Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 380 : Terpaksa menyusup (bagian 1)


__ADS_3

Taiwu, ketiga jenderal utama dan lima orang prajurit pergi memasuki kerajaan petir melalui jalan rahasia.


Jalan keluar dari jalan rahasia tersebut yaitu berada tepat di dalam wilayah hutan obat kerajaan.


"Sekarang apa?" tanya Jenderal Tailong sambil melihat Taiwu.


"Tepat sebelum aku pergi, pangeran telah memberitahuku melalui telepati. Dia menjelaskan bahwa para naga biru tertidur karena telah terpengaruh oleh teknik Dewa kera. Satu satunya cara untuk membangunkan mereka adalah dengan bersiul sambil membayangkan mereka," jawab Taiwu sambil berdiri di atas pepohonan.


"Jika itu memang kondisinya, maka seharusnya kau bisa datang sendiri," sambung jenderal Taifeng sambil duduk diatas cabang pohon.


"Bagaimanapun kerajaan telah dikuasai oleh musuh yang berbahaya. Terlalu beresiko bagi dia untuk datang kemari seorang diri saja," sambung jenderal Tailong dengan tampang serius.


"Seperti yang dikatakan oleh ayahku tadi. Pergi sendiri sangatlah berbahaya. Tugas kita tak hanya untuk membangunkan naga biru, tapi untuk membawa mereka pergi bersama kita juga," sambung Taiwu dengan tampang serius.


"Tunggu apa lagi, cepatlah bersiul," sambung jenderal Taizhong sambil menatap Taiwu.


"Hmm," Taiwu menganggukkan kepalanya, lalu langsung bersiul sambil membayangkan para naga biru. "Fuuuu!"

__ADS_1


Setelah beberapa menit Taiwu bersiul, tak ada satupun naga yang datang. Pertanda bahwa hal buruk yang tak diinginkan oleh semua orang telah terjadi.


"Tak ada naga yang datang," sambung Jenderal Taifeng sambil menatap ke atas langit.


"Cih, sepertinya mau tak mau kita harus menjemput mereka ke dalam istana," sambung Taiwu dengan tampang kesal.


#Sekte badai berduri


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Su Yan sambil berjalan mendekat.


"untuk saat ini, kita tak akan melakukan apapun sampai Taiwu dan para jenderal membawa pulang semua naga biru," jelas Xiao Tian dengan tampang serius.


"Ya, begitulah," jawab Xiao Tian dengan serius.


"Jika itu kenyataanya, bukankah sekte pembasmi iblis dapat menemukan tubuh mereka dengan mudah?" tanya si Gendut dengan tampang serius.


"Itulah yang membuatku berpikir untuk menyuruh Taiwu pergi kesana dengan ketiga jenderal utama. Karena tanpa bantuan mereka aku ragu Taiwu bisa kembali dengan hasil yang memuaskan," jawab Xiao Tian sambil memasang tampang serius.

__ADS_1


"Sambil menunggu Taiwu dan yang lain, apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Apa tujuanmu mengumpulkan kami disini?" tanya Putri Jia Li dengan tampang heran.


"Ya, tolong katakan pada kami. Kau tak mungkin mengumpulkan kami tanpa tujuan kan, Guru?" tanya si Gendut sambil tersenyum.


"Aku juga penasaran akan hal itu," sambung Kaibo sambil menganggukkan kepala.


Su Yan, Liang Su dan Huanran menatap Xiao Tian dengan penuh rasa ingin tahu sambil menganggukkan kepala mereka.


"Seperti yang kita ketahui, misi merebut api suci telah sukses besar. Saat ini teratai api suci itu ada di dalam ruang hampa."


"Sebentar lagi, aku akan membuka portal ruang hampa untuk menyerapnya sedikit demi sedikit. Seperti yang kalian ketahui, menyerap inti api bukanlah pekerjaan yang mudah. Aku membutuhkan bantuan kalian untuk menyerap rasa panas yang berlebih. Tanpa bantuan kalian, aku mungkin tak akan sanggup menahan panasnya. Jadi ... kalau kalian mau ... ," Xiao Tian menundukkan kepala.


"Tentu saja kami mau, lagi pula menyerap hawa panas api suci juga bermanfaat bagi kultivasi kami. Bukankah begitu teman teman?" tanya Huanran sambil menatap semua orang satu persatu.


"Tentu saja," semua orang mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


Melihat semua temannya bersedia untuk membantu, Xiao Tian pun tersenyum lega.


__ADS_2