
"Pedangku dapat memotong apapun, tapi itu tak berlaku untuk pedang penembus jiwa. ini benar benar merepotkan," pikir Xiao Tian sambil menghindari serangan Aura Dewa.
"Apa ini hasil dari semua latihanmu?"
"Berhentilah menghindar!" ucap aura Dewa sambil menebaskan pedangnya.
"Aktifkan simbol kuda suci, potensi tingkat dua kecepatan maksimum!" pikir Xiao Tian sambil menghindari serangan Aura Dewa.
Kemampuan tingkat dua dari simbol kuda suci adalah mengaktifkan kecepatan maksimum. Dimana teknik seribu langkah cahaya dan segala macam teknik penambah kecepatan akan otomatis aktif bersamaan dengan munculnya simbol itu.
Berkat hal tersebut, Xiao Tian pun dapat melancarkan serangan balasan tepat ke leher lawannya. Akan tetapi ...
Sringgg!!! pedang Demonic aurora dan pedang penembus jiwa berbenturan tanpa ada yang terpotong sedikitpun.
Melihat hal aneh tersebut, Xiao Tian pun langsung menarik kembali pedangnya, lalu kembali menebaskan pedang tersebut ke arah yang lain. Sayangnya serangannya kembali ditahan oleh sang aura pedang.
"Teknik tebasan surgawi, seribu sayatan iblis!" ucap Xiao Tian sambil melancarkan tebasan pedang secara beruntun.
Trang tring trang, Sang perwujudan aura berhasil menahan semua serangan tersebut. Bahkan dia melakukannya sambil menutup mata.
__ADS_1
Sadar bahwa serangannya tak berguna, Xiao Tian pun melangkah mundur sambil menjaga jarak aman dari serangan perwujudan aura Dewa. Dengan napas yang terengah engah dia pun berkata, "Sial, dia terlalu kuat. Sebenarnya apa efek pedangnya?"
"Kenapa bisa menahan dan menembus?"
"Pedangnya berubah menjadi keras sejak aku mempercepat langkahku, dan sejak dia seakan bisa membaca seranganku hanya dengan menutup mata. Bagaimana caraku mengalahkan orang merepotkan ini?" pikir Xiao Tian dengan napas terengah engah.
Melihat Xiao Tian menjaga jarak darinya, sang aura Dewa kembali meledek Xiao Tian dengan berkata, "Ada apa denganmu?"
"Kenapa malah menjauh?"
"Apakah kau sudah menyerah?" tanya sang aura Dewa.
"Aku hanya bisa menantang para perwujudan aura sekali saja. Kalau aku menyerah, maka tak ada kesempatan kedua untuk mendapatkan pedang penembus jiwa," pikir Xiao Tian sambil memegang pedangnya.
Sambil mengayunkan pedangnya secara bertubi tubi, dia pun berkata, "Teknik tingkat legenga, seribu tebasan jiwa!" Dia mengucapkan hal tersebut di dalam hatinya sambil mengayunkan pedang secara bertubi tubi.
"Teknik apa yang dia gunakan?"
"Serangannya mendadak begitu cepat. Akupun hampir kewalahan bahkan saat sudah menggunakan kecepatan maksimumku, ini benar benar merepotkan," pikir Xiao Tian sambil menahan semua tebasan pedang musuhnya.
__ADS_1
Trang tring trang!! Awalnya semua serangan bisa dia tahan dengan mudah, hingga pada saat tebasan ke dua ratus pedang lawannya tiba tiba saja kembali ke mode penembus. Hingga lehernya pun tertebas karena berpikir kalau pedangnya tak akan berganti mode dipertengahan serangan.
Tepat sebelum kesadarannya menghilang, Xiao Tian berhasil melihat perbedaan lada pedang lawannya. Dan perbedaan tersebut adalah simbol bulan akan bersinar setiap kali pedangnya beralih ke mode tembus. Sedangkan simbol matahari akan menyala setiap kali pedangnya mengeras.
Bersamaan dengan hilangnya kesadaran Xiao Tian, lingkaran sihir penetral aura pun menghilang.
Beberapa detik setelah itu, Xiao Tian pun tersadar kembali ke dalam tubuh yang kembali utuh. Sang Aura Dewa pun menunggu dia tersadar sesuai dengan aturan pertarungan.
Seperti biasa, untuk permulaan Xiao Tian langsubg mencoba mengaktifkan simbol roh B_bi suci untuk mencegah lawannya menggunakan aura pelindung tubuh. Anehnya simbol tersebut tak kunjung aktif tak peduli sekeras apapun Xiao Tian mencobanya.
Saat melihat lawannya masih kebingungan, sang perwujudan aura tertawa cukup keras lalu berkata, "Mencari ini?" tanya sang perwujudan aura Dewa dengan dahi bersimbol roh B_bi suci.
"Ke ... kenapa simbolnya ada padamu?" ucap Xiao Tian dengan tampang terkejut.
"Aktifkan simbol roh B_bi suci, lingkaran sihir penetral aura!" Seketika lingkaran sihir berukuran cukup besar muncul dengan telapak kaki sang perwujudan aura yang menjadi pusatnya. Bersamaan dengan itu, pedang aura ditangan Xiao Tian menghilang tanpa jejak.
"Aku tahu kalau lingkaran penetral aura hanya akan berdampak pada selain penggunanya, tapi kenapa pedangku menghilang?"
"Sedangkan sebelumnya, pedang dia tak menghilang saat simbolnya ada padaku," pikir Xiao Tian dengan tampang bingung.
__ADS_1
"Sekarang keadaanmu sudah tidak menguntungkan, apakah kau masih mau lanjut?" tanya sang perwujudan aura Dewa dengan serius.
"Tentu saja!" ucap Xiao Tian sambil mengaktifkan simbol roh kuda sucinya.