
Xiao Tian telah sampai di perguruan badai berduri. Disana dia melihat sekumpulan orang yang sedang melihat para alkemis mempraktekkan proses pemurnian pil.
"Open!" ucap Xiao Tian sambil memegang punggung tangan kirinya.
Status
Nama : Xiao Tian
Ras : Manusia
Elemen : Api, tanah, air, es, angin,
. tanaman, kayu, cahaya,
. kegelapan.
kecepatan : Pendekar alam Beast
. bintang 6
serangan : Pendekar alam Beast
. bintang 6
pertahanan : Pendekar alam Beast
. bintang 6
Item : Topeng Dewa
. Gelang Dewa
. Cincin ruang
. Relik ruang hampa
. Relik es
. Relik perak
. Jubah penelan aura
. Topeng tengkorak (Anti sihir)
Skill : Sword Knight 10 Star
. Master alkemis bintang 6
. Penelan iblis bintang
. pengendali elemen bintang 5
. Master api bintang 40
. Master akupuntur bintang 10
Kekuatan Jiwa : 1.000 / 20.000
Kelemahan : Musuh dengan kultivasi tinggi
Roh beladiri : Martial Spirit Level 13
Teknik : Pedang surgawi (langkah 10)
. : Pedang iblis (langkah 10)
. : 1000 langkah cahaya
. (Langkah sempurna)
. : Tempurung naga
__ADS_1
. (langkah 15)
. : Segala macam teknik
. berpedang manusia
"Jadi kapasitas maksimal lautan jiwaku sudah mencapai angka 20.000. Pantas saja aku sudah tak pingsan lagi setiap kali memakai teknik seribu langkah cahaya," pikir Xiao Tian sambil menatap panel statusnya.
Setelah selesai melihat statusnya, Xiao Tian berniat untuk melihat status ketiga alkemis wanita yang sedang mempraktekkan proses pemurnian pil secara bersamaan di atas panggung.
"Status!" pikir Xiao Tian sambil memegang punggung tangannya.
Status
Nama : Yun Yun
Ras : Manusia
Elemen : Kayu
Kecepatan : Dewa petarung bintang 8
Serangan : Dewa petarung bintang 8
Pertahanan : Dewa petarung bintang 8
Skill : Alkemis bintang 2
Kekuatan jiwa : 2000
Teknik : -
Roh beladiri : Martial spirit Level 5
Nama : Ning Ying
Ras : Manusia
Elemen : Kayu
Serangan : Dewa petarung bintang 10
Pertahanan : Dewa petarung bintang 10
Skill : Alkemis bintang 2
Kekuatan jiwa : 1500
Teknik : -
Roh beladiri : Martial spirit Level 5
Nama : Tian Ling
Ras : Manusia
Elemen : Kayu , racun
Kecepatan : Dewa petarung bintang 4
Serangan : Dewa petarung bintang 4
Pertahanan : Dewa petarung bintang 4
Skill : Alkemis bintang 2
Kekuatan jiwa : 10000
Teknik : -
Roh beladiri : Martial spirit Level 5
__ADS_1
"Mereka semua alkemis bintang dua, tapi kekuatan jiwa mereka benar benar berbeda. Apalagi Tian Ling, kekuatan jiwanya melebihi kekuatan jiwaku saat masih menjadi Dewa petarung dulu," pikir Xiao Tian sambil menatap ke arah Tian Ling yang sedang memurnikan pil di atas panggung.
Setelah lima menit terlewati, kedua alkemis menyelesaikan pemurnian pil mereka. Sedangkan Tian Ling masih belum menyelesaikan demonstrasinya hingga lebih dari dua puluh menit.
"Dia memiliki kekuatan jiwa yang banyak, tp kenapa begitu lambat dalam memurnikan pil?"
"Padahal cuma memurnikan, bukan menyuling. Dia memerlukan waktu lebih dari dua batang dupa yang terbakar. Dan yang lebih parah, efektifitas pilnya hanya mencapai empat puluh persen saja," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Meski memiliki kekuatan jiwa yang besar, Tian Ling tak begitu memahami dunia alkemis. Tingkat pemahamannya terhadap penyulingan dan efektifitas obat masih begitu dangkal. Sehingga membuatnya menjadi kandidat yang paling lama memurnikan pil."
"Kontrolnya dalam mengendalikan kekuatan jiwa pun terlalu buruk, begitu banyak kekuatan jiwa yang terbuang hanya untuk memurnikan satu buah pil," jelas Dewa petir sambil menatap ke arah Tian Ling.
"Begitu ya," ucap Xiao Tian sambil menatap ke arah Tian Ling.
####
Setelah pemurnian efektifitas pil selesai, tiga orang wanita berusia sekitar 30 tahun melompat ke atas panggung.
"Akhirnya Tian Ling selesai juga, kupikir kita memerlukan waktu lebih dari satu jam seperti tahun lalu," ucap Xia Ning sambil menatap sinis ke arah Tian Ling. Pakaian Xia Ning saat itu bermotif bunga dengan dominasi warna merah, sama seperti muridnya yang bernama Yun Yun.
"Sayang sekali ya, padahal kau merupakan alkemis hebat. Tapi muridmu begitu tidak berbakat," ucap Xiang Ying sambil menatap sinis mata Xianlun, wanita yang menjadi guru Tian Ling dengan pakaian serba ungu bermotif ular. Saat itu pakaian Xiang Ying berwarna merah muda dengan motif teratai. Motifnya dan warna pakaiannya sama seperti pakaian Ning Ying, murid kesayangannya.
"Setidaknya dia tak seburuk tahun lalu, aku pasti akan memperbaiki kemampuannya tahun depan," jawab Xianlun sambil menatap tajam mata Xiang Ying.
"Sudah cukup omong kosongnya, sudah saatnya kita lihat efektifitas pil yang telah mereka murnikan," ucap Xia Ning sambil memandang remeh Xianlun.
###
Setelah mengecek efektifitas pil, semua orang menyimpulkan hasil yang tak jauh berbeda dari tahun lalu.
Efektifitas pil Yun Yun mencapai angka 56%, naik 5 % jika dibandingkan dengan tahun lalu
Efektifitas pil Ning Ying mencapai angka 60% meningkat 10% dari hasil tahun lalu.
Sedangkan Tian Ling masih menghasilkan pil dengan efektifitas 35% dengan efek racun yang membahayakan tubuh.
"Cih, durasinya memurnikan pil memang berkurang. Tapi efektifitasnya masih tergolong lemah. Kalau begini terus, lebih baik kau cari saja murid lain," ucap Xiang Ying sambil meledek Xianlun.
"Aku tak akan mengganti muridku, sangat sulit menemukan orang dengan kekuatan jiwa sebesar Tian Ling. Aku sangat yakin, kalau dia bisa menjadi orang hebat suatu saat nanti," ucap Xianlun sambil mengeoal erat kedua tangannya.
"Guru ... ," gumam Tian Ling sambil menundukkan kepalanya.
###
Setelah penilaian efektifitas selesai, semua pil yang telah dimurnikan akan diberikan kepada para penonton yang mau menjadi alkemis.
Tentunya, seperti biasa. Kebanyakan dari penonton, memilih berguru kepada Xiang Ying dan Xia Ning. Dan tak ada yang mau berguru pada Xianlun satupun.
Disaat Xianlun dan Tian Ling menundukkan kepala mereka, Xiao Tian mengangkat tangannya lalu berkata,
"Bolehkah aku berguru padamu?"
Sontak semua orang langsung memandang ke arahnya. Karena ini merupakan kali pertama, seseorang mau berguru pada Xianlun selain Tian Ling.
"Apa orang itu bercanda?"
"Siapa dia?"
"Kenapa dia memakai topeng?"
"Dari suaranya, sepertinya dia seorang pria."
"Apakah pria bisa menjadi alkemis?"
"Aku tak bisa merasakan sedikitpun tingkat kultivasinya."
"Hahaha,"
"Sepertinya tetua Xianlun kedatangan sampah yang lain," gumam para penonton sambil menatap ke arah Xiao Tian.
"Akan kubungkam mulut kalian, setelah aku mendapatkan apa yang kucari," pikir Xiao Tian sambil tersenyum tipis.
__ADS_1