
"Terbukalah!" Wu Kong dan Dewa petir berhasil memecahkan pola sihir kuno. Batu besar yang menutup mulut Gua pun terbelah dua dan bergeser ke arah yang berlawanan.
Setelah gua terbuka lebar, Wu Kong berjalan masuk ke mulut gua. Sedangkan Dewa petir memanggil Xiao Tian dan Jingmi untuk ikut masuk bersama dengannya.
"Ayo masuk," ucap Dewa petir sambil melangkah maju.
"Baiklah," angguk Xiao Tian dan Jingmi sambil berjalan masuk mengikuti Dewa petir.
Bagian dalam gua terlihat begitu gelap gulita, begitu sunyi dan tak ada obor disana. Satu satunya penerangan yang ada saat itu adalah lubang di mulut gua tempat mereka masuk.
Untuk memperjelas pandangan semua orang, Wu Kong menggunakan teknik bola cahayanya untuk menerangi jalan.
Namun dia membatalkan tekniknya setelah melihat begitu banyak obor yang tidak tersulut api. Dan letak obor yang terdekat adalah sepuluh langkah dari tempat mereka berdiri.
Xiao Tian yang juga sempat melihat obor obor itu, langsung mencoba untuk membakar ujung obor. Namun Wu Kong mencegahnya dan malah menyuruhnya berjalan lanjut mendekati obor tersebut.
Ketika semua orang sudah sampai di dekat obor itu, batu penutup mulut gua tertutup kembali.
Brukkk
Disaat mulut gua tertutup sempurna, tiba tiba saja semua obor yang tak dibakar, menyala sendiri hingga membuat suasana gua menjadi begitu terang benderang.
"O ... obornya nyala sendiri!" Xiao Tian dan Jingmi terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Obor itu biasa digunakan untuk melacak penyusup. Jika kau membakar obor sebelum mulut gua tertutup, maka aku berani jamin para iblis di gua ini akan langsung menyadari bahwa ada seorang penyusup," jelas Dewa petir dengan serius.
"Jadi itu alasan Dewa kera melarangku tadi?" pikir Xiao Tian sambil menatao ke arah Wu Kong.
"Ikuti aku!" ucap Wu Kong sambil melangkah maju memasuki bagian terdalam gua.
"Baik, Dewa kera," jawab Xiao Tian dan yang lainnya sambil berjalan mengikuti Dewa kera Sun Wu Kong.
#Jauh di dalam gua
Liang Su dan Su Yan berjalan mengikuti para iblis ular merah, hingga sampai disebuah jalan bercabang.
Ada tiga buah cabang jalan yang pasti mengarah ke suatu tempat. Dan para iblis ular merah mengajak Liang Su untuk mengikutinya ke jalan yang lurus. Sedangkan Su Yan diajak oleh salah satu iblis ular merah ke jalan sebelah kiri.
"Kenapa kami harus memilih jalan yang berbeda?" tanya Su Yan sambil mengikuti ular iblis merah berwujud manusia.
"Bukankah sudah jelas?"
"Kau akan kubawa ke tempat khusus para siluman," jelas iblis ular sambil memimpin langkah Su Yan.
"Bagaimana dengan jalan yang menuju ke kanan?" tanya Su Yan.
"Itu adalah jalan khusus untuk para manusia pemuja iblis," jelas ular iblis merah sambil melangkah maju mendahului Su Yan.
Awalnya semua terlihat seperti gua biasa. Namun semua berubah setelah mereka sampai di dalam wilayah siluman.
Disepanjang dinding kanan gua terdapat jeruji besi yang berisi para ras siluman kelinci yang terikat oleh rantai. Sedangkan di sepanjang dinding kiri gua terdapat para ras siluman angsa yang bernasib sama seperti ras siluman kelinci. Tubuh mereka terlihat begitu penuh dengan luka karena para siluman rubah putih selalu menyiksa mereka.
"Kejam sekali," pikir sisi lain Su Yan sambil berjalan mengikuti iblis ular merah.
__ADS_1
Ketika sudah sampai di ujung gua, dia melihat para ras siluman rubah putih sedang menyembah raja mereka.
Dan merekapun berhenti setelah raja mereka menyadari kehadiran Su Yan dan sang iblis ular merah.
"Apa yang nona iblis ular merah lakukan disini?" tanya raja siluman rubah putih sambil menyuruh semua rasnya berdiri.
"Maaf jika aku mengganggu ritual kalian. Aku kemari untuk ... ," belum sempat ular iblis merah menyelesaikan kalimatnya, tangan Su Yan tiba tiba saja menembus punggung sang iblis ular merah. Setelah itu, dia menarik keluar inti iblis sang iblis ular dan menelannya secara utuh.
"Apa yang kau ... ," belum sempat sang iblis menyelesaikan kalimatnya, ekor emas Su Yan kembali menusuk punggung sang iblis. Setelah itu dia menyerap habis seluruh daya hidupnya, hingga hanya menyisakan pakaian iblisnya saja.
"Siapa kau?"
"Dan apa tujuanmu kemari?" tanya para siluman rubah putih sambil mengepung Su Yan.
"Inti iblis dari ras ular memang sesuatu, tapi sayang itu tak semurni inti para siluman," gumam sisi lain Su Yan sambil menghela napas.
"Beraninya kau mengabaikan kami!" teriak para siluman rubah putih sambil mengarahkan ekor mereka ke arah Su Yan.
Su Yan menghindari semua tusukan ekor mereka, lalu menusuk keluar semua inti siluman dari para siluman rubah putih yang menyerangnya.
Berbeda dengan ras iblis, ras siluman tak dapat hidup tanpa inti mereka. Alhasil ketika Su Yan berhasil mengeluarkan semua int'i siluman, para ras siluman rubah putih pun lenyap tanpa sisa.
"Beraninya kau mengacau ditempatku!" teriak raja siluman rubah putih sambil melesat maju menghantam tubuh Su Yan.
Duakkk
Wooshh
Su Yan terpental mundur cukup jauh dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Cleb cleb cleb, ekor Su Yan menancap ke tanah untuk menahan tubuh agar tak terpental lebih jauh lagi.
"Saatnya untuk serius," Su Yan menelan semua inti siluman yang baru saja dia kumpulkan.
Tubuhnya bercahaya, lalu bertransformasi menjadi serigala emas raksasa. Melihat Su Yan bertansformasi ke ukuran raksasa, sang raja siluman rubah putih pun ikut merubah bentuknya ke wujud raksasa.
Rrrrrrr, kedua pihak meraung layaknya hewan liar.
Siluman rubah putih dan Su Yan dalama mode siluman serigala suci memiliki jumlah ekor dan tingkat kultivasi yang sama saat itu. Baik kecepatan maupun kekuatan, tak ada yang unggul satupun. Karena hal itu pertarungan mereka terlihat sangat imbang, hingga tak ada satupun dari mereka yang terluka.
"Hosh hosh, apa hanya ini kemampuanmu?" tanya sisi lain Su Yan dengan napas terengah engah.
"Jangan remehkan aku," ucap raja siluman rubah dengan ekor yang mengikat sepuluh siluman kelinci.
"Sejak kapan kau ... ," ucap Su Yan dengan tampang heran.
"Kau pikir aku menyerang tanpa arah?"
"Sejak awal aku tak mengincarmu, tetapi mengincar para sandraku," jelas raja siluman rubah putih sambil tersenyum.
"Le ... lepaskan kami!" teriak para siluman kelinci.
"Dengan senang hati," Raja siluman rubah putih menjatuhkan tubuh para siluman kelinci ke dalam mulutnya. Lalu menelannya secara utuh.
"Tidak!!!" teriak para siluman kelinci dengan tampang panik.
__ADS_1
Sisi lain Su Yan melirik ke arah para siluman angsa untuk melakukan hal yang sama, akan tetapi Su Yan yang asli melarangnya melakukan hal itu dengan membentaknya melalui alam pikiran.
"Jika kau punya pikiran untuk menyakiti mereka, maka akan kurebut paksa lagi kesadaran tubuh kita," ancam Su Yan melalui telepati.
"Cih," ucap sisi lain Su Yan sambil melirik ke arah para siluman angsa.
"Fokuslah, disaat sedang bertarung!" siluman rubah putih menyundul tubuh Su Yan hingga terjatuh menghantam tanah.
Wooshhhh
Duarr
Cleb cleb cleb
Wooshh
Glek
Raja siluman rubah putih menusuk perut para siluman angsa dengan ekor ekornya. Lalu menelan tubuh mereka secara utuh tepat dihadapan Su Yan.
"Sial, kalau begini terus. Kultivasiku akan kalah jauh dengannya. Apa yang harus kulakukan?" pikir sisi lain Su Yan sambil mencoba untuk berdiri.
"Melihat reaksimu, sepertinya kau merupakan salah satu dari mereka," ucap siluman rubah putih sambil berjalan mendekat.
Woooshhh
Duakk
Duarrr
Raja siluman rubah putih menggunakan ekornya untuk memukul Su Yan hingga menghantam sel ras siluman angsa.
"Sial, kalau begini terus kita akan mati. Tolong berhenti mencoba merebut kesadaranku!" teriak sisi lain Su Yan melalui telepati.
"Kupikir aku bisa bertarung sengit dalam waktu lama. Aku benar benar kecewa."
"Bukankah tadi kau menelan seluruh bawahanku tanpa rasa ragu sedikitpun?"
"Kemana perginya sifat kejam dan pemberani tadi ha?" tanya raja siluman rubah putih sambil mencakar tubuh Su Yan.
Setelah cakar tajam mencabik perut Su Yan, bentuk raksasanya pun menghilang. Dan dia pun kembali ke wujud manusia dengan penuh luka.
"Cih, dasar lemah," raja siluman rubah putih melempar tubuh Su Yan ke atas dan berencana untuk menelannya. Namun sebwlum hal itu terjadi, sebuah tongkat emas raksasa meluncur tepat ke arah perutnya hingga terdorong mundur menghantam dinding ujung gua.
Duarrr
Wooshhh
Sebelum tubuh Su Yan terjatuh menghantam lantai gua, Xiao Tian melesat maju dengan teknik seribu langkah cahayanya.
Tapp
"Kau baik baik saja, Su Yan?" tanya Xiao Tian sambil menggendong tubuh Su Yan.
__ADS_1
"Cih, kau terlambat dasar bodoh," ucap sisi lain Su Yan sebelum kehilangan kesadarannya.