Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 163 : Melawan raja iblis Lanbing


__ADS_3

Raja iblis Lanbing telah berubah menjadi beruang kutub raksasa. Xiao Tian terpaksa menghadapinya karena harus mencegah raja iblis Lanbing pergi menuju ke ruang bawah tanah.


"Dewa Petir, bisakah kau ukur kekuatan raja iblis Lanbing saat ini?" ucap Xiao Tian.


"Kau kan sudah punya gelang dewa, pakai itu untuk mengukur kekuatannya." jawab Dewa Petir.


"Mana mungkin aku bisa mengukur kekuatannya, tanpa gelang dewa pun ... , aku bisa merasakan bahwa kekuatannya sangat jauh di atasku."


"Kau kan tahu, kalau gelang dewa tak bisa mengukur kekuatan lawan yang terlampau jauh di atasku." jelas Xiao Tian dengan kesal.


"Aku hanya seorang roh sekarang, tapi aku bisa memastikan bahwa kekuatan raja iblis Lanbing, jauh di atas kekuatan seorang Dewa Petarung. Jika dia mau, dia bisa mengalahkan topeng bencana dengan kekuatannya yang sekarang. Entah apa yang membuatnya menyembunyikan kekuatan sedahsyat itu selama peperangan sekte iblis waktu itu." jelas Dewa Petir.


"Lagi-lagi lawan yang merepotkan. Kalau lawanku seperti ini terus, aku akan cepat menemui ajalku." gumam Xiao Tian.


"Bukankah sudah kukatakan padamu, jika kau terus mengejar putri Jia Li maka kau akan sering berhadapan dengan keadaan yang mengancam nyawamu." jelas Dewa Petir.


"Iya iya, berhenti mengingatkanku, ini jalan yang kupilih sendiri, dan aku harus melewati semua ini tanpa mengeluh."


"Itu yang ingin kau katakan padaku, bukan?" ucap Xiao Tian.


"Tidak, bukan itu. Satu-satunya hal yang ingin kukatakan saat ini yaitu, teruslah hidup dan kalahkan raja iblis Lanbing!" ucap Dewa Petir.


"Kalau soal itu tak perlu kau beritahukan padaku, akan kupastikan raja iblis Lanbing menemui ajalnya!" ucap Xiao Tian.


Raja iblis Lanbing menyemburkan badai salju yang di hiasi oleh ribuan kristal es beracun yang begitu tajam. Xiao Tian menghindari serangan raja iblis Lanbing dengan melompat ke atas udara. Naga hitam raksasa datang menjemput Xiao Tian, lalu membawa Xiao Tian terbang ke atas langit sambil menghindari semua serangan badai salju yang dilancarkan raja iblis Lanbing.


Naga hitam beserta Xiao Tian mencoba menyerang raja iblis Lanbing menggunakan bola api biru dari segala arah, namun tak ada satupun serangan mereka yang memberikan dampak. Bulu-bulu putih yang menyelimuti tubuh raja iblis Lanbing begitu tebal dan kokoh, hingga bisa menahan semua serangan mereka.


"Hahahaha, berhenti melakukan serangan yang sia-sia, manusia!" ledek raja iblis Lanbing.


"Cih, apa yang harus kulakukan agar bisa menghabisi raksasa ini." pikir Xiao Tian.


#Ruang bawah tanah


Tailung beserta pasukannya menghabisi semua penjaga yang bertugas di dalam ruang bawah tanah. Sedangkan Kaibo dan beberapa siluman harimau, menjaga di pintu masuk tangga rahasia, untuk menghadang musuh jika ada yang memasuki ruang bawah tanah.


Di dalam pintu masuk menuju ruang bawah tanah, Kaibo beserta beberapa siluman harimau yang merupakan mantan bawahan Tailing Zen, mendengar suara tawa dari raja iblis Lanbing.


Kaibo juga merasakan kengerian kekuatan raja iblis Lanbing, tapi dia lebih khawatir melihat para siluman harimau yang merupakan mantan bawahan Tailing Zen terlihat begitu gemetar ketakutan.


"Kekuatan ini, semoga Dewa Obat Xiao Tian tidak apa-apa. Semoga tak bernasib seperti Dewa Obat yang sebelumnya." ucap para siluman harimau perak.


"Tunggu, jadi kalian tahu mengenai apa yang terjadi dengan Dewa Obat yang sebelumnya?"


tanya Kaibo.


"Sebenarnya seseorang yang kami sebut sebagai Dewa Obat, telah lama tewas dibunuh oleh raja iblis Lanbing."


"Dia terbunuh saat mencoba melawan raja iblis Lanbing beserta pasukannya yang sedang menyerbu ke istana es."


jelas salah satu siluman harimau perak.


"Tunggu, apa maksudmu?"


"Bukankah Tailung bilang kalau kalian kalah karena Dewa Obat tak melindungi kalian?"


"Kenapa cerita kalian berbeda dengan cerita Tailung?" tanya Kaibo.


"Itu semua terjadi karena ingatan Tailung dan pasukannya telah dimanipulasi oleh raja iblis Lanbing!"

__ADS_1


"Berbeda dengan tuan Tailing Zen beserta pengikutnya, kami telah menelan pil dari Dewa Obat hingga ingatan kami tak bisa dimanipulasi."


"Selama ini, kami berpura-pura tunduk dibawah perintah raja iblis Lanbing."


"Sedangkan Tailung beserta pasukannya menolak tunduk kepada raja iblis Lanbing dan terus membenci tuan kami."


"Raja iblis Lanbing memang bisa memanipulasi ingatan, tapi dia hanya bisa melencengkan sedikit kenyataan dengan sisa kekuatannya saat itu."


"Hal itu terjadi karena kekuatannya sudah cukup terkuras habis saat melawan Dewa Obat waktu itu." jelas salah satu siluman harimau perak.


Para siluman harimau perak menjelaskan bahwa, ketika raja iblis Lanbing berubah menjadi beruang kutub raksasa, Dewa Obat mereka tewas di tangan raja iblis Lanbing setelah melawan dengan seluruh tenaganya.


Sedangkan dalam ingatan Tailung, Dewa Obat tidak datang membantu mereka, dan mereka tak punya kesempatan untuk melawan balik.


Tailing Zen berserta pasukannya pura-pura tunduk dihadapan raja iblis Lanbing, demi membangkitkan kembali Dewa Obat mereka.


Selama ini Tailing Zen beserta pasukannya menyembunyikan tubuh milik Sang Dewa Obat, ke dalam ruang bawah tanah di markas rahasia siluman harimau perak.


Untuk membangkitkan Sang Dewa Obat, Tailing Zen memerlukan ratusan ribu pil suci. karena pil suci hanya bisa di dapat dari istana es, dia rela tunduk di hadapan raja iblis Lanbing. Itulah alasan mengapa dia menculik semua wanita suci dengan elemen es murni yang dia temukan.


Sejauh ini baru dua wanita suci yang mereka temukan, yaitu putri Jia Li dan putri Feng Yin.


Setelah mendengar penjelasan para siluman perak, Kaibo mulai mengerti dengan apa yang telah terjadi.


"Lalu, kenapa kau tak menceritakannya kepada kami sejak Tailing Zen meninggal?" tanya Kaibo.


"Karena Dewa Obat Xiao Tian berkata, kalau dia telah membaca semua ingatan Tailing Zen. Dia juga memberi tahu kami lewat telepati, agar tak menceritakan semua itu kepada kalian." jelas salah satu siluman harimau perak.


Ketika sudah lama bercerita, Tailung beserta pasukannya telah kembali dari penjara suci, mereka membawa putri Jia Li dan putri Feng Yin yang masih tak sadarkan diri.


Tanpa sengaja, Tailung mendengar semua cerita para siluman harimau perak.


"Kenapa!"


"Kalau kau cerita sejak dulu, mungkin kakakku Tailing Zen tidak perlu mati!" teriak Tailung sambil berlari menghajar salah satu siluman harimau perak.


Brukkk


"Maafkan kami, kami hanya menuruti perintah atasan kami." ucap para siluman harimau perak.


Ketika Tailung ingin menghajar para siluman harimau perak lagi, Kaibo menahan pukulan Tailung sambil berkata.


"Berhenti mencari keributan disini, untuk sekarang kita adalah tim."


"Simpan tenagamu untuk melawan para iblis, jika kau melukai mereka, maka sama dengan melukai aliansi kita. Karena jika mereka terluka, Jumlah pasukan kita juga akan berkurang. Demi merebut kembali istana es, kumohon berhentilah membuat keributan." ucap Kaibo.


"Cih, kalian beruntung karena iblis kecil melindungi kalian."


"Ayo kita keluar dari tempat ini, dan membantu Dewa Obat Xiao Tian menghabisi raja iblis Lanbing!" ucap Tailung.


Tailung beserta pasukannya melangkah keluar ruang rahasia, diikuti oleh Kaibo dan para siluman harimau perak yang berjalan di belakang mereka.


#Istana es


Raja iblis Lanbing terus menyerang Xiao Tian dengan semburan badai kristal beracun, namun Xiao Tian masih bisa menghindari semua serangan itu dengan bantuan naga hitam raksasa yang terbang dengan kecepatan tinggi.


"Sial, aku hanya bisa terus menghindar, dan tak bisa menyerang balik. Setiap aku ingin menyerang ke arahnya, dia selalu menyemburkan badai merepotkan itu."


"Bukan hanya itu, meskipun aku berhasil menerobos badai dan menyerang balik ke arahnya, tak ada satupun serangan yang berhasil melukai tubuh kerasnya."

__ADS_1


"Merepotkan." ucap Xiao Tian.


Setelah cukup lama menghindari serangan dari raja iblis Lanbing, Tailung dan pasukannya keluar dari ruang bawah tanah membawa putri Jia Li dan putri Feng Yin.


Tailung berteriak keras untuk memanggil Xiao Tian, agar membuka portal ruang hampa.


"Dewa Obat Xiao Tian, kami berhasil menolong teman-temanmu. Tolong buka portalnya agar kami bisa memasukkan teman-temanmu ini ke dalam portal!" teriak Tailung.


Raja iblis Lanbing menatap ke arah mereka karena mendengar teriakan Tailung.


Dia menyemburkan badai kristal beracun ke arah Tailung dan pasukannya tanpa pikir panjang. Xiao Tian langsung membuka portal menuju ruang hampa. Beberapa bawahan Tailung memasuki portal tersebut sambil menggotong tubuh putri Feng Yin dan putri Jia Li ke dalam portal. Sedangkan Tailung beserta pasukannya yang tersisa, melompat menghindari semburan badai kristal es tersebut.


Duarrr


"Dasar bodoh, kenapa kalian tidak masuk ke portal juga!" teriak Xiao Tian.


"Maafkan kami, kami tak bisa membiarkanmu bertarung seorang diri!"


"Karena istana es juga merupakan tanah air kami!" ucap Tailung.


"Serang!" teriak para bawahan Tailung sambil berlari mendekati raja iblis Lanbing.


"Makhluk-makhluk bodoh, menjauhlah dariku!" teriak raja iblis Lanbing sambil menghempaskan para siluman harimau dengan memakai tangannya.


Duarrrrt


Para siluman harimau beterbangan ke atas udara karena serangan raja iblis Lanbing.


Ketika mereka hampir tewas terkena semburan badai kristal es beracun, Xiao Tian membuka portal ruang hampa tepat di bawah para siluman harimau.


Dia menutup portal ruang hampa, ketika para siluman harimau sudah tersedot masuk ke dalam portal tersebut.


"Dasar bodoh, dia bukan lawan kalian!"


"Berhentilah keras kepala dan masuklah ke dalam ruang hampa!"


"Ini juga berlaku untukmu Tailung!" teriak Xiao Tian.


Xiao Tian membuka portal menuju ruang hampa tepat di hadapan Tailung, para siluman harimau perak beserta Kaibo langsung melompat memasuki portal tersebut tanpa rasa ragu. Diikuti oleh para bawahan Tailung yang gemetar ketakutan, karena tahu bahwa kekuatan mereka tak bisa melawan beruang kutub raksasa.


Sedangkan Tailung masih bersi keras menolak perintah Xiao Tian. Dia berlari mendekati raja iblis Lanbing, meninggalkan portal ruang hampa, dan fokus menatap ke arah raja iblis Lanbing sambil berlari menghindari semua serangannya.


Dia terus berlari memutari raja iblis Lanbing, lalu menaiki punggungnya yang penuh bulu.


"Matilah kau, beruang terkutuk!" teriak Tailung sambil memukul punggung raja iblis Lanbing memakai jurus mematikan yang biasa menjadi andalannya.


Sayangnya tangan kanannya yang berlapis sinar biru, tak bisa membekukan tubuh raja iblis Lanbing.


Serangan yang dia lancarkan malah berbalik mengenainya, hingga membuat tubuh Tailung membeku diselimuti oleh es yang begitu dingin.


"Hahahaha, dasar bodoh!"


"Tubuhku diciptakan untuk menyerap semua kekuatan relik, dan kekuatan milikmu itu berasal dari relik beku."


"Terimakasih karena telah memberikan sebagian kekuatan relikmu kepadaku, Tailung!" ucap raja iblis Lanbing, sambil meremukkan tubuh Tailung yang membeku, dengan meremas tubuh beku Tailung memakai tangan raksasanya.


Bruakkk


"Tailung!" teriak Xiao Tian.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2