Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 437 : Penjelasan sang Dewi


__ADS_3

Dian Peng telah membuat keributan di istana Langit tanpa sepengetahuan semua orang. Tak hanya itu, dia bahkan bisa kabur dari alam Dewa dan pergi ke daratan siluman tanpa sepengetahuan Kaisar langit.


Disaat semua orang disibukkan oleh pencarian Dian Peng, Tainam Chun tersadar dari pingsannya. Saat itu dia masih berada di gerbang langit tempat dimana Xiao Tian dinobatkan sebagai Dewa sebelumnya.


Tepat disamping Tainam Chun terdapat Kloning Wu Kong yang menjaga tubuhnya ketika masih tak sadarkan diri.


"Dimana aku?" tanya Tainam Chun.


"Kau ada di alam Dewa saat ini, Dewa petir telah membawa paksa dirimu untuk mencari kebenaran atas statusmu," ucap Kloning Wu Kong dengan tampang serius.


"Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Tainam Chun dengan bingung.


"Seratus persen kau adalah putra kandung dari Dewi petir. Tapi ayahmu bukanlah Dewa petir atau Taizheng,"


jelas Wu Kong dengan serius.


"Lalu siapa ayahku?" tanya Tainam Chun dengan heran.


Disaat Tainam Chun sedang dibuat bingung akan berita tersebut, Dewi petir tiba tiba saja muncul di belakang mereka dan berkata, "Kau tak memiliki figur seorang ayah, putraku,"


"Apa maksudmu, Dewi?" tanya Tainam Chun dengan heran.


"Apakah kau sudah dengar kalau kau adalah reinkarnasi dari Tang Sanzhang?" tanya Dewi petir dengan serius.


"Tidak, aku justrul baru mendengarnya sekarang," jawab Tainam Chun dengan heran.


"Begitu ya," Dewi petir mengerutkan dahinya.


Disaat Dewi petir baru menyelesaikan kalimatnya, Dewa petir dan Xiao Tian terbang mendekat setelah berkeliling mencari Dian Peng.

__ADS_1


"Aku tahu kalau ini bukan saat yang tepat, tapi jujur saja. Aku masih terganggu dengan kebenaran tentang Tainam Chun. Bisakah kau jelaskan padaku, istriku?" tanya Dewa petir dengan tampang serius.


Tap tap, Dewa petir dan Xiao Tian mendarat di daratan awan.


"Untuk melahirkan seorang bayi, memerlukan waktu lebih dari delapan bulan. Sedangkan dua puluh satu tahun yang lalu, kita bahkan tak pernah berpisah lebih dari dua hari. Apakah kau masih meragukan kesucianku?" tanya Dewi petir dengan serius.


"Dia terus bersamamu, dan selama sembilan bulan lamanya kau bahkan tak menyadari kalau dia sedang hamil?"


"Luar biasa sekali," gumam Xiao Tian dengan tampang datarnya.


"Lalu, kenapa kau bilang kalau Tainam Chun adalah putra kandungmu?" tanya Dewa petir dengan heran.


"Karena aku memang melahirkannya dari rahimku," ucap Dewi petir dengan tampang serius.


"Berhenti bicara berputar putar, jadi sebenarnya dia itu putramu atau bukan?" tanya Dewa petir dengan kesal.


"Lalu, bagaimana bisa dia berada di rahimmu?" tanya Dewa petir dengan tampang serius.


"Tang Sanzhang dan roda reinkarnasi," jelas Dewi petir dengan tampang serius.


#Dua puluh satu tahun yang lalu


#Hari dimana Wu Kong kehilangan gurunya. Dan hari dimana Dewi petir belum menutup emosinya.


Dewi petir menerobos masuk ke alam roh untuk menanyakan apakah Dian Zheng benar benar tiada. Diabenar benar gila hingga mencoba merebut buku takdir yang bertuliskan catatan kematian seluruh makhluk hidup.


Disaat dia baru membuka catatan tersebut, dia dikejutkan oleh kertas yang kosong tanpa tulisan apapun.


"Kenapa tak tertulis apapun di buku ini?"

__ADS_1


"Apakah ini rusak?" pikir Dewi petir dengan tampang heran.


Tepat ketika dia baru membuka buku catatan kematian, Budha Rulay muncul dihadapannya dan berkata, "Dewi petir, aku tak menyangka bahwa rasa sayangmu terhadap Dianzheng telah membutakan jiwamu. kau bahkan melakukan hal tabu yang telah dihindari oleh semua penghuni langit."


"Apakah kau tahu bahwa perbuatan tabumu ini telah mengacaukan jalannya roda reinkarnasi."


"Gara gara kau, roh Tang Sanzhang kini telah terbagi menjadi tiga pecahan jiwa."


"Dua diantaranya telah terpencar di alam semesta kedua dan berhasil lahir di tubuh bayi manusia."


"Sedangkan yang satunya, akan kumasukkan kedalam perutmu sebagai hukuman atas perbuatanmu," ucap Budha Rulay sambil melemparkan pecahan jiwa Tang Sanzhang ke dalam perut Dewi petir.


Tepat ketika pecahan jiwa tersebut baru merasukinya, perut Dewi petir tiba tiba saja membesar seperti wanita hamil tua. Dan lima menit setelah itu, Tainam Chun pun terlahir.


"Tugasmu adalah menceritakan hal ini kepada Kaisar langit dan menyatukan ketiga pecahan jiwa yang telah terpisah. Ingatlah rahasiakan ini dari Wu Kong dan Dewa Dewi yang lainnya."


"Selain itu, gunakan teknik oengekang emosimu untuk melupakan Dian zheng."


"Kau tak bisa menolakku, karena ini semua adalah hukuman sekaligus lerintah untukmu," ucap Budha Rulay dengan serius.


"Baiklah, Budha Rulay," jawab Dewa petir sambil menundukkan kepalanya.


#Alam para Dewa


#Masa sekarang


Disaat Dewi petir baru menyelesaikan ceritanya, Wu Kong yang asli datang mendekat dan berkata, "Jadi, alasan mengapa reinkarnasi guruku menjadi sangat sulit dicari adalah hasil dari ulahmu?"


"Dewi petir?"

__ADS_1


__ADS_2