Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 167 : Keadaan putri Jia Li


__ADS_3

Xiao Tian telah menerima sumpah setia para siluman harimau. Kini dia telah sah menjadi penguasa istana es, sekaligus pemimpin para siluman harimau.


Setelah menerima sumpah setia para siluman harimau, Xiao Tian diperintahkan Dewa petir untuk meninggalkan mereka.


Karena merasa aneh dengan perintah Dewa Petir, Xiao Tian pergi memasuki istana es dan memberi perintah kepada para siluman harimau agar mereka berhenti bersujud dan jangan ada yang mengikutinya saat memasuki istana.


Ketika sudah memasuki istana, Xiao Tian langsung menatap Dewa Petir dengan tatapan kesal.


"Sebenarnya apa maksudmu!"


"Kenapa kau menyuruhku meninggalkan mereka?"


"Aku sudah menuruti perintahmu agar menerima tawaran menjadi pemimpin istana es. Lalu kenapa sekarang kau malah menyuruhku pergi?" tanya Xiao Tian dengan kesal.


Setelah mendengar keluhan Xiao Tian, Dewa Petir melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya kehabisan kata-kata.


"Apa kau lupa dengan kerajaanmu sendiri?"


"Apa kau juga lupa mengenai keadaan putri Jia Li dan Huang Li?"


"Lalu ingatlah dengan baik, bahwa kau juga memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan putri Feng Yin ke kerajaan Angin." jawab Dewa Petir.


"Itu .... ," Xiao Tian kehabisan kata-kata karena tak bisa menjawab semua pertanyaan Dewa Petir.


"Itu apa?"


"Apa kau telah melupakan semua itu?" tanya Dewa Petir."


"Bukan begitu, hanya saja aku sudah tidak tahu lagi harus bagaimana." jelas Xiao Tian.


Dewa Petir menjelaskan sebuah rancangan kegiatan yang harus Xiao Tian utamakan.


Setelah mendengar penjelasan Dewa Petir Xiao Tian langsung melaksanakan semua perintah Dewa Petir.


Pertama, Xiao Tian pergi ke kamar kosong yang ada di dalam istana es. Suhu Kamar tersebut sangatlah hangat, di dalam kamar itu juga tersedia empat buah kasur empuk yang berdampingan. Xiao Tian mengetahui letak kamar tersebut, dari sebagian ingatan Tailing Zen yang telah diwariskan Dewa Petir kepadanya.


Setelah memasuki kamar tersebut, dia membuka portal menuju ruang hampa, untuk mengeluarkan putri Feng Yin dan putri Jia Li dari dalam ruang hampa.


Setelah membuka portal menuju ruang hampa, Xiao Tian memasuki portal tersebut.


Tanpa rasa ragu, dia mengangkat tubuh putri Feng Yin keluar dari ruang hampa, lalu meletakkan tubuhnya ke atas kasur empuk yang telah tersedia di kamar tersebut.


Saat pertama kali memasuki portal, tak ada yang aneh dengan tubuh putri Jia Li dan putri Feng Yin. Karena itu, Xiao Tian menggendong mereka satu persatu secara bergantian tanpa rasa panik sedikitpun.


Akan tetapi setelah Xiao Tian kembali memasuki portal ruang hampa, dia menjadi terlihat begitu panik. Semua itu karena dia melihat tubuh putri Jia Li terlihat begitu pucat dan hidungnya mengeluarkan begitu banyak darah yang tak kunjung berhenti.

__ADS_1


Xiao Tian langsung berlari dengan cepat menggendong putri Jia Li keluar dari ruang hampa. Ketika dia menyentuh tubuh putri Jia Li, Xiao Tian merasakan suhu tubuh pujaan hatinya itu terasa begitu tinggi. Dia menjadi semakin panik setelah merasakan itu.


Setelah keluar dari ruang hampa, Xiao Tian langsung meletakkan tubuh putri Jia Li di atas kasur empuk yang telah tersedia. Kemudian dia menelankan pil pemulih energi kepada putri Jia Li. Dia mencoba menghentikan pendarahan di lubang hidung putri Jia Li dengan menelankan pil tersebut.


Akan tetapi usahanya itu tak membuahkan hasil. Bukannya semakin sembuh, suhu tubuh putri Jia Li malah semakin panas dan hidungnya tidak berhenti mimisan.


"Yanyan ... , tolong aku." gumam putri Jia Li dalam keadaan tidak sadar.


Putri Jia Li terus menyebut nama Yanyan sembari meneteskan air mata dalam keadaan mata yang masih tertutup.


"Jangan khawatir Lily, aku ada disini." ucap Xiao sambil mengeluarkan air mata.


Xiao Tian memegang tangan putri Jia Li dengan erat, sambil mengeluarkan air mata yang begitu


"Aku sudah datang menolongmu, dan berada di sampingmu. Maafkan aku karena tak mengenalmu selama ini. Maafkan aku karena sempat melupakan namamu."


"Aku sudah mengingat semuanya, kini aku tahu alasan mengapa aku ingin menikahimu meski kau terus menolakku waktu itu."


"Aku sudah tahu alasan mengapa aku terus mengejarmu walau terus ditolak sebelum porjodohan kita ditentukan. Aku sangat mengenalmu, tapi aku tidak tahu apakah kau masih Lily yang sama, yang aku kenal sejak kecil. Kita sudah berpisah bertahun-tahun lamanya, kau bahkan sudah tidak mengenali wajahku lagi. Tapi, Aku memaklumi semua itu. Karena saat masih kecil dulu, aku memakai topeng perubah wajah saat bertemu denganmu."


"Lily, apakah kau mendengarku?"


"Yanyan kecilmu ada disini." ucap Xiao Tian sambil memegangi tangan putri Jia Li.


"Tenanglah, aku tidak akan meninggalkanmu lagi." ucap Xiao Tian sambil melepaskan tangan putri Jia Li.


Akan tetapi, semua usahanya itu tidak membuahkan hasil sama sekali. Suhu tubuhnya terus memanas, dan ketika membalikkan lagi tubuh putri Jia Li, dia melihat wajah pujaan hatinya itu terlihat semakin pucat.


"Sebenarnya ada apa dengan tubuh Lily?" Xiao Tian menjadi frustasi karena tak bisa menurunkan suhu tubuh pujaan hatinya itu.


"Aku adalah seorang dokter jenius di kehidupanku yang dulu, mengapa aku tak bisa mengobati penyakit Lily. Dewa Obat apanya, aku bahkan tidak tahu harus berbuat apa." Xiao Tian menggertakkan giginya dan melihat kebawah dengan wajah yang begitu frustasi dan kesal akan kemampuannya yang tidak berguna di saat genting seperti ini.


Ketika Xiao Tian sedang larut dalam rasa putus asa, frustasi serta amarah. Dewa Petir menegurnya dengan nada yang keras.


"Berhenti berpikir!"


"Cepat panggil semua siluman harimau, lalu suruh mereka mencari pil suci di seluruh wilayah istana es!"


"Bila perlu cari pil suci hingga ke seluruh dimensi es!"


" Umur putri Jia Li tidak lama lagi, jika dia tak menelan pil suci dalam waktu 3 jam, maka aku jamin dia akan tiada." jelas Dewa Petir.


Setelah mendengar peringatan Dewa Petir, Xiao Tian menjadi semakin panik.


Xiao Tian menggertakkan giginya, kedua tanganya mengepal begitu erat. Wajahnya terlihat begitu frustasi. Dia langsung berbalik arah meninggalkan tubuh pujaan hatinya itu.

__ADS_1


Xiao Tian berlari ke luar istana, lalu menemui para siluman harimau yang masih menunggunya di luar istana es.


Melihat Xiao Tian keluar dengan wajah panik, para siluman harimau pun bertanya.


"Ada apa tuan?"


"Bantu aku mencari pil suci, cari pil itu sampai dapat!"


"Apapun yang terjadi, kita harus mendapatkan pil tersebut. Dapatkan sebelum melewati tiga jam dari sekarang!" ucap Xiao Tian dengan panik.


"Pil Suci?"


"Untuk apa?" tanya para siluman harimau.


"Aku tahu ini tak ada hubungannya dengan kalian, tapi tolonglah bantu aku kali ini saja."


"Aku tak bisa mengumpulkan pil suci seorang diri. Semua ini demi memperpanjang umur putri Jia Li yang telah berkurang akibat dipenjara di penjara suci."


"Umurnya tinggal tiga jam saja."


"Tolong bantu aku mencari pil pil itu, aku mohon." Xiao Tian menundukkan kepalanya sambil memohon kepada para siluman harimau.


"Kau tak perlu sungkan tuan, kami akan selalu membantumu. Karena kini kau adalah pemimpin kami, dan kami telah bersumpah setia kepadamu."


"Semuanya, ayo kita cari pil suci di seluruh wilayah istana!"


"Para iblis itu pasti menyembunyikan beberapa pil di istana ini!" ucap para siluman harimau.


Para siluman harimau yang awalnya merupakan bawahan Tailung pergi berpencar ke seluruh wilayah istana. Sedangkan para bawahan Tailing Zen yang berpakaian serba perak, berdiam diri di tempatnya. Mereka menatap kearah Xiao Tian, lalu berjalan mendekatinya.


"Kenapa kalian tak pergi juga?" tanya Xiao Tian.


"Sebenarnya kami mengetahui dimana kita bisa menemukan pil suci." jawab para siluman harimau perak.


"Dimana?" tanya Xiao Tian.


"Di bawah tanah markas kami yang dulu, markas yang sama yang telah anda hancurkan waktu itu." jawab para siluman harimau perak.


"Kalau begitu, antar aku kesana!"


"Aku tak sempat membaca ingatan Tailing Zen tentang pil dan letak ruang bawah tanah tersebut.


Xiao Tian memanggil naga hitam yang sejak tadi terbang di luar istana. Sambil menaiki naga hitam tersebut, Xiao Tian bersama para siluman harimau perak pergi meninggalkan istana es untuk mengambil pil suci yang merupakan simpanan Tailing Zen beserta pasukannya itu.


Jumlah pasukan Tailing Zen yang masih hidup sekarang hanyalah dua puluh orang. Xiao Tian pergi bersama dua puluh siluman harimau perak sambil menaiki naga hitam raksasa.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2