Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 240 : Bantai habis


__ADS_3

Setelah menyadarkan Jenderal Tailong dari belenggu darah vampir, Xiao Tian memberikan pil yang sama untuk menyadarkan Kaibo dan Jingmi yang terkena dampak ledakan bola qi berelemen cahaya.


Tak perlu waktu lama, mereka pun tersadar.


Meski tenaga mereka belum pulih, Jingmi dan Kaibo masih sanggup berbicara dengan pelan.


"Kak Xiao Tian ... , kau kah itu?" tanya Kaibo sambil menatap Xiao Tian.


"Selamat datang kembali, Kaibo," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


Mendengar Kaibo memanggil Xiao Tian seperti biasa membuat Jingmi meneteskan air mata, dengan tangan yang masih agak gemetaran dia mencoba meraih tangan Kaibo yang berada tepat di samping kanannya.


Setelah Jingmi berhasil meraih tangan Kaibo, Kaibo langsung menoleh ke arah Jingmi lalu berkata, "Jingmi, kau kah itu?"


"Kenapa tubuhmu penuh dengan luka?"


"Apa kau mengenalku?"


"Kaibo?" tanya Jingmi sambil meneteskan air mata.


"Tentu saja aku mengenalmu, bagaimana mungkin aku melupakanmu!" bentak Kaibo dengan kesal.


"Syukurlah," ucap Jingmi sambil berlinang air mata.


Belum sempat mereka beristirahat dengan tenang, terdengar suara teriakan dari luar istana.


"Keluarlah kalian, para pemuja iblis!"


"Berikan dua iblis kecil kepada kami, atau kerajaan ini akan kami bantai!"


"Pangeran," Taiwu langsung menatap Xiao Tian dengan khawatir. Dia merasa khawatir karena diluar sana terasa tekanan qi yang cukup kuat untuk mengguncang kerajaan petir.


#Diluar istana


Jenderal Jiang Rong Yu dan Jemderal Lin Dong Fang berteriak di luar istana. Mereka ditemani oleh pasukan masing masing sambil membawa bendera perang.


"Apa maksud semua ini, Jiang Rong Yu, Lin Dong Fang!" bentak Xiao Zhao Ye sambil menatap kedua jenderal yang sedang memberontak.


"Sekte iblis, telah dibubarkan. Seluruh lautan yang mengurung daratan elemen dari dunia luar telah mengering. Dan semua bangsa leviant telah dibasmi habis oleh pasukan elit pembasmi iblis. Meski para raja iblis berhasil kabur, mereka tak akan bisa mengancam kedamaian lagi karena pasukan elit pembasmi iblis telah kembali.


"Lalu apa hubungannya antara pasukan elit pembasmi iblis dengan pemberontakan kalian ini?" bentak raja Xiao Zhaoye.


"Tentu saja ada, mereka hanya ingin menghindar dari serangan kami. Jika mereka memilih bertahan di kerajaan petir makan kami akan membantai mereka," ucap seseorang berjirah emas yang berjalan melewati gerbang istana.


Dibelakang orang itu terdapat pasukan elit pembasmi iblis yang memakai pakaian serba kuning. Orang tersebut berjalan sambil menyeret sebuah tombak bercorak naga yang berlapis aura emas.


"Apa maksudmu, Feng Xian!" bentak raja Xiao Zhaoye sambil memancarkan hawa membunuh.


"Lama tak bertemu, Raja Xiao Zhaoye," ucap Feng Xian salah satu jenderal pemimpin pasukan elit pembasmi iblis.


Tepat setelah Feng Xian menyapa raja Xiao Zhaoye, jenderal Taifeng serta jenderal Taizheng berjalan keluar dari dalam istana. Diikuti oleh ratu Xiao Hong yany berjalan santai di belakang mereka.


"Ada apa ini?" tanya Xiao Hong.

__ADS_1


"Wah wah tak kusangka tokoh utamanya telah muncul di depan mata, bagaimana kabarmu ratu Xiao Hong?"


"Atau harus kupanghil Topeng bencana?" ucap Feng Xian sambil menatap ratu Xiao Hong dengan pandangan hina.


"To ... topeng bencana?"


"Apa maksudmu?"


"Ratu Xiao Hong adalah seorang wanita, dia tak mungkin topeng bencana. Lagipula kau bilang kalau topeng bencana telah tiada, kenapa ucapanmu berbeda dengan ucapanmu yang sebelumnya?" ucap jenderal Jiang Rongyu sambil menatap Feng Xian.


"Hahahah, sepertinya kalian benar benar ketinggalan berita dan salah memahami ucapanku. Topeng bencana memang belum mati, tapi dia tak akan bisa kembali. Karena saat ini dia tak bisa menggunakan kekuatan maksimalnya seperti dulu," jelas Feng Xian.


"Benar kan, Ratu Xiao Hong?" tanya Feng Xian sambil menatap ratu Xiao Hong.


"Hong er masuklah kembali ke dalam istana, kau sedang hamil saat ini. Tak baik bagimu ikut bertarung dengan para pendekar tingkat tinggi," ucap Xiao Zhaoye sambil menepuk pundak Xiao Hong.


"Aku tak tahu dari mana kau mengetahui identitas lainku itu, tapi jangan pernah menganggapku lemah hanya karena aku hamil saat ini," jawab Ratu Xiao Hong dengan tatapan kesal.


"Aku tak tahu kalau kau sedang hamil, tapi kabar ini malah semakin menyenangkanku. Dengan hamilnya dirimu maka kau akan menjadi semakin lemah, Topeng bencana!" Feng Xian melesat begitu cepat sambil menghunuskan tombaknya ke arah ratu Xiao Hong. Ratu Xiao Hong menghilang dari pandangan lalu memanggil pedang merah yang dia simpan rapat rapat di dalam istana dengan merapalkan sebuah mantra di dalam hati. Tepat ketika pedang tersebut berada di genggaman tangan Xiao Hong, semua orang langsung percaya bahwa ratu Xiao Hong merupakan identitas asli dari Topeng bencana.


Ketika pedangnya menyentuh jirah emas Feng Xian, Xiao Hong terkejut bukan main. Karena dia tak bisa menggoresnya sedikitpun.


"Apa yang ... ?" belum sempat ratu Xiao Hong menarik kembali pedangnya, jenderal Jiang Rong Yu dan jenderal Lin Dong Fang memukul pundak Xiao Hong secara bersamaan hingga membuatnya terpental maju begitu jauh.


Raja Xiao Zhaoye langsung menangkap tubuh Xiao Hong sebelum menabrak tembok istana, dengan wajah hawatir dia pun berkata, "Kau tak apa apa, istriku?"


"Seorang wanita tetaplah seorang wanita, tanpa topeng perubah wujud yang membuatnya menjadi sekuat pria. Ratu Xiao Hong tak lagi menjadi ancaman," ucap Feng Xian sambil tersenyum jahat.


"Hahahahaha, jadi ini maksud ucapanmu. Aku mengerti sekarang, dengan menyatukan pasukan keluarga Jiang dan keluarga Lin, ditambah pasukan elit pembasmi iblis kita pasti bisa melengserkan keluarga Xiao. Bangsawan pemuja iblis memang pantas untuk mati," ucap Jiang Rongyu sambil tertawa jahat.


"Hahaha, sepertinya kabar yang kalian dejgar baru setengah saja. Meski aku tak sekuat dulu tapi bukan cuma aku yang bisa menjadi pelindung istana ini. Meski kalian semua bersatu, kalian tak akan bisa melengserkan keluarga Xiao. Karena pelindung kami jauh lebih kuat dari yang kalian bayangkan," sambung xiao Hong sambil tersenyum tipis.


"Pelindung katamu?"


"Berhenti membual, memangnya siapa yang sanggup mengalahkan kami semua hanya seorang diri?" tanya jenderal Jiang Rongyu sambil tersenyum sinis.


"Aku!" ucap Xiao Tian sambil melangkah keluar dari dalam istana.


Xiao Tian mengeluarkan hawa membunuh yang sangat besar melebihi kekuatan seorang pendekar alam ilusi untuk menakut nakuti para jenderal beserta pasukannya.


"Ti ... tidak mungkin!"


"Bukankah itu pangeran Xiao Tian yang terkenal sebagai sampah?"


"Kenapa kultivasinya bisa menjadi semengerikan ini?" ucap jenderal Jiang Rong Yu sambil berjalan mundur.


"Tuan Feng Xian, bagaimana ini?" tanya jemderal Lin Dong Fang.


"Kenapa informanku tak menceritakan tentang semua ini?"


"Dia tak bilang kalau pangeran Xiao Tian jauh lebih mengerikan dibandingkan topeng bencana?" ucap Feng Xian dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


"Pertarungan ini terlalu beresiko, semuanya mundur!" ucap jenderal Lin Dong Fang.

__ADS_1


Tepat ketika para jenderal beserta pasukannya ingin berbalik arah, para pasukan siluman harimau masuk melewati gerbang istana dengan santainya.


Melihat para siluman harimau muncul menghalangi jalan keluar mereka pun terkejut bukan main.


"I ... iblis!" teriak para prajurit keluarga Lin dan prajurit keluarga Jiang.


"Buka iblis, mereka tak memancarkan hawa iblis sedikitpun. Lebih tepatnya mereka merupakan bangsa siluman," sambung Feng Xian dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


"Apa yang kalian lakukan disini?"


"Kenapa bangsa siluman seperti kalian begitu berani menampakkan diri di siang hari?" tanya Feng Xian sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Bunuh mereka!" ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Baik yang mulia," ucap para siluman harimau melalui telepati.


Setelah mendapat perintah dari Xiao Tian, para siluman harimau memancarkan hawa membunuh yang cukup tinggi. Meski lebih lemah dari hawa membunuh milik Xiao Tian, mereka cukup membuat takut para prajurit yang memiliki kultivasi di bawah rata rata.


Dengan kecepatan tinggi para siluman mencabik cabik para prajurit penghianat beserta pasukan pembasmi iblis satu persatu.


"Beraninya kalian membunuh orang orangku!"


ucap Feng Xian sambil bersiap melempar tombak beraura emas di tangannya.


Belum sempat dia lemparkan tombak tersebut ke arah para siluman, Xiao Tian muncul tepat di belakangnya secara tiba tiba.


Sambil menepuk pundaknya diapun berkata, "Ingatlah, lawanmu bukan mereka. Tapi aku,"


"Sial, aku lupa kalau harus melarikan diri," pikir Feng Xian dengan tubuh yang gemetaran.


"Sampai jumpa di neraka, Feng Xian!" ucap Xiao Tian sambil menggeser tangan kanannya ke arah kiri hingga membuat leher Feng Xian terputus.


Para pemberontak dihabisi tanpa ampun oleh siluman harimau atas perintah Xiao Tian, para prajurit kerajaan yang melihat kejadian tersebut hanya bisa menonton karena tak ingin menjadi sasaran para siluman.


Setelah menyapu bersih para pemberontak, para siluman harimau berkumpul lalu membungkuk dihadapan Xiao Tian. Sambil memberi hormat mereka pun berkata, "Salam Dewa Obat Xiao Tian."


"De ... dewa Obat?" semua orang terkejut bukan main setelah mendengar para siluman memanggil Xiao Tian dengan sebutan maharaja.


Belum sempat mereka menenangkan diri, raja siluman rubah merah dan raja siluman rusa berjalan melewati gerbang istana bersama seluruh prajurit mereka. Saat berada di hadapan Xiao Tian mereka pun mengatakan hal yamg sama, "Hormat kami, yang mulia maharaja Xiao Tian."


"Sejak kapan putraku menjadi raja para siluman?" pikir raja Xiao Zhaoye dengan mata terbelalak.


"Apa dia masih pangeran Xiao Tian yang sama?" pikir jenderal Taifeng dengan mata yang terbelalak.


"Para siluman rubah merah memiliki penciuman yang sangat tajam, benar kan?" tanya Xiao Tian sambil menatap para siluman rubah.


"Basmi seluruh anggota klan Jiang serta klan Lin yang masih berada di kediaman mereka!"


"Langkah ini diperlukan demi memutus roda balas dendam," ucap Xiao Tian dengan tatapan serius.


"Siap laksanakan." Para siluman rubah langsung menyebar ke seluruh wilayah kerajaan petir mencari para anggota klan penghianat yang bersembunyi menuruti perintah Xiao Tian.


Xiao Tian melakukan semua ini atas bimbingan Dewa petir, berdasarkan informasi yang Dewa Petir katakan. Klan Lin dan klan Jiang sudah lama berniat memberontak hingga mengajarkan kebencian terhadap keluarga Xiao hingga ke anak cucu mereka.

__ADS_1


Demi menghindari serangan balasan dari anak cucu mereka nanti, Xiao Tian terpaksa membasmi penghianat hingga ke akarnya.


__ADS_2