
"Baiklah, tanpa basa basi lagi aku umumkan saja aturan mainnya. Turnamen pertama akan dilakukan oleh para alkemis. Terdapat lima ronde dalam turnamen kali ini. Setiap sekte diwajibkan untuk menunjuk lima murid alkemis untuk mewakili setiap ronde.
Dengan catatan jika telah menang atau kalah dalam satu ronde, maka murid tersebut tak boleh lanjut ke ronde berikutnya."
Aku akan menjelaskan aturan disetiap ronde, ketika pemenang di ronde terakhir telah dotentukan. Karena ini awal mula ronde, aku akan mengumumkan aturan main ronde partama setelah keempat sekte mengatakan siapa yang akan main di ronde pertama.
"Ronde pertama, akulah yang akan melakukannya," ucap Sun Ying dari sekte naga bersayap.
"Aku akan mewakili sekteku di ronde pertama," ucap Bing Yi dari sekte harimau emas.
"Namaku Ling Ling, dan aku akan menjadi wakil di ronde pertama," ucap Ling Ling yang berasal dari sekte singa perak.
Sementara itu, lima murid yang Xiao Tian latih malah melakukan hompipa untuk menentukan siapa yang akan maju.
Melihat tingkah mereka yang terlalu santai membuat ketiga sekte besar geleng geleng kepala.
"Baiklah, aku yang menang. Kali ini biarkan aku yang mengambil perhatian semua orang," ucap Bai Lu sambil tersenyum senang.
"Sepertinya wakil semua sekte telah ditentukan. Baiklah akan kujelaskan aturan di ronde pertama."
"Ronde pertama bertemakan pengetahuan umum mengenai bahan herbal. Peserta ditugaskan untuk menganalisa komposisi dari suatu pil yang telah dimurnikan."
"Jika semua peserta gagal menebak pil di tangan mereka maka pemenang akan ditentukan dari jumlah bahan yang berhasil tertebak,"
"Petunjuk di ronde ini adalah, semua pil terbuat dari tujuh buah bahan berbeda. Dan kalian wajib menyebutkan bahan bahan tersebut dalam waktu lima menit. Apakah semuanya mengerti?" tanya jenderal Chen Li sambil menatap para peserta.
"Kami mengerti," ucap para murid sambil memberi hormat.
"Baiklah, kalau begitu terimalah pil pil ini!" ucap Chen Li sambil melempar keempat pil dari sakunya.
"Sial, kenapa aku harus mendapat ujian ini?"
"Mengidentifikasi bahan pil merupakan metode tersulit yang belum ku kuasai," pikir Bing Yi sambil mengerutkan dahi.
"Ini bukan spesialisku, tapi aku masih bisa menebak beberapa bahan dari pil ini," pikir Sun Ying sambil menganalisa pil di tangannya.
"Aku bisa menebak semua bahan pil milikku karena telah mendapat bocorannya. Yah meskipun tanpa sebuah bocoran aku bisa menganalisis bahan pil lebih baik dari pada mereka. Karena ini memang spesialisku sejak awal," pikir Ling Ling sambil tersenyum.
__ADS_1
Melihat Ling Ling tersenyum, Bai Lu berinisiatif untuk bertanya kepada jenderal dengan mengangkat tangannya.
"Anu jenderal, bisakah aku bertukar pil dengan Ling Ling?"
"Kurasa pil milikku terlalu sulit di analisis, Ling Ling terlihat senang saat menerima pil darimu kemungkinan besar dia sudah tahu mengenai jawabannya dalam sekali lihat. Mungkinkah dia mendapat bocoran sebelumnya?"
"Apa maksud pertanyaanmu itu ha?" ucap Chen Li sambil menatap tajam mata Bai Lu.
"Apa apaan dengan Bai Lu, beraninya dia berkata seperti itu terhadap jenderal," pikir Tian Bai dengan tampang panik.
"Cukup jenderal, aku menerima permintaannya. Aku tak ingin namaku menjadi ternoda karena semua orang berpikir bahwa aku mendapatkan nilai terbaik karena sebuah bocoran," ucap Ling Ling sambil menatal ke arah jenderal Chen Li.
"Karena Lin Ling yang memintanya, maka aku mengijinkanmu untuk menukar pil milikmu dengannya," ucap Chen Li sambil memandang rendah Bai Lu.
Setelah bertukar pil, Ling Ling tetap tersenyum sinis karena menganggap Bai Lu dan yang lainnya bukanlah tandingannya dalam ronde kali ini. Namun tepat sebelum semua mulai mengidentifikasi. Bai Lu langsung mengatakan jawabannya.
"Pil ini merupakan pil tingkat lima, berfungsi untuk menekan kekuatan seorang berserker agar bisa mengendalikan diri mereka saat berseker mode diaktifkan.
Pil ini terbuat dari intisari kerikil merapi, satu buah inti Beast elang api tingkat tiga, satu tetes esensi duri landak api, setetes liur naga berapi, sehelai daun merah lavira, sepuluh duri ikan pelangi dan setengah taring naga berduri," ucap Bai Lu dengan penuh percaya diri.
"Mu ... mustahil. Semua bahannya benar benar tepat sasaran. Tak hanya itu dia nuga menjelaskan takaran bahannya. Bocoran jawaban yang kuterima hanyalah jenis bahannya saja, bukan jumlah bahan yang digunakan untuk meracik pil tersebut. Dia bahkan menyebutkan level dan kegunaan pilnya. Ini mustahil, bagaimana bisa orang baru seperti dia jauh lebih baik dariku?"
"Aku yakin kalau dia pasti curang," pikir Ling Ling dengan tampang kesal.
"Bagaimana bisa kau menjawab selengkap itu?"
"Mungkinkah kau mendapat bocoran dari seseorang?" tanya Jenderal Chen Li sambil menunjuk ke arah Bai Lu.
"Bukankah sudah kubilang kalau pil yang diidentifikasi oleh Ling Ling terlalu mudah?" ucap Bai Lu sambil memasang wajah santai.
"Berhenti mengelak, sudah jelas itu pil tersulit yang bahkan tak pernah kami dengar sebelumnya. Bagaimana bisa itu menjadi mudah?"
"Kau pasti telah melakukan kecurangan!" ucap Sun Ying dan Bing Yi sambil memanas manasi suasana karena mereka tak bisa menganalisa sama sekali pil yang ada di tangan mereka.
"Ayolah, kenapa kalian memojokkanku?"
"Pil ini kan dipilih oleh jenderal secara acak. Bagaimana mungkin aku berbuat curang?"
__ADS_1
"Jika kalian masih tak percaya padaku. Maka berikan pil kalian padaku, jika aku berhasil menebaknya dalam hitungan detik maka akui aku sebagai pemenang dan berikan pil terbaik yang kalian punya kepadaku," ucap Bai Lu dengan begitu percaya diri.
"Setuju!" ucap para peserta sambil melempar pil mereka ke arah Bai Lu.
"Jika kau berhasil mengidentifikasi pil pil itu. Maka kau juga boleh membawa pulang semua pil itu," ucap Chen Li sambil menatap mata Bai Lu.
"Apakah kau yakin jenderal?" tanya Bai Lu sambil mengerutkan dahinya.
"Seorang pria tak akan menarik lagi kata katanya," ucap Jenderal Chen Li sambil menatap mata Bai Lu.
"Baiklah, semua pil ini merupakan pil level lima. Fungsinya beragam ada yang berfungsi untuk menaikkan kultivasi ada pula yang berfungai untuk menambah umur. Pil milik Bing Yi memiliki fungsi untuk menambah umur, biasa disebut sebagai pil kehidupan. Terbuat dari bahan bahan langka seperti, kelopak bunga salju, embun teratai putih, akar lotus emas, Dan empat jenis daun mawar berduri."
"Pil milik Sun Yu memiliki fungsi untuk meningkatkan kultivasi secara singkat. Termasuk pil berbahaya yang memaksa pemilik tubuh mencapai batas maksimal tubuhnya hingga bisa meninggalkan cidera yang cukup parah setelah efek penggunaan pil selesai. Bahan yang digunakan untuk meracik pil ini adalah, kulit harimau gunung, sedikit esensi api putih, air liur naga biru, intisari iblis tingkat raja, sisik ular mistik, dan darah pendekar alam naga."
"Sedangkan pil yang sempat kutukar dengan Ling Ling, adalah pil tingkat lima yang memiliki fungsi sama seperti pil milik Sun Yu. Hanya saja pil ini tak memiliki efek buruk seperti pil tadi. Pil ini terbuat dari setetes air suci, satu siung bawang hitam, dua buah gingseng api berusia ribuan tahun, setetes air mata naga biru, segelas air liur naga hitam, sedikit esensi api biru, dan inti beast elang es tingkat lima," jelas Bai Lu dengan tampang percaya diri.
Semua orang kecuali Xiao Tian dan murid murid alkemis terdiam kaku sambil menatap jenderal Chen Li untuk mengkonfirmasi apakaah jawaban tersebut benar adanya. Jenderal Chen Li yang paham betul akan kebenaran jawaban Bai Lu, terpaksa mengakui kemenangannya dan merelakan pil level lima miliknya demi menjaga martabatnya.
"Aku benci mengakuinya, tapi sekua jawaban yang dia katakan memanglah benar. Dengan ini aku mengumumkan pemenang ronde pertama adalah Bai Lu dari sekte badai berduri," ucap Chen Li sambil mengangkat tangan Bai Lu.
Mendengar kabar kemenangan perdana mereka dalam turnamen alkemis membuat semua tetua sekte badai berduri teriak kegirangan, Tian Bai pun terus mencubit wajahnya karena belum percaya akan apa yang dia lihat saat itu.
Sementara itu, ketiga sekte terlihat begitu kecewa karena gagal. Terutama sekte singa perak yang kalah meskipun sudah menggunakan cara licik.
"Cih, kau boleh tertawa untuk sekarang. Tapi kemenangan sektemu tak akan semulus ronde pertama," ucap Ling Ling sambil berjalab melewati Bai Lu.
"Tunggu dulu, apa kau melupakan sesuatu?"
tanya Bai Lu sambil mengerutkan dahi.
"Cih, dasar tamak. Kau kan sudah mendapat pil level lima, masih mau merampas pil milik kami juga?" tanya Ling Ling sambil memasang wajah kesal.
"Janji adalah janji, kecuali jika kau memang tipe orang yang selalu mengingkari janji," ucap Bai Lu sambil menatap punggung Ling Ling.
"Cih, ambil ini!" ucap Ling Ling sambil melempar sekantung pil level empat dari balik pakaiannya.
"Mana pil kalian?" tanya Bai Lu sambil menatap ke arah Sun Ying dan Bing Yi yang mencoba kabur.
__ADS_1
"Ini ... ," ucap Bing Yi dan Sun Ying sambil menyodorkan sekantung pil level empat dengan tampang terpaksa.
"Kerja bagus, muridku," ucap Xiao Tian dengan senyum diwajahnya.