
"Apa tujuan kalian kemari?" tanya Xiao Tian sambil menatap ke bawah.
"Dimensi es telah direbut bangsa iblis, kami terpaksa menyingkir dari dimensi es karena musuh terlalu kuat."
"Lima raja iblis dan satu ratu yang tersisa telah mengacaukan dimensi es. Mereka dibantu oleh tiga orang misterius berjubah serba hitam. Terdapat simbol aneh di punggung mereka, kekuatan mereka tak kalah mengerikan jika dibandingkan dengan kaisar iblis Yonheng. Bahkan jika kau tanya pendapat kami, kami akan menjawab mereka bertigalah musuh yang harus ditakuti," jelas raja siluman rusa.
"Begitu ya, jadi sekarang mereka mulai bersatu," ucap Xiao Tian sambil mengepalkan tangannya.
"Apa kau mengenal tiga orang misterius itu, yang mulia?" tanya raja siluman rusa sambil menundukkan kepalanya.
"Mereka merupakan anggota dari lima Dewa Pendosa. Dua diantaranya telah ditaklukkan, dan kini hanya tersisa tiga. Tapi kekuatan mereka tak bisa diremehkan, karena angka yang tertulis di belakang punggung mereka bukanlah hiasan belaka."
"Tapi angka angka itu merupakan urutan kekuatan mereka. Nomor tiga, dua dan satu kekuatan mereka secara berurutan semakin besar. Untuk sekarang kita bukanlah lawannya, jadi tak perlu terburu buru untuk menyerang balik," jelas Xiao Tian.
"Jadi simbol simbol aneh itu merupakan simbol angka?"
"Seperti yang diharapkan dari Dewa Obat Xiao Tian, kau memahami simbol aneh yang tak pernah kami lihat sebelumnya," sambung salah satu siluman harimau.
###
Setelah menenangkan dirinya, Xiao Zhaoye berjalan mendekati Xiao Tian lalu berkata, "Putraku, apa kau masih sibuk dengan urusanmu?"
"Bisakah kau jelaskan apa yang terjadi?"
"Kenapa para siluman ini begitu memujamu?"
"Maaf karena merahasiakan ini darimu ayah, aku menundukkan mereka saat menolong putri Jia Li dulu. Setelah dikalahkan olehku, mereka memilih mengatakan sumpah setia demi memperpanjang umur mereka," jawab Xiao Tian sambil berbalik menghadap ayahnya.
"Begitu ya, aku masih tak percaya dengan apa yang kulihat. Meski kau menjelaskannya secara rinci sekalipun, aku masih belum mempercayai semua ini dan menganggap semua ini hanyalah mimpi belaka. Padahal aku merasa kalau kemarin putraku masih seorang pangeran sederhana yang tak mampu melakukan apa apa," ucap Xiao Zhaoye.
"Apa kau masih meragukan putraku?" ucap Xiao Hong sambil meremas pundak kanan raja Xiao Zhaoye.
"Bu ... bukan begitu istriku, aku tahu kalau putra kita tak selemah dulu. Hanya saja aku masih belum mempercayai apa yang baru saja kulihat saat ini. Putra kita yang tak menyukai kekuasaan, telah menjadi penguasa dari tiga bangsa siluman. Bagaimana mungkin aku tak terkejut," ucap raja Xiao Zhaoye.
"Hoo ... , ingin membuat alasan?" tanya Xiao Hong.
"Bu ... bukan begitu Hong er. Kalau aku tak mempercayai kekuatan putraku, bagaimana mungkin kau bisa hamil saat ini?"
"Ngomong ngomong kamu sangat cantik setelah Xiao Tian mengalahkanmu waktu itu," ucap Xiao Zhaoye dengan wajah yang dipenuhi keringat dingin.
Xiao Hong meremas pundak suaminya semakin kencang dengan wajah yang terlihat kesal.
Krakkk
"Kalau kau membahas kejadian malam itu di semua orang, akan kupukul kemaluanmu," ucap Xiao Hong sambil mengeluarkan hawa membunuh.
Raja Xiao Zhaoye terdiam kaku karena tak ingin membuat istrinya semakin kesal.
Setelah melampiaskan kekesalannya, Xiao Hong menatap Xiao Tian lalu berkata,
"Aku bangga melihat kemajuanmu setiap waktu, tapi jangan terlalu bangga atas pencapaianmu saat ini."
"Kerajaan kita telah menjadi incaran para pembasmi iblis, semua terjadi karena kau melindungi Jingmi dan Kaibo."
"Untung saja mereka tak mendapatkan kabar tentang Liang Su. Jika mereka tahu akan hal itu, pasukan pembasmi iblis pasti akan kembali menyerang dengan kekuatan penuh."
"Memangnya ada apa dengan Liang Su?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Kaibo dan Jingmi terlihat seoerti anak anak jadi tak terlalu dianggap berbahaya. Tapi Liang Su selain terlihat seperti iblis dewasa, dia juga memiliki relik perubah wujud yang membuatnya bisa merubah penampilannya menjadi manusia yang terakhir dia telan. Meski tak terlihat berbahaya, kekuatan relik ini bisa menjadi sebuah bencana jika digunakan oleh iblis tingkat tinggi. Dengan bantuan relik ini seorang iblis bisa menyamar menjadi manusia seutuhnya dengan hawa iblis yang benar benar tersembunyi."
"Sejak dulu para pembasmi iblis selalu mengincar relik. Tak peduli iblis maupun manusia yang terikat dengan relik tersebut, mereka pasti akan merebut paksa dengan membunuh pengguna relik."
"Kau boleh melindungi Jingmi dan Kaibo. Tapi demi kebaikan kerajaan petir, jauhkanlah Liang Su dari kerajaan ini setelah dia kembali pulih," ucap Xiao Hong sambil menatap Xiao Tian.
"Sayangnya aku tak bisa, menjauhkan Liang Su dari kerajaan ini hanyalah mengurangi pertahanan kita saja. Meski dia pergi dari sini, kerajaan petir akan tetap diincar selagi aku ada," jawab Xiao Tian.
"Maksudmu?" tanya Xiao Hong.
"Aku lebih berbahaya daripada Liang Su, banyak rahasia di dalam tubuhku. Jika ibu menyinggung soal relik, aku lebih berbahaya karena memiliki tiga buah relik di dalam tubuhku. Relik itu sudah terikat denganku sejak lama, dan tak bisa kulepaskan."
"Jika ibu berpikir kalau keberadaan relik mengancam keselamatan kerajaan ini, maka aku akan pergi bersama seluruh pasukanku untuk menjauhkan kerajaan ini dari masalah," jawab Xiao Tian dengan tampang serius.
"Tiga relik di dalam satu tubuh?" Xiao Hong menjatuhkan kedua pedangnya hingga menancap ke tanah karena merasa kaget akan hal tersebut.
"Kenapa kau baru mengatakannya sekarang!"
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Selama ini ibu dianggap menjadi orang terkuat karena tak pernah menyinggung para pembasmi iblis."
"Sedangkan orang nomor satu yang merupakan pendiri organisasi pembasmi iblis tak pernah terlihat dan dianggap telah tiada. Meski lebih lemah dari ibu, para jenderal pasukan elit pembasmi iblis bisa membuat kita kerepotan jika menyerang secara bersamaan."
__ADS_1
"Bahkan jika ibu masih bisa menggunakan kekuatan penuh sebagai topeng bencana sekalipun, ibu tak akan sanggup melawan kedelapan jenderal pasukan elit pembasmi iblis seorang diri. Kekuatan mereka satu lapis dibawah kekuatan ibu."
"Meski hanya berbeda satu lapisan saja, mereka tetap bisa mengalahkan ibu jika menyatukan kekuatan."
"Siapa lagi yang mengetahui kebenaran tentang relik ditubuhmu ini, Putraku?" tanya Xiao Hong dengan mata yang terbelalak.
"Sekte iblis dan ketiga Dewa pendosa," jawab Xiao Tian dengan tatapan serius.
Mendengar jawaban Xiao Tian, Xiao Hong merasakan sakit kepala karena terlalu terkejut. Dia dipenuhi pikiran yang membuatnya merasa setres, karena tak dapat merasa begitu tertekan Xiao Hong berakhir jatuh pingsan di pelukan Xiao Zhaoye.
"Hong er!" teriak Xiao Zhaoye sambil menangkap tubuh Xiao Hong.
"Kau tak perlu hawatir ayah, ibu hanya merasa pusing karena sedang hamil saat ini. Maaf karena telah menambah beban pikiran kalian, tenang saja aku tak akan bertahan lama di kerajaan ini demi kedamaian kerajaan petir," ucap Xiao Tian sambil tersebyum tipis.
"Bicara apa kau!"
"Kau pikir dengan pergi dari sini, kami akan merasa tenang!"
"Ibumu sangat menyayangimu, jika kau pergi kau hanya menambah beban kami!"
"Diamlah disini, dan kita hadapi semua musuh bersama sama!"
"Karena dengan bersatu, kita pasti bisa melakukan apapun," tegas Xiao Zhaoye.
"Terimakasih ayah," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.
#Ruang Hampa
"Dian Zheng, kenapa kau masuk ke jalan iblis?"
"Kenapa kau memilih untuk menjadi jahat dan mengganggu manusia?"
"Siapa yang membangkitkanmu dari kematian?"
"Kenapa kau tak pulang ketika terbebas dari gua kesunyian?"
"Kemana saja kau selama ini?"
"Jawab aku putraku, jangan diam saja dan mengabaikan pertanyaan pertanyaanku," ucap Dewa Petir dengan air mata yang mengalir deras.
"Putraku?"
"Kemana saja kau selama ini?"
"Aku pun menunggu ibu, tapi kalian tak kunjung datang hingga tiga hari terlewati."
"Jika bukan karena guru, mungkin aku sudah membunuh diriku sendiri."
"Meski guru merupakan bangsa iblis, setidaknya dia lebih perduli padaku. Tanpa rasa takut dia menerobos ke dalam gua dan membebaskanku dari kurungan gua kesunyian," ucap Dian Zheng dengan wajah kesalnya.
"Guru dari bangsa iblis?"
"Tiga hari di dalam gua kesunyian?"
"Bukankah kau tewas di hari ke empat dengan leher yang tertebas pedang?" tanya Dewa Petir dengan dahi yang dikerutkan.
"Tewas katamu?"
"Bagaimana mungkin aku bisa tewas di hari keempat, kalau aku sudah pergi dari sana di hari ketiga!" bentak Dian Zheng dengan wajah kesalnya.
"Lalu, mayat siapa yang aku makamkan waktu itu?" pikir Dewa Petir sambil memegang dahinya.
"Apakah guru yang kau maksud merupakan pendiri dari sekte iblis?"
"Bisakah kau katakan siapa nama iblis itu?" tanya Dewa Petir dengan dahi yang dikerutkan.
"Aku tak akan menceritakannya meskipun kau menyiksaku. Bagiku dia adalah guru sekaligus orang tua yang harus kulindungi identitasnya, kau tak berhak mendapat jawaban dariku," ucap Dian Zheng dengan wajah yang dipenuhi amarah.
Ketika Dian Zheng masih terlihat marah dan tak mau menjawab pertanyaannya lagi, Dewa Petir menyentuh dahi Dian Zheng dengan telapak tangan kanan yang dilapisi energi qi berwarna putih.
"Apa yang sedang kau lakukan!"
"Singkirkan tanganmu dari dahiku!" bentak Dian Zheng dengan tampang kesal.
"Mencari informasi melalui ingatanmu, putraku," ucap Dewa Petir sambil tersenyum tipis.
"Tidak, singkirkan tangan kotormu dariku!"
"Jangan baca pikiranku!"
"Jangan telusuri semua ingatanku!"
__ADS_1
"Singkirkan tanganmu dariku, Dewa sialan!" bentak Dian Zheng dengan tamoang kesal.
"Meski aku hanyalah roh saat ini, aku telah mendapat ijin Kaisar Langit untuk menyentuhmu putraku. Aku tak akan menyianyiakan kesempatan ini untuk meluruskan kembali pikiranmu. Kau adalah putra seorang Dewa, sekte iblis bukanlah tempatmu. Alam Dewa berbeda dengan yang dulu, Dewa Kera Wukong telah kembali dan membuat alam Dewa menjadi jauh lebih baik.
Tak ada lagi diskriminasi dan hal semacanya."
"Semua berkat Wukong yang mendominasi alam Dewa," jelas Dewa Petir sambil tersenyum tipis.
Setelah ingatan Dian Zheng terbaca habis, Dian Zheng kehilangan kesadarannya karena tak bisa menahan tekanan kekuatan qi milik Dewa Petir. Semua terjadi karena Dian Zheng saat ini telah kehilangan kultivasi serta semua kekuatan iblisnya. Benar benar menjadi manusia biasa tanpa hawa Dewa Sedikitpun, semua terjadi karena Xiao Tian menyegel seluruh kekuatannya untuk berjaga jaga.
"Kaisar iblis Yonheng, ternyata dia dalang dibalik semua ini. Entah apa yang dia lakukan hingga berhasil memalsukan kematian Dian Zheng. Jika aku tak bertemu Dian Zheng di alam semesta kedua mungkin aku masih menganggapnya telah tiada," pikir Dewa Petir sambil mengepalkan kedua tangannya.
####
Huang Li telah kembali tersadar, jenderal Huang Cheng langsung memeluknya ketika Huang Li membuka matanya.
"Putriku!"
"Syukurlah kau kembali sadar," ucap jenderal Huang Cheng sambil memeluk tubuh Huang Li.
Belum sempat jenderal Huang Cheng melampiaskan semua kerinduannya, salah satu orajurit mengetuk pintu kamar dengan begitu keras.
Tok tok tok
"Buka pintunya yang mulia!"
"Terjadi kekacauan di kerajaan petir!"
"Klan Lin dan Klan Jiang telah dibantai oleh makhluk aneh berkecepatan tinggi. Kami tak bisa mengikuti gerakan mereka. Anehnya mereka hanya menghabisi kedua klan tersebut saja, sedangkan prajurit dari klan Huang dan para penduduk biasa tak mereka sentuh sedikitpun!" teriak prajurit keluarga Huang.
"Tunggulah disini putriku, biarkan ayah melihat situasi diluar sana," ucap jenderal Huang Cheng sambil menatap Huang Li.
Sambil mencoba meraih tangan ayahnya, Huang Li pun berkata, "Berhati hatilah, ayah,"
#Diluar kediaman keluarga Huang
Anggota klan Lin dan Klan Jiang yang mencoba melarikan diri ke wilayah keluarga Huang telah dibantai habis oleh siluman rubah merah. Mayat mereka berserakan di tanah kekuasaan keluarga Huang dengan darah yang mengalir kemana mana.
Melihat kejadian naas yang menimpa kedua klan itu, jenderal Huang Cheng terkejut bukan main.
Saat melihat para siluman rubah membantai kedua klan itu, dia berkata, "Siapa kalian, dan kenapa kalian membuat onar di kerajaan petir!"
Jenderal Huang Cheng membawa sebuah tombak perak untuk menyerang para siluman tersebut. Namun belum sempat dia hunuskan tombak itu, raja siluman rubah merah menatapnya dengan hawa membunuh yang begitu mencekam.
Karena perbedaan kekuatan yang cukup tinggi, tanpa sadar jenderal Huang Cheng menjatuhkan tombak perak di tangan kanannya.
"Ma ... makhluk apa ini?"
"Kekuatannya begitu mengerikan, tapi tak memancarkan hawa iblis sedikitpun."
"Jika aku terus disini aku bisa mati di tanganonster ini," ucap jenderal Huang Cheng dengan tubuh yang terdiam kaku karena saking takutnya.
Melihat jenderal Huang Cheng terdiam kaku, raja siluman rubah merah hanya tersenyum tipis lalu menghilang dari pandangan semua orang. Bersamaan dengan menghilangnya raja mereka, para siluman rubah merah yang lain juga ikut menghilang dari pandangan semua orang.
"Ini berbahaya, aku harus melapir ke istana. Jika makhluk itu menyerang lagi, kerajaan petir pasti akan hancur!" pikir Jenderal Huang Cheng dengan tampang paniknya.
"Apa kau baik baik saja, Jenderal?" tanya para prajurit sambil menepuk pundak jenderal Huang Cheng yang sejak tadi gemetar ketakutan.
"Aku tak apa apa, perketat penjagaan di segala penjuru!"
"Aku akan pergi ke istana untuk melapor, kalian berlima ikuti aku!"
"Sedangkan sisanya jagalah putriku agar tak keluar dari kamarnya!" tegas jenderal Huang Cheng sambil menatap para prajuritnya.
"Baik jenderal!" ucap para prajurit keluarga Huang.
"Semoga saja istana belum diserang oleh makhluk makhluk itu, aku harus bergerak cepat demi keselamatan semua orang," pikir jenderal Huang Cheng.
#Istana kerajaan petir
Para siluman rubah merah telah kembali menghadap Xiao Tian. Saat itu posisi punggung Xiao Tian membelakangi mereka karena hendak pergi memasuki istana.
Sambil membelakangi para siluman, Xiao Tian pun berkata, "Apakah tugas kalian telah selesai?"
"Semuanya telah beres, seluruh klan Lin dan klan Jiang telah dibantai habis tanpa sisa. Sesuai perintah kami tak melukai orang lain yang tak memiliki hubungan dengan kedua klan itu," ucap raja siluman rubah merah sambil memberi hormat.
"Bagus, untuk sekarang berjagalah diluar gerbang di tempat tersembunyi dan keluar saat ada orang mencurigakan yang mencoba memasuki gerbang istana," ucap Xiao Tian sambil membelakangi para siluman.
"Siap laksanakan," ucap para siluman rubah merah sambil memberi hormat.
Setelah memberi hormat, mereka pergi meninggalkan Xiao Tian dengan gulungan teleportasi.
__ADS_1