
Tainam Chun berhasil membuat jenderal Tailong kebingungan, meski kekuatan dan kecepatan mereka tidaklah imbang, dengan teknik pembagi tubuh, Tainam Chun berhasil menghadapi jenderal Tailong hingga membuat jirah tanah milik jenderal Tailong hancur.
Karena jirahnya hancur, pertahanan diapun mulai berkurang, setiap detiknya jumlah klon Tainam Chun terus bertambah, dan serangan yang mereka keluarkan berhasil melukai jenderal Tailong meski hanya sedikit.
"Dimana sebenarnya tubuh aslimu!" bentak jenderal Tailong
"Apa kau mulai kesal vampir tak tahu diri?"
"Kalau kau ingin mencari tubuh aslilu,kalahkan kami terlebih dulu." ledek para Tainam Chun dengan wajah menghina, semua Tainam Chun menatap jenderal Tailong dengan tajam, sambil mengacungkan jempol kanan mereka, lalu membaliknya seperti orang yang meremehkan lawannya
"Dasar manusia sombong!"
"Walau kau bisa membagi tubuh hingga ratusan orang, kau tak akan bisa mengalahkanku!"
"Karena vampir terlahir untuk abadi!"
"Huaaaaaaa." teriak jenderal Tailong
Ratusan klon Tainam Chun maju untuk menendang jenderal Tailong secara bergantian.
Duakkk
duakkk
Duarrrr
tendangan petir yang beruntun membuat tubuh jenderal Tailong yang begitu keras, akhirnya terluka parah, dan karena terlalu bersemangat, tanpa sengaja para klon Tainam Chun menendangnya terus menerus hingga salah satu kaki kanan milik klon Tainam Chun, menembus jantungnya.
Bruakkk
Drip drip drip ( darah berceceran keluar dari lubang yang dibuat salah satu klon Tainam Chun)
Srettt (Salah satu klon yang berhasil menghancurkan jantung jenderal Tailong menarik kembali kaki kanannya dari tubuh keras jenderal Tailong)
Cratttt (Banyak darah yang menyembur keluar dari tubuh jenderal Tailong)
Jika jenderal Tailong bukan seorang vampir, dia akan langsung mati saat jantungnya hancur, tapi dia tak kunjung mati hanya terlihat lebih tersiksa, bukanya berhenti para klon Tainam Chun terus menendangnya, meski tahu jenderal Tailong sudah terluka cukup parah.
Bukkk
Duakkk
Duarr
Lubang yang tercipta disekitar wilayah jantung jenderal Tailong, benar benar terbuka lebar, para klon Tainam Chun, menendangnya terus menerus tanpa ampun karena tak ingin lukanya pulih kembali, Cakar raksasa di tangannya pun mulai menghilang secara perlahan menjadi butiran pasir yang diterbangkan angin.
wooshhh
Duakk
duakk
duarrr
Para klon Tainam Chun terus menendang jenderal Tailong tanpa ampun, hingga dia benar benar hampir kehabisan darah, mereka tak berhenti meski jenderal Tailong tak bisa melawan, mereka tak membiarkan jenderal Tailong beregenerasi, ini merupakan kemenangan telak bagi Tainam Chun, namun karena melihat jenderal begitu tersiksa, Tainam Chun keluar dari persembunyiannya.
Selama ini ternyata dia merubah tubuhnya menjadi listrik, dan bersembunyi di dalam tanah, dia bersembunyi di tempat awal ketika dia menghantam reruntuhan, dan kebetulan kini tempatnya berada tepat disamping jenderal Tailong berdiri sekarang, karena tak tahan melihat jenderalnya terus disiksa dia pun keluar dan menahan serangan para klonnya..
Woshhhh
Duakkk
Duarrt
Dengan tubuh penuh luka akibat pertarungan awal, Tainam Chun muncul tepat dibelakang punggung jenderal Tailong, dan mengeluarkan gelombang kekuatan yang begitu dasyat, hingga membuat semua klonnya terpental jauh..
"Kenapa kau menghalangi kami!" bentak para Tainam Chun yang merasa kesal
"Tugas kalian sudah cukup sampai disini."
__ADS_1
"Bersatulah kembali denganku." sambung Tainam Chun
"Cih terserah kau saja." ucap salah satu klon Tainam Chun
Puff
puff
pufff
ratusan Tainam Chun menghilang berubah menjadi energi petir, lalu menyambar tubuh Tainam Chun yang asli, meski tersambar petir tubuh asli Tainam Chun tak akan mengalami masalah, Tubuhnya yang penuh luka perlahan pulih, karena telah bersatu dengan klonnya, sedangkan jenderal Tailong yang masih terluka dalam keadaan berdiri perlahan tumbang dan jatuh kebelakang.
Bruakkk
Tepat sebelum jenderal Tailong tumbang, Tainam Chun menangkap tubuh jenderal Tailong, dia menatap jenderal kesayangannya itu, meski dia hanyalah prajurit penjaga hutan obat, dia sangat mingidolakan jenderal Tailong, baginya jenderal Tailong adalah penyelamat hidupnya.
Tainam Chun perlahan membaringkan tubuh jenderal Tailong yang sedang terluka begitu parah, ketika dia membaringkan tubuh jenderal Tailong ke tanah, matanya kembali normal, tak menjadi merah menyala, pertanda kalau kesadarannya telah kembali.
Jika dia telah menjadi vampir sempurna, jenderal Tailong tak akan mengalami rasa sakit yang begitu parah, jika dia menerima sisi vampirnya, dia bisa beregenerasi secepat vampir generasi keempat, namun karena dia berusaha melawan sisi vampirnya, jenderal Tailong tak bisa memulihkan jantungnya yang telah hancur.
Dalam keadaan sekarat, dia mencoba menyentuh wajah Tainam Chun, sambil mengucapkan kata kata terakhirnya
"Uhuk uhuk(batuk)"
"Tainam Chun, tak kusangka kau berhasil menyaingi kekuatan dari seorang jenderal, tak kusangka kau bisa membuatku terluka separah ini..."
"Aku bangga padamu, maafkan aku.. karena merepotkanmu, maafkan aku karena hampir membunuhmu."
"Tolong cepat bunuh aku, selagi aku masih tak berdaya, aku tak bisa menahan rasa sakit ini, uhuk uhuk(batuk), aku titip Taiwu dan istriku padamu." lirih jenderal Tailong menahan rasa sakit sambil memegang wajah Tainam Chun
perlahan jenderal Tailong menutup matanya, dan tangannya pun terlepas dari wajah Tainam Chun, melihat jenderal kesayangannya menghembuskan nafas terakhir tepat dihadapannya, Tainam Chun merasa begitu terpukul.
"Je.. jenderal.. ?"
"Berhenti bercanda, kau adalah vampir, kau seharusnya tidak bisa mati hanya karena kutendang jantungnya."
Kepergian jenderal Tailong kali ini, membuat Tainam Chun merasa terpukul, maksud hati ingin melukainya saja, dia tak ingin membunuhnya dengan mengandalkan klon miliknya.
"Jenderal bangunlah, bagaimana caraku menjelaskan pada Taiwu jika kau mati ditanganku!"
"Jenderal tolong berhenti bercanda!" Tainam Chun merasa begitu terpukul, dia melakukan segala cara untuk membangunkan jenderalnya itu, dari menampar wajah jendral Tailong, hingga mencoba menyetrumnya agar sadar kembali, namun semua usahanya sia sia, karena jenderal Tailong tak merespon sedikitpun.
"Jenderal tolong berhenti bercanda, bangunlah, bangunlah!" teriak Tainam Chun
Woosshh
Tap
Dewi petir terbang mendekati Tainam Chun, dengan wajah dinginnya dia berkata.
"Tak kusangka kau berhasil mengalahkan seorang jenderal, dan tak kusangka kau sendiri yang telah membunuhnya."
"Awalnya aku ingin membantumu, tapi teknik yang kau gunakan adalah telnik dari para Dewa, tubuhmu juga tak normal, kau penuh dengan rahasia, jadi aku ingin menonton hingga akhir, tak kusangka malah ini hasil akhirnya." Dewi petir berkata tanpa rasa simpati sedikitpum
"Dewi.. kau adalah dewi kan?"
"Aku akan mencoba percaya padamu kali ini, jika kau seorang Dewi, tolong bantu aku untuk menghidupkan kembali jenderal Tailong!"
"Kau kan berjanji untuk menolongku mengembalikan kesadarannya ketika aku berhasil mengalahkannya." ucap Tainam Chun dengan wajah yang mencoba terlihat tenang
"Aku hanya berjanji mengembalikan kesadarannya, bukan untuk membangkitkannya, jika dia telah mencapai kekuatan diatas Dewa petarung, rohnya mungkin bisa kubangkitkan kembali, masalahnya adalah kekuatanya tak sampai melebihi kekuatan para Dewa petarung." sambung Dewi petir
Mendengar ucapan Dewi petir, Tainam Chun berdiri lalu menatap Dewi petir, kini dia telah tenggelam dalam rasa putus asa yang begitu dalam, dan satu satunya harapan yang dia punya hanyalah bantuan dari Dewi petir.
"Apa maksudmu jenderal Tailong tak bisa dihidupkan kembali?"
"Bahkan melihat rohnya saja aku tak bisa?" tanya Tainam Chun
"Begitulah." jawab Dewi petir
__ADS_1
Tainam Chun terjatuh perlahan kedalam tanah, dia merasa begitu terpukul, dan tak bisa menahan rasa sedihnya lagi, kini hatinya benar-benar hancur.
Brukk
"Ini pasti hanya mimpi, ya aku akan bangun dari mimpi buruk ini." ucap Tainam Chun sambil mencoba menahan diri
Tainam Chun merangkak mendekati jenderal Tailong yang telah terbaring begitu lama.
"Jenderal tolong katakan padaku, kalau ini semua hanyalah mimpi."
"Jenderal Bangunlah dan tampar aku agar aku sadar.."
"Jenderal kenapa kau diam saja!"
"Aku sedang bicara kepadamu!"
"Tolong jawab aku, jenderal Tailo.... ng!
" Huaaaa......!" teriak Tainam Chun dengan wajah yang penuh air mata
Para prajurit yang tadinya tak bisa bergerak, berlarian menuju tubuh jenderal mereka, mereka bisa bergerak karena Dewi petir tak mengekang mereka lagi, namun mereka semua terkejut saat melihat Tainam Chun menangis dan jenderal mereka sedang terbaring tak berdaya.
"Tainam... Chun.., apa yang terjadi dengan jenderal?" tanya para prajurit
"Dia hanya tak bernafas, tenang saja, ini semua hanya mimpi, kita akan bangun lagi, jenderal kita baik baik saja ini semua hanya mimpi." ucap Tainam Chun dengan air mata diwajahnya
salah satu prajurit berjalan mendekat, lalu menampar Tainam Chun dengan keras
Plakkk
"Mimpi?"
"Apa rasa sakit itu seperti mimpi bagimu!" bentak prajurit itu
"Meski rasanya begitu sakit, meski sulit untuk dipercaya, inilah kenyataanya!"
"Jenderal kita telah tiada, apa kau masih belum bisa menerimanya!" bentak prajurit itu
Air mata Tainam Chun mengalir semakin deras, tamparan dari prajurit itu membuatnya sadar, bahwa jenderal Tailong sudah tak bisa diselamatkan, dan itu semua bukanlah mimpi belaka.
"Aaaaaaa."
" jenderal kenapa... kenapa ini harus terjadi padamu, kenapa bukan aku saja yang tiada!" teriak Tainam Chun
Tainam Chun dan puluhan prajurit yang masih tersisa, menangisi kepergian jenderal mereka.
#Kerajaan Angin
Selain wilayah Timur yang di lindungi Xiao Tian dan teman temannya, wilayah lain juga dijaga agar tak diserang para iblis, namun anehnya tak ada satupun iblis yang menyerang di wilayah lain..
Dan satu tempat yang tak mereka lindungi adalah wilayah istana, karena mereka tak berpikir kalau iblis akan menyerang dari udara, raja dan para pengikutnya berpikir kalau para iblis tak akan berani menyerang dengan pasukan udara, karena mereka takut akan kekuatan relik angin yang dimiliki istri raja, mereka tak tahu kalau ratu kerajaan angin, kini masih berada di dalam ruang hampa bersama Xiao Tian.
#Istana kerajaan angin
Woosshhh
Bruakkk
Salah satu iblis yang bisa melayang di udara dengan kekuatan reliknya, telah terjun jauh dari atas udara menghantam atap istana kerajaan.
"Hahahah."
"Tak ada satupun penjaga disini."
"Apa mereka tak tahu kalau bukan hanya relik kaisar iblis dari ratu yang kami incar, tapi relik legenda milik sekte iblis yang telah lama menghilang, kalau tak salah siapa ya nama gadis itu..."
"Oh iya, Huang Li." ucap Chenzhong
Bersambung....
__ADS_1