
Setelah bebas dari ruang hampa, Dewa petir kembali ke tubuh aslinya.
#Istana Langit
Ketika tersadar tubuhnya ternyata disimpan di dalam kamar pribadi Kaisar langit, diluar kamar itu di jaga oleh prajurit kayangan.
Tak ada satupun orang yang boleh masuk ke kamar itu, selain Kaisar Langit tak ada yang tahu apa yang Kaisar langit sembunyikan dikamar itu.
Karena merasa penasaran, istri kaisar langit pernah mencoba melihatnya, tapi dia dihalangi oleh prajurit kayangan, karena merasa kesal diapun mengadu ke kaisar langit, tapi bukannya dibela, Kaisar langit malah meminta istrinya untuk menjauhi kamar itu.
sekeras apapun istri Kaisar langit mencoba membujuk suaminya, dia tetap tak diijinkan melihat isi dari ruangan itu, karena merasa tak dihargai suaminya, istri Kaisar Langit melarang suaminya tidur di kamar mulai hari itu.
Kaisar langit dalam dilema, disisi lain dia ingin tidur bersama istrinya, sedangkan di sisi yang lainnya, dia terikat dengan perjanjian Dewa, dia hanya bisa menunggu Dewa petir kembali ke tubuhnya, tapi Dewa petir tak kunjung kembali selama seharian penuh, Kaisar Langit yang tak tahan dijauhi istrinya, terus mengamuk di ruang singgasana, saat ponakannya Erlang Shen datang untuk meminta bantuan, dia mengusirnya dan berkata tak mau diganggu siapapun.
Erlang Shen pergi dari istana Langit tanpa mendapatkan apapun selain omelan pamannya itu, sebelum keluar istana dia telah mencari informasi kenapa pamannya bersikap seperti itu, akhirnya dia mengetahui bahwa pamannya itu sedang bertengkar dengan istrinya.
Setelah mengetahui informasi itu dia keluar bersama Quan peliharaan sekaligus pengawal setianya. saat keluar istana dia berpapasan dengan Dewi petir yang ingin menemui Kaisar Langit. Karena tak ingin Dewi Petir menjadi sasaran kemarahan Kaisar Langit, dia menceritakan keadaan pamannya itu.
Sayangnya Dewi Petir tetap memaksa masuk ke istana Langit, Erlang Shen pergi meninggalkan Dewi Petir karena tak bisa membujuknya.
Disaat kemarahan Kaisar Langit sudah dalam kondisi yang sedikit mereda, Dewi Petir masuk ke ruang singgasana, dan bertanya dimana lokasi suaminya berada, Kaisar langit yang awalnya masih terlihat marah, tiba-tiba tersenyum, dia akhirnya menemukan solusi tercepat untuk mengembalikan roh Dewa Petir ke tubuhnya, dia mengirim Dewi petir ke semesta ke 2, dunia dimana para kultivator kuno tinggal.
Setelah mengirim Dewi Petir pergi, Dia mendengar keributan di kamar pribadinya, para prajurit kayangan berlari menuju singgasana Kaisar Langit, mereka melapor kalau ada suara aneh yang terdengar dari dalam kamar pribadi Kaisar Langit.
#Didalam Kamar pribadi Kaisar Langit
Dewa petir terus mengetuk pintu yang telah dilapisi segel Dewa oleh Kaisar Langit, dia tak bisa keluar dari sana, makanya dia berteriak dan mengetuk pintu sekuat tenaga.
"Kaisar Langit, Buka pintunya!" teriak Dewa Petir
Suara Dewa petir tak dapat di dengar jelas oleh para prajurit kayangan, karena Kamar Pribadi Kaisar Langit sedikit kedap suara.
Kaisar Langit memerintahkan semua prajurit Kayangan menjauhi kamar itu, karena berdasarkan perjanjian yang dia sepakati, tak ada yang boleh mengetahui lokasi tubuh Dewa Petir hingga dia kembali ketubuhnya, baik prajurit kayangan, para Dewa ataupun istrinya, yang boleh mengetahui lokasi tubuh Dewa petir hanyalah Kaisar Langit, dia juga diminta untuk tak melacak lokasi rohnya ketika masih di dunia manusia.
Untuk mengakhiri perjanjian itu, Kaisar Langit harus menunggu Dewa Petir kembali ke tubuhnya, dan orang pertama yang harus Dewa petir Lihat adalah Kaisar Langit. jika saat kembali ketubuhnya Dewa petir malah bertemu orang lain, maka Kaisar Langit akan dianggap melanggar janji, dan menerima kesialan selama 1000 tahun.
Sayangnya karena menunggu para prajurit kayangan pergi menjauh, kaisar Langit membuat Dewa petir menunggu terlalu lama,
Karena merasa lelah menunggu Kaisar Langit yang tak kunjung membuka pintu, Dewa petir pun memutuskan untuk berjalan-jalan di dunia manusia lagi, dia meninggalkan tubuhnya dan pergi ke dunia manusia dengan rohnya.
Ketika Dewa petir pergi, Kaisar Langit membuka kamar pribadinya itu, dia melihat Dewa Petir tidur di dekat pintu, pertanda kalau dia habis kembali dari dunia manusia.
Sayangnya karena terlambat Dewa petir sudah meninggalkan tubuhnya.
"Sialan aku terlambat kemari." ucap Kaisar langit sambil memukul pintu karena kesal
"Sampai kapan aku harus dijauhi istriku, sialan ini semua karena Dewa Petir, aku harap Dewi petir dapat menemukan roh suaminnya itu." pikir Kaisar Langit
Dengan berat hati Kaisar Langit keluar dan mengunci tubuh Dewa petir di kamar pribadinya itu, Kaisar langit hanya bisa menunggu Dewi petir menemukan roh Dewa Petir, karena dia tak ingin melanggar janjinya untuk merahasiakan lokasi tubuh Dewa Petir dari orang lain.
__ADS_1
#Kerajaan Petir
Taiwu telah sadar, luka di tubuhnya telah sembuh total, ketika membuka matanya Taiwu merasa sedikit kebingungan, dia kini berada di kamar tamu, kamar yang begitu familiar baginya, hanya dengan melihat semua properti di kamar itu dia bisa mengenali lokasinya sekarang, dia masih bingung dengan apa yang telah terjadi, karena seingatnya dia masih ada di pegunungan hewan buas.
Ketika Taiwu melirik ke sebelah kanan, dia mulai memahami situasi, karena disamping kanannya terlihat ayahnya yang masih belum sadarkan diri.
"Apakah ayah telah menyelamatkanku?"
"Terimakasih ayah, aku senang bisa melihatmu lagi, tapi aku harus pergi sekarang." ucap Taiwu
Taiwu ingin pergi keluar untuk mencari lokasi Xiao Tian, karena waktu dalam kondisi setengah sadar, dia mendengar kalau Xiao Tian telah keluar dari sekte Gunung Api, dan menjadi buronan sekte, meski dia merindukan ayahnya, dia tak bisa menahan diri untuk pergi mencari Xiao Tian, karena dia telah bersumpah untuk melindungi pangerannya itu.
Ketika Taiwu melangkah pergi, Tailong pun bangun dari pingsannya, dia berteriak kesakitan karena efek samping dari teknik terlarangnya.
"Aaaaaa." teriak Tailong sambil meringkuk kesakitan
Mendengar teriakan ayahnya Taiwu berbalik arah untuk melihat kondisinya.
"Ayah, apa kau tak apa-apa!" teriak Taiwu dengan wajah panik
"Taiwu.. syukurlah kau.. sela.. mat, ma.. afkan ayah, karena.. ayah pergi terlalu lama, kau harus.. menga.. lami.. semua itu., uhuk uhuk(Batuk)." ucap Tailong sambil menahan rasa sakit yang luar biasa
"Berhenti bicara, aku tahu ayah sedang menahan sakit yang begitu luar biasa, kenapa ayah menggunakan teknik itu, ayah hapuslah segel darahku darimu, aku tak ingin melihat ayah kesakitan lagi." ucap Taiwu
"Anak bodoh, kalau aku menghapuskan segel darahmu, aku... uhuk uhuk(batuk) tak bisa mendeteksi lokasimu la.. gi.., uhuk uhuk(batuk), ayah tak ingin melukaimu saat ayah menggunakan mode mengamuk." ucap Tailong sambil menahan rasa sakit di tubuhnya
"Menahan satu segel darah saja, ayah bisa merasa begitu sakit, tapi ayah menahan dua segel darah, bisakah ayah berhenti menyiksa diri?"
"Dasar bocah cerewet.., kalau ayah tak menyimpan segel darahmu, bagaimana mungkin ayah bisa menyelamatkanmu saat di pegunungan hewab buas ha!"
"Uhuk uhuk(batuk), tak perduli apapun yang kau katakan, ayah tak akan meng.. hapus segel darahmu." ucap Tailong sambil menahan rasa sakit
"Kalau itu memang keputusan ayah, aku tak akan memaksa."
"Ngomong-ngomong karena ayah sudah sadar, aku ingin pamit pergi meninggalkan kerajaan." ucap Taiwu
"Kau mau pergi kemana?"
"Uhuk uhuk(batuk), apa kau tak merindukan ayau ini?"
"Kita kan.. ahhhh(merintih kesakitan), baru.. saja bertemu." ucap Tailong sambil menahan rasa sakit
"Aku harus mencari pangeran Xiao Tian, aku akan pergi bertanya kepada semua orang di istana, jika dia ada diistana maka aku tak akan pergi, tapi jika dia diluar istana, aku harus menyusulnya, karena aku adalah pengawal pribadinya, perlu ayah ketahui, pangeran sedang menghadapi masalah besar, dia telah menjadi buronan sekte gunung Api, sebelum hal buruk terjadi, aku harus mencarinya!" ucap Taiwu
"Sepertinya.. ayah tak bi.. sa menahanmu lebih lama.. ya.., pergilah... uhuk uhuk(batuk)." ucap Tailong sambil menahan rasa sakit
Taiwu pergi meninggalkan ayahnya yang masih merintih kesakitan, ketika keluar ruangan dia berpapasan dengan Jenderal Taifeng dan Jenderal Taizong.
"Wah Taiwu kau sudah sadar ya." tanya Taifeng
__ADS_1
"Wah paman, jadi kalian juga sudah kembali ya?" tanya Taiwu
"Ya tentu saja, tapi ada tiga masalah serius." sambung Taifeng
"Masalah apa?" tanya Taiwu
"masalah pertama Kak Taizong kehilangan ingatannya, masalah kedua raja sedang pergi ke kediaman para Jenderal tanpa dikawal prajurit, dan masalah ketiga adalah kita akan berperang melawan sekte iblis!" jawab Taifeng
"Sekte iblis?" Taiwu mengepalkan tangannya karena memiliki dendam dengan sekte iblis
Taiwu sedang dalam dilema, dia memiliki tiga hal yang sangat ia ingin lakukan, pertama ingin membasmi sekte kegelapan yang telah menghilangkan kultivasinya, kedua dia ingin membalas dendam kepada sekte iblis yang telah membawa kabur ibunya 14 tahun yang lalu, dan ketiga dia ingin pergi mencari Xiao Tian yang belum diketahui kabarnya.
Dalam dilema yang begitu hebat, Taiwu ingin mencari ibunya yang telah lama hilang, tapi dia tak bisa mengingkari janjinya untuk melindungi Xiao Tian , karena dia ingat ibunya pernah berpesan kepadanya, apapun yang terjadi, seorang laki-laki harus bisa menepati janjinya.
Karena merasa bimbang diapun bertanya kepada pamannya.
"Paman Taifeng, bolehkah aku menannyakan sesuatu?" tanya Taiwu
"Tentu saja, kau boleh bertanya apapun." jawab Taifeng
"Jika seorang pria di dalam keadaan sulit, dimana seorang pria harus memilih untuk melaksanakan janjinya atau masalah pribadinya, manakah yang harus dipilih?" tanya Taiwu
"Kalau kau bertanya padaku, maka jawabanya adalah melaksanakan janjinya, karena seorang pria tak boleh mengingkari janji yang dia buat, pria yang melanggar janjinya sendiri bukanlah seorang pria sejati." jawab Taifeng
"Begitu ya, terimakasih atas jawabannya." sambung Taiwu
Kini Taiwu bertekad mencari Xiao Tian terlebih dulu, dan menyampingkan masalah pribadinya, meski hatinya terasa sakit harus meninggalkan petunjuk tentang keberadaan ibunya, dia memilih menepati janjinya.
"Paman Taifeng, bolehkah aku meminta satu hal kepadamu?" tanya Taiwu
"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Taifeng
"Bisakah kau tanyakan kepada pemimpin sekte iblis, dimana mereka membawa ibuku?" tanya Taiwu
"Ibumu ya... , tentu saja, aku akan menanyakannya, tapi kenapa kau mengatakan hal itu?"
"Bukankah kau ikut perang juga?" tanya Taifeng
"Aku akan pergi mencari pangeran Xiao Tian, sampaikan salamku kepada raja." jawab Taiwu
Taifeng tak menghentikan Taiwu, karena dia belum tahu kalau pangeran Xiao Tian tak ada di dalam kerajaan, dia pikir Taiwu tak akan pergi jauh jauh, dia membiarkan Taiwu agar dia tak mengingat masalah ibunya yang dibawa kabur sekte iblis 14 tahun lalu, karena semua orang sudah menganggap ibunya telah tiada, didalam pikiran semua orang kecuali Taiwu dan Tailong, sekte iblis pasti telah membunuh sanderanya setelah berhasil kabur.
Meski Tailong selalu berkata istrinya masih hidup, mereka tak percaya kepada ucapan Tailong yang tak berdasar itu.
Bersambung.....
# **mohon bagi para pembaca, bantu naikkan ratingnya ya, klik bintang 5 biar author semangat, aku jadi gak bersemangat menulis karena rating semakin turun setiap hari.
tinggalkan like setelah membaca, dan komentar jika perlu, untuk menyemangati author
__ADS_1
jika ada kata yang membuat para pembaca merasa tak nyaman , tolong tuliskan kritikan di kolom komentar, jangan menurunkan bintang seenaknya, tolong hargai author, menulis novel itu tidak mudah.
Maaf curhat, untuk hari ini kayaknya hanya bisa satu chapter, karena author lagi sibuk urusan dunia nyata. maaf ya**