Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 70 : Nasib Taiwu


__ADS_3

#Sekte Gunung Api(Wilayah murid inti)


(Pegunungan Hewan Buas)


Tetua Sun terus memaksa Taiwu berlatih melawan beberapa hewan buas(Beast), meski dia tahu Taiwu tak pernah berkembang sejak awal dia latih, dia memaksanya agar Taiwu mau menyerah, dan mengatakan siapa yang telah membantunya berkultivasi selama ini.


Tetua Sun melakukan latihan yang menyiksa Taiwu karena dia sudah putus asa, semua latihan yang biasa dia gunakan, tak ada yang berefek pada Taiwu, bahkan memberinya pil tingkat tinggi pun, tak dapat menaikkan kultivasi Taiwu.


Taiwu dipaksa melawan Beast tingkat tinggi, Beast adalah sebutan untuk hewan buas yang bisa berkultivasi, kekuatan mereka bisa meningkat dengan berkultivasi atau memangsa sesama Beast, Setiap Beast memiliki sebuah bola kekuatan di dalam tubuh mereka, bola itu disebut inti Beast, inti Beast bisa membantu seorang kultivator berkultivasi.


Biasanya Taiwu hanya melawan Beast tingkat menengah, itu pun membuatnya sedikit kewalahan, tapi kali ini tetua Sun memaksanya melawan Beast tingkat tinggi.


Beast yang Taiwu lawan adalah Lion Beast, Beast tipe Api yang kultivasinya sudah mencapai Grand master petarung bintang 10.


sedangkan Taiwu memiliki kultivasi Gran master petarung bintang 8, perbedaan dua lapisan ini, membuat Taiwu kewalahan, dia tak bisa melukai Lion Beast sedikitpun.


Tubuh Lion Beast berbeda dengan Beast yang biasa, pertahanan tubuhnya sepuluh kali lipat lebih kuat dibandingkan kekuatan cakaran dan kecepatan Beast ini, dengan kata lain Taiwu dipaksa melampai batasannya, dia harus melawan Lion Beast yang tubuhnya sekeras tubuh jenderal petarung bintang 10.


"(Hosh hosh hosh), Tubuhnya benar-benar keras aku tak akan bisa menang, kenapa guru memaksaku sampai seperti ini, dia kan tahu kalau cara ini tak akan membantu kultivasiku." pikir Taiwu sambil menatap tetua Sun


Tetua Sun melayang di udara melihat latihan Taiwu, Lion Beast tak akan menyerang orang di udara, sedangkan Taiwu yang sekarang belum bisa menggunakan Ki untuk terbang.


"Kenapa kau menatapku!"


"Fokus pada lawan di depanmu, kalau tidak kau akan mati!" teriak tetua Sun


"Meski aku tak menatapmu, aku tetap tak bisa menandingi kecepatannya, lawanku adalah Beast penguasa daratan, kultivasinya bisa mencapai petarung Legenda, dan memiliki pertahanan tingkat petarung setengah Dewa."


"Aku tak tahu apa tujuan guru, meski lawanku adalah Lion Beast tingkat Grand master petarung, pertahanan tubuhnya 10 kali lipat dari kultivasinya, tubuhnya terlalu keras, aku tak akan bisa memenangkan pertarungan ini." teriak Taiwu


Tak lama kemudian Lion Beast mencakar Taiwu yang masih berdiri sambil berteriak kepada tetua Sun.


Sreakk Duarrr


Taiwu terluka dan Cakaran Lion Beast membuatnya terpental hingga menghantam bebatuan.

__ADS_1


"Dasar murid bodoh, kau hanya menyiksa dirimu jika tak mau menghindar, kau akan terus menerima latihan seperti ini hingga kau bisa melampai lawanmu, atau kau bisa menceritakan padaku, siapa yang membantumu berkultivasi selama ini, dan cara apa yang dia gunakan!"


"Kenapa kau begitu keras kepala, aku hanya bertanya tentang itu, tapi kau terus bungkam, katakan padaku jika kau sudah menyerah!" teriak tetua Sun


"Tetua Sun, aku bisa saja memberitahumu, tapi aku takut kau tak percaya, sebelum aku beri tahu, katakan apa yang akan kau lakukan, jika kuberi tahu siapa yang membantuku berkultivasi selama ini!" teriak Taiwu


"Tentu saja aku akan memintanya mengajarkan teknik rahasianya kepadaku, jika dia tak mau bekerja sama, aku akan menyiksanya hingga dia memberikan tekniknya kepadaku!" teriak tetua Sun


Lion Beast menatap tetua Sun yang sedang berteriak sambil terbang di udara, dalam pikiranya. " Para manusia ini berisik sekali, kenapa mereka mengobrol sambil berteriak, kalau mau mengobrol kenapa harus berjauhan, aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan, tapi aku tahu kalau manusia yang terbang itu lebih kuat dariku, kalau aku membunuh manusia yang dibawah, dia akan turun tidak ya?"


Mendengar jawaban tetua Sun, Taiwu semakin bertekad menyembunyikan rahasianya, dengan wajah kesal dia pun berteriak.


"Menyiksanya ya, tetua sialan, siapa juga yang akan membiarkan penyelamatnya disiksa!"


"Meski kau menyiksaku hingga mati, aku tak akan memberitahu kebenarannya kepadamu, karena aku telah berjanji untuk setia kepadanya!" teriak Taiwu


"Dasar keras kepala, kalau begitu nikmatilah siksaanmu, kau tak akan bisa keluar dari gunung ini, karena Beast tingkat tinggi ada dimanapun." teriak tetua Sun


Sebelum Lion Beast berhadil mengoyak tubuh Taiwu dengan taringnya, tekanan yang begitu kuat mulai terasa, membuat Lion Beast gemetar ketakutan, Lion Beast menghentikan gerakannya karena ketakutan, tetua Sun pun berhenti berteriak, keringat dingin mengalir diwajahnya.


Lion Beast meninggalkan Taiwu yang terluka,


sedangkan tetua Sun masih terbang di udara sambil memperhatikan sekitar.


"Tekanan milik siapa ini?" pikir tetua Sun


Tak lama kemudian tetua Gu Yan dan tetua Haocun menampakkan diri, sambil menaiki seekor Phoenix.


"Hei tetua Haocun, kenapa kau suka menaiki phoenixku, kau kan punya phoenix sendiri?" tanya tetua Gu Yan sambil menatap tetua Haocun yang duduk disampingnya


"Phoenixku berwarna biru, aku suka yang warna merah, makanya aku suka naik phoenix milikmu, aku punya ide bagaimana kalau kita tukar tunggangan kita, ehehhe." jawab tetua Haocun


"Salam tetua pendiri sekte, salam tetua agung Gu Yan, ada keperluan apa hingga kalian datang kemari?" tanya tetua Sun


"Ehm, tetua Haocun tunggangan kita tak boleh ditukar, kau mungkin bisa menaiki phoenixku, tapi phoenixmu pasti menolakku karena aku jauh lebih lemah darinya, kau kan tahu kalau phoenix hanya mengakui orang yang lebih kuat darinya." ucap tetua Gu Yan

__ADS_1


"Sialan aku diabaikan" pikir tetua Sun


"Ya kau hanya harus memperkuat kultivasimu kan?" sambung tetua Haocun


"Kau ini, kau kan tahu kalau di tahap dewa petarung, sangat sulit untuk menerobos, itu berlaku untuk semua ras, baik manusia, Beast, monster, maupun iblis." jawab tetua Gu Yan


"Heheheh." tetua Haocun tertawa sambil menggaruk kepalanya


"Woi apa kalian tak mendengarku!"


"Katakan apa tujuan kalian kemari!"


(Hosh hosh hosh) tetua Sun berteriak dengan wajah kesal hingga nafasnya tak beraturan


"Oh maaf tetua Sun, kami lupa tujuan kami kemari, tunggu sebentar, kami akan mencoba mengingatnya."


"Ehm... " ucap tetua Hoacun sambil mencoba mengingat sesuatu


2 jam kemudian


"Aduh, kenapa orang sepertinya bisa jadi tetua pendiri, ingatanya begitu parah." pikir tetua Sun sambil memegang kepalanya


"Adeh terjadi lagi, kenapa ingatanya begitu buruk, sejak terakhir kali pergi ke portal pusaka dewa, sejak 30 tahun yang lalu, dia dan Xiao Hong pergi kesana, ingatanya jadi begitu buruk, aku tak tahu apa yang mereka alami di dalam portal itu, yang pasti Xiao Hong berhenti menjadi muridnya setelah kejadian itu, dan memilih menikah bersama pangeran Xiao Zhaoye."


"Sedangkan tetua pendiri menjadi sedikit sulit mengingat sesuatu, yang pasti satu-satunya kabar baik dari mereka adalah kami baru mengetahui kalau kami memiliki tetua pelindung yang melindungi sekte Gunung Api, meski memakai topeng, kami menghormatinya karena kekuatannya jauh diatas kami, dan dia pernah menghancurkan sebuah kerajaan karena menyinggung sekte kami, tapi kehebatanya bisa juga menjadi bencana, saat dia berbalik menyerang sekte, tak ada satupun yang sanggup melawannya."


"Aku ingin tahu pria macam apa yang berada dibalik topeng itu, kalau saja dadanya besar, mungkin aku akan berpikir kalau dia hanyalah Xiao Hong yamg menyamar, tapi dari suara dan bentuk tubuh, aku yakin kalau dia seorang pria, ditambah lagi aku tak bisa merasakan kultivasi Xiao Hong, ya tidak mungkin kan kalau dia melampaui gurunya, kalau iya, pusaka macam apa yang bisa membuatnya melampaui para tetua, aku yakin kalau Xiao Hong hanya mendapat pusaka pengendali kultivasi, jadi dia bisa menyembunyikan kultivasinya, mungkin itu juga yang membuatku tak bisa membaca kultivasi Xiao Tian dan Taiwu waktu itu."


"Buktinya, setelah Xiao Tian dan Taiwu dipisahkan, kami bisa membaca kultivasi Taiwu, itu menunjukkan bahwa Xiao Hong memberi pusakannya kepada anaknya, ya itu pasti begitu." pikir tetua Gu Yan sambil menganggukkan kepala


"Sialan kenapa kedua tetua ini begitu menyebalkan, aku menunggu hingga dua jam, yang satu sedang berpikir, dan yang satu malah terus memejamkan mata sambil menganggukkan kepala, apa tak ada yang normal disini!" pikir tetua sun sambil menepuk dahinya


"Apa yang sedang mereka lakukan diatas sana, apa mereka menungguku mati kehabisan banyak darah?"


"Syukurlah aku bisa meminimalisir lukaku, tapi kalau terlalu lama, aku bisa mati kehabisan darah juga, para tetua sialan, apa kalian semua memiliki hobi menyiksa murid yang tak bisa berkembang." pikir Taiwu

__ADS_1


Taiwu sudah kehabisan tenaga, dia tak bisa bergerak dan mengeluarkan suara, dia hanya bisa menunggu seseorang menyelamatkannya


__ADS_2