Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 74 : Su Yan dan nasibnya


__ADS_3

#Kerajaan Angin


(Istana kerajaan angin)


Su Yan tersadar dari pingsannya, dia melirik ke kanan kekiri karena bingung dengan situasi yang dia hadapi.


"Eh aku sudah disurga kah?"


"Kenapa aku masih merasa sakit?"


"Apa aku masih hidup?"


"Tapi tempat apa ini?" pikir Su Yan


"Tuan pahlawan, apa kau sudah bangun?" tanya seorang pelayan


"Dari mana suara itu berasal?"


"Apa itu hantu?"


"Siapa kau, tunjukkan dirimu!" bentak Su Yan


Su Yan masih terbaring di tempat tidur, dia tak dapat melihat seseorang yang berada di bawah tempat tidur, setelah mendengar suara Su Yan, seorang pelayan wanita muncul dari bawah lantai, dia bertugas menjaga Su Yan hingga sadar, tetapi karena merasa bosan tak sengaja tertidur di lantai.


Pelayan itu berparas begitu cantik, tangannya yang begitu mulus, walau tanpa perias wajah, pelayan itu terlihat begitu mempesona, melihat seorang gadis cantik berada tepat di depannya Su Yan pun terkejut.


"Apa aku masih bermimpi?"


"Atau aku sudah ada di surga?"


"Kenapa seorang bidadari muncul dihadapanku?"


"Ya tuhan jika ini mimpi biarkan aku terus bermimpi, jika ini nyata aku lebih bersyukur, tolong biarkan dia tetap di sampingku." ufap Su Yan


"Ah tuan, kau terlalu berlebihan, aku tak secantik itu, aku hanya pelayan disini, dan tugasku memang untuk melayanimu." jawab pelayan itu


"Kau tidak bercanda kan?"


"Hehehe." ucap Su Yan


"Tentu saja, aku disini atas perintah raja, karena kau sudah dianggap pahlawan aku akan menjadi pelayan pribadimu." ucap pelayan itu


"Memangnya apa yang kulakukan hingga dipanggil pahlawan?" tanya Su Yan


"Kau kan berhasil menghadang 3000 prajurit kerajaan kabut seorang diri, kalau tidak ada tuan disana, mungkin keluargaku juga akan dalam bahaya, karena serangan yang mendadak itu." jawab pelayan itu


"Begitu ya, syukurlah kalau perbuatanku berdampak baik." ucap Su Yan sambil tersenyum


"Tuan pahlawan, apakah kau perlu sesuatu?"


"Aku akan melakukan apapun yang kau minta."


"Katakan saja jika memang memerlukan sesuatu." ucap pelayan itu


Di dalam hati Su Yan kini sedang ada perdebatan.


#Alam pikiran Su Yan


"Su Yan sikat saja dia, kau bisa bersenang senang setelah hampir mengalami maut, setidaknya kau bisa menghilangkan keperjakaanmu." ucap hati jahat Su Yan


"Hei jangan dengarkan dia, kau tak boleh menodai seorang wanita yang dengan tulus ingin membantumu, dia melakukan ini untuk balas budi, kau tak boleh memanfaatkan situasi ini." ucap hati baik Su Yan

__ADS_1


"Kau ini, gara-gara kau Su Yan masih perjaka hingga sekarang, berhenti membuatnya bingung!" teriak hati jahat Su Yan


"Kalau mau kehilangan keperjakaan lakukan dengan wanita yang mau dijadikan istri, baru boleh." sambung hati baik Su Yan


"Kalau begitu tanya kepadanya mau jadi istrinya tidak, kalau mau langsung hajar." ucap hati jahat Su Yan.


"Wah boleh juga idemu." ucap hati baik Su Yan


"Tapi kalau dia menolak bagaimana?"


"Lagian kalau dia menerimanya karena balas budi juga aku merasa menyesal, jika dia mau jadi istriku, aku harus menikahinya dulu kan?" tanya Su Yan


"Benar juga kata Su Yan, hampir saja aku terjerumus olehmu hati jahat." ucap hati baik Su Yan


"Hei hei, apa kau ingin dia perjaka selamannya?" tanya hati jahat Su Yan


"Apa maksudmu?" tanya hati baik Su Yan


"kalau dia setuju jadi istri, lebih baik hajar saja langsung selagi dia khilaf." ucap hati jahat Su Yan


"Benar juga, selama ini kan tak ada wanita yang menyukainya." jawab hati baik Su Yan


"Hei kenapa kalian berkata seolah-olah kalau aku tak laku!" teriak Su Yan


"Bukankah itu kenyataannya?" tanya hati jahat dan baik Su Yan


"Sialan bahkan aku dihina hatiku sendiri." ucap Su Yan


"Haih dasar pria yang rapuh." ucap hati jahat Su Yan


"Jadi apa yang harus saya lakukan?" tanya Su Yan


"Jangan kelamaan, sikat aja langsung heehehhe." ucap hati Jahat Su Yan


"Tak perlu, kalau dia sudah kau makan, dia otomatis tak punya pilihan selain menikahimu, hilangkan keperjakaanmu." ucap hati jahat Su Yan


"Ya aku setuju." ucap Hati baik Su Yan


"Tumben kalian kompak." ucap Su Yan


"Ini semua demi masa depanmu." ucap hati baik Su Yan.


#Alam nyata


"Tuan?"


"Apa kau tak apa-apa?"


"Kenapa kau malah bengong?" tanya pelayan itu


"Ehm begini apakah kau mau membantuku.." ucap Su Yan sambil malu malu


"Membantu apa?" tanya pelayan itu


"Aku malu, kemarikan telingamu aku akan membisikkan sesuatu." ucap Su Yan


"Baiklah tuan." sambung pelayan itu


Su Yan membisikkan hal yang dia inginkan, wajah pelayan itu langsung memerah karena tak menyangka kalau Su Yan meminta sesuatu yang memalukan, karena dia sudah berkata akan melakukan apapun, dan memiliki hutang budi kepada Su Yan karena melindungi kerajaan, pelayan itu pun menganggukkan kepalanya.


"Asik, sepertinya hari ini akan jadi hari yang indah." pikir Su Yan

__ADS_1


"Kita mulai dari mana?" tanya pelayan itu


"Kita mulai dari ciuman saja dulu, kemarilah aku sudah tak tahan." ucap Su Yan sambil memonyongkan bibirnya


Su Yan tak bisa menggerakkan tubuhnya, oleh karena itu menyuruh pelayan itu mendekat, tapi saat pelayan itu ingin mendekat, tiba-tiba...


Brakkk


Pintu di dobrak oleh seseorang, dengan suara yang begitu lantang pria yang mendobrak pintu itu berteriak.


"Su Yan apakah kau baik-baik saja!"


Karena terkejut, pelayan itu langsung memalingkan wajah melihat ke arah pintu, Su Yan pun langsung melihat sumber suara, saat dia melihat pria itu, ternyata itu adalah si Gendut yang terlihat cemas.


"Brengsek si Gendut ini mengganggu saja, kenapa setiap ada hal baik ingin terjadi padaku malah ada yang mengganggu." pikir Su Yan


"Su Yan kau tak apa?" tanya Si Gendut


"Ah siapa tuan?"


"Kenapa masuk dengan mendobrak pintu?"


"Harusnya kau mengetuknya dulu." ucap pelayan wanita di samping Su Yan


"Maaf, aku adalah temannya, aku begitu menghawatirkannya, oleh karena itu aku datang dengan tidak sopan, maafkan aku ya." jawab si Gendut


"Maaf matamu, gara gara kau aku jadi gagal tahu!" teriak Su Yan


"Gagal apa?"


"Kau kan berhasil menjadi pahlawan, aku tak menyangka kau mau mengikuti medan perang, kupikir kau seorang pecundang, ngomong-ngomong kenapa kau tak bilang kalau keluar penginapan?" tanya Si Gendut


"Tak ada apa-apa, aku hanya mendengar terompet aneh, dan pergi ke suara itu, saat melihat ada perang, aku langsung bersemangat dan mengajukan diri untuk mengikuti perang, karena aku ingin melindungi kerajaan ini, bagaimanapun kerajaan ini telah menampungku selama beberapa hari." ucap Su Yan


"Wah seperti yang diharapkan dari tuan pahlawan." ucap pelayan disampingnya


"Dilihat dari manapun, cerita yang dia katakan pasti bohong, tapi kasian juga kalau aku menjelekkannya di depan orang, sepertinya dia menyukai pelayan disampingnya." pikir Si Gendut


"Sial kenapa si Gendut diam saja, apa dia menyadari kebohongan dari ceritaku?"


"Jangan sampai dia menghancurkan reputasi yang baru saja kudapat." pikir Su Yan


"Sepertinya aku mengganggu ya, aku pergi dulu, kalian lanjutkan bersenang senangnya." ucap si Gendut


"Ah tidak kok, kau sangat membantu disini, kalau kau ingin bicara dengan temanmu silahkan saja, aku akan pergi keluar sebentar." ucap pelayan itu


" membantu dia bilang, bukankah berarti dia memang tak menyukai Su Yan?"


"Waduh kasian amat tuh anak." pikir si Gendut


"Sepertinya kau akan bernasib perjaka untuk selamanya." ucap hati jahat Su Yan


"Kesempatan terakhir telah hilang." ucap hati baik Su Yan


"Sialan semua ini gara-gara kau Gendut! teriak Su Yan


" Iya iya maaf, aku akan pergi, berdoalah semoga wanita itu kembali."


"Aku akan pergi sekarang, nikmati waktumu ya, berjuanglah saudaraku." ucap si Gendut sambil melangkah pergi keluar ruangan


"Sejak kapan aku jadi saudaramu, pergi sana dasar perusak suasana!" teriak Su Yan

__ADS_1


"Sialan gagal lagi dapat wanita, huhuhu." pikir Su Yan


__ADS_2