
".." Semua orang yang berada dalam ruang hampa nampak terdiam kaku dan tenggelam dalam rasa takut. Mereka semua tertunduk dengan tangan yang gemetaran tanpa terkecuali.
"Makhluk apa itu, maha raja Xiao Tian?" Medusa beserta pasukan roh iblis bertanya dengan tubuh gemetaran. Sunlong beserta pasukan lain pun turut bertanya tanya dan terfokus terhadap Xiao Tian yang baru masuk ke ruang Hampa setelah memastikan keselamatan orang orang terdekatnya.
"Aku juga tak tahu," Xiao Tian menjawab sembari menutupi rasa takutnya dengan berpura pura tegar, namun tubuhnya tak dapat menipu semua orang karena terus gemetar meskipun hanya sedikit.
"Dimana Dewa kera?" Tanya Xiao Zhaoye dengan penasaran. Semua orang langsung terfokus kembali kepada Xiao Tian karena memikirkan hal yang sama.
Xiao Tian diam sejenak, karena tak tahu persis keberadaan Wu Kong.
"Mungkin dia masuk ke ruang kekosongan, yang merupakan teknik dimensional seperti halnya ruang hampa ini."
"Begitupun Dewa petir, dan orang orang kita di sekte badai berduri. Semuanya hilang tanpa jejak dan tak terlacak oleh teknik pencarianku." Xiao Tian menceritakan soal Dewa petir juga, karena tahu bahwa ayah dan ibunya akan menanyakan hal tersebut juga. Bagaimana pun putri mereka, berada di dalam lindungan sang Dewa petir.
"Begitu ya ... ," Xiao Hong, Xiao Zhaoye beserta semua orang di dalam ruang hampa terdiam kaku secara mendadak. Yang bisa bergerak saat itu, hanyalah Taiwu, Sunlong dan Xiao Tian belaka.
"Ada apa ini ... ?"
"Kenapa tiba tiba sema orang mendadak diam?" Sunlong dan Taiwu nampak heran.
"Momentum para Dewa!" Xiao Tian menawab tanpa ragu.
"Teknik macam apa itu?"
"Kenapa semuanya bergerak, kecuali kita bertiga?" Taiwu nampak heran.
"Momentum para Dewa hanya menghentikan waktu serta gerakan semua makhluk dibawah ranah pendekar alam immortal." Xiao Tian menjelaskan dengan serius.
"..." Sunlong dan Taiwu saling bertatapan, dan bergumam di dalam hati mereka masing masing.
'Manusia ini benar benar mencapai ranah immortal?'
'Padahal dulu kultivasinya tak kalah buruk dari pada Xiao Tian,' Sunlong menatap Taiwu dengan penuh keterkejutan.
'Seingatku dulu Sunlong hanyalah roh lemah dan sudah tertinggal begitu jauh bahkan tak sanggup disetarakan dengan prajurit elit sekalipun. Kecepatan kultivasinya saat ini, benar benar mengerikan!'
'Seperti yang diharapkan dari seorang mantan Kaisar iblis!' Taiwu menatap Sunlong dengan rasa takjub dan penasaran.
__ADS_1
Disaat kedua temannya sedang saling bertatapan, Xiao Tian memunculkan sebuah ilusi berbentuk persegi yang menunjukkan kondisi diluar ruang Hampa.
Kaisar Langit, Ne Zha, beserta para Dewa Dewi yang lainnya nampak melayang di atas langit. Bahkan Wu Kong yang sempat menghilang dari pelacakan Xiao Tian pun, turut keluar dari sebuah portal hitam yang terhubung dengan teknik ruang kosongnya.
"Ini kedua kalinya kau turun dan mencoba mencampuri urusan makhluk fana, apakah kau sudah tak takut akan hukum sebab akibat lagi, Kaisar Langit?" Wu Kong menghadap sang Kaisar Langit sembari memegang tongkat saktinya.
"Dimana tubuh gurumu?" tanya Kaisar Langit yang tak ingin membahas pertanyaan Wu Kong.
"Tubuhnya sudah berada di tempat yang aman, kau tak perlu menghawatirkannya," Wu Kong menjawab tanpa ragu.
Tap tap Sha Wu Jing dan panglima Tian Feng melompat turun dari atas langit dan berkata, "Apakah tubuh guru benar benar ditemukan?"
"Bukan saatnya menghawatirkan itu," Wu Kong melirik ke arah tubuh Dewa iblis raksasa yang keluar dari dalam gerbang alam bawah. Posisinya mungkin cukup jauh, namun tubuh besarnya tetap dapat terlihat dengan jelas.
Karena kekuatan makhluk itu berada jauh di atas kita, dia tak terpengaruh oleh momentum kita. Ini benar benar buruk!" Panglima Tian Feng nampak khawatir.
"Setidaknya momentum kita menghentikan gerakan para tengkorak hidup yang bergerak dibawah kendalinya,"
"Dengan begini, tugas menyelamatkan manusia dan makhluk tak berdosa lainnya akan menjadi jauh lebih mudah," Sha Wu Jing menanggapi dengan optimis.
.....
Portal biru penghubung ruang hampa muncul tepat dihadapan Wu Kong.
Xiao Tian, Taiwu, serta Sunlong keluar secara bergantian dan segera memberi hormat.
"Maaf atas kelancangan kami, tapi bisakah kalian jelaskan makhluk apa itu?" Xiao Tian berbicara mewakili semuanya.
Wooosh, sreetttt! lidah yang begitu panjang bergerak begitu cepat dari mulut Dewa iblis Mo Wong, dan berhasil menjerat serta menarik singkat tubuh salah seorang Dewi hingga masuk ke dalam mulutnya.
Kraukk!! serangannya begitu cepat, hingga korbannya tak mampu merespon bahkan tak sempat berteriak.
"Dewi angin!" Dewa bumi beserta Dewa Dewi lainnya berteriak kaget.
"Berpencar!" Kaisar Langit berteriak panik.
Wooshhh!!! para Dewa Dewi berpencar mengikuti perintah sang Kaisar meskipun memiliki banyak pertanyaan di hati mereka. Namun tak ada yang sempat mengutarakan pertanyaan mereka, karena sang Dewa iblis terus menerus menjerat mangsanya tanpa meleset sedikitpun.
__ADS_1
Jika awalnya dia diam dan membiarkan tengkorak hidup yang ada dalam kendalinya untuk menyerap dan membunuh intisari makhluk hidup, kini dia bergerak lebih aktif meski hanya mengandalkan lidah hitamnya.
"Dewa Bumi!" Wu Kong berteriak saat melihat Dewa bumi menjadi salah satu korban serangan Dewa iblis Mo Wang.
Sratt!!! lidah Dewa Iblis Mo Wang tertebas oleh sesuatu. Dan ketika semua orang terfokus ke arah Dewa Bumi yang terbebas, mereka pun berkata, "White Dragon!"
"Cih!"
"Makhluk bodoh mana yang menggunakan teknik terlarang pembuka segel alam bawah!?"
"Kupikir teknik berbahaya ini sudah terkubur oleh jaman!" Naga putih versi manusia nampak kesal. Dia muncul dengan pedang yang menyerupai taring raksasa dengan ukiran tulisan kuno yang terlihat asing. Dia juga memunculkan lingkaran pelimdung berukuran raksasa yang berhasil mengisolasi seluruh Dewa Dewi dari jangkauan serang sang Dewa iblis.
"Apakah kau tahu cara mengatasi makhluk itu, tuan leluhur?" Black Dragon mengambil alih kesadaran Xiao Tian.
"Dia tak dapat dibunuh, ataupun disakiti. Memiliki kekuatan tanpa batas dan tak mengenal kata lelah."
"Karena kemampuan merepotkannya itulah, para makhluk suci di alam atas memanggil makhluk itu dengan sebutan God Undead!" Naga putih menjelaskan dengan sangat serius.
Kepala Xiao Tian terasa sakit saat mendengar kata God Undead, hingga Black Dragon kehilangan kendali atas tubuh Xiao Tian, meskipun aslinya dia ingin bertahan lebih lama. Oleh karena itu, saat Xiao Tian pertama kali mendapatkan kembali kendali atas tubuhnya, dia segera menyentuh kepalanya dan berkata, 'Kau baik baik saja, Black Dragon?'
Disaat Xiao Tian masih terdiam kaku, Kaisar Langit dan para Dewa Dewi yang nampak putus asa, mulai menatap Naga putih dan berkata,
"Apakah tak ada cara untuk menghentikannya?"
"Satu satunya cara mengalahkan makhluk itu, yaitu dengan mendorong paksa dirinya hingga masuk ke dalam gerbang alam bawah, dan tentunya kita juga harus menutup paksa gerbangnya lagi." Naga Putih menjelaskan dengan serius dan agak khawatir. Para Dewa Dewi pun ikut merasa putus asa karena menyadari kekhawatiran White Dragon.
Disaat semua orang nampak putus asa, Xiao Tian memulai kembali percakapan dengan berkata,
"Apakah kau bisa menutup paksa gerbangnya?"
"Ya!"
"Tapi itu memerlukan waktu dan energi yang tidak sedikit!"
"Jika tak ada yang bisa menahan makhluk itu selagi proses penutupan paksa terjadi, maka lebih baik bagi kita menyingkir darinya.
White Dragon menjawab dengan tangan yang terkepal.
__ADS_1