Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 224 : Sampai di dekat laut barat


__ADS_3

Xiao Tian dan teman temannya menuju laut barat dengan kecepatan tinggi. Mereka melewati kerajaan petir dan sekte gunung api tanpa mendarat sedetikpun.


Bahkan ketika sampai di wilayah kerajaan api pun mereka terus melaju kencang tanpa menoleh ke belakang. Wujud naga hitam yang cukup besar membuat beberapa orang terkejut dan penasaran. Tapi karena kecepatan terbangnya yang begitu luar biasa dan hanya dapat dilihat sekilas saja, para penghuni kerajaan petir, sekte gunung api dan kerajaan api membiarkannya lewat begitu saja.


Setelah terbang cukup lama, akhirnya mereka sampai di dekat batas lautan bagian barat.


Cuaca diatas batas lautan bagian barat begitu tak karuan, angin kencang disertai awan hitam yang dipenuhi oleh kilatan petir putih membuat Xiao Tian terpaksa mendarat di bawah lautan pasir.


Setelah mendarat di wilayah pasir putih yang berjarak beberapa meter dari batas lautan bagian barat, Xiao Tian langsung melompat turun dari atas kepala naga hitam. Diikuti oleh Taiwu dan yang lainnya yang melompat dari atas punggung naga hitam. Mereka melompat ke arah kiri dan berjalan mendekati punggung Xiao Tian.


"Cuaca yang mengerikan, pantas tak ada yang bisa melewati batas lautan barat dengan terbang," ucap Xiao Tian sambil menatap langit di atas lautan.


"Ini belum seberapa, semuanya akan menjadi semakin buruk ketika kau dan teman temannmu telah berjarak satu langkah dari pinggiran laut," ucap Dewa Petir sambil mengerutkan dahinya.


Saat itu Dewa Petir tepat berada di samping kiri Xiao Tian. Sedangkan Taiwu dan teman temannya masih berada tepat di belakang punggung Xiao Tian.


Jingmi terus memegang tangan putri Jia Li dejgan begitu kencang karena merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Sedangkan si Gendut dan Su Yan menelan ludah mereka sendiri sambil menatap langit yang dihiasi cuaca buruk.


Setelah menarik napas begitu dalam dan menghembuskannya secara perlahan, Xiao Tian melangkahkan kakinya langkah demi langkah.


Ketika baru melangkahkan kakinya sebanyak dua langkah, Dewa Petir menyuruh Xiao Tian agar memberi tahu Jingmi untuk memakai topeng Dewa.


Karena wajah Dewa Petir terlihat begitu serius, Xiao Tian langsung melaksanakan perintahnya. Jingmi yang paling tak suka memakai topeng Dewa sempat menolak perintah Xiao Tian, namun dia berhasil dibujuk setelah Xiao Tian mengancam akan meninggalkannya jika tak menurut.


Benar saja setelah Jingmi memakai topeng Dewa, terdengar suara seseorang dari belakang punggung si Gendut dan Su Yan yang berada di barisan paling belakang.


"Siapa kalian, dan apa yang kalian lakukan di tempat ini!"


Xiao Tian dan teman temannya langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang baru saja berbicara.


Ketika mereka menoleh ke belakang, mereka terkejut bukan main karena ada segerombolan orang orang berpakaian sederhana dengan warna kuning yang cukup menyilaukan mata.


Terdapat lambang iblis dengan tanda silang di bagian dada kanan pakaian mereka. Melihat ciri ciri tersebut, Xiao Tian dan teman temannya langsung memahami siapa identitas orang orang yang mereka lihat saat ini.


"Pasukan elit pembasmi iblis," ucap Xiao Tian sambil menatap para pembasmi iblis.


"Pem ... basmi iblis?" Mata Jingmi terbelalak, karena ini merupakan kali keduanya dia bertemu dengan kelompok pembasmi iblis.

__ADS_1


Kelompok pembasmi iblis dibagi menjadi tiga tingkatan, dari tingkat rendah, menengah dan tingkat atas.


Pembasmi iblis tingkat rendah disebut sebagai pemburu iblis, mereka hanya bisa memburu para iblis yang terlihat lemah.


Pasukan menengah biasa disebut sebagai pasukan elit pembasmi iblis. Mereka memang biasa berkeliaran di setiap lautan yang menjadi batas daratan elemen. Semua batas lautan tak pernah luput dari serangan mereka. Misi utama mereka adalah membasmi para leviant dan memperluas wilayah daratan elemen.


Sedangkan pembasmi iblis tingkat atas merupakan legenda hidup yang bekerja di balik layar. Pemimpin sekaligus pendiri pasukan pembasmi iblis. Musuh bebuyutan Sunlong yang berumur ribuan tahun.


Dia memiliki kekuatan yang luar biasa hingga sanggup membasmi para Kaisar iblis yang mengganggunya. Akan tetapi tak ada yang mengetahui keberadaanya saat ini. Bahkan pasukan elit pembasmi iblis pun tak tahu dimana pendiri sekaligus pemimpin mereka itu berada.


Dia hanya tertarik kepada Kaisar iblis, oleh karena itu dia menghilang cukup lama sehingga dianggap tewas oleh para pembasmi iblis.


Sejak pemimpin mereka menghilang selama ratusan tahun, para pasukan elit pembasmi iblis ikut menghilang dari mata dunia. Mereka bersembunyi entah dimana, dan menyembunyikan diri mereka dari khalayak umum.


Bahkan para pasukan pemburu iblis yang juga merupakan bagian dari mereka, ditinggalkan begitu saja hingga membuat mereka sempat kehilangan tujuan.


Melihat pasukan elit pembasmi iblis membuat Xiao Tian dan teman temannya terkejut bukan main.


Kemunculan mereka merupakan pertanda bahwa pendiri kelompok pasukan iblis telah kembali.


"Katakan siapa kalian, dan apa yang kalian lakukan di tempat ini!" ucap para pasukan elit sambil menghunuskan pedang mereka ke arah Xiao Tian dan teman temannya.


"Sarungkan pedang kalian!"


"Apa kalian tak bisa mengenali wajah dari pangeran kerajaan api!"


"Ke ... kerajaan api?"


"Sepertinya salah satu dari mereka mengenalimu dengan baik, Su Yan," ucap si Gendut sambil melirik Su Yan.


Setelah mendengar teriakan misterius itu, para pasukan elit pembasmi iblis langsung menyarungkan pedang mereka dan langsung mengosongkan daerah tengah tengah mereka untuk dilewati orang tersebut.


Setelah para pasukan terbagi menjadi dua baris pasukan, terlihat seseorang tinggi semampai dengan janggut dan kumis yang berwarna putih. Pakaiannya sama seperti para pasukan elit, hanya saja terdapat pita merah yang terdapat lambang tengkorak iblis dengan dua buah bintang di bahu kanan dan kiri pakaiannya.


Dia berjalan dengan menggunakan tongkat karena mengalami gangguan penglihatan. Terdapat luka gores di kedua matanya. Luka tersebut menggaris dari atas alis hingga sampai ke tulang pipinya.


"Sepertinya saat ini kita hampir senasib ya, pangeran," ucap pria tersebut.

__ADS_1


"Itukan ... jenderal legendaris dari kerajaan api. Jenderal api, Huo Luan," ucap Taiwu dengan tubuh yang gemetar.


Kerajaan api pernah besar dimasanya, meski hanya sebuah kerajaan kecil. kedudukanya bisa disetarakan dengan empat kerajaan besar ketika Huo Luan masih berada di kerajaan api.


Ketika melihat Huo Luan memanggilnya dengan sebutan pangeran, Su Yan langsung terlihat kesal. Dengan wajah yang terlihat begitu serius Su Yan berkata, "Kemana saja kau selama ini, kakek Huo Luan?"


"Ka ... Kakek?" ucap xiao Tian dengan dahi yang dikerutkan.


"Kau lupa ya?"


"Huo Luan kan kakeknya Su Yan."


"Entah apa yang menjadi alasan kepergiannya setelah berhasil membasmi kawanan siluman jahat," bisik Taiwu sambil melirik Xiao Tian.


"Syukurlah aku memakai topeng Dewa tepat waktu, jika tidak mereka akan menghabisiku. Jika mereka tahu kalau aku seorang iblis, mereka pasti akan membunuhku sekarang juga," pikir Jingmi sambil memegang erat tangan putri Jia Li.


"Tenanglah, semua akan baik baik saja, tak akan ada yang menyentuhmu selagi kau memakai topeng itu," ucap putri Jia Li sambil melirik ke arah Jingmi.


"Ehm," ucap Jingki sambil menganggukkan kepalanya.


Ketika semua orang disibukkan oleh pikiran mereka masing masing, Su Yan melanjutkan ucapannya dengan berkata,


"Bagaimana bisa kau menjadi pemimpin dari salah satu pasukan elit pembasmi iblis?"


"Itu bukan urusanmu lagi, pangeran. Ngomong ngomong kau terlihat berbeda dari sebelumnya pangeran, apakah ingatanmu telah kembali?" tanya Huo Luan.


"Ingatan apa maksudmu?" tanya Su Yan dengan wajah serius.


"Apa kau lupa?"


"Ingatan tentang ayah dan ibumu. Ingatan tentang delapan belas tahun yang lalu. Kobaran api dan pembantaian," ucap Huo Luan sambil tersenyum tipis.


"Kobaran api?"


"Pembantaian?"


Su Yan mendadak sakit kepala setelah mendengar ucapan Huo Luan, ingatan yang dia pikir mimpi buruk kembali terlintas dikepalanya. Dia melihat ayahnya yang merupakan raja dari kerajaan Api, membantai sebuah desa dengan membakar dan membunuh seluruh penduduk tanpa terkecuali.

__ADS_1


"Tidak ... , ayah tak mungkin membantai orang orang tanpa sebab yang jelas. Ini semua pasti bohong, tidak!" ucap Su Yan sambil memegang kepalanya.


"Sepertinya ingatanmu belum pulih seutuhnya. Jika tiba saat dimana kau berniat menghancurkan kerajaan api, aku akan menjadi orang pertama yang akan membunuhmu. Untuk kali ini, kubiarkan kau tetap hidup dengan damai," ucap Huo Luan sambil menatap Su Yan.


__ADS_2