
Para vampir menelankan pil darah yang telah Xiao Tian berikan kepada Chen Li sesuai perintah Xiao Tian.
Setelah pil tersebut berhasil tertelan, tiba tiba saja taring Chen Li menumpul dan matanya pun kembali normal.
"Kau baik baik saja, Chen Li?" tanya para vampir sambil memegangi tubuh Chen Li.
"Ya, aku baik baik saja," jawab Chen Li dengan tangis di wajahnya.
"Pilnya benar benar bekerja, ayo kita telan untuk mengembalikan kewarasan kita!" ucap para vampir sambil melepaskan pegangan mereka.
Ketika para vampir sudah mendapat kewarasan mereka, Dewa petir memasuki Ruangan dan berkata, "Apakah diantara kalian ada yang melihat seorang manusia dengan pakaian putih?" tanya Dewa petir dengan tampang serius.
"Di ... dia ke lantai atas, tuan," jawab para vampir dengan tubuh gemetar.
"Terima kasih," Dewa petir melesat maju dengan kecepatan tinggi.
Para vampir berlutut dengan tampang syok karena merasakan tekanan qi yang hebat dari Dewa petir. Dewa petir terlihat kesal karena Xiao Tian bergerak sendirian tanpa pengawalan sama sekali.
Ketika Dewa petir pergi, relik tongkat terjatuu dari atas atap dan menimpa kepala Chen Li.
"Aduh!" ucap Chen Li sambil memegangi kepalanya.
"I ... ini kan... ," para vampir terdiam setelah melihat relik kaisar iblis yang biasa dipakai oleh Hei An.
#Lantai ketiga kastil vampir
Vampir generasi keempat memenuhi lantai ke tiga. Namun vampir vampir itu bukanlah ancaman bagi Xiao Tian, karena mereka tak seabadi vampir generasi ketiga. Asalkan Xiao Tian bisa merubahnya menjadi debu, maka mereka tak akan bisa beregenerasi lagi.
Berbeda dengan vampir generasi ketiga ke atas, mereka hanya bisa dibunuh dengan sinar matahari atau pasak kayu saja. Karena tak membawa pasak kayu, dia tak bisa membunuh para vampir generasi ketiga itu.
"Makanan!" teriak para vampir sambil melompat mendekati Xiao Tian.
"Menjauh dariku, sampah!"
Xiao Tian menghabisi seluruh vampir generasi keempat yang memenuhi lantai tersebut dengan membakar habis tubuh mereka menggunakan api biru.
Sebelum para vampir hangus, mereka berkata terima kasih dengan berlinang air mata.
"Semoga kalian tenang di alam sana," ucap Xiao Tian sambil menyatukan kedua tangannya.
Ketika semua vampir telah dimusnahkan, terdengar suara langkah kaki dari atas tangga. Xiao Tian menyiapkan kuda kudanya untuk menyerang lawan yang akan datang.
Akan tetapi juda kudanya hancur begitu saja, ketika dia melihat yang datang adalah Kaibo dan Dian Zheng.
"Kaibo?"
"Dian Zheng?"
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Xiao Tian dengan tampang heran.
"Apapun yang kami lakukan sekarang, adalah demi keselamatanmu. Tolong pergilah dari sini sebelum semuanya terlambat," ucap Dian Zheng melalui telepati sambil menyiapkan petir hitam di tangannya.
"Dewa iblis Yong Heng dan ketujuh raja iblis ada di lantai keempat, kita semua bukanlah lawan mereka," ucap Kaibo melalui telepati dengan tampang penuh trauma.
__ADS_1
"Dia telah mencapai ranah para Dewa, hanya Dewa kera yang bisa mengimbanginya," sambung Dian Zheng sambil menyambarkan petir hitam ke arah Xiao Tian.
"Aku tak peduli seberapa kuat dia saat ini, yang kuingin tahu adalah apakah Si gendut ada si tangan mereka?" tanya Xiao Tian melalui telepati.
"Tidak, kami tak melihat si gendut di lantai keempat. Bahkan kami berani menjamin bahwa dilantai kelima pun tak ada," jawab Dian Zheng melalui telepati.
Dian Zheng dan Kaibo berpura pura menyerang Xiao Tian untuk mengelabui para raja iblis yang sedang memantau dari lantai atas.
Ketika pertarungan sedang berlangsung, pintu menuju lantai bawah tertutup oleh sebuah kristal pelindung dengan pola sihir naga kuno di permukaannya.
Dan tak lama setelah itu, raja iblis Lanbing berjalan menuruni tangga.
Saat itu dia dalam wujud manusia setengah beruangnya dan menggunakan kekuatannya secara penuh.
Tap tap tap
Dibelakangnya raja iblis Long Zhi dalam wujud manusia setengah naga dengan sayap hitam dibelakang punggungnya berjalan dengan hawa membunuh.
Tap tap tap
Disampingnya terlihat raja iblis Lie Bao dengan wujud manusia cheetahnya. Ketiga raja iblis benar benar menggunakan kekuatan penuh mereka saat itu.
Ketika Xiao Tian dan Dian Zheng sedang meneruskan sandiwara mereka, raja iblis Lie Bao melesat cepat ke arah Dian Zheng untuk memukulinya.
Namun Dian Zheng menyadari serangan kejutan tersebut, hingga bisa menghindar dengan indah. Bahkan sanggup mendaratkan pukulan petir hitam tepat ke perutnya.
Duakkk
Wooshhhh
Kretakkk
Raja iblis Lie Bao mengalami patah tulang karena telah menghantam tangan raja iblis Lanbing.
Brukkk
Tubuh raja iblis Lie Bao terjatuh kedaratan, dan tak lama setelah itu dia pun pingsan.
"Apa maksud semua ini, Dian Zheng!"bentak raja iblis Lanbing dengan tampang kesal.
"Bukankah dia yang datang menyerangku lebih dulu?" tanya Dian Zheng sambil memegang inti iblis raja iblis Lanbing.
"Bukankah itu inti iblis milik Lie Bao?"
"Bagaimana bisa itu ada ditangannya?" pikir raja iblis Long Zhi dengan tampang terkejut.
"Kenapa kau terlihat panik?"
"Aku tak hanya punya satu loh," Dian Zheng mengeluarkan enam inti iblis lain dari dalam cincin ruangnya.
Krakkkk
Tujuh inti iblis Dian Zheng hancurkan dejgan petir hitamnya.
__ADS_1
"Dengan begini, kalian tak akan bisa dibangkitkan lagi," senyum Dian Zheng sambil menatap raja iblis Long Zhi.
"Dasar penghianat!" raja iblis Long Zhi dan raja iblis Lanbing melesat maju dengan kecepatan tinggi.
"Teknik tingkat ungu, cakaran kematian!" ucap raja iblis Lanbing dengan tangan yang mengeluarkan aura hitam.
"Teknik tingkat ungu, semburan asam!" teriak Long Zhi sambil menyemburkan cairan asam.
"Teknik tingkat Dewa, sambaran kematian!" petir hitam dalam skala besar menyambar Long Zhi dan Lanbing dengan kecepatan tinggi.
Cairan asam serta cakaran Lanbing pun tak dapat menyentuhnya.
Kreattt
Duarrr
"Ba ... bagaimana bisa kau ... ," ucap kedua raja iblis sebelum mencapai ajal mereka.
"Lemah!" ucap Dian Zheng sambil menatap tajam kedua raja iblis.
#Lantai keempat
"Bagaimana bisa dia mendapatkan inti iblisnya!" pikir Dewa iblis Yong Heng dengan tampang terkejut.
"Ambilkan aku kotak hartaku, cepat!" teriak Yong Heng sambil menatap tajam para raja iblis.
"Baik ayah," raja iblis Shayu pergi menuruni tangga menuju tingkat ke tiga mewakili saudara saudaranya.
Di tengah tengah tangga menuju kebawah, dia menghentikan langkah lalu menepuk dinding kanan tangga. Sambil menepuk dinding tangga, dia pun merapalkan sebuah mantra yang cukup rumit di dalam hatinya.
Sebuah portal menuju ruangan tersembunyi pun terbuka. Saat masuk ke dalam ruangan tersebut raja iblis Shayu melihat kotak harta milik ayah angkatnya sudah terbuka lebar dan benar benar kosong.
Setelah mengambil keluar kotak tersebut, dia menutup kembali portal rahasia. Lalu pergi menghadap ayah angkatnya.
"Apakah intinya masih ada?" tanya Dewa iblis Yong Heng.
Raja iblis Shayu pun menggelengkan kepalanya.
"Bukankah itu berarti kalau inti iblis itu asli?"
"Dian Zheng benar benar mencurinya ketika kita lengah," ucap ratu iblis Yin Ying sambil berlutut karena Syok.
"Bukankah itu artinya kita tak bisa dibangkitkan lagi?" tanya raja iblis Lauhu dengan tampang panik.
"Ini buruk," jawab raja iblis Huo Yan dengan tampang frustasi.
Sementara itu ...
Dewa petir melesat maju dengan kecepatan tinggi untuk menaiki tangga. Namun kristal besar tiba tiba saja muncul menghalangi jalan hingga membuat Dewa petir menabraknya.
Jedukkkm
Kepala Dewa petir menghantam keras kristal penghalang.
__ADS_1
"Aduh!"
"Orang bodoh mana yang menaruh kristal sembarangan!" teriak Dewa petir dengan kesal.