Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 276 : Menuju ke gerbang istana


__ADS_3

Ketika para siluman masih bersujud di hadapan Xiao Tian, ketiga jenderal utama telah sampai di perbatasan dan melihat kejadian tersebut. Saat itu mereka berdiri di atas puncak gerbang sambil menatap ke arah Xiao Tian yang sedang berdiri tegak di hadapan ratusan siluman yang sedang bersujud.


"Makhluk makhluk apa itu?"


"Kekuatannya mengerikan sekali," ucap jenderal Tailong.


"Aku tak terkejut dengan hal itu, justrul aku lebih terkejut dengan putra mahkota. Sebenarnya berapa tingkat kultivasinya sekarang, hingga bisa menundukkan makhluk aneh yang telah mencapai tingkat pendekar alam ilusi. Dan diantara ratusan makhluk tersebut, terdapat dua makhluk berwujud rusa dan rubah merah yang memiliki kekuatan melibihi tingkat kekuatan raja Xiao Zhaoye."


"Meski hanya satu tingkat di atasnya, tetap saja perlu di waspadai. Kekuatan mereka telah mencapai lapisan puncak pendekar alam ilusi. Mereka berdua benar benar setara dengan jenderal dari pasukan elit pembasmi iblis yang menyerang kerajaan waktu itu."


"Apakah dia menundukkan mereka disaat pergi keluar kerajaan sambil menaiki naga hitam saat itu?"


"Itu adalah satu satunya momen dimana Taiwu tak pergi bersamanya," ucap jenderal Taizhong.


"Sepertinya begitu, hanya itu yang bisa membuat semuanya menjadi masuk akal," sambung jenderal Tailong.


"Meski ucapan kak Taizhong sedikit masuk akal, tapi entah mengapa aku merasa kalau makhluk makhluk itu sudah tunduk jauh hari sebelum putra mahkota mengalahkan jenderal pembasmi iblis itu," sambung jenderal Taifeng.


"Kenapa kau berpikir begitu?" tanya jenderal Tailong.


"Apa kalian lupa dengan kejadian disaat putra mahkota baru bangun dari pingsannya?"


"Jelas jelas dia bertanya pada Taiwu mengenai bangsa siluman. Aku rasa bangsa siluman yang dia maksud adalah makhluk makhluk itu."


"Dan yang paling membuatku merasa aneh adalah, entah mengapa aku merasa bernostalgia akan kejadian ini. Seakan akan aku pernah melihat makhluk makhluk itu bersujud dihadapan putra mahkota sebelumnya," jelas jenderal Taifeng sambil mengerutkan dahinya.


"Setelah kau mengatakannya, akupun jadi berpikir demikian. Tapi kenapa kita bisa merasakan hal seperti itu?"


"Bukankah kita tak pernah bertemu dengan makhluk makhluk aneh itu?"


"Kalau dari perawakan mereka, mereka terlihat seperti iblis. Tapi entah mengapa mereka tak mengeluarkan hawa iblis sedikitpun," ucap jenderal Tailong.


"Aku pun merasa seperti itu. Tapi, ya sudahlah. Kita temui saja putra mahkota dan menanyakan semuanya agar menjadi jelas," sambung jenderal Taizhong sambil menatap ke arah punggung Xiao Tian.


#####


Tap tap tap


"Akhirnya kalian menyusul juga, jenderal Tailong, jenderal Taifeng dan jenderal Taizhong," ucap Xiao Tian yang masih dalam posisinya tanpa menoleh ke belakang sedikitpun.


"Salam putra mahkota, bisakah anda ... ," belum sempat jenderal Tailong menyelesaikan kalimatnya, Xiao Tian membalikkan badannya hingga bisa menatap mata ketiga jenderal utama.


Dengan tatapan yang begitu serius dia pun berkata, "Penjelasannya nanti saja. Percaya atau tidak, aku sudah menjelaskan tentang mereka kepada kalian sebelumnya. Jika kalian ingin tahu jawaban dari pertanyaan di dalam hati kalian, maka tanyakan saja pada diri kalian sendiri. Karena aku tak akan menjawabnya sekarang."


"Aku akan pergi ke istana untuk memimpin bangsa siluman menemui raja. Mengenalkan mereka ke raja dan para warga sangatlah penting, karena kedepannya kita akan hidup di dimensi mereka," jelas Xiao Tian sambil berjalan melewati ketiga jenderal utama.


"Oh iya, sebelum aku pergi meninggalkan kalian. Ada satu hal yang harus kukatakan. Tolong suruh para prajurit penjaga gerbang agar meninggalkan tempat ini dan bergabung ke gerbang istana. Karena kerajaan ini akan di kosongkan untuk sementara," ucap Xiao Tian sambil membelakangi punggung ketiga jenderal utama.


"Itu saja yang ingin kukatakan, ayo kita pergi," ucap Xiao Tian sambil membelakangi ketiga jenderal utama.


"Siap yang mulia!" ucap ketiga bangsa siluman dengan begitu kompak. Setelah Xiao Tian melompat lalu terbang dengan kecepatan tinggi melewati gerbang perbatasan, para bangsa siluman secara serentak bangkit dari tempat mereka bersujud. Setelah itu, mereka langsung melesat terbang mengejar Xiao Tian yang telah melesat pergi terlebih dulu.


Woosh woosh woosh


Ketiga jenderal terdiam kaku, karena mereka merasakan sebagian kecil kekuatan Xiao Tian yang terpancar keluar disaat dia berjalan melewati mereka.


"Sejak kapan kekuatan putra mahkota melampaui pendekar alam roh lapisan ketiga?"


"Mungkinkah dia menyembunyikan kemampuannya selama ini?"


"Lapisan pertama pendekar alam roh saja sudah membuatku kehabisan kata kata. Sedangkan tadi dia baru saja memancarkan kekuatan melampaui lapisan kedua," pikir jenderal Tailong dengan mata terbelalak.


"Kekuatan yang mengerikan, aku jadi lebih takut kepada putra mahkota dibandingkan pada para bangsa siluman," pikir jenderal Taifeng sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Latihan macam apa yang putra mahkota gunakan hingga bisa mencapai tahap semengerikan itu. Dan entah mengapa aku merasa kalau dia masih belum menunjukkan kultivasi yang sesungguhnya. Jika dugaanku benar, mungkin dia telah mencapai lapisan ke lima atau enam pendekar alam roh," pikir jenderal Taizhong sambil mengerutkan dahinya.


#Di dalam gerbang perbatasan timur kerajaan petir


Xiao Tian terus terbang dengan kecepatan tinggi melewati reruntuhan ibukota sebelumnya yang pernah menjadi tempat pertemuan klan serta tempat dimana turnamen beladiri kerajaan di adakan.


Sejak kunjungan mereka terakhir kali, para bangsa siluman memiliki pertanyaan yang mengganjal tentang kota tersebut. Namun karena saat itu mereka lebuh memikirkan tentang nasib kerajaan mereka yang diambil oleh sekte iblis membuat mereka membuang jauh jauh pertanyaan tersebut dan hanya fokus meminta bantuan kepada Xiao Tian untuk merebut kembali kerajaan mereka yang berada di dimensi es.


Karena saat ini mereka tak sedang dalam masalah, raja siluman rusa dan raja siluman rubah merah mempercepat langkah mereka hingga swjajar dengan Xiao Tian yang terbang tanpa menggunakan kecepatan penuhnya.


"Maaf mengganggumu, maharaja Xiao Tian. Bisakah kau jelaskan kota apa ini?"

__ADS_1


"Mengapa kota ini hancur dan begitu terbengkalai?"


"Makhluk macam apa yang bisa memporak porandakan kota di kerajaanmu ini?" tanya raja siluman rubah merah.


"Percaya atau tidak, yang menghancurkan kota ini adalah kakekku sendiri. Dia bahkan membantai seluruh klan Xiao yang bekerjasama untuk melenyapkanku. Asal kalian tahu saja, dulu aku begitu lemah dan tak berguna. Banyak yang ingin menyingkirkanku karena menganggapku tak pantas menjadi raja. Bahkan paman serta seluruh teman satu klanku sendiri ingin menyingkirkanku dari dunia ini."


"Hanya ayah, ibu, Taiwu dan seluruh kerabat satu klannya yang benar benar menghargaiku," jelas Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Seluruh kerabat satu klan dari tuan Taiwu?"


"Apakah mereka sekuat tuan Taiwu?" tanya raja siluman rusa.


"Maaf membuatmu kecewa. Tapi sayangnya kerabat satu klan dari Taiwu, belum ada yang mencapai pendekar tingkat setengah dewa petarung satupun," jelas Xiao Tian sambil melesat terbang menuju arah timur.


"Apakah Tainam Chun bukan bagian dari klannya?" tanya raja siluman rubah merah.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" sambung Xiao Tian.


"Kau tak merasakannya ya?"


"Tainam Chun telah mencapai tubuh seorang Dewa petarung, meskipun dia belum menguasai kultivasi barunya itu hingga terlihat begitu samar samar," jelas siluman rubah merah.


"Benarkah itu?"


"Terakhir kali aku berpapasan dengannya dia masih seorang pendekar tingkat emas. Jika memang itu kenyataanya, maka semuanya akan menjadi menarik," sambung Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Jadi, Tainam Chun juga anggota klan dari tuan Taiwu?" tanya raja siluman rusa sambil terbang di samping kanan Xiao Tian.


"Ya, dia memang kerabat satu klan Taiwu."


jawab Xiao Tian sambil melirik ke kanan.


"Lalu, sebenarnya apa nama klan mereka?" tanya raja siluman rubah merah sambil terbang di samping kiri Xiao Tian.


"Aku pun tak tahu soal itu. Yang pasti ayahku pernah mengatakan bahwa klan Taiwu pernah berjaya pada masanya."


"Dan alasan mereka mengabdi kepada ayahku yaitu karena ayahku pernah menyelamatkan klan mereka disaat mereka sedang dalam masalah. Dan saat itu dia belum menikah dengan ibuku, tentunya aku belum lahir jadi tak dapat menyaksikan kejadiannya," jelas Xiao Tian sambil melirik ke arah kiri.


"Masalah macam apa yang mereka hadapi?" tanya raja siluman rusa sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Di incar oleh seluruh klan di daratan elemen," jawab Xiao Tian sambil menatap ke arah raja siluman rusa.


"Melawan seluruh klan seorang diri sangatlah mustahil. Ditambah lagi berdasarkan ceritamu, ayahmu saat itu belum menikah dengan ibumu dan dia seharusnya tak memiliki kekuatan untuk menghentikan seluruh klan di usia semuda itu. Mungkinkah ada orang lain yang membantu ayahmu saat itu?" tanya raja siluman rubah merah.


"Setelah kau berkata seperti itu, aku jadi mulai ragu dengan cerita ayahku. Tapi saat ini ingatannya telah diacak acak oleh Dewa kera. Kemungkinan besar ingatan tentang peristiwa runtuhnya klan Taiwu juga telah dirubah."


"Ini benar benar membingungkan, aku harus bertanya pada Dewa petir terlebih dulu agar menemukan solusi. Semoga saja dia bisa membantu kita mencari jawabannya."


"Untuk saat ini, kita fokus mengungsikan seluruh penghuni di kerajaan ini. Karena sekte pembasmi iblis bisa datang kapanpun mereka mau," sambung Xiao Tian dengan dahi yang di kerutkan.


"Baiklah kalau begitu," ucap raja siluman rubah merah sambil menganggukkan kepalanya.


"Kalian membawa gulungannya kan?"


"Berikan padaku, gulungan itu lebih berharga dibandingkan kunci dimensi es," jelas Xiao Tian sambil mengulurkan tangannya.


"Kami memang membawanya, tapi gulungan ini tak bisa membawa lebih dari lima orang. Dan kami hanya memiliki sepuluh buah saja. Oleh karena itu kami datang kemari begitu lama. Karena harus bolak balik untuk menteleportasikan semuanya dari dimensi es," jelas raja siluman rubah merah sambil mengerutkan dahi.


"Kau masih beruntung memiliki sepuluh gulungan. Sedangkan kerajaanku hanya memiliki tiga buah gulungan saja, padahal sebelumnya kami memiliki ratusan," sambung raja siluman rusa sambil menatap ke arah raja siluman rubah merah.


"Kau juga harus bersyukur karena masih memiliki tiga buah gulungan. Setidaknya kau tak senasib dengan para siluman harimau. Mereka bahkan tak memiliki satu gulunganpun. Jika aku tak mengijinkan mereka ikut pergi menggunakan gulungan teleportasiku, sudah dipastikan bahwa mereka tak akan bisa ikut kemari," sambung raja siluman rubah merah sambil membalas tatapan raja siluman rusa.


"Sejak kapan kalian kehilangan gulungan gulungan itu?"


"Bukankah kalian masih memilikinya saat Dewa kera baru mengaktifkan teknik perubah ingatan?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Apa kau mengingat raja siluman rubah putih?" tanya raja siluman rubah merah.


"Tentu saja, memangnya ada apa dengannya?"


"Bukankah dia sudah tewas saat bertarung denganku di lembah naga dulu?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Dia masih hidup, aku sangat yakin akan hal itu. Karena aku tak mencium bau kematian dari tubuhnya."


"Kemungkinan besar yang kau bunuh saat itu adalah kloningnya. Atau hanya sekedar ilusi belaka. Karena membuat ilusi adalah salah satu keahliannya," jelas raja siluman rubah merah.

__ADS_1


"Apakah dia datang bersama pasukannya?" tanya Xiao Tian.


"Dia hanya datang sendiri, tapi kekuatannya berada diluar jangkauan kami. Dengan terang terangan dia datang ke istanaku, lalu membuat seluruh pasukanku pingsan tanpa menyentuh mereka sedikitpun."


"Aku pun hanya bisa terdiam kaku saat dia menatap ke arahku. Aku sangat yakin bahwa kekuatannya telah mencapai pendekar alam roh lapisan puncak, setara dengan kultivasimu saat ini. Jika dia mau membunuhku, aku pasti sudah tewas saat itu. Namun anehnya, dia hanya merampas gulungan teleportasi dari pasukanku dan hanya menyisakan sepuluh gulungan saja termasuk gulungan yang ada di dalam pakaianku," jelas raja siluman rubah merah.


"Istanaku?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Eh maksudku istanamu. Maafkan aku, aku tak bermaksud untuk melangkahimu maharaja Xiao Tian," sambung raja siluman rubah merah dengan tampang paniknya.


"Bagaimana denganmu?" tanya Xiao Tian sambil menatap raja siluman rusa.


"Aku juga mengalami hal yang sama. Dan aku berani bertaruh bahwa siluman harimau pun mengalami kejadian yang sama. Hanya saja mereka lebih tak beruntung karena tak disisakan satu gulungan teleportasi sama sekali," jelas raja siluman rusa.


"Aku sangat ingat kata terakhir yang dia ucapkan sebelum dia pergi dengan menggunakan gulungan teleportasinya," jelas raja siluman rusa.


#Satu hari sebelum para siluman muncul di wilayah luar kerajaan petir


#Kerajaan siluman rusa


Setelah menundukkan dan merampas gulungan teleportasi dari para siluman yang mengabdi kepada Xiao Tian, raja siluman rubah putih berkata,


"Apakah perasaanmu saat ini, sama seperti ketika sekte iblis datang kemari?"


"Apa maksud ucapanmu?"


"Apakah kau dalang dibalik serangan sekte iblis?" ucap raja siluman rusa dengan mata yang terbelalak.


"Kunci dimensi es berada di tangan maha rajamu, dan satu satunya cara lain untuk mencapai dimensi ini adalah gulungan teleportasi yang hanya dimiliki oleh ke lima bangsa siluman di dimensi es."


"Bangsamu, bangsa siluman harimau, bangsa siluman rubah putih, bangsa siluman kelinci, dan yang terakhir adalah bangsaku," jelas raja siluman rubah putih.


"Tunggu!"


"Jangan bilang kalau dalang penyakit aneh serta penyerangan sekte iblis yang sebelumnya juga bersumber darimu?" tanya raja siluman rusa.


"Untuk wabah penyakit yang menimpa kerajaan siluman harimau, itu murni kecelakaan. Aku tak sengaja membuka portal aneh tanpa tahu cara menutupnya. Kalau tak salah dewa iblis Yong Heng menyebutnya sebagai portal menuju alam neraka. Dan dari sanalah awal mula penyakit serta para dewa iblis dari alam semesta lain datang."


"Untuk penyerangan yang dilakukan raja iblis Lanbing, buka aku yang merencanakannya. Tapi kelima Dewa sesat yang saat itu masih belum aku kenal dan temui," jelas raja siluman rubah putih.


"Aku bahkan sempat tertipu oleh salah satu anggota dewa sesat, karena dibutakan oleh pil aneh yang dia berikan kepadaku."


"Gara gara pil itu, aku kehilangan kendali dan berakhir tewas di tangan Xiao Tian saat menyerangnya di lembah naga," jelas raja siluman rubah putih.


"Jika kau mati saat itu, lalu kenapa kau masih hidup saat ini?" tanya raja siluman rusa.


"Apakah kau tahu relik phoenix?"


tanya raja siluman rubah putih.


"Jangan bilang kau ... ," ucap raja siluman rusa dengan mata terbelalak.


"Percaya atau tidak, relik itu telah terikat denganku. Relik ini berbeda dengan relik lainnya, tak bisa dilacak dan dirasakan oleh pengguna relik lain atau bahkan dewa sekalipun. Orang yang terikat dengan relik ini akan dikaruniai keabadian dan kekuatan yang tak terkalahkan. Setiap kali dibunuh oleh lawan yang lebih kuat, maka aku akan bangkit kembali dengan kultivasi yang setara dengan pembunuhku. Menarik bukan?" jelas raja siluman rubah putih sambil menatap mata raja siluman rusa.


"Kenapa kau menceritakan hal ini padaku?" tanya raja siluman rusa.


"Karena aku ingin kau menjelaskannya pada Xiao Tian. Saat ini aku mungkin belum berani berhadapan dengannya. Namun ketika aku sudah merasa cukup kuat, aku pasti kembali untuk menghabisinya. Apa kau mengerti maksudku, pecundang?" tanya raja siluman rubah putih sambil mentap tajam mata raja siluman rusa.


"Oh iya, aku hampir lupa. Raja dari bangsa siluman kelinci dan raja siluman angsa menitipkan pesan kepadamu. Mereka bilang tolong selamatkan kami," ucap raja siluman rubah putih sambil tersenyum jahat.


"Jadi kau dalang dibalik hilangnya bangsa siluman kelinci dan raja siluman angsa?" tanya raja siluman rusa.


"Jangan lupa sampaikan salamku kepada maharajamu itu. Bahwa nyawa bangsa siluman kelinci dan siluman angsa ada di tanganku, jika dia berani datang atau berusaha mencariku maka akan kuhabisi mereka semua. Jangan cari aku sebelum aku merasa cukup kuat, kau mengerti?"


"Ahahahahahahah," tawa raja siluman rubah putih


"Terkutuk kau, raja siluman rubah putih!" teriak raja siluman rusa sambil mengepal erat kedua tangannya.


###Kerajaan petir


#Saat ini


"Dia menceritakan sedetail itu kepadamu?"


"Kenapa dia memperlakukanku dengan berbeda ya?" pikir raja siluman rubah merah.

__ADS_1


"Mungkin karena kau tak mengatakan apapun saat dia mengacau di kerajaanmu," sambung raja siluman rusa.


"Itu ... ," raja siluman rubah merah kehabisan kata kata, karena memang kenyataannya dia hanya bisa terdiam kaku karena saking takutnya akan kekuatan siluman rubah putih saat itu.


__ADS_2