Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 69 : Terpaksa melawan


__ADS_3

Su Yan terjebak dalam medan perang, dia yang awalnya berniat kabur kini merasa menyesal, dia terjebak diluar gerbang dan tak bisa masuk, karena digiring keluar oleh penjaga gerbang, mau tidak mau, kalau dia ingin selamat, dia harus melawan atau menunggu perang selesai di luar gerbang.


"Serbu...!" ucap para prajurit kerajaan angin


Shut shut shut


Ribuan anak panah beterbangan di udara, baik dari prajurit kerajaan kabut hitam, maupun prajurit kerajaan angin.


Satu demi satu prajurit kerajaan angin tewas dihadapan Su Yan. Korban di kerajaan angin lebih banyak dibandingkan kerajaan kabut hitam, semua ini karena para prajurit kerajaan angin telah kehabisan tenaga. Tenaga mereka habis karena begadang melawan jutaan iblis tadi malam. Kerajaan kabut hitam menyerang tanpa peringatan, dan kerajaan angin tak ada persiapan. Sudah satu minggu lamanya, kerajaan kabut hitam tak menyatakan perang. Hari ini merupakan serangan dadakan yang dilancarkan kerajaan Kabut hitam.


Su Yan yang tadinya hanya berdiam diri di dekat gerbang hampir terkena panah yang terus berjatuhan.


Shut shut shut


Ribuan panah telah berjatuhan, para prajurit kerajaan angin yang bersiaga telah tewas, kini tinggal Su Yan yang tersisa di luar gerbang. Sedangkan prajurit kerajaan kabut hitam masih tersisa 3000 prajurit dan 3 komandan pasukan.


Su Yan berharap bala bantuan segera datang.


Shut Shut Shut


ribuan panah mengarah ke arah Su Yan, Su Yan memukul gerbang bagian luar, dia berusaha masuk gerbang.


"Sialan, woi buka gerbangnya!"


"6000 pasukan kita sudah mati, aku sendirian disini woi cepat buka!" teriak Su Yan.


"Sabar, tunggu saja diluar. Tolong tahan para prajurit musuh!"


"Tahan hingga Jenderal datang,


Jenderal sedang mengadakan rapat bersama jenderal yang lainnya!" teriak penjaga dari dalam gerbang.


"Kampret, masa aku harus melawan 3000 orang prajurit seorang diri!"


"Woi buka cepat!" teriak Su Yan


#Istana kerajaan angin


Setiap pembasmian selesai, para pemimpin pembasmian melakukan rapat untuk melaporkan jumlah korban yang ada, lokasi istana jauh dari gerbang perbatasan, oleh karena itu terompet perang tak terdengar hingga kesana, untuk mengatasi hal itu, kerajaan angin membuat pos penjaga di setiap wilayah, jarak dari setiap pos penjaga tidak terlalu jauh, yang pasti dibuat agar saat meniup terompet, pos selanjutnya bisa mendengar suara terompet peringatan.


Sejak di bunyikan terompet pertama para prajurit membunyikan trompet di pos masing-masing secara bergantian.


#20 menit sebelum terompet ditiup


Para Jenderal sedang melaporkan kondisi mereka, hampir semua jenderal mengalami kondisi yang sama, mereka kehabisan ribuan prajurit, bahkan jumlah prajurit yang dibawah pimpinan raja juga telah tewas hingga mencapai angka 3000.


Semua orang dikagetkan setelah Jenderal Feng Long melaporkan, bahwa tak ada satupun korban yang tewas di pihaknya.


Karena tak percaya semua orang pun melontarkan pertanyaan.


"Hei Jenderal Feng!"


"Katakan yang sebenarnya, mana mungkin tak ada korban jiwa dipihakmu, meski kau hanya menghadapi jutaan iblis tingkat rendah, tetap saja itu mustahil, karena kita sedang melawan jutaan iblis di malam hari, selain pandangan yang agak kabur, prajurit juga akan merasa lelah melawan jutaan iblis semalaman, setidaknya ada beberapa korban.'" ucap para Jenderal yang hadir disana


Karena merasa para Jenderal begitu berisik, hingga membuat jenderal Feng Long tak bisa menjawab, Raja dari kerajaan angin pun berteriak.


"Bisakah kalian berhenti berisik!"

__ADS_1


"Kalau kalian terus mengoceh, kapan jenderal Feng Long bisa menjawab pertanyaan kalian!" bentak Raja kerajaan Angin


Mendengar raja mereka berteriak dengan penuh amarah, para Jenderal pun diam.


"Bagus, begini lebih baik , Katakan kebenarannya jenderal Feng Long, aku senang jika yang kau katakan bukanlah lelucon, karena dengan sedikitnya korban, kita tak perlu melatih para warga menjadi prajurit lagi." ucap raja kerajaan Angin


"Baik yang mulia, semua yang hamba katakan adalah kebenaran, saat ini semua prajurit sedang beristirahat di wilayah timur, 6000 pasukan masih lengkap beserta 6 komandan pasukan." jawab Jenderal Feng Long


"Katakan bagaimana caranya kau melewati malam tanpa korban sedikitpun." ucap Raja kerajaan Angin


"Sebenarnya ini berkat bantuan dari sekte Gunung Api, murid yang mereka kirimkan begitu sangat luar biasa, dlalam sekejap mereka menghabisi ratusan ribu pasukan seorang diri." jawab Jenderal Feng Long


"Berapa jumlah murid yang dikirim oleh sekte Gunung api?" tanya Raja kerajaan Angin


"Mereka hanya bertiga yang mulia." jawab Jenderal Feng Long


Mendengar jawaban Jenderal Feng Long semua jenderal semakin tak percaya, karena dimata mereka mustahil merubah keadaan hanya dengan bantuan tiga orang saja, meski mereka tahu sekte Gunung Api merupakan sekte yang kuat, tapi sekte yang lain juga tak kalah kuat, bahkan sekte yang terkenal kuat saja kehilangan beberapa murid saat menjalankan misi pembasmian, semua orang disana mulai pada berbisik.


Melihat para jenderal mulai tak kondusif, raja pun terlihat kesal.


"Hai kalian berhenti sibuk mengobrol saat laporan sedang dilakukan!"


"Kalau kalian suka mengobrol, keluar saja dari tempat ini." ucap raja kerajaan Angin


Semua Jenderal pun diam dan kembali mendengatkan, Jenderal Feng Long menjelaskan bahwa tiga orang murid yang membantu membasmi iblis, bukanlah murid biasa, tak hanya kuat, bahkan mereka terlihat masih muda, terutama dua orang bocah yang kekuatannya begitu mendominasi.


Mendengar cerita jenderal Feng Long, raja semakin tertarik, dia pun tersenyum.


"Besok bawa mereka menghadap, aku ingin melihat mereka secara langsung." ucap raja kerajaan Angin


"Baik yang mulia." jawab Jenderal Feng Long


"Sialan, mereka mulai berulah lagi!" teriak raja kerajaan Angin


"Kalau tak ada iblis yang menyerang setiap malam, kerajaan mereka pasti sudah kuratakan sejak dulu."


"Semuanya ayo habisi para sampah itu!" ucap raja Kerajaan Angin


"Siap!" ucap para Jenderal yang hadir


#Medan perang


Su Yan menghindari semua anak panah yang di lontarkan, para prajurit kerajaan kabut hitam memang tak berencana menerobos Gerbang, mereka dikirim untuk mengurangi jumlah prajurit kerajaan Angin.


Sejak awal mereka hanya menggunakan kekuatan para pemanah, dan hanya 1000 orang prajurit yang telah tewas , sedangkan 6000 prajurit beserta 6 komandan milik kerajaan Angin, tewas tanpa sisa.


kini Su Yan jadi bulan-bulanan para prajurit kerajaan kabut hitam.


Shut Shut Shut


"Weee gak kena." ledek Su Yan


"Hahahaha aku tak tahu kerajaan angin masih punya orang yang tak mengantuk, tapi lihatlah dia dari tadi hanya menghindar, kita awalnya hany di perintah untuk membunuh beberapa, tapi malah berhasil membunuh 6000 prajurit, kini hanya tersisa satu, kita serbu saja!" teriak komandan pasukan 1 kerajaan Angin


Sret Sret Sret


Semua prajurit yang menggunakan pedang, mengangkat pedang mereka, Su Yan akan menjadi target para prajurit kerajaan kabut hitam, niat awal mengurangi pasukan kini berubah untuk menerobos gerbang, para prajurit berlarian mendekat sambil memegang pedabg ditangannya.

__ADS_1


Su Yan mengambil pedang dari para prajurit kerajaan angin yang telah tewas, dan memakai baju besi milik mereka, karena tak ada pilihan lain, Su Yan pun maju ke arah para prajurit yang berlari mendekat.


"Ibu doakan aku.., aku tak ingin mati konyol, kalau aku mati di medan perang, setidaknya harus membawa orang bersamaku."


"Persetan kalian semua!"


"Su Yan yang agung akan menghabisi kalian semua!" teriak Su Yan


Wooshh Wossh Sreakk


Semua serangan prajurit berpedang berhasil Su Yan hindari, setelah menghindar dia menebas para prajurit. Melihat Su Yan begitu terlihat kuat, para pemanah mulai menargetkan Su Yan saat dia sibuk menyerang para prajurit. Namun tak disangka dia menghindari anak panah yang mengarah kepadanya.


"Brengsek!"


"Sudah main keroyokan, beraninya serang dari belakang!" teriak Su Yan.


Su Yan telah berhasil membunuh 500 prajurit seorang diri. Walau dia pengecut, para prajurit hanyalah petarung biasa, sedangkan Su Yan adalah petarung emas bintang 2. Kultivasinya melonjak tajam setelah menelan pil yang dibuat Xiao Tian.


"Hahahaha, sepertinya kau adalah seorang komandan pasukan ya!"


"Jadi kau berlari lari seperti orang bodoh disekitar gerbang, hanya untuk mengulur waktu." ucap Komandan pasukan 1 kerajaan Kabut hitam.


"Cuih, terserah kau mau bilang apa, kalau berani maju!" teriak Su Yan.


Kultivasi para komandan pasukan setara dengan kultivasi Su Yan, oleh karena itu dia tak bisa mengalahkan lawannya dengan mudah, apalagi dikeroyok 3 komandan pasukan dan 2500 prajurit kabut hitam.


Tring Tring Sreakkk


Tubuh Su Yan perlahan lahan mulai tertebas para prajurit, karena dia fokus menangkis dan menghindari serangan ketiga komandan pasukan kabut hitam.


Tak lama kemudian Su Yan pun terjatuh tak berdaya, Salah satu komandan pasukan mengangkat pedangnya untuk menusuk tubuh Su Yan.


"Sial, akhirnya aku akan mati juga ya, hahahah." pikir Su Yan


Kesadaran Su Yan mulai menghilang, tepat sebelum Su Yan tertusuk, Sebuah tombak melayang mengarah ke tubuh tiga Komandan pasukan kerajaan kabut.


Cleb Cleb Cleb


panah pun berjatuhan


Shut shut shut


akhirnya para pasukan kerajaan Kabut hitam telah tewas, dan Su Yan berhasil selamat.


"Sepertinya bantuan sudah datang ya.., syukurlah, semoga aku masih bisa bertahan hi.. " sebelum menyelesaikan ucapannya Su Yan kehilangan kesadaran karena kehilangan banyak darah


"Jenderal Feng Long tolong bawa bocah yang berada di tengah-tengah itu, dia menghabisi 3000 prajurit dan 3 komandan pasukan musuh, seorang diri." ucap penjaga gerbang bagian dalam.


"Benarkah?"


"Prajurit bawa dia!" ucap Jenderal Feng Long.


Su Yan dibawa keistana untuk diobati, saat ini tak ada satupun prajurit yang masih hidup.


"6000 prajurit yang telah berhasil selamat melawan jutaan iblis telah tewas di tangan manusia."


"Benar-benar ironis, aku telah kehilangan semua prajuritku, dasar kerajaan kabut sialan!" teriak Jenderal Feng Long

__ADS_1


Semua Jenderal yang lain kini percaya kalau 6000 orang telah berhasil selamat selama penyerangan iblis, tapi mereka hanya bisa menggelengkan kepala, karena semua prajurit tewas ditangan para pasukan kerajaan kabut hitam.


Su Yan telah dianggap sebagai pahlawan, karena berkat jasanya pasukan musuh tak bisa menerobos, sehingga para penduduk tak dalam bahaya.


__ADS_2