Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 341 : Turnamen kembali dimulai


__ADS_3

Xiao Tian berjalan keluar dari lantai bawah di gedung pusat cabang petarung, sedangkan semua teman temannya yang menyamar menjadi tetua petarung belum sampai ke tempat turnamen.


Lian Ting yang melihat Xiao Tian keluar dari dalam ruang bawah tanah terkejut bukan main, karena sebelumnya dia sangat yakin bahwa Xiao Tian telah berjalan pergi melewati gerbang sebelumnya.


Karena saat itu dia sedang berada tepat dihadapan tangga menuju ruang bawah tanah, Lian Ting pun bertanya, "Anwh sekali, aku sangat yakin kalau kau pergi keluar tadi. Kenapa tiba tiba saja kau ada di bawah sana?" tanya Lian Ting sambil tersenyum.


"Apa aku mengenalmu?" ucap Xiao Tian sambil berjalan melewati Lian Ting.


"Sialan, beraninya dia mengabaikanku!" ucap Lian Ting sambil mengeluarkan pedang dari cincin ruangnya.


Disaat Lian Ting ingin menebas Xiao Tian daei belakang, Tian Zhong yang menyamar menjadi nenderal Chen Li berteriak, "Lian Ting!"


"Beraninya dia membentakku hanya karena sekteku baru pertama kali mengalami kekalahan,"


"Setelah turnamen selesai, akan kubuat kau menyesali hal ini," pikir Lian Ting sambil menatap tajam mata Jenderal Chen Li.


"Aneh sekali, padahal kekuatannya begitu rendah jika dibandingkan dengan kekuatan jenderal Chen Li. Tapi kenapa dia berani menatap mataku dengan tatapan seperti itu?" pikir Tian Zhong yang menyamar menjadi jenderal Chen Li.


Meski terlihat marah, dan dendam. Lian Ting tetap mengurungkan niatnya untuk menyerang Xiao Tian dengan memasukkan kembali pedangnya ke dalam cincin ruang.


"Kau beruntung untuk saat ini," gumam Lian Ting sambil mentap pundak Xiao Tian.


"Seharuanya aku yang bilang begitu," ucap Xiao Tian sambil tersenyum di balik topeng Dewanya.


Xiao Tian pergi menemui Tian Bai dan yang lainnya, seperti biasa kedatangannya disambut hangat berkat kemenangan yang baru saja mereka dapatkan.


"Selamat datang, penatua Yan," ucap para tetua dan murid sambil memberi hormat.


"Agak aneh memanggil kakakku dengan sebutan penatua Yan, tapi ini semua demi menutupi identitasnya," pikir Tian Bai sambil menatap mata Xiao Tian.


"Angkat kepala kalian dan berhenti memberi hormat. Turnamennya akan segera dimulai, kembalilah ke tempat duduk masing masing," ucap Xiao Tian sambil menatap semua orang.


"Silahkan pimpin jalan kami, penatua Yan," ucap Tian Bai sambil memberi jalan kepada Xiao Tian.


"Siapa swbenarnya pria itu?"


"Kenapa dia begitu dihormati semua orang. Padahal dia tak memiliki pondasi kultivasi, kenapa mereka memperlakukannya debgan begitu sopan ya?" pikir patriach Sun Yu sambil menatap ke arah Xiao Tian.


Xiao Tian memimpin jalan semua orang, lalu kembali ke tempat duduknya. Tepat ketika Xiao Tian duduk, para penatua dan patriach Tian Bai langsung duduk di tempat mereka. Diikuti oleh para murid yang juga duduk ditempat mereka masing masing.


Setelah semua orang berada pada posisinya masing masing, para tetua petarung baru kembali dari gedung Xia Meng.


"Kenapa kalian begitu lama?" tanya Patriach Sun Yu sambil mengerutkan dahi.


"Maaf Patriach, kami tak bisa menemukan pria itu di tempat yang para alkemis beritahukan," ucap Penatua Dong sambil memberi hormat.


"Jika kau meminta kami mencarinya sampai ketemu, kami akan pergi lagi," ucap penatua Jingnan sambil memberi hormat.


"Tak perlu, lihatlah kesana!" ucap patriach Sun Yu sambil menunjuk ke arah Xiao Tian.


"Ba ... bagaimana mungkin?"

__ADS_1


"Kenapa dia bisa ada disana?" tanya Penatua Dong sambil memasang wajah terkejut.


"Bukan kalian saja yang terkejut, aku juga begitu. Sepertinya dia bukanlah pria sembarangan. Aku jadi ragu kalau dia seorang penatua alkemis belaka, lagipula seingatku alkemis pria sangatlah jarang ditemukan dan rata rata dari mereka tak memiliki bakat melebihi para wanita,"


"Identitasnya terlalu mencurigakan," ucap Patriach Sun Yu sambil mengerutkan dahi.


Sama halnya patriach Sun Yu, Lian Ting juga kesal melihat para penatuanya datang tanpa membawa hasil apapun. Tapi dia tak langsung menghukum mereka karena dia juga melihat sendiri bagaimana Xiao Tian muncul dari tempat yang tak dia sangka sangka.


###


Turnamen petarung tidak dirubah sepenuhnya, secara konsep masih sama. Hanya saja jumlah murid yang bisa berpartisipasi tak terbatas.


Xia Hu melompat pertama kali sebagai perwakilan sekte badai berduri. Lalu sekte lain bebas menantangnya, dan jika tak ada yang mau menantang maka Xia Hu harus menantang salah satu sekte untuk menentukan siapa juara keempatnya. Jika sekte yang dia tunjuk menolak maka langsung berada di peringkat akhir dan berhak mendapatkan hukuman dari peraih peringkat pertama.


Shan Ye yang memiliki sifat tak sabaran jika melihat orang lemah berdiri di arena, langsung melompat tanpa basa basi sama sekali.


"Kupikir Xian Juan dan yang lainnya yang akan memulai turnamen, ternyata malah kau yang maju duluan. Kalau tak salah namamu Xia Hu kan?"


"Murid tersampah yang tak pernah bisa menembus tingkat pendekar alam roh," ucap Shan Ye sambil melapisi tubuhnya dengan kekuatan qi.


"Bisakah kau mulai menyerangku?"


"Atau kau ingin aku menyerangmu lebih dulu?" tanya Xia Hu sambil menatap Shan Ye.


"Tak adil bagimu jika aku tak memberi kesempatan untuk memukul. Pukul aku di bagian mana saja, jika kau bisa menjatuhkanku maka aku anggap kaulah pemenangnya. Bagaimana?" tanya Shan Ye sambil melebarkan tangannya.


"Apa kau tak takut aku melukaimu?" tanya Xia Hu sambil menatap Shan Ye.


"Hahahah," semua orang dari sekte naga bersayap tertawa tanpa henti meledek pertanyaan Shan Ye.


Tap tap tap


Xia Hu berjalan sambil mengepalkan tangannya. Saat berada tepat dihadapan Shan Ye, dia pun langsung menghajar perutnya dengan sekuat tenaga


Buukk


Duakkk


Kretakkk


Shan Ye terlempar mundur hingga menabrak dinding pembatas arena. Bahkan saking kerasnya pukulan tersebut, dinding pembatas arena yang tertabrak punggung Shan Ye langsung mengalami keretakan yang cukup parah.


Melihat kejadian itu, tawa para murid sekte naga bersayap langsung berhenti seketika.


Tak hanya mereka yang terkejut, tapi Tian Bai dan para tetua petarung dari sekte badai berduri pun ikut terkejut akan perkembangan Xia Hu.


"Lemah," ucap Xia Hu sambil menatap ke arah Shan Ye yang pingsan tak berdaya.


"Beraninya kau berbuat curang!"


"Bukankah Shan Ye sudah memberi tahumu bahwa dia tak bisa menahan pukulanmu jika kau mengerti cara melapisi tubuh dengan qi!" bentak Zong Ye sambil menunjuk Xia Hu dari tempat duduk para murid.

__ADS_1


"Apa kau buta?"


"Aku memukulnya dengan pukulan biasa tadi, kenapa kau mengatakan kalau aku memukulnya dengan teknik pelapis qi?" tanya Xia Hu sambil menatap Zong Ye.


"Shan Ye tak mungkin kalah hanya karena pukulan biasa, kau pasti menggunkan trik khusus untuk mengelabui kami," elak Zong Ye sambil membalas tatapan Xia Hu.


"Berdasarkan situasinya, Xia Hu telah mengalahkan Shan Ye. Tak peduli cara apapun yang dia lakukan, kenyataan bahwa dia memenangkan babak ini tidak bisa diubah. Terlepas dari cara apa yang Xia Hu gunakan, membiarkan musuh memukul lebih dulu tanpa tahu seberapa kuat musuh dihadapannya adalah tindakan yang bodoh."


"Dengan ini kunyatakan Xia Hu adalah pemenangnya, dan seperti biasa pemenang boleh menantang lawan yang dia inginkan."


"Jadi sekte mana yang mau kau tantang lebih dulu?" ranya Tian Zhong dalam.rupa Chen Li.


"Aku menantang sekte singa perak!" ucap Xia Hu sambil menunjuk ke arah patriach Lian Ting.


"Beraninya bocah ingusan sepertinya menynjukkan jarinya kepadaku. Apa dia sudah bosan hidup?" pikir Lian Ting sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Apa yang dilakukan Xia Hu!"


"Kenapa dia malah menantang juara berturut turut di awal awal turnamen," ucap Xia Meng dengan tampang terkejut.


Ketika Xia Meng dan para tetua cabang petarung sedang frustasi karena berpikir bahwa mereka akan mengalami kekalahan lagi. Para murid malah berteriak girang tanpa rasa takut.


"Bagus Xia Hu, jangan lupa untuk pojokkan sekte singa perak sialan itu!" Balaskan dendam Kong ming Chun dan !" teriak Tian Ling sambil mengangkat tangannya.


"Balaskan dendam Xia Feng Ying untukku!"


"Dan jangan lupa tagih hadiah atas kemenanganku saat bertaruh dengan wanita sialan itu!" teriak Ning Ying sambil menunjuk ke arah Lian Ting.


"Aku mengerti alasan Xia Hu dendam kepada Lian Ting. Lagipula Xia Feng Ying adalah sepupunya. Tapi bisakah kau jaga sikapmu itu?"


"Kau adalah muridku, jika kau tak menyaring kata katamu, akulah yang akan kena," ucap Xiang Ying melalui telepati, dia menatap Ning Ying dengan tampang kesal.


"Ah guru gak asik," ucap Ning Ying sambil menghela napas.


"Bocah ini ... ," gumam Xiang Ying sambil memasang tampang kesal.


Ketika suasana masih begitu ramai akan teriakan murid perguruan sekte badai berduri.


Lian Ting mengeluarkan hawa membunuh seorang pendekar alam fana lapisan kedua.


Seketika suasana menjadi hening karena hal tersebut.


"Menggunakan hawa membunuh untuk mendominasi seluruh ruangan bukanlah tindakan yang bijak. Apakah kau lupa dengan aturan turnamen, Lian Tiang?" tegas Tian Zhong sambil mengeluarkan hawa membunuh pendekar alam fana lapisan kelima hingga membuat Lian Ting menundukkan kepalanya.


Kejadian tersebut sontak membuat semua orang kebingungan, karena ini pertama kalinya jenderal Chen Li menyuruh Lian Ting mematuhi sebuah aturan turnamen. Berbagai macam pikiran pun terbesit dipikiran semua orang. Dan mayoritas dari semua orang yang menyaksikan kejadian itu berpikir bahwa jarak diantara Lian Ting dan Chen Li tercipta karena kekalahan sektenya untuk pertama kali.


"Dasar jenderal sialan, beraninya dia melawan putri ini. Meski aku hanyalah putri yang dibuang dari kerajaan, pamanku masih berada dipihakku. Aku pasti akan membuatmu membayar semua penghinaan ini, jenderal Chen Li," pikir Lian Ting sambil memasang tampang kesal.


"Penghinaan ini hanyalah permulaan untukmu, puncaknya akan kau rasakan setelah murid murid didikan Xiao Tian mempermalukan seluruh murid dan tetua sekte sesatmu," pikir Tian Zhong sambil tersenyum sinis.


"Kerja bagus, Tian Zhong," pikir XiaonTian sambil tersenyum di balik topengnya.

__ADS_1


__ADS_2