
#Wilayah barat daya
Jenderal utama Feng Lu bersama perguruan kristal es bertugas menjaga wilayah barat daya, sejak matahari baru terbenam mereka belum diserang satu iblis pun, namun ketika waktu tepat tengah malam salah satu jenderal utama raja iblis Dianzeng muncul lalu membantai mereka.
"Wilayah barat daya berhasil ditaklukkan." ucap Liuming
#Wilayah barat
Raja Feng Juanyun bersama putrinya yang bernama Feng Yin melindungi wilayah barat dengan bantuan ratusan ribu prajurit dan murid-murid perguruan lahar dingin.
Mereka melawan Qi Hao, Qi Hao merupakan salah satu jenderal utama raja iblis Dianzeng, awalnya dia memiliki kepala seperti seekor gorila, setelah mendapat pil suci kini dia berkepala manusia, dan kekuatannya telah meningkat drastis, perguruan lahar dingin dibantai dalam sekejap. Dia bisa bergerak bebas di dalam tanah selayaknya Demon kong tipe tanah. Dengan kecepatan tinggi, Qi Hao keluar masuk menembus tanah sambil menebas ratusan ribu prajurit kerajaan Angin beserta murid-murid perguruan lahar dingin..
Karena merasa pertandingan yang berat sebelah, murid-murid perguruan Lahar dingin memilih mundur meninggalkan raja Feng juanyun dan putrinya Feng Yin.
Duakkk
duakk
duakk
Raja Feng Juanyun menerima serangan Qi Hao, dia ditebas terus menerus tanpa bisa melihat dari mana arah serangan muncul. Semua itu terjadi karena lawannya bergerak begitu cepat melebihi raja Feng Juanyun sendiri.
Dengan kecepatan tinggi dan bersembunyi di bawah tanah, Qi Hao dapat menyerang raja Feng Juanyun hingga puluhan kali dalam sekali hembusan nafas.
srat
srat
srat
Trakkk
Serangan Qi Hao berdampak begitu parah, hingga bisa membuat jirah raja feng Juanyun hancur berkeping-keping setelah menerima ratusan serangan dari Qi Hao.
kretakkk (Baju jirah yang melindungi tubuh raja Feng Juanyun hancur)
Karena tak bisa mengikuti gerakan Qi Hao, raja Feng Juanyun akhirnya tumbang, serangan terakhir Qi Hao berhasil melukai raja Feng Juanyun hingga begitu parah, tangan kanannya berhasil menembus badan keras raja Feng Juanyun, tangan kanan Qi Hao menembus tubuh raja Feng Juanyun dari arah belakang, ketika Qi Hao menarik tangannya keluar, darah raja Feng Juanyun menyebar kemana mana, hingga akhirnya dia terbaring kebawah tanah..
Brukkk
Melihat ayahnya terluka begitu parah, Feng Yin hanya bisa gemetar ketakutan, sambil meneteskan air mata... " Ayah.....!" teriak Feng Yin
"Akhirnya tewas juga, dasar raja yang keras kepala." ucap Qi Hao sambil menginjak tubuh raja Feng Juanyun
Setelah menghabisi raja Feng Juan Yun, Qi Hao melangkah mendekati putri Feng Yin, yang gemetar ketakutan melihat ayahnya tewas tepat di depan matanya.
Sebelum dia melangkah begitu jauh, Raja Feng Juanyun yang dalam keadaan sekarat, dan dikira telah tewas, menahan kaki kanan dan kiri Qi Hao dengan kedua tangannya.
"Tak akan kubiarkan kau mendekati putriku!"
"Feng Yin, pakai gulungan teleportasi!"
"Cepat pergilah!" teriak Feng Juanyun
"Tapi ayah, aku tak mungkin meninggalkanmu!" teriak Feng Yin
Qi Hau mencoba menggerakkan kakinya tapi tak bisa, ini semua karena raja Feng Juanyun mengerahkan seluruh tenagannya ke dalam kedua telapak tangan, hanya untuk menahan kaki Qi Hao, sayangnya Qi Hao bukanlah lawan yang mudah, sambil tersenyum Qi Hao berkata..
"Kau pikir dengan memegang kakiku, kau bisa menahanku?" tanya Qi Hao
__ADS_1
"Tentu saja, saat aku serius tak akan ada yang bisa lepas dari genggamanku!" bentak Feng Juanyun
"Seperti yang diharapkan dari seorang raja, masih berani membentakku meski sudah hampir sekarat." ucap Qi Hao
Qi Hao menjentikkan kakinya sambil berkata." teknik pengendalian tanah, hantaman tanah!"
Setelah jentikan jari dan mengucapkan nama jurusnya, gundukan tanah muncul dari bawah, dengan kecepatan tinggi menghantam raja Feng Juanyun, hingga membuatnya terpental jauh keatas udara..
"Kau seharusnya diam, mungkin bisa selamat, karena kau berani macam macam denganku, terimalah hukumanmu." ucap Qi Hao
Dia merapatkan semua jari di tangan kanannya, setelah itu dia memusatkan ki ke telapak tangan kanannya, dengan dilapisi ki ketajaman serangannya akan menjadi dua kali lipat, tepat ketika raja Feng Juanyun terjatuh dari udara tepat di hadapannya, Qi Hao menebas tubuhnya hingga menjadi beberapa potong, dengan kecepatan tangan yang begitu tinggi, dalam sekali hembusan nafas serangan tebasan tangan kosong, berhasil menghabisi raja Feng Juanyun.
"Ayah....!" teriak Feng Yin
"Jangan khawatir kau juga akan menyusulnya." ucap Qi Hao
Feng Yin tenggelam dalam rasa takut dan sedih yang sangat berlebihan, dia sudah pasrah, dan menerima kematiannya, namun tepat sebelum Qi Hao berhasil menebas Feng Yin, Xiao Tian muncul tiba tiba dari dalam tanah, dan memukul Qi Hao hingga terpental keatas udara..
Wosshh(Qi Hao melompat kearah Feng Yin)
Tepat sebelum mengenai Feng Yin, Xiao Tian muncul dari dalam tanah memukul kepala Qi Hao hingga dia terpental keatas udara, tepat setelah pukulan pertamanya berhasil mengenai Qi Hao, Xiao Tian memukul tubuh Qi Hao dengan kekuatan penuh, hingga dia terpental mundur begitu jauh..
Duakk
duakkk
Ketika masih terlempar mundur, Xiao Tian mengeluarkan bola api biru dan melemparnya kearah Qi Hao, ledakkan yang diciptakan begitu dasyat hingga mampu meledakkan tubuh Qi Hao yang terlihat begitu keras..
Xiao Tian berani memakai bola api biru, karena disana tak ada saksi mata, dia juga melihat putri Feng Yin menutup matannya karena pasrah akan kematian..
"Apa aku sudah mati?"
"Berhenti menutup matamu, semuanya telah baik baik saja sekarang... , o iya, katakan padaku dimana raja Feng Juanyun berada?" tanya Xiao Tian
Ketika membuka matanya diluar dugaan Feng Yin malah menampar Xiao Tian.
Plakkk
Pipi Xiao Tian memerah karena mendapat tamparan dari putri Feng Yin, karena merasa dirugikan Xiao Tian pun protes.
"Hei kenapa kau menamparku!"
"Aku menolongmu, tapi ini balasanmu?" tanya Xiao Tian
"Aku tak memintamu menyelamatkanku, harusnya kau biarkan aku mati tadi, setidaknya aku tak perlu merasakan penderitaan lagi." ucap Feng Yin
Xiao Tian marah mendengar jawaban putri Feng Yin, dia mendekatinya lalu menarik kerah putri Feng Yin.
"Kau ingin aku membiarkanmu mati?"
"Sebenarnya apa yang membuatmu berpikir begitu!" teriak Xiao Tian
"Aku.. aku sudah kehilangan ayahku, tepat didepan mataku sendiri, aku tak memiliki alasan untuk hidup lagi, lagipula kerajaan ini sudah dihancurkan para iblis." ucap Fengyin
Bruakk
Xiao Tian mendorong putri Feng Yin hingga membuatnya jatuh ketanah.
"Kalau kau ingin mati, ambillah pedang dari para prajurit yang tewas, bunuh dirimu sendiri, aku tak perduli, dari awal aku memang tak berniat melindungimu, tujuanku mengikuti pembasmian iblis hanya untuk meningkatkan kemampuanku." ucap Xiao Tian sambil membalikkan badannya membelakangi Feng Yin yang tergeletak di tanah
__ADS_1
Feng Yin berusaha berdiri, lalu mengambil pedang dari salah satu prajurit yang telah tewas, dengan tangan yang gemetaran, dia ingin menebas kepalanya sendiri, namun sebelum Feng Yin menebas kepalannya, Xiao Tian berkata.
"Apa kau benar benar putus asa?"
"Apakah jika kau mengakhiri hidupmu, ayahmu akan kembali?
" Apakah dengan mengakhiri hidupmu, semuanya akan selesai?"
"Tidak, semua tak akan selesai, kematianmu hanya memperburuk keadaan saja."
"Jika kau ingin mati silahkan, tapi perlu kuingatkan padamu, ibumu mungkin akan merasa sedih." ucap Xiao Tian
Trang... (Pedang yang dipegang Feng Yin terlepas dari tangannya hingga membentur tanah)
Feng Yin menghentikan aksinya, karena dia baru mengingat soal ibunya, mendengar ucapan Xiao Tian dia mulai menyadari bahwa tindakannya barusan bukanlah tindakan yang tepat.
"Ayah, maafkan aku , aku hampir saja menyianyiakan pengorbananmu, jangan khawatir ayah, aku akan terus hidup, dan mencoba menjaga ibu, dari serangan para iblis, istirahatlah dengan tenang, maafkan aku karena tak bisa menemuimu kali ini istirahatlah dengan tenang, dan tunggu aku disurga." ucap Feng Yin dalam hati
#Kerajaan petir
Dewi Petir dan Tainamchun beserta semua prajurit kerajaan petir yang berhasil bertahan di wilayah istana, ditemui oleh raja iblis Lanbing dan Dianzeng, hal yang membuat heran semua orang, adalah pengakuan Dianzeng kalau dia adalah putra dari seorang Dewi petir...
"Berhenti melawak, seorang Dewi sepertiku, tak mungkin memiliki keturunan seorang iblis!" bentak Dewi petir
"Lanbing, kau hadapi yang lain, aku akan menghadapi ibuku." ucap Dianzeng
"Sejak kapan kau memanggilku Lanbing, harusnya kau panggil aku Kak Lanbing, ingat aku lebih tua darimu." ucap Lanbing
"Apa kau ingin terus berdebat denganku, atau ingin membantuku?" sambung Dianzeng
"Baiklah, merepotkan saja, kupikir kau menahanku karena ingin melawan prajurit hitan obat itu... ternyata aku harus turun tangan juga, benar benar merepotkan." Ucap Lanbing
"Cih, Berhenti memanggilku dengan sebutan prajurit hutan obat, aku punya nama, dan namaku adalah Tainam Chun, ingatlah baik baik nama ini, karena mulai hari ini, kau akan dikalahlan olehku." ucap Tainam Chun
"Terserah kau saja." ucap Lanbing
"Cepat maju dan lawan aku, berhenti membuang waktuku."
"Melawanmu hanya membuang-buang waktu dan tenagaku, aku tak suka melawan orang lemah, akan lebih baik kau menyerah sekarang." ucap Lanbing
"Berhenti meremehkanku!" bentak Tainam Chun
Tainam Chun melapisi tangan kanannya dengan kekuatan petir, lalu memukul Lanbing dengan kekuatan penuhnya, namun ketika dia menyerang Lanbing, diluar dugaan Lanbing malah menahan tangan Tainam Chun dengan tangan kosong...
"Bagaimana bisa kau tak terkena efek apapun?"
"Harusnya kau tersambar petir yang melapisi tangan kananku, harusnya kau terkena ledakan dahsyat saat menyentuh tanganku, kenapa seranganku tak mempan terhadapmu?" ucap Tainam Chun
"Aku terlalu malas untuk menjelaskannya, yang pasti serangan petir, tak akan bisa mempengaruhiku." jelas Lanbing
"Apa kau tak terkejut dengan perubahan kekuatanku?" tanya Tainam Chun
"Aku akui kau sedikit berubah, tapi kalau dibandingkan denganku, kau hanyalah butiran debu, jadi jika ingin selamat berhentilah melawan." ucap Lanbing.
"Berhenti melawan?"
"Maksudnya menyerah kepadamu?"
"Itu mustahil, karena aku akan menghabisimu!" bentak Tainam Chun sambil menyiapkan kuda-kuda.
__ADS_1
"Cih, merepotkan." ucap Lanbing dengan wajah malasnya.