Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 376 : Melawan atau kabur


__ADS_3

Hanya dengan mengendalikan cambuk saktinya, Ning Shenli berhasil memonopoli pertarungan.


Dua kepala naga yang muncul di ujung cambuk yang bercabang benar benar menyulitkan Tian Zhong dan Tainam Chun. Karena setiap serangan mereka dapat terbaca dengan mudah.


Awalnya semua terlihat buntu untuk semuanya, namun semuanya berubah sejak Tian Zhong mulai menyadari sesuatu.


Dia baru sadar bahwa kedua kepala naga tersebut akan berhenti menyerang setelah mereka berada di jarak tertentu.


Dan akan kembali menyerang jika Ning Shenli mempersempit jarak dengan berjalan mendekat. Namun ketika naga dalam posisi menyerang, Ning Shenli terdiam kaku di tempatnya. Dan akan kembali bergerak jika naganya berhenti menyerang.


"Lanjutkan serangannya, jangan berhenti membuat kloning!" ucap Tian Zhong melalui telepati.


"Apakah kau sudah menemukan kelemahannya?" tanya Tainam Chun melalui telepati sambil mencoba menerobos pertahanan Ning Shenli.


"Tidak, masih belum. Tapi aku yakin akan menemukannya jika kau lanjutkan seranganmu," jawab Tian Zhong melalui telepati.


"Begitu ya," Tainam Chun kembali membuat kloning untuk menggantikan kloning kloning yang telah dihancurkan.


"Hoam ... , membosankan. Kenapa kalian tak menyerah saja sih?" ucap Ning Shenli sambil berdiam diri di tempatnya.


"Tak bisa diserang dan tak bisa diterobos. benar benar senjata yang hebat," ucap Tian Zhong sambil menciptakan bola sinar emas di tangannya.


"Lagi lagi teknik tak berguna itu, sampai kapan kau ingin membuang buang waktuku ha?" tanya Ning Shenli dengan tampang kesal.


"Apa kau pikir aku akan melemparkannya ke arahmu lagi?" tanya Tian Zhong sambil melempar bola sinar emasnya ke atas atap ruangan.


Wooshhh


Duarrrr


"Untuk apa kau mengincar atap ruangan ha?"


"Lawanmu itu disini loh," tegas Ning Shenli dengan tatapan merendahkan.


"Siapa bilang kalau kami harus melawanmu?" tanya Tian Zhong sambil tersenyum.


"Jangan bilang kalau kau ... ," Ning Shenli menyadari bahwa Tian Zhong berusaha untuk melarikan diri.


"Buat kloning yang lebih banyak untukenyibukkan naga naga itu, kalau sudah melompatlah ke atas lubang yang telah kubuat," Tian Zhong memberi Tainam Chun petunjuk melalui telepati.

__ADS_1


"Aku mengerti," Tainam Chun membuat ratusan kloning untuk membuat sibuk cambuk naga milik Shenli, lalu melompat ke luar menyusul Tian Zhong.


Tepat ketika mereka berhasil keluar, Tian Zhong mengaktifkan teknik teleportasi menuju sekte badai berduri sambil membawa Tainam Chun yang telah kehabisan begitu banyak energi qi.


Wooshh


Duakk


Duarrr


Blush blush blush


Semua kloning Tainam Chun berhasil dihancurkan. Kedua kepala naga mulai berhenti bergerak, dan Ning Shenli kembali dapat menggerakkan tubuhnya.


"Terkutuk kau jenderal Chen Li!" teriak Ning Shenli dengan kesal.


#Sekte badai berduri


"Apa kau baik baik saja Tainam Chun?" tanya Tian Zhong dengan penyamaran yang telah memudar.


"Aku tak apa, tapi Meng Yi dan pasukan rubah ... ," Tainam Chun menundukkan kepalanya.


"Ba ... bagaimana bisa kalian ada disini?" tanya Tainam Chun dengan terkejut.


"Para roh iblis yang membawa tubuh kami," sambung raja siluman rubah merah sambil menoleh ke belakang.


"Heheh," para roh iblis tersenyum girang.


"Syukurlah," ucap Tainam Chun sebelum pingsan tak sadarkan diri.


"Kapan kalian menyelamatkan mereka?" tanya Tian Zhong sambil mengerutkan dahi.


"Saat Ning Shenli terus berusaha mempersempit jarak dengan kalian," jawab Medusa dengan tampang tenang.


"Kami telah mempelajari teknik penghilang hawa keberadaan, jadi kalian dan Ning Shenli tak menyadari kehadiran kami. Baik saat kami masuk menuruni tangga hingga menaiki tangga sambil mengangkat tubuh para korban, semuanya berjalan sesuai rencana tuan Xiao Tian," jelas Roh iblis buaya sambil menyombongkan diri.


#Gedung harta


#Lantai kedua ruang bawah tanah

__ADS_1


Xiao Tian berjalan mendekati pusat atau bagian tengah dari ruangan bawah tanah dengan langkah cepat. Dewa petir menemaninya hingga benar benar sampai di dekat teratai api suci.


"Jadi ini teratai api suci legendaris yang sanggup membantuku melangkah mendekati alam para dewa?" gumam Xiao Tian sambil melangkah mendekat.


"Perhatikan jarakmu!" Dewa petir menghentikan langkah Xiao Tian disaat dia hampir menginjakkan kaki ke jarak yang cukup berbahaya.


"Kenapa?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.


"Jika kau melanjutkan langkahmu satu inci saja dari sini, maka aku jamin tubuh dan rohmu terbakar habis hingga terputus dari roda reinkarnasi," jelas Dewa petir.


"Dengan kata lain, aku akan mati jika memaksa mendekat ya," sambung Xiao Tian sambil melangkah mundur.


"Menurut pengertian orang orang sederhana sepertimu sepertinya itu cukup," sambung Dewa petir dengan tampang datar.


"Kenapa aku merasa kalau dia sedang meledekku ya?" pikir Xiao Tian sambil menghela napas.


"Oh iya, kalau aku tak boleh mendekat ... ,"


"Bagaimana caranya agar aku bisa mbawa api ini pergi?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Ning Jizhe telah mati. Pengekang relik dimensi serta teleportasi jarak jauhmu sudah tak aktif lagi," jelas Dewa petir.


"Artinya aku bisa menggunakan relik ruang hampamu untuk menelan api itu secara utuh," sambung Xiao Tian di dalam hati.


"Menyerap secara langsung adalah bunuh diri, membawanya di dalam ruang hampa tak akan berpengaruh padaku. Dan aku bisa menyerapnya secara perlahan hingga tubuhku benar benar siap. Ini benar benar sempurna," pikir Xiao Tian sambil tersenyum.


"Dewa petir, kau jenius!" Xiao Tian langsung membuka ruang hampanya untuk membawa kabur teratai api suci.


"Lah baru sadar ya," sambung Dewa petir dengan tampang datar.


"Kok pengen nampar ya?" pikir Xiao Tian sambil memasang senyum palsu.


#Ruang senjata


"Apakah kita bisa mengalahkan mereka?" tanya Jingmi versi dewasa sambil menoleh ke arah Huang Li.


"Kita pasti bisa, percayalah pada hasil latihan kita!" tegas Huang Li dengan penuh percaya diri.


"Uhm," sambung Jingmi sambil menganggukkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2