Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 427 : Kunjungan para Dewa


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama, Liang Su dan Huanran pun keluar dari kamar mandi. Dengan pandangan sinis mereka menatap ke arah Xiao Tian dan berkata, "Cih,"


"Reputasiku," pikir Xiao Tian sambil menepuk dahinya.


Disaat Xiao Tian sedang merenungi reputasinya diantara para wanita, Dewa petir melangkah mendekat lalu menepuk pundaknya.


"Kenapa kau terlihat murung?" tanya Dewa petir sambil menepuk pundak Xiao Tian.


"Tak apa, hanya sebuah kesalah pahaman kecil saja," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.


Ketika menepuk pundak Xiao Tian Dewa petir seketika terdiam dan memasang tampang serius. Karena hal tersebut, Xiao Tian pun mulai merasa tidak nyaman.


"Kenapa kau menatapku dengan pandangan seperti itu?"


"Geli tahu!" ucap Xiao Tian sambil memasang tampang jijik.


"Apakah kau telah mencapai ranah para immortal?" tanya Dewa petir dengan tampang serius.


"Yah begitulah," jawab Xiao Tian sambil menghela napas.


"Bagaimana dengan inti apinya?"


"Apakah itu sudah kau serap juga?" tanya Dewa petir dengan serius.


"Tentu saja sudah ku serap dengan sempurna," jawab Xiao Tian dengan senyum di wajahnya.


"Syukurlah, dengan ini tugasku akan segera selesai," gumam Dewa petir sambil tersenyum.


"Yah, begitulah," sambung Xiao Tian dengan senyum di wajahnya.


"Takdir memang tak mudah di tebak ya?"


"Aku jadi ingat saat pertama kali bertemu denganmu, kau sangat cerewet dan tak tahu apapun. Dunia memandangmu dengan pandangan remeh, bahkan jujur saja dulu aku sendiri tak percaya bahwa kau akan menjadi seorang immortal," ucap Dewa petir sambil duduk di samping Xiao Tian.


"Yah, nasih siapa yang tahu. Akupun sempat berpikir kalau keputusanku melepas Sunlong adalah hal buruk yang akan mempersulit kenaikan kultivasiku. Siapa sangka kalau ternyata aku bisa mendapat roh beladiri legendaris yang bahkan diinginkan oleh para Dewa. Dan itupun bisa kudapatkan hanya dengan menelan satu buah pil saja," ucap Xiao Tian sambil duduk di samping Dewa petir.


"Lebih dari itu, aku malah terkejut setelah mengetahui bahwa kau telah mati dua kali dan bereinkarnasi ke titik terakhir kematianmu," sambung Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.


"Yah, akupun sempat tak mempercayai itu. Mati karena serangan harimau dan hidup kembali di jaman modern. Menjadi jenius di bidang pengobatan, lalu tewas karena kesalahan Dewa. Dan hidup kembali di titik terakhir kematianku," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.


"Yang lebih membingungkanku adalah kenapa kau menikahi wanita yang menjadi penyebab kematian pertamamu," tanya Dewa petir dengan heran.


"Ah, soal itu ya?"

__ADS_1


"Kau tahu kan, kalau saat itu aku tak begitu mengingat masa lalu sebelum diserang harimau buas?" sambung Xiao Tian.


"Yah, memangnya ada apa dengan itu?" tanya Dewa petir dengan heran.


"Sejak aku berhadapan dengan Jia Li, kepalaku selalu pusing dan merasa tak asing dengannya. Bayangan Jia Li kecil yang malang selalu terbesit dipikiranku, dan selalu mendorongku untuk melindunginya,"


"Karena penasaran dengan hal tersebut aku pun terus mencoba mengingatnya. Namun tidak ada hasilnya sama sekali."


"Selama itu kebaikanku terhadap Jia Li tidak lebih dari rasa ingin tahu akan siapa sebenarnya dia bagiku dulu."


"Hingga suatu saat dia rela membagikan pil suci yang merupakan bagian dari nyawanya untuk menyelamatkanku," jelas Xiao Tian dengan serius.


"Dia pernah berhasil membunuhmu sekali, dan kau kembali kemari karena keteledoranku. Dan kau memaafkannya hanya karena itu?" tanya Dewa petir dengan heran.


"Dosanya memang tak termaafkan, jika aku tak mempunyai keahlian membaca pikiran mungkin aku akan membencinya hingga sekarang,"


"Tahukah engkau alasan dia ingin membunuhku dulu?" tanya Xiao Tian dengan serius.


"Karena kau sampah tak berguna kan?" jawab Dewa petir.


"Awalnya aku pun berpikir begitu. Tapi setelah aku membaca pikirannya ketika tertidur. Semuanya pun terungkap. Dan alasan dia ingin membunuhku adalah untuk menjaga janji masa kecilnya. Dulu aku dan dia pernah berjanji akan menikah ketika besar nanti, dan dia masih mengingat janji tersebut. Sayangnya dia tak tahu kalau orang yang dia nikahi adalah orang yang sama karena aku menggunakan topeng perubah wajah dulu," jelas Xiao Tian dengan serius.


"Janji masa kecil dibuat secara spontan dan bukan atas dasar cinta, kau menikahinya hanya karena dia ingin mempertahankan janji masa kecil denganmu?" sambung Dewa petir dengan serius.


"Cinta ya?"


"Jujur saja, pernikahan ini tidak lebih dari rasa simpati dan sebuah balas budi," ucap Xiao Tian sebelum berjalan meninggalkan Dewa petir.


"Kau mau kemana?" tanya Dewa petir.


"Aku ingin pergi mandi dulu, tolong jangan katakan curhatanku tadi pada orang lain ya. Terutama pada istriku," ucap Xiao Tian sambil berjalan meninggalkan Dewa petir.


"Tenang saja, kau bisa mengandalkanku," jawab Dewa petir sambil menatap punggung Xiao Tian.


#Kamar mandi gedung pusat sekte badai berduri


Xiao Tian membuka pakaiannya lalu terjun masuk ke dalam kolam yang dihiasi kelopak bunga untuk membasuh badannya.


"Cinta ya?"


"Huft," Xiao Tian menghela napas sambil berendam di kolam.


#Keesokan harinya

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Xiao Tian berkultivasi selama semalaman untuk memperkuat pondasi tubuhnya. Saat ini tubuhnya telah menjadi tubuh seorang immortal. Jauh lebih kuat daei sebelumnya dan yang pasti dia juga telah memperoleh pengetahuan berbagai macam teknik baru yang diwariskan oleh pikiran sisi lainnya.


Meski terdiri dari bagian gelap dirinya, sisi lain Xiao Tian juga mengandung sebagian kecil jiwa dari naga putih raksasa penjaga lembah kristal es.


Karena itu, selain teknik elemen kegelapan. Xiao Tian juga mendapatkan teknik baru yang berelemen cahaya.


Dari situlah dia mendapatkan busur surgawi serta teknik teknik didalamnya.


Ketika selesai berkultivasi di kamar tamu, Tainam Chun memasuki ruangan dengan tampang panik.


"Hosh hosh hosh," napasnya terengah engah karena habis berlari sekuat tenaga.


"Ada apa?"


"Kenapa kau terlihat begitu panik?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.


"Dewa Dewi dan para kesatria Langit sudah mengepung sekte ini," jawab Tainam Chun dengan tubuh gemetar ketakutan.


"Ini lebih cepat dari yang aku kira," ucap Dewa petir sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Cepat atau lambat hasilnya tidak akan berubah, Xiao Tian telah menjadi immortal dan sudah memenuhi syarat untuk menjabat sebagai Dewa," ucap Wu Kong dengan tampang serius.


"Menjabat sebagai Dewa?" pikir Tainam Chun dengan tampang heran.


"Dewa Bumi, kemarilah!" ucap Wu Kong melalui telepati.


Seketika Dewa Bumi muncul dari dalam tanah dan berkata, "salam Dewa kera, apakah ada yang bisa kubantu?"


"Tentu ada," sambung Wu Kong dengan tampang serius.


"Apa itu?"


"Katakan saja, aku akan menjawabnya jika memang bisa," sambung Dewa Bumi sambil memberi hormat.


"Siapa saja yang berkumpul di luar sana?" tanya Wu Kong dengan tampang serius.


Tanpa mengurangi rasa hormat, Dewa Bumiemberi hormat lalu berkata, "Mereka yang muncul bukanlah Dewa Dewi yang menyerangmu kemarin. Tetapi Dewi Bulan, Dewa bintang, Dewa matahari, Dewa Air, Dewa Awan, Dewa perang Guan Yu, Dewa Api dan Dewa hujan," jawab Dewa Bumi sambil menundukkan kepalanya.


"Apakah kaisar Langit ada bersama mereka?" tanya Wu Kong dengan serius.


"Ehm," angguk para penjaga.


"Ayo kita keluar," Wu Kong mengajak Xiao Tian keluar untuk menghadap pada Kaisar langit dan para Dewa yang telah menunggunya diluar gedung.

__ADS_1


"Baiklah," Xiao Tian menuruti perintah Wu Kong dan pergi keluar gedung untuk menemui para Dewa.


"Sebenarnya apa yang diinginkan para Dewa dariku," pikir Xiao Tian sambil mengikuti langkah Wu Kong.


__ADS_2