap Xiang Ying sambil dengan tatapan bingung.


"Aih, kenapa aku bisa lupa. Baiklah terima ini!" ucap Xiao Tian sambil melemparkan gulungan yang dia keluarkan dari dalam cincin ruang.


"Gulungan apalagi ini?" tanya Xiang Ying sambil mengerutkan dahi.


"Dalam gulungan itu tertulis metode peleburan tanpa tungku. Suruh muridmu melatih itu dahulu. Jika sudah baru lakukan latihan dengan tungku," ucap Xiao Tian sambil menatap Xiang Ying.


"Teknik ini cukup bagus, tapi tetap saja akhirnya kita harus berlatih menggunakan banyak tungku jika ingin selesai dalam satu malam," ucap Xia Ning sambil mengerutkan dahi.

__ADS_1


"Lakukan saja latihan awal terlebih dulu!"


"Jika kalian bisa menyelesaikan itu baru bertanya langkah selanjutnya!" bemtak Xiao Tian dengan kesal.


"Ba .. baik," ucap Xia Ning sambil memberi hormat kepada Xiao Tian.


"Hei bukankah kau terlalu kasar padanya?"


"Dia baru bertanya padamu sekali loh?"


"Dan itu pun secara baik baik," ucap Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.


"Kalau aku menjawab pertanyaannya akan timbul pertanyaan lain. Aku harus segera memupuk pondasi kultivasi sebelum murid murid terbaring pingsan. Karena walau bagaimanapun mereka sudah melewati malam yang cukup menyakitkan dan melelahkan. Dan sekarang sudah hampir pagi, kami harus menyelesaikannya secepat mungkin agar bisa tidur sebentar," ucap Xiao Tian melalui telepati sambil menatap mata Dewa petir.


"Kalau dalam dunia modernmu yang sebelumnya sekarang sudah jam setengah tiga pagi. Sedangkan taruhanmu dengan para murid terpilih yang kehabisan semangat akan selesai pada pukul enam pagi. Apakah kau yakin bisa tidur sebentar?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.


"Apa kau lupa dengan ruang hampa?" tanya Xiao Tian sambil menatap Dewa petir.


"Tapi relikmu kan masih disegel dan aku masih belum mendapatkan kekuatanku sebel hari bergan ..., ucap Dewa petir.


"Bukankah sekarang hari sudah berganti?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Ah maaf aku lupa," ucap Dewa petir sambil menyiapkan teknik penghilang kutukan.


"Tunggu apa lagi, lakukan sekarang!" ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Sejak tadi patriach sedang menggumamkan apa?"


"Apa mungkin dia melafalkan mantra untuk memupuk pondasi" pikir para murid sambil mengerutkan dahi.


"Baiklah kita mulai eksperimennya, hehe," ucap Dewa petir sambil menepuk punggung Xiao Tian.


Mata Xiao Tian tiba tiba saja membiru, mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dan simbol roh tikus di kakinya pun ikut bersinar dan kembali aktif hingga semua kekuatan jiwanya terisi penuh. Kenaikan tajam kekuatan jiwa Xiao Tian membuat semua orang yang melihatnya semakin kagum.


Dengan mata yang terbuka lebar semua orang berpikir, "sebenarnya dari mana patriach mendapatkan kemampuan gila ini. Meski memang sebelumnya dianggap sebagai seorang jenius sejak muda. Tapi bakat alkemisnya terlalu di luar nalar."

__ADS_1


__ADS_2