Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 63 : Membagi teknik beladiri


__ADS_3

#Di luar ruangan dekat Gerbang perbatasan


Xiao Tian kembali menemui teman - temannya di dekat gerbang perbatasan, disana semua orang menunggunya, akan tetapi, Xiao Tian tak melihat si Gendut dimanapun.


Suasana di luar sangatlah sepi, karena sebagian warga sudah bersiap mengungsi, jadi tak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


karena tak melihat si Gendut Xiao Tian pun bertanya.


"Hei apa ada yang melihat si Gendut?"


"Entahlah, dia menghilang sejak kau pergi ke kediaman jenderal." jawab Huang Li sambil menggendong naga kecil


"Kaibo apa kau tahu sesuatu?" tanya Jingmi


"Dia bilang padaku, kalau dia ingin berlatih teknik berpedang." jawab Kaibo


"Begitu ya, seperti yang diharapkan dari orang yang memiliki dendam." ucap Xiao Tian


dengan wajah penuh kecemasan Su Yan berkata.


"Ke.. ketua bagaimana hasilnya?"


Xiao Tian diam dan tersenyum, dimata Su Yan senyuman Xiao Tian adalah bencana baginya.


"Sialan, dari ekspresinya terlihat jelas kalau misinya telah dikonfirmasi, apa aku juga harus menemaninya melakukan misi bunuh diri.., huhuhu." pikir Su Yan dengan wajah yang frustasi


"Misinya telah dikonfirmasi, kita akan menghadiri pertemuan sebelum matahari terbenam." jawab Xiao Tian


"Sial, sudah kuduga ini akan terjadi." pikir Su Yan


"Kalian tak perlu ikut, aku akan mengajak Kaibo dan Jingmi saja, karena kultivasi kalian terlalu rendah, aku takut kalian dalam bahaya." sambung Xiao Tian


"Begitu ya, syukurlah.." jawab Su Yan


"Dasar pemalas.. " ucap Huang Li


"Yey, Jingmi ikut ayah Xiao Tian." ucap Jingmi dengan senang


"Lalu apa yang akan mereka lakukan, kalau kita pergi, kak Xiao Tian?" tanya Kaibo


"Tentu saja melatih diri, sama seperti si Gendut, berlatihlah."


"Aku mendapat beberapa bahan langka tadi, aku akan menyuling pil agar membantu kalian berkultivasi, dan ini adalah 12 buku teknik beladiri, aku masih memiliki banyak lagi, tapi untuk sekarang aku hanya bisa memberi ini, 10 prajurit harus mempelajari ini, Huang Li dan Su Yan harus mempelajari ini." ucap Xiao Tian sambil membagikan buku teknik beladiri


"Kenapa kami tak mendapat buku teknik beladiri?" tanya Kaibo


"Aku belum menemukan teknik yang cocok untuk mu, karena kau dan Jingmi berbeda dari mereka." ucap Xiao Tian


Maksud dari ucapan Xiao Tian adalah, Jingmi dan Kaibo adalah seorang iblis, dan dia tak memiliki teknik yang cocok untuk seorang iblis, karena dilihat dari manapun, teknik original yang mereka miliki, merupakan teknik yang lebih kuat dari pada teknik yang ada.


"Begitu ya." jawab Kaibo dengan wajah kecewa


"Sebagai gantinya, aku memberimu cincin ruang, dan 7000 pedang tingkat tinggi untukmu." jawab Xiao Tian


"Benarkah?" ucap Kaibo dengan begitu bersemangat


Kaibo menerima cincin ruangnya dengan sangat gembira, selain karena menyukai pedang, Kaibo juga gembira karena ini merupakan hadiah pertama yang di berikan orang lain kepadanya.


Dengan wajah gembira dia berkata.


"Kak Xiao Tian memang yang terbaik, hahaha."


"Jingmi dapat apa?" tanya Jingmi


"Jingmi mau pedang?" tanya Xiao Tian


"Jingmi gak suka pedang." jawab Jingmi


"Tapi ayah Xiao Tian gak bawa apa-apa selain pedang." jawab Xiao Tian


Jingmi terlihat sedih dan menundukkan kepalanya, melihat Jingmi sedih, Xiao Tian mengelus kepalanya dan berkata.


"Ayah hanya bercanda kok, nih hadiah untuk Jingmi."


Xiao Tian memberikan Jingmi sebuah kotak dengan pita yang diikat.


"Wah apa ini." ucap Jingmi dengan wajah bahagia


Ketika Jingmi membuka kotaknya, dia terkejut dengan apa yang dia lihat, di dalmya terdapat semangkuk es krim berwarna warni, di jaman ini, tak ada eskrim, dan tak ada lemari es, Xiao Tian menciptakannya dengan menggunakan energi ki nya, dia mengendalikan air gula dicampur susu dan sirup, dengan warna yang berbeda, dengan bantuan pengendalian elemen air dan elemen es dia menciptakan es krim.

__ADS_1


"Ini apa ya?" tanya Jingmi


"Ini namanya es krim, lihatlah warnanya bertingkat-tingkat." jawab Xiao Tian


"Wah jadi ini misi tingkat es?"


"Kalau ayah Xiao Tian sudah mendapatkannya, kenapa malah kasih ke Jingmi?" tanya Jingmi


"Misi tingkat S maksudnya misi yang berbahaya, bukan misi mencari es."


"Ayah memberi es krim untuk Jingmi makan." jawab Xiao Tian


"Ini bisa dimakan?" tanya Jingmi


"Tentu saja, masa ayah bohong." jawab Xiao Tian


Jingmi mencoba memakan secuil es Krim itu, dan wajahnya berubah begitu imut setelah memakannya, dengan wajah yang begitu senang dia mengatakan.


"wah dingin, manis, lembut, eskrim memang yang terbaik!"


Kaibo penasaran karena melihat ekspresi Jingmi, dia perlahan mendekat dan bertanya.


"Jingmi, boleh aku coba?"


"Tidak boleh, ini punya Jingmi, Kaibo makan saja pedang Kaibo." jawab jingmi sambil menjauhkan mangkuk eskrim dari Kaibo


"Ayolah sedikit saja." ucap Kaibo


"Pokoknya tidak boleh, ini punya Jingmi!"


"Kaibo makan saja punya Kaibo." ucap Jingmi dengan wajah kesal karena Kaibo memaksa


"Tapi pedang kan tidak bisa dimakan." ucap Kaibo


"Bweee." ledek Jingmi


"Wah saat mereka berebut sesuatu, terlihat sangat imut ya.." ucap Para prajurit


Huang Li mendekati Xiao Tian dan berkata.


"Dari mana kau mendapatkan es krim itu?"


"Anggap saja begitu." ucap Xiao Tian


"Ih pelit banget, padahal aku juga ingin makan itu, kelihatanya enak, kalau aku tahu yang membuatnya kan aku bisa membelinya." pikir Huang Li sambil memeluk erat naga di pelukannya karena kesal


Xiao Tian sengaja tak memberikan yang lain es krim, karena dia ingin Jingmi tak iri dengan yang lain, Xiao Tian tak tahu harus memberi apa, karena teknik milik Jingmi tak cocok memakai senjata, sedangkan Jingmi juga tak terlalu suka senjata.


Melihat Huang Li kesal, Xiao Tian tahu kalau Huang Li juga tertarik dengan es krim itu, demi mengalihkan pembicaraan Xiao Tian pun berkata.


"Apa kau sudah mendapat penginapannya?"


"Ya aku sudah dapat, penginapannya tak jauh dari sini, semua penginapan disini sangat mahal untuk satu kamar perlu 10 koin emas, karena jumlah kita sangat banyak kita harus menyewa banyak kamar." jawab Huang Li


"Begitu ya, siapa suruh bawa prajurit banyak-banyak." ucap Xiao Tian dengan wajah meledek, dia berusaha membuat Huang Li lupa soal es krim


"Ih kan ayahku yang memaksa, aku juga tak suka dikawal." ucap Huang Li dengan wajah cemberut sambil memeluk erat naga di pelukannya


Naga hitam dalam mode kadal kecil itu menatap Xiao Tian, matanya terlihat sedih, dia mengisyaratkan kalau dia kesakitan karena pelukan Huang Li.


Lewat telepati Xiao Tian berkata " Maafkan aku nagaku, nikmati waktumu sebentar saja."


"Huwaaaa majikan kejam." jawab naga itu lewat telepati


"Aku akan mengingat jasamu." ucap Xiao Tian lewat telepati sambil menepuk tangan satu kali


"Aku belum mau mati, huhuhu." ucap naga itu lewat telepati sambil mencoba melepaskan pelukan Huang Li


"Hei kenapa kau bergerak-gerak terus?"


tanya Huang Li


Naga itu melepaskan diri dan lari kepelukan Kaibo.


"Kau memeluknya terlalu erat, dia terlihat tersiksa lihatlah air matanya." ucap Kaibo


Naga itu melihat Kaibo dengan wajah sedih, dia berharap Kaibo membantunya


"Ah maaf naga kecil, aku memelukmu terlalu kencang." ucap Huang Li sambil menarik kembali naga kecil kepelukannya

__ADS_1


Dengan wajah serius, sambil memberi hormat Kaibo berkata "Semoga beruntung, naga kecil."


"Huwaaa, aku menyesal lari ke pelukanmu." ucap naga hitam dengan bahasa naga


Huang Li berjalan mendekati Xiao Tian dan berkata.


" Xiao Tian kapan kau akan memberi kan kami pilnya?"


"Kami ingin berkultivasi agar bisa membantumu, kami tak ingin tertinggal dengan si Gendut." ucap Huang Li


"Antar aku kepenginapan, aku harus menyuling pilnya terlebih dahulu." Jawab Xiao Tian


Huang Li dan semua rombongan Xiao Tian, pergi ke tempat penginapan, sesampainya disana, Xiao Tian memilih salah satu kamar untuk menyuling pil, dia tak ingin diganggu sebelum dia selesai.


Karena bosan menunggu Su Yan dan yang lainnya masuk ke kamar masing-masing, sambil menunggu dikamar mereka mencoba mempelajari buku yang mereka terima.


#Kamar Kaibo ,Su Yan dan si Gendut


Su Yan membolak balik buku miliknya, dia membaca bukunya dengan begitu cepat, lembar demi lembar dia buka.


Melihat Su Yan serius membaca buku Kaibo pun tersenyum, tapi dia sedikit terganggu, karena Su Yan membaca buku begitu cepat, dalam hati Kaibo berpikir.


"Apa mempelajari teknik beladiri, hanya perlu membaca bukunya ya?"


"Tapi cara dia membaca bukankah terlalu cepat, 1 detik dalam satu lembar." pikir Kaibo


Tak lama kemudian Su Yan selesai membaca bukunya, dan membenturkan buku itu ke kepalanya.


Bukk Bukk Bukk


Su Yan memukul kepalanya sendiri dengan buku itu, karena terganggu Kaibo berkata.


"Hei kau ini sedang apa sih?"


"Aku sedang mencoba memindahkan tulisannya ke kepalaku, aku sudah membacanya tapi tak paham juga, jadi aku membenturkannya ke kepalaku." jawab Su Yan


"Membaca matamu, kau hanya melihat sekilas, satu detik dalam satu lembar, mana bisa di bilang membaca!"


"Membenturkan buku itu ke kepalamu tak akan merubah apapun, kenapa tidak sekalian kau makan saja tuh buku!" teriak Kaibo dengan kesal


"Wah benar juga." ucap Su Yan


Di Luar perkiraan Kaibo, Su Yan benar benar mencoba memakan bukunya, dia menggigit buku itu dengan begitu keras.


Pletak


"Kau ini bodohnya tingkat Dewa Ya!" teriak Kaibo dengan kesal sambil memukul kepala Su Yan


"Hiks, aku dipukul seorang bocah, ibuku saja tak pernah memukulku." ucap Su Yan


"Aku heran, kenapa bisa ada orang sepertimu, Aku jadi ragu kalau kau seorang pangeran." ucap Kaibo


"Aku adalah pangeran dari kerajaan api, itu adalah fakta." ucap Su Yan


"Lalu kenapa kau bisa berada disini, dan terjebak bersama kami?" tanya Kaibo


"Takdir mungkin." jawab Su Yan


"Sepertinya kerajaanmu sengaja mengasingkanmu, karena jika orang sepertimu menjadi raja nanti, entah seperti apa nasib kerajaanmu." ucap Kaibo


"Bweee bukan urusanmu." sambung Su Yan


Su Yan tiduran sambil membuka lembaran buku teknik beladiri di atas kepalanya.


"Adeh, apa lagi yang kau lakukan sekarang!" teriak Kaibo


"Aku mencoba menjatuhkan tulisannya, siapa tahu tulisannya bisa jatuh ke kepalaku." jawab Su Yan


Kaibo mengeluarkan salah satu pedang dari cincin ruangnya, dia mengarahkan pedang itu ke arah Su Yan


"Anak kecil dilarang memainkan benda tajam"


"Menjauhlah!" ucap Su Yan sambil mencoba menjauhi Kaibo


"Berlatihlah dengan benar!" ucap Kaibo


Karena Su Yan malas berlatih, Kaibo memaksanya berlatih dengan mengarahkan pedangnya ke arah Su Yan.


"Ibu.. kenapa aku bisa ditindas seorang bocah." pikir Su Yan sambil mencoba membaca buku teknik beladiri miliknya

__ADS_1


__ADS_2