
Kaibo merasa begitu putus asa karena tak bisa melakukan apapun. Melihat teman masa kecilnya sedang dicekik dan tak berdaya di sebelah kanannya.
"Lepaskan dia , Kumohon lepaskan dia, Siapa saja tolong kami!" Teriak kaibo
"Hahahah percuma saja, Tak akan ada yang menolong kalian, Iblis seperti kalian tak layak hidup!" Ucap Cheng Gong
"Apa salahnya menjadi iblis, Kami juga tak ingin terlahir menjadi iblis jika memang takdir kami adalah dibunuh, Kami bahkan tak pernah menyakiti manusia kenapa kalian berbuat sejauh ini!" Teriak Kaibo
"Karena menjadi iblis adalah sebuah dosa, Jika kau ingin marah, Marah saja kepada takdirmu terlahir sebagi iblis!" Ucap Cheng Gong sambil mengangkat pedangnya untuk menebas Kaibo
"Tenang saja kau akan mati bersama temanmu itu!"
"Apakah aku akan mati?" Pikir Kaibo
Kaibo menutup matanya karena takut tertebas pedang itu
Shut shut shut Cleb
Sekumpulan jarum melesat ke arah wanita yang mencekik JingMi , Ketika wanita itu tak bisa bergerak dan kehilangan tenaga Jingmi mencoba menggigit tangan wanita itu dan berhasil melepaskan diri dan berlari ke hutan. Dia berlari menuju sumber serangan jarum itu karena dia tahu tak ada tempat yang lebih aman.
"Aduhhh dasar iblis sialan!" Teriak wanita itu
"Sialan apa yang terjadi?"
"Bocah itu akan lepas!" Ucap pendeta itu
Pendeta tua yang bertugas menyegel kekuatan para iblis berlari mengejar JingMi ke dalam hutan, Tetapi tak disangka tiba-tiba dia terpental menjauhi hutan.
Duakkkkk Duarrrr Pendeta itu terpental hingga membentur bangunan
Cheng Gong tak memperhatikan sekitarnya, Dia tak tahu kalau teman-temannya telah diserang, Dia melanjutkan aksinya untuk menebas Kaibo.
Tapi Ketika pedang hampir mengenai tubuh Kaibo, Puluhan batu disertai jarum terbang mengarah Cheng Gong dari arah belakang Kaibo dan membuat pedangnya terpental, Cheng Gong berhasil menghindari jarumnya dan hanya terkena beberapa batu, Serangan batu terus dilemparkan keadah Cheng Gong hingga membuat dia mundur menjauhi Kaibo.
"Sialan siapa itu!" Teriak Cheng Gong
"Kenapa aku tak merasa sakit?"
"Apakah dia tak menebasku?" Pikir Kaibo
Kaibo perlahan membuka matanya Dan dia hanya bisa melihat pemandangan didepannya, Yaitu Cheng Gong yang menjauh karena serangan bebatuan, Dan Jing Mi yang menghilang dari pandangan.
"Apa yang terjadi?"
"Kemana JingMi?" Ucap Kaibo
"Wah wah wah sepertinya kau terluka cukup parah ya bocah." Ucap Xiao Tian
"Suara itu, Bukankah itu manusia yang sebelumnya?" Ucap Kaibo
Xiao Tian keluar dari dalam hutan dengan mata merah yang menyala memancarkan aura iblis yang dikeluarkan Sunlong.
"Kau apa kau anggota sekte iblis?" Ucap Cheng Gong
"Aku bukan anggota sekte iblis." Ucap Xiao Tian
"Kenapa aku merasakan aura iblis dari tubuhmu?"
" Aku tak tahu kau siapa, Tapi karena ikut campur urusanku, Kau pasti akan mati, Pak tua bantu aku urus bocah ini." Ucap Cheng Gong
"Apa yang kau maksud pendeta tua disana?"
"Dia sudah tewas karena pukulan ku yang begitu keras." Ucap Xiao Tian
Cheng Gong menoleh kebelakang dan dia melihat pendeta itu memang telah tewas.
__ADS_1
"Sialan kapan itu terjadi?" Pikir Cheng Gong
"Hei wanita ****** kenapa kau diam saja?"
"Cepatlah bantu aku!" Ucap Cheng Gong
"Sayangnya dia juga tewas karena racunku, Dia tewas dalam keadaan berdiri, Dan temanmu yang satunya tewas membentur bangunan, Tinggal kau yang masih hidup." Ucap Xiao Tian
"Sialan, Kenapa bisa begini?"
"Masa bodo, Ku habisi saja si bocah iblis dulu, Teknik kuning Taring tanah!" Ucap Cheng Gong
Cheng Gong menghentakkan kakinya ke tanah, Dan membuat tanah disekitarnya melayang dan mengeras karena dilapisi ki, Dan membentuknya menjadi runcing seperti taring harimau. Ratusan tanah runcing itu diarahkan ke Kaibo.
Shut shut shut wooshh
"Teknik hijau, Perisai angin!" Ucap Xiao Tian
Semua serangan Cheng Gong hancur seketika tertebas pusaran angin yang mengelilingi kaibo
Setelah serangan berhenti dan perisai angin menghilang, Xiao tian berdiri tepat di depan kaibo.
"Kenapa?"
"Kenapa kau menolongku?"
"Kenapa manusia sepertimu mau menolong iblis?"
"Bukankah semua manusia sangat membenci iblis?" Ucap Kaibo
"Karena aku yang telah membawamu pergi, Kalau Si gendut dan Su Yan mencarimu, Apa yang akan kukatakan jika kau mati?" Ucap Xiao Tian
Untuk pertama kalinya Kaibo merasa aman, Dia tak pernah merasa begitu aman, Hidupnya selalu di penuhi trauma dan rasa takut karena pengalamannya dulu. Kini dia mempercayakan semuanya kepada Xiao Tian
"Brengsek bukankah tadi kau mengendalikan tanah?"
"Sebenarnya kau ini memiliki elemen apa?" Ucap Cheng Gong
"Aku tak perlu menjawab pertanyaan dari orang yang akan mati." Ucap Xiao Tian
"Cih, Beraninya kau bersikap sombong dihadapanku!" Ucap Cheng Gong
"Teknik Kuning Taring tanah!" Ucap Cheng Gong
"Teknik Hijau perisai Angin!" Ucap Xiao Tian
Chemg Gong terus menerus mencoba teknik yang sama untuk menyerang Xiao Tian, Dan Xiao Tian menahan serangannya dengan teknik yang sama pula.
"Hei apakah kau bodoh?"
"Tak perduli berapa kali kau mengeluarkan jurusmu itu, Kau tak akan bisa melukaiku!" Ucap Xiao Tian
"Sialan pak tua ini semua karena kau mati begitu cepat, Tak ada cara lain aku harus menggunakan teknik terlarang, Meski aku mati, Lebih baik kita mati bersama!" Ucap Cheng Gong
Cheng Gong menelan sebuah pil, Kekuatannya meningkat drastis matanya kuning menyala, Tak lama kemudian Tanah dan bebatuan beterbangan mengelilinginya.
"Teknik Tingkat ungu, Golem tanah!" Ucap Cheng Gong
Semua tanah dan batu yang berputar menempel ke tubuh Cheng Gong hingga membentuk Golem/Raksasa, Kini dia memiliki tubuh yang kuat dan keras, Tapi kelemahan teknik ini adalah jika pengguna tak memiliki tubuh sekuat tingkat jendral, penggunanya akan mati setelah selesai menggunakan teknik ini.
"Hahahah, Kini kekuatanku sudah meningkat drastis, Kau tak akan bisa melewanku dengan kemampuanmu itu, Angin lemahmu itu tak akan bisa menggoresku!" Cheng Gong berkata dengan angkuh.
"Hmmm kau memang benar. Melawan batu sepertimu lebih cocok dengan air." ucap Xiao Tian.
"Hahha kau akhirnya mengakuinya, sayangnya kau sudah terlambat, Kalau kau ingin menyerah sekarang, aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit." Ucap Cheng Gong.
__ADS_1
Sayang sekali, Kalau saja aku dalam mode biasa, mungkin tak akan bisa mengalahkanmu. Tapi dengan bantuan temanku, menghabisimu semudah membalikkan telapak tangan." ucap Xiao Tian.
"Teman?"
"Aku bahkan tak merasakan adanya orang lain disini, Yang kulihat hanyalah iblis kecil yang terbaring tak berdaya sedang menunggu kematiannya." ucap Cheng Gong.
Tiba-tiba saja suasana menjadi gelap. Matahari tertutup oleh bulan. Baru saja terjadi gerhana matahari. Gerhana membuat kekuatan iblis meningkat tajam.
Aura iblis di sekitar Xiao Tian semakin meningkat, dan membuatnya sekuat Jenderal Petarung bintang 10. Meski hanya sementara perubahan ini membuat Xiao Tian berada dipuncak, dan mebuat lawannya menggigil ketakutan.
"Aura ini...Kenapa dia tiba-tiba terasa lebih kuat?"
"Apakah karena gerhana matahari?" Ucap Cheng Gong
Xiao Tian terbang melayang hingga tingginya sama dengan kepala golem itu, Dengan mata merahnya Xiao Tian mengangkat tangannya dan membuat tanah bergetar, Air dari dalam tanah keluar dalam jumlah besar, Xiao Tian mengendalikan air itu dan menyerang Golem Cheng Gong dengan serangan air itu.
Tubuh keras itu perlahan melembek dan hancur karena tekanan air yang terus diarahkan ke golem itu.
Xiao Tian mengangkat tangannya dan membentuk bola api yang besar dan begitu panas melayang diudara.
"Sialan sebenarnya berapa elemen yang kau miliki!" Ucap Cheng Gong
"Cobalah cari tahu di neraka!"
"Teknik Legenda, Api pemusnah!" Ucap Xiao Tian
"Meskipun kau membunuhku, Kau taka akan bisa melindungi mereka terus menerus!"
"Ingatlah pemburu iblis bukan hanya kami, Dan melindungi iblis adalah sebuah dosa!" Teriak Cheng Gong sebelum terkena serangan Xiao Tian
Duarrrr Dalam sekejap Golem yang begitu besar hangus tanpa sisa hingga menjadi butiran debu. Ketika Gerhana matahari selesai Xiao Tian kembali ke mode normal dan turun kedaratan.
"Kaibo kau tak apa?" Ucap Jingmi
"Aku tak apa, Lukaku sembuh karena gerhana tadi."
"Lalu apakah kamu baik-baik saja?" Ucap Kaibo
"Aku baik-baik saja." Ucap Jingmi
"Syukurlah."
"Syukurlah, Aku sangat senang kau tak apa-apa." Ucap Kaibo dengan air mata mengalir
Bukk
"Dasar bodoh, Seorang pria tak boleh menangis dihadapan wanita yang dia suka." Ucap Xiao Tian sambil memukul kepala Kaibo
"Terima kasih." Ucap Kaibo sambil meneteskan air mata
"Bukankah sudah kubilang jangan menangis?" Ucap Xiao Tian
"Aku tak bisa menahannya."
"Kalau kau tak datang mungkin kami.." Ucap Kaibo
"Sudahlah berhenti menangis, Kalau kau menangis siapa yang akan menghibur pacarmu itu." Ucap Xiao Tian
"Dia bukan pacarku, Dia hanya teman kecilku, Lagi pula lihatlah tubuhku masih berusia 5 tahun." Ucap Kaibo
"Aku sempat dengar dari mereka kalau kau lari 30 tahun yang lalu, Bukankah itu berarti kau sebenarnya sudah dewasa?" Ucap Xiao Tian
"Kaum iblis tak seperti manusia kami masih tergolong muda dalam usia kami, Tapi tubuh ini memang sebuah kesalahan, Semua itu karena pendeta sialan itu, Tubuh kami dirubah menjadi anak-anak dan tak pernah bisa menua agar kami tak berdaya, Dia juga menyegel kekuatan kami."
"Kalau saja kau tak membawaku kemari, Mungkin aku akan terus mengasingkan diri di hutan iblis naga karena rasa bersalah. Kalau saja kau tak kemari mungkin aku akan kehilangan orang yang kusayangi untuk kedua kalinya." Ucap Kaibo
__ADS_1
"Bukan hanya dia, Kau juga akan mati tahu, Lain kali jangan nekad lagi, Ingatlah karena mulai sekarang kita adalah keluarga." Ucap Xiao Tian
"Ehm." Ucap Kaibo.