
#Kamar Xiao Tian dan putri Jia Li
Wu Kong meninggalkan kamar setelah memberikan relik pedang kaisar iblis kepada Xiao Tian. Selang beberapa lama, Dewa petir muncul tepat di hadapan Xiao Tian disaat relik pedang hampir dia masukkan ke dalam cincin ruang.
"Jika aku jadi kau, aku tak akan memasukkannya ke dalam cincin ruang," Dewa petir menatap Xiao Tian dengan serius.
"Kenapa?" tanya Xiao Tian dengan heran.
"Meski tak mengandung roh iblis lagi, relik itu tetap bisa mengundang perhatian kaisar iblis lain. Menyimpannya di cincin ruang tak dapat menutupi aura relik yang cukup kuat," jelas Dewa petir dengan serius.
"Jika tak bisa disimpan ataupun dibawa bawa, lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Tempelkan relik itu pada gelang Dewamu," ucap Dewa petir.
"Gelang Dewa?" Jia Li bertanya karena tak bisa melihat gelang di tangan kiri Xiao Tian.
"Gelang Dewa adalah gelang yang diberikan Dewa petir untuk membantuku mengukur kekuatan orang lain. Gelang itu melingkar di tangan kiriku, namun kamu tak bisa melihatnya karena gelang ini hanya bisa dilihat oleh para Dewa dan pemakainya saja," jelas Xiao Tian sambil menatap Jia Li.
"Begitu ya?" sambung Jia Li.
"Ya begitulah seharusnya," jawab Xiao Tian dengan tampang tak yakin.
"Kenapa kau terlihat tidak yakin?" tanya Dewa petir.
"Aku hanya teringat tentang kasus Su Yan. Dia kan bisa melihat gelang Dewaku saat dalam mode serigala suci," jawab Xiao Tian dengan tampang heran.
"Mata ras siluman serigala suci memang sangatlah spesial. Jangankan gelang Dewa, mata mereka bahkan bisa melihat roh seorang Dewa jika dalam kondisi prima," jawab Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Begitu ya, aku mengerti sekarang," gumam Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
"Selain ras serigala suci, apakah ada ras lain yang bisa melihat gelang Dewaku?" tanya Xiao Tian dengan serius.
"Untungnya tidak ada,"
__ADS_1
"Selain para Dewa dan orang orang yang sudah masuk ke ranah para dewa, tak ada yang bisa melihat gelang itu," jawab Dewa petir.
"Sayang sekali, padahal aku sangat ingin melihatnya," sambung Jia Li dengan tampang kecewa.
Kita sudahi basa basinya. Cepat lakukan apa yang kukatakan tadi," Dewa petir menatap Xiao Tian dengan serius.
"Baiklah," Xiao Tian menempelkan relik pedangnya ke gelang Dewa.
"Kerja bagus, sekarang tunggulah hingga lima detik terlewati. Dan pastikan relik tingkat Kaisar itu tak menjauh dari Gelang Dewa meski hanya satu incipun ," sambung Dewa petir dengan serius.
Xiao Tian menunggu hingga lima detik. terlewati untuk mengikuti arahan Dewa petir.
Setelah lima detik terlewati, tiba tiba saja pedang tersebut terhisap masuk ke dalam gelang Dewa dan sebuah simbol pedang muncul seketika di atas gelang tersebut.
Namun simbol itu hanya bertahan dua detik saja dan menghilang lagi bagai tak terjadi apa apa. Satu satunya perubahan yang paling terlihat adalah, gelang Dewa tak memiliki keretakan lagi.
"Apa yang terjadi?"
"Itu adalah fungsi lain dari gelang Dewa. Dapat menyerap relik tingkat Kaisar yang telah dimurnikan, dan sanggup menyembunyikan auranya. Hanya dengan menyatukan relik itu dengan gelang Dewa maka kau akan bisa aman dari incaran pemburu relik," jelas Dewa petir.
"Kenapa kau tak bilang dari dulu?"
"Kalau begini kan kita bisa mengkoleksi relik kaisar iblis tanpa perlu takut diburu," ucap Xiao Tian dengan tampang heran.
"Gelang Dewa hanya bisa bersatu dengan relik kosong. Aku tak mempunyai kemampuan untuk mengosongkan relik seperti Dewa kera. Karena itu aku tak pernah menceritakan cara ini," jelas Dewa petir.
"Apa yang terjadi jika relik Kaisar iblis yang belum kosong dipaksa agar menyatu dengan gelang Dewa?" tanya Xiao Tian dengan serius.
"Gelang Dewa akan meledak, dan sang Kaisar iblis akan terbebas dari reliknya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi jangan pernah lakukan hal konyol itu, mengerti?" jawab Dewa petir dengan serius.
"A ... aku mengerti," jawab Xiao Tian.
Setelah mendapat arahan dari Dewa petir, Xiao Tian menyuruh putri Jia Li untuk mengumpulkan semua orang penting di aula pertemuan. Sedangkan Dewa petir disuruh pergi untuk menemui Wu Kong untuk membahas kondisi anaknya.
__ADS_1
#Aula pertemuan
#Gedung pusat Sekte badai berduri
Para siluman, roh iblis, ayah dan ibu Xiao Tian, teman teman seperjuangannya, pejabat kerajaan petir, serta orang orang penting dari sekte badai berduri berkumpul di dalam ruangan. Xiao Tian mengumpulkan mereka semua untuk membahas rancangan rencananya. Yang tak hadir saat itu ialah para prajurit biasa, Dewa kera, Dewa petir, Dian Zheng dan Taiwu.
"Sunlong dan rombongannya telah menceritakan detail tentang daratan vampir. Disana teknik perpindahan ruang tidaklah berlaku. Baik relik maupun gulungan sihir sama sama tak berguna disana."
"Jadi kita tak bisa kabur dengan mudah jika sudah masuk ataupun terjebak."
"Tujuan misi kali ini adalah untuk menyelamatkan para siluman kelinci dan siluman angsa."
"Jika ada yang keberatan atau tak mau menyelamatkan ras tersebut, maka silahkan tinggalkan ruangan ini," tegas Xiao Tian dengan tampang serius.
Setelah mendengar pernyataan Xiao Tian semua orang terdiam sejenak, lalu memberi hormat sambil berkata, "Kami tak keberatan yang mulia,"
"Bagus." Xiao Tian tersenyum lega.
Ketika semua orang masih menunduk dan memberi hormat, jenderal Tailong menegakkan badannya lalu berkata,
"Ampun yang mulia, bukannya hamba keberatan dengan pembahasan kali ini. Hanya saja ... , apakah tujuan kita hanya itu saja?"
"Tentu tidak jenderal, pencarian informasi tentang istrimu juga termasuk dalam rencana kali ini," jawab Xiao Tian sambil menatap jenderal Tailong.
"Terimakasih atas pencerahannya yang mulia," Jenderal Tailong kembali memberi hormat.
"Apakah ada pertanyaan lagi?" Xiao Tian menunggu semua orang bertanya kepadanya.
Selang beberapa menit, Jenderal Huang cheng menegakkan badannya lalu berkata, "Kalau boleh tahu, seperti apa musuh kita kali ini?"
"Pertanyaan yang bagus. Aku yakin dalam pikiran semua orang, musuh kita kali ini adalah bangsa vampir. Sayangnya lawan kita bukan mereka. Penyerangan tiba tiba disaat matahari terbit tidaklah berlaku untuk melawan musuh kita kali ini. Aku berkata begini karena di daratan itu vampir sudah tak berkuasa lagi. Kaisar iblis Haifeng telah mengambil alih daratan itu dan membangun sebuah sekte baru yang disebut dengan sekte pelindung iblis," jelas Xiao Tian dengan serius.
"Sekte pelindung iblis?" gumam semua orang dengan tampang heran.
__ADS_1