
"Wajar bagi adikmu menyalahkanmu karena ketidak tahuan. Untuk sekarang biarkan dia mencari tahu kebenarannya sendiri. Aku yakin suatunsaat nanti dia akan mengerti. Untuk sekarang berikan adikmu waktu dan kebebasan. Jangan temui dia sebelum dia data menemui kita sendiri," jelas Xiao Tian sambil menyentuh kedua pundak Jia Li.
"Kurasa kau benar, terima kih karena telah mau menghiburku, Yanyan," ucap Jia Li sambil menghapus air matanya.
"Sudah menjadi kewajiban seoramg suami untuk menenangkan istri yang sedang sedih," jawab Xiao Tian sambil tersenyum.
Seketika wajah Jia Li memerah karena tersipu malu.
"Ngomong ngomong apakah ratuku ini sudah makan?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Jia Li.
"A ... aku tidak lapar," jawab Jia Li sambil menoleh ke arah lain karena wajah Xiao Tian sangatlah dekat.
"Tapi aku mau menyuapimu loh, kalau tak mau aku suapi Huang Li saja ya," ucap Xiao Tian menggoda.
"Eh, ja ... jangan," Jia Li menoleh kearah Xiao Tian dengan reflek. Dan tanpa sengaja mereka pun berciuman.
"Ah," wajah Jia Li memerah dan jantungnya berdegup cukuo kencang, namun dia tiba tiba saja mendorong tubuh Xiao Tian karena seseorang mengetuk pintu.
Tok tok tok
"Siapa?" tanya Xiao Tian dengan kesal.
"Ini aku," jawab Wu Kong dengan nada serius.
Setelah mendengar suara Wu Kong, Xiao Tian pergi meninggalkan Jia Li dan berkata, "Makan yang banyak ya, Lily,"
"Ta ... tapi, bagaimana dengan suapannya?" tanya Jia Li dengan pipi memerah.
"Ah, lain kali saja ya. Sekarang aku harus menemui Dewa kera dulu," jawab Xiao Tian sambil berjalan mendekati pintu.
"Huft," Jia Li memasang tampang cemberut.
Cekrekkk
Xiao Tian membuka kunci kamar lalu membuka pintunya.
"Hormat hamba, Dewa kera."
__ADS_1
"Ada keperluan penting apa sehingga anda datang kemari selarut ini?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
"Sepertinya aku mengganggu waktumu ya," jawab Wu Kong sambil melirik ke arah Jia Li yang cemberut.
"Yah sedikit, memangnya ada hal penting apa sehingga membuatmu menggangguku di tengah malam seperti ini?" tanya Xiao Tian sambil memasang tampang serius.
"Ini soap kaisar iblis Hei An, kudengar dari para vampir kalau kau mengurungnya di ruang hampa dalam keadaan hidup hidup. Apakah itu benar?" tanya Wu Kong dengan serius.
"Ya itu benar, apakah itu buruk?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
"Dasar bodoh, apakah kau lupa kalau di dalam ruang hampa terdapat harta yang sedang kau simpan!" bentak Wu Kong dengan tampang serius.
"Bukankah dia dari ras iblis, api itu tak akan berguna banginya kan?" tanya Xiao Tian dengan tampang terkejut.
"Meski dia tak bisa menyerap inti apinya, tapi inti api tersebut bisa dimanfaatkan untuk menaikkan ketahanan tubuh terhadap elemen cahaya. Bukankah kau pernah melihat Dewa petir pernah melatih Kaibo dan Liang Su sebelumnya?" tanya Wu Kong dengan tampang kesal.
"Ya Dewa, apa yang baru saja kulakukan," Xiao Tian terlihat panik sambil memegangi wajahnya.
"Cepat buka portalmu!" bentak Wu Kong dengan tampang kesal.
"Ba ... baik Dewa kera," Xiao Tian membuka portal ruang hampa dengan cukup lebar, lalu membiarkan Wu Kong masuk ke dalamnya. Setelah itu, dia juga ikut masuk karena Wu Kong menyuruhnya demikian.
Wooshh
Xiao Tian menutup portal setelah berhasil masuk ke dalam ruang hampa.
Di dalam ruang hampa, Xiao Tian melihat kaisar iblis Hei An sedang berusaha menyerap inti teratai api Suci dan hanya tinggal setitik inti api lagi maka api tersebut akan lenyap.
Demi mencegah sang Kaisar iblis menyerap habis inti api, Wu Kong pun memukul mundur dirinya.
Wooshhh
Duakkk Wu Kong memukul mundur Kaisar iblis Hei An dengan pukulan yang cukup kencang untuk menjauhkannya dari inti api suci yang tersisa.
Bersamaan dengan itu, dia memasukkan inti api yang tersisa ke dalam portal penyimpanannya agar tak jatuh ke tangan Kaisar iblis Hei An.
Duakk
__ADS_1
Srattt
Kaisar iblis Hei An berpegangan kepada daratan awan agar tak terdorong lebih jauh.
"Bagaimana bisa kau menyerap sebagian inti api suci tanpa menderita sebuah luka bakar?" tanya Wu Kong dengan serius.
"Hahahahahah, jangan meremehkanku Dewa kera,"
"Tubuhku itu sedikit lebih unik dari pada Kaisar iblis yang lainnya. Sebelum relik diciptakan aku mungkin mudah kau kalahkan, tapi sekarang semuanya berbeda. Karena aku telah menyatukan tubuhku dengan dua buah relik kaisar iblis. Sebelumnya ada tiga, namun sepertinya itu sudah jatuh ke tangan manusia di belakangmu itu."
"Selain kemampuan utamaku yang bisa mengutuk tubuh lawan hingga tak bisa menggunakan kekuatan jiwa serta kekuatan qi miliknya, kini aku juga memiliki relik anti api dan relik gravitasi di tanganku," jelas Kaisar iblis Hei An dengan penuh rasa bangga.
"Kenapa kau menjelaskannya tanoa rasa ragu?" tanya Wu Kong dengan serius.
"Karena aku yakin bahwa kau tak akan bisa mengalahkanku, Hahahaha!" tawa Kaisar iblis Hei An dengan penuh kesombongan.
"Oh, kenapa kau menjadi begitu yakin?" tanya Wu Kong dengan tampang serius.
"Karena kau sudah memukulku tadi, kini kutukanku pasti sudah bekerja hingga kau tak bisa menggunakan teknik apapun," jelas Kaisar iblis Hei An dengan senyum sinis di wajahnya.
"Sial, apa yang telah kulakukan. Gara gara aku, tengkorak hidup itu mendapatkan sebagian besar inti api yang tersisa. Kalau begini bagaimana bisa aku meracik pil penyambung nyawa untuk Jia Li nanti," pikir Xiao Tian dengan tangan yang terkepal.
Ketika Xiao Tian sedang bingung, WunKong melemparkan tongkat emasnya dan berkata, "Pakai tongkat itu dan kalahkan dia!"
"Kau harus merebut apa yang telah dia ambil darimu. Sama halnya dengan sebuah relik yang diciptakan olehpara Dewa, kau bisa merebut kembali inti api dengan membunuh penggunanya," jelas Wu Kong sambil menatap ke arah Xiao Tian.
"Me ... mengalahkan dia?"
"Bagaimana itu mungkin," ucap Xiao Tian dengan ragu ragu.
"Jangan banyak protes, selesaikanlah masalah yang telah kau buat sendiri," jawab Wu Kong sambil menatap tajam mata Xiao Tian.
"Aku mengerti, Dewa kera," ucap Xiao Tian sambil menyiapkan kuda kuda.
"Hahahaha, kau ini benar benar lucu Dewa kera. Menyuruh manusia yang berada di tingkat pendekar alam peri lapisan kedelapan untuk melawanku, sama saja dengan menyuruhnya bunuh diri. Tapi tak apa, lagi pula aku juga membutuhkan sebagian kecil inti api putih yang menyatu dengan tubuhnya,"
"Bersiaplah akan kematianmu, manusia!" Kaisar iblis Hei An menyebarkan aura hitam di sekitar pijakan kakinya.
__ADS_1
Dari dalam aura hitam tersebut bermunculan tengkorak hidup yang bersenjatakan pedang.
"Glek, sebelumnya dia tak menggunakan skill ini. Apakah sejak awal dia memang berencana memojokkanku hingga memasukkannya ke dalam ruang hampa?" pikir Xiao Tian dengan tangan yang terkepal.