
Xiao Tian dan kawan kawan menuju ke kerajaan Angin, setelah berlari begitu lama akhirnya mereka melihat perbatasan kerajaan angin, di gerbang perbatasan di jaga oleh dua orang prajurit yang membawa tombak di tangan mereka, dengan hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada.
Melihat Xiao Tian dan kawan-kawannya berlari mendekat, kedua prajurit itu menatap mereka dengan waspada. setelah mereka berhenti berlari, dan berdiri tepat dihadapan mereka, salah satu prajurit berkata.
"Siapa kalian, dan ada perlu apa datang kemari!" ucap prajurit A
"Keluarkan identitas kalian, maka kami akan memutuskan kalian boleh masuk atau tidak." ucap prajurit B
Xiao Tian mengeluarkan lencana murid luar tingkat 3 dan mengeluarkan kertas misi, dia memberikan semuanya kepada kedua prajurit.
"Ini lihat saja surat dan lencana ini!" ucap Xiao Tian sambil memberikan lencana dan kertas misi
"Jadi kalian dari sekte Gunung api ya, tapi disini tertulis hanya 3 orang yang menerima misi, kenapa yang kulihat lebih dari itu?"
"Kalian bahkan membawa dua anak kecil ikut." tanya prajurit B
"Anak kecil ya?"
"Kalian yakin kalau kami hanya anak kecil?ucap Kaibo dengan hawa membunuh
Kaibo mengeluarkan hawa membunuh yang bisa membuat petarung perak sesak nafas, dan hawa membunuh itu hanya dia tunjukkan kepada dua orang prajurit di depannya.
karena prajurit didepannya hanyalah petarung perunggu, mereka pun merasakan sesak nafas yang luar biasa, keringat dingin mengalir diwajah mereka, kaki mereka bergetar karena ketakutan.
Melihat Kaibo sedikit keterlaluan, Xiao Tian menghentikannya dengan berkata.
" Hentikan, kurasa itu sudah cukup!."
Mendengar ucapan Xiao Tian, Kaibo menghentikan aksinya, kedua prajurit yang baru saja merasakan hawa membunuh, terjatuh karena tak kuat menahan sesak nafas mereka.
Melihat mereka terjatuh, Xiao Tian menusuk punggung mereka dengan jarum, dengan menitik titik akupunturnya, Xiao Tian membuat kedua prajurit itu kembali bernafas lega.
"Maafkan kekasaran anakku, dia paling tak suka dikatakan sebagai anak kecil, apalagi oleh orang yang tak dia kenal, aku akan mengajarinya agar menahan diri lain kali." ucap Xiao Tian
"Tak apa, kami memahaminya." ucap prajurit A
"Iya kalian boleh masuk, maaf karena telah mempersulit kalian." ucap Prajurit B
Xiao Tian dan rombongannya memasuki wilayah kerajaan Angin, dia menyuruh teman-temannya mencari tempat menginap, sedangkan dia mencari tempat untuk mengkonfirmasi misinya, dengan melihat peta di tangannya, dia bisa sampai ke tempat tinggal salah satu Jenderal Kerajaan Angin.
#Kediaman Jenderal Feng Long
Xiao Tian pergi menuju kediaman seorang Jenderal untuk mengkonfirmasi misi, dia di hadang oleh seorang penjaga, yang bertanya identitasnya, dan diminta untuk memberikan surat misinya kepada penjaga di luar kediaman Jenderal.
"Siapa kau?"
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya penjaga itu
" Aku kemari untuk mengkonfirmasi misi." jawab Xiao Tian
"Berikan suratnya, akan ku sampaikan pada jenderal." ucap penjaga
Setelah menerima surat misi, penjaga itu masuk menemui Jenderal.
Jenderal Feng Long, adalah salah satu Jenderal terkuat yang berada di kerajaan angin, dia memiliki 10000 prajurit di bawah perintahnya, dengan ciri khasnya yang suka memakai baju baja, dan tak pernah melepaskan tombak besi di tangannya.
setelah menunggu lama, akhirnya Xiao Tian di panggil menghadap Jenderal, dengan wajah penuh semangat dia masuk ke kediaman jenderal Feng Long.
Xiao Tian berlutut sambil memberi hormat kepada Jenderal itu saat menghadapinya, sambil memberi hormat dia berkata.
"Salam Jenderal Feng Long, hamba Xiao Tian datang menghadap, untuk menjalankan sebuah misi pembasmian iblis."
"Dimana dua orang yang harusnya datang bersamamu?" tanya Jenderal Feng Long
"Ampun Jenderal, mereka sedang mencari penginapan, dan mempersiapkan segala sesuatu untuk misi kali ini." jawab Xiao Tian
Tak lama kemudian, di situasi yang formal itu seorang gadis yang terlihat begitu cantik, dengan rambut dan mata berwana biru muda, berjalan dengan anggun menghadap Jenderal Feng Long, dengan senyum di wajahnya dia berkata. " Ayah apakah kau masih lama?"
"Ah maaf Feng Ling , ayah akan segera selesai, sabar ya." ucap Jenderal Feng Long
"Kenapa hanya satu orang?"
"Bahkan 100 orang kelompok pemburu iblis saja, banyak yang tewas saat menjalankan misi, memangnya apa yang bisa dia lakukan."
"Hei kau, lebih baik pergi saja, jangan anggap misi ini bisa kau jalankan seorang diri." ucap Feng Ling sambil menatap Xiao Tian
"Maaf nona, hari ini saya memang datang seorang diri , tapi, saya tak melakukan misi ini seorang diri, teman-temanku tak bisa hadir karena mengurus sesuatu." ucap Xiao Tian sambil tersenyum
Feng Ling terpesona dengan senyum Xiao Tiab, wajah nya memerah setelah melihat senyumannya, sambil memalingkan wajah Feng Ling berkata.
"Aku hanya memberi mu saran, jangan ambil misi ini kalau kau belum siap mati."
"Terimakasih atas sarannya nona." ucap Xiao Tian
"Apa yang terjadi dengan putriku?"
"Dia biasanya bersikap kasar kepada setiap pria, kenapa dia terlihat berbeda hari ini?" pikir Jenderal Feng Long
"Aku akan menunggumu di kamarku, jangan lama-lama ya ayah." ucap Feng Ling sambil melangkah pergi
"Aih gadis ini, sejak ibunya tiada, selalu ingin dekat denganku, saking manjanya, dia tak mau makan sebelum ku suapi, karena dia malu, dia ingin aku menyuapinya di kamarnya." pikir Jenderal Feng Long
__ADS_1
"Iya, ayah akan segera selesai, jangan lupa makan ya." ucap Jenderal Feng Long
"Ih ayah, kau kan tahu maksudku, huft." ucap Feng Long dengan wajah kesal meninggal kan ruangan
Ketika Jenderal Feng Long masih melihat putrinya melangkah pergi, Dewa petir muncul di sisi kiri Xiao Tian.
Dengan wajah konyolnya dia berkata
"Hei dia cukup imut, dan sepertinya tertarik denganmu, lupakan saja Jia Li dan menikah dengannya, kujamin kau tak akan sengsara."
"Kau ini pantang menyerah ya, kan sudah kubilang aku sudah menyukai Jia Li, tak ada yang bisa menggantikannya." ucap Xiao Tian lewat telepati
"Ah keras kepala sekali, padahal aku bosan harus membantumu menghindari kematian." ucap Dewa Petir
Ketika Xiao Tian ingin membalas ucapan Dewa Petir, Jenderal Feng Long berkata.
"Ehm, kenapa kau terus memandang kekiri?"
"Apa kau begitu tertarik dengan putriku?"
"Ah maaf jenderal, hamba hanya mengagumi kecantikannya." jawab Xiao Tian
"Padahal kan, dari tadi kau sedang memandangku, apakah aku secantik itu?" ucap Dewa Petir sambil mengedipkan salah satu matanya
"Dewa sialan, berhenti bertingkah aneh, kau membuatku jijik!" Pikir Xiao Tian
"Seperti yang dikatakan oleh putriku, banyak yang telah menerima misi ini, dan banyak juga yang telah mati." ucap Jenderal Feng Long
"Misinya hanya membunuh segerombolan iblis tingkat rendah, kenapa mereka bisa mati?" tanya Xiao Tian
"Sebenarnya, bukan hanya iblis tingkat rendah, terkadang ada satu atau dua iblis tingkat menengah diantara gerombolan itu, bahkan kadang ada iblis tingkat tinggi." jawab Jenderal Feng Long
"Ngomong-ngomong, saat aku menuju kerajaan tadi, kenapa tak ada satupun iblis yang terlihat.?" ucap Xiao Tian
"Itu karena, mereka menyerang disaat matahari terbenam, dan mundur disaat matahari terbit, jumlah mereka tak terhitung, setiap hari jutaan iblis terus menyerang dari segala penjuru." jawab Jenderal Feng Long
"Begitu ya.., jadi yang kita hadapi adalah, jutaan iblis yang menyerang tanpa henti di malam hari." ucap Xiao Tian
"Ya, untung saja tak ada iblis yang bisa terbang, karena tekanan angin di atas langit jauh lebih kencang dibandingkan di daratan."
"Wilayah kerajaan ini, tak cocok untuk terbang, baik untuk iblis kecil, atau bahkan iblis raksasa, kau akan mempertaruhkan nyawamu dengan mengambil misi ini, apa kau menerimanya?." ucap Jenderal Feng Long
"Tentu saja, aku kemari untuk itu, tak perlu di jelaskan lagi." ucap Xiao Tian
Mendengar jawaban Xiao Tian, Jenderal Feng Long mengkonfirmasi misinya, dan kini Xiao Tian dan rombongannya diijinkan mengikuti kegiatan pembasmian iblis.
__ADS_1