Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 262 : Kemampuan baru


__ADS_3

Xiao Tian terbang sambil menaiki naga hitam menuju arah barat dengan kecepatan tinggi.


Dia berencana menghabisi titik terdekatnya dulu.


"Apapun yang terjadi teruslah terbang sekencang mungkin. Kita harus menuju wilayah kekuasaan pasukan barat pembasmi iblis secepat mungkin!" ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Bukankah itu sangat jauh, tuan?"


"Perlu berhari hari untuk pergi ke sana. Menghabisi musuh secepat mungkin memang perlu, tapi apakah kau lupa dengan nona jia Li?"


"Bukankah kau seharusnya mencari pengganti pil suci secepat mungkin?" tanya naga hitam melalui telepati.


"Apa kau baru saja bicara bahasa manusia?"


"Sejak kapan kau bisa berbicara?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Kau salah tuan, aku tak sedang berbicara manusia. Saat ini aku menggunakan bahasa naga sama seperti sebelumnya," jawab maga hitam melalui telepati.


"Tunggu dulu, jika kau saat ini memakai bahasa naga, maka ... ," sebelum selesai berkata, naga hitam memotong ucapan Xiao Tian dengan berbicara,


"Benar sekali, kaulah yang mengalami perubahan. Kau mengerti bahasaku dan bisa berbicara bahasaku seperti berbicara bahasa sehari hari. Tak hanya itu, kau juga bisa berbicara dengan hewan dan para monster lain jika kau mau," jawab naga hitam.


"Dari mana kau tahu kalau aku bisa bahasamu?"


"Bahkan bisa bahasa hewan serta para monster?"


"Aku saja tak akan tahu kemampuanku ini, jika kau tak mengajakku ngobrol," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Aku sempat melihat simbol roh tikus suci di atas punggung kakimu, itulah yang membuatku tahu kemampuanmu ini," ucap naga hitam melalui telepati.


"Tunggu dulu ... , aku sudah mengerti alasan kau mengetahui kemampuanku baruku ini."


"Tapi dari mana kau tahu soal pil suci yang berhubungan dengan putri Jia Li?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Itu semua karena bangsa naga memiliki ketahanan terhadap sihir ingatan," jawab naga hitam dengan santainya.


"Ketahanan terhadap sihir ingatan?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Benar sekali, bisa dibilang saat gelombang ingatan melanda seisi daratan elemen. Aku dan naga biru masih tersadar berkat kemampuan alami kami tersebut," jawab naga hitam melalui telepati.


#Kejadian sebelum semua ingatan di rubah


Wu Kong mengeluarkan sebuah gelombang kekuatan yang sanggup merubah ingatan semua orang yang berada jauh di bawah kultivasinya. Kemampuan tersebut hanya bisa mempengaruhi orang yang memiliki kultivasi tiga tingkatan di bawahnya.


Secara berurutan, tingkatan kultivasi setelah Dewa Petarung adalah, pendekar alam ilusi, pendekar alam roh, pendekar alam Beast, pendekar alam mortal, pendekar alam naga, pendekar alam fana, pendekar alam angin, pendekar alam langit, pendekar alam peri, pendekar alam surga, pendekar alam immortal, hingga pendekar alam Dewa.


Sedangkan diatas tingkatan pemdekar alam Dewa terdapat tiga lapisan puncak yang menjadi tujuan akhir para kultivator, pertama pendekar alam Xian kebanyakan dari bangsa dewa berada pada tingkat kekuatan tersebut termasuk Dewa petir dan yang lainnya.


Kedua tingkat pendekar alam Gao Zhong yang merupakan kultivasi Wu Kong saat ini.


Yang terakhir merupakan lapisan terakhir yang sangat sulit dijangkau oleh para Dewa bahkan Wu Kong sekalipun, yaitu tingkat pendekar alam budha. Ini merupakan kultivasi tertinggi yang dimiliki oleh para budha.


Semua makhluk bisa mencapai tingkat tersebut jika berhasil menjadi orang suci dalam sepuluh kali reinkarnasi. Harus mati sepuluh kali dalam posisi melakukan kebaikan tanpa di sengaja dalam sepuluh kali reinkarnasi.

__ADS_1


Syarat tersebut merupakan hal yang sangatlah sulit, bahkan bagi Wu Kong sekalipun. Pertama karena dia telah menjadi makhluk abadi dan menjadi karakter yang nyaris tak terkalahkan.


Kedua, seseorang akan kehilangan ingatannya ketika bereinkarnasi. Mau setinggi apapun kultivasi seseorang, ketika telah bereinkarnasi orang tersebut akan kehilangan ingatan di kehidupan sebelumnya.


Meski ada kasus dimana beberapa orang seperti Xiao Tian yang beruntung karena masih mengingat kejadian di kehidupan sebelumnya, namun kejadian itu tak dapat di alami oleh semua orang.


Bahkan biksu Tong yang merupakan guru dari Wu Kong sekalipun, menjalani kehidupan setelah reinkarnasi tanpa mengingat jati dirinya sama sekali.


Semua ilmunya gugur, dia juga sempat menjadi seorang penjahat di reinkarnasinya yang ke delapan. Namun Wu Kong berhasil membantunya kembali ke jalan kebenaran ketika berhasil menemukan reinkarnasi gurunya itu.


Setelah kembali menjadi orang suci, biksu tong kembali tewas karena menolak berkultivasi menjadi makhluk abadi.


Hingga akhirnya dia pun kembali dalam roda reinkarnasi, sehingga Wu Kong dan kedua adik seperguruannya terus mencarinya hingga sekarang.


Sembilan kehidupan telah berhasil biksu Tong lewati sebagai orang suci, reinkarnasi ke sepuluhnya merupakan reinkarnasi terakhir yang menjadi tolak ukurnya untuk menjadi seorang budha. Jika Wu Kong berhasil membimbingnya menjadi orang suci hingga nafas gurunya habis lagi, maka biksu Tong akan bangkit kembali sebagai seorang Budha.


######


Wu Kong mengeluarkan gelombang kekuatan berlapis ingatan palsu yang membuat semua orang termasuk Xiao Tian pingsan secara bersamaan saat gelombang tersebut melewati mereka.


Para siluman yang saat itu berada jauh di belakang Xiao Tian mengaktifkan gulungan teleportasi menuju dimensi es secara bersamaan karena ingin menghindari efek gelombang ingatan tersebut.


Hal itulah yang membuat para siluman masih memiliki ingatan tentang Xiao Tian dan tak terpengaruh oleh gelombang ingatan tersebut.


Sedangkan naga hitam dan naga biru hanya terdiam saat melihat semua orang pingsan tak berdaya.


Mereka hanya bisa melihat Wu Kong yang langsung mengkloning dirinya hingga menjadi ratusan ribu orang saat semua orang telah terkena dampak gelombang ingatannya.


Kloning kloning Wu Kong menggendong semua orang satu persatu lalu berteleportasi membawa mereka ke tempat tidur masing masing.


Namun ketika dua kloning Wu Kong berjalan mendekati tuan mereka, kedua naga tersebut menghalangi kloning Wu Kong dengan meraung seperti hewan yang sedang terancam.


"Grrrrr,"


"Apa yang ingin kau lakukan pada tuanku!" bentak naga hitam dengan menggunakan bahasa naga.


"Menyingkirlah dari tuanku," ucap naga biru sambil menghalangi kloning Wu Kong yang mencoba mendekati Taiwu dan Xiao Tian.


Posisi naga hitam menghdap barat sedangkan posisi naga biru menghadap ke timur, mereka saling membelakangi tubuh tuan masing masing sambil menggeram menghadap kloning kloning Wu Kong.


"Menyingkirlah naga kecil," ucap Kloning Wu Kong sambil mengeluarkan sinar emas melalui tatapan tajam di kedua matanya.


Sinar emas tersebut membuat kedua naga itu tak sadarkan diri dalam sekejap, Wu Kong membuat mereka kembali ke versi mini lalu menteleportasikannya ke atas atap istana kerajaan petir.


# Atap Istana kerajaan petir


#Pov naga hitam


"Fwuit ....!" siulan Xiao Tian memanggil naga hitam.


"Dimana ini?" pikir naga hitam saat baru membuka matanya.


"Naga biru bangunlah!" ucap naga hitam sambil mengoyang goyang tubuh naga biru yang tertidur di sampingnya.

__ADS_1


"Fwitttt .... !" Xiao Tian kembali bersiul untuk memanggil naga hitam.


Naga hitam meninggalkan naga biru yang masih tertidur pulas karena merasa jengkel melihat naga biru tak kunjung bangun, dia juga begitu buru buru ingin menemui Xiao Tian karena menghawatirkan tuannya tersebut.


Naga hitam merubah tubuhnya menjadi versi raksasa tepat ketika baru terbang mendekati Xiao Tian. Semua orang terkejut bukan main setelah melihat seekor naga raksasa muncul di hadapan mereka. Berdasarkan ingatan yang mereka miliki saat ini, Xiao Tian tak pernah menundukkan naga sebelumnya.


Waktunya sering dihabiskan hanya untuk berlatih bersama Taiwu dimanapun dia berada.


"Naga hitam?"


"Bukankah itu penguasa lembah naga?"


"Kenapa tiba tiba naga itu ada di sini?" pikir Taiwu sambil menatap ke atas langit.


Naga hitam langsung turun mendekati Xiao Tian lalu mendarat tepat dihadapannya. Dia juga sempat melihat simbol roh tikus suci di bawah kaki Xiao Tian ketika masih berada di atas udara.


"Sepertinya tuanku baik baik saja, dia masih mengingat cara untuk memanggilku. Tapi reaksi semua orang terlihat begitu berbeda, aku merasakan aura ketakutan dari semua orang. Bisa dipastikan kalau mereka telah melupakan semua tentangku."


"Mereka tak ingat bahwa aku adalah beast yang telah terikat dengan pangeran mereka, dan hanya mengingat bahwa aku merupakan pemguasa lembah naga yang merepotkan semua manusia," pikir naga hitam sambil sedikit melirik ke arah orang irang yang berdiri mengelilinginya.


Tanpa pikir panjang, Xiao Tian langsung melompat ke atas punggung naga lalu berniat pergi tanpa memberi penjelasan apapun. Meski sempat menatap ke arah Taiwu dan Xiao Zhaoye saat dia dipanggil. Xiao Tian tetap pergi tanpa menjelaskan tujuannya secara rinci.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Kenapa putraku begitu terburu buru setelah menghabisi orang orang berbahaya ini?"


"Tidak, bukan itu yang mesti kupikirkan saat ini. Tapi bagaimana caraku menjelaskan kepada Xiao Hong kalau dia kembali dari kediaman keluarga Huang?" pikir Xiao Zhaoye sambil menepuk dahinya.


"Yang mulia, apakah tak apa membiarkan pangeran pergi seorang diri?" tanya jenderal Tailong sambil memberi hormat.


"Benar kata kak Tailong, apakah kami diijinkan untuk mengikutinya?" tanya jenderal Taifeng sambil memberi hormat.


"Meski dia kuat, kita tetap perlu mengawasinya. panheran baru saja bertarung dengan sekuat tenaga, jika dia langsung terjun ke sarang musuh aku takut kalau pangeran akan kehabisan tenaganya karena terlalu gegabah," ucap jenderal Taizong sambil memberi hormat.


Baiklah, kalian bertiga kuijinkan untuk mengikuti pangeran," ucap Xiao Zhaoye sambil menatap ketiga jenderal.


"Kalau begitu kami pamit undur diri," ucap ketiga jenderal sambil memberi hormat.


Jenderal Tailong dan kedua adiknya terbang mengikuti Xiao Tian hanya menggunakan kekuatan qi miliknya, namun karena kecepatan naga hitam jauh diatas kecepatan terbang mereka. Alhasil ketiga jenderal itu pun kehilangan jejaknya dalam waktu singkat.


Ketika ketiga jenderal telah pergi, raja Xiao Zhaoye menyuruh para prajurit yang masih sehat untuk menyingkirkan mayat mayat musuh lalu menggotong beberapa prajurit yang terluka. Dia juga memberi perintah untuk mengubur para prajurit serta pelayan yang mati akibat serangan kejutan itu.


Ketika pemindahan mayat serta korban yang luka luka masih sedang berjalan, Tainam chun beserta para tabib yang bertugas menjaga hutan obat menghadap raja Xiao Zhaoye dengan nafas yang terengah engah.


"Maaf karena tak datang tepat pada waktunya, kami tak tahu kalau terjadi serangan kejutan di wilayah istana. Sebagai ganti karena tak ikut andil dalam perlindungan istana, aku datang atas perintah ayahku sambil membawa beberapa tabib dari keluargaku untuk menolong para prajurit yang terluka," ucap Tainam Chun sambil memberi hormat.


"Syukurlah aku tak ikut perang, raja saja mengalami luka parah hingga terus memegang dadanya. Darah yang menetes di bibirnya pertanda kalau dia telah terkena luka yang disebabkan oleh tenaga dalam. Musuh macam apa sebenarnya yang dihadapi kerajaan ini?"


"Kupikir kerajaan ini merupakan kerajaan terkuat," pikir Tainam Chun sambil menatap raja Xiao Zhaoye.


"Kenapa kau melamun saja?"


"Bukankah kau bilang akan membantu?"

__ADS_1


"Cepatlah bawa tabib tabibmu ke ruang pengobatan. Bantu tabib istana agar bisa menolong lebih hanyak prajurit," ucap XiaonZhaoye sambil menatap Tainam Chun.


"Ba ... baik," ucap Tainam Chun sambil memberi hormat.


__ADS_2