
Setelah menemui Topeng bencana dan ayahnya, Xiao Tian meminta ijin untuk pergi ke perbatasan laut bagian barat untuk mencari raja iblis Dianzeng.
Akan tetapi Topeng bencana melarang keras Xiao Tian pergi menuju Laut bagian barat, semua itu karena dia menghawatirkan Xiao Tian yang kultivasinya belum cukup kuat menurutnya. Dia tahu betapa berbahanya laut bagian barat, namun Xiao Tian tetap bersi keras ingin pergi ke sana demi membuka segel jiwa Huang Li.
Demi menghentikan Xiao Tian, Topeng bencana menantangnya beradu kekuatan sebelum pergi meninggalkan kerajaan Angin.
Diluar dugaan, Xiao Tian menerima tantangannya tanpa rasa takut sedikitpun.
Sebelum Topeng bencana memulai pertarungan, Xiao Tian melempar jauh-jauh pedang Topeng bencana yang telah dia tangkap sebelumnya.
"Kenapa kau melemparkan pedangku?"
"Aku memberikannya padamu agar kita memiliki senjata yang sama," ucap Topeng bencana.
"Hamba tak memerlukan pedang tuan, karena hamba yakin akan menang meski tak menggunakan pedang sekalipun." Xiao Tian berbicara formal dihadapan ibunya yang menyamar sebagai Topeng bencana karena putri Feng Yin masih berada di sekitar mereka.
"Cih, kalau begitu aku juga tak akan menggunakan pedangku!"
Topeng bencana melempar jauh jauh pedang yang ada di tangan kanannya. Satu-satunya senjata yang dimiliki oleh topeng bencana adalah dua buah sarung pedang.
Sambil memegang satu buah sarung pedang disetiap tangannya, Topeng bencana melesat ke arah Xiao Tian dengan kecepatan tinggi. Dia menggunakan sebagian kecil kekuatannya karena tak ingin melukai putranya itu.
Dengan tenaga yang telah dia atur sedemikian rupa, Topeng bencana menggunakan sarung pedangnya untuk melukai badan Xiao Tian.
Akan tetapi Xiao Tian menahan serangan Topeng bencana dengan menggunakan tangan kanannya. Dia membekukan sarung pedang ibunya lalu meremukkannya hingga menjadi butiran es.
Ketika topeng bencana masih terkejut akan kemampuan barunya, Xiao Tian langsung menendang perutnya menggunakan kaki kanannya. Dia memanfaatkan celah yang terbuka saat Topeng bencana sedang terkejut.
"Apa yang terjadi?"
"Sejak kapan putraku bisa seimbang dengan istriku?"
"Aku bahkan belum pernah bisa melukai istriku sedikitpun. Setiap latih tanding, aku selalu kalah telak dan berakhir babak belur."
"Ini pertama kalinya seseorang berhasil menendang istriku, dan orang tersebut adalah putraku sendiri."
"Ini luar biasa," pikir raja Xiao Zhaoye.
"Hajar dia Xiao Tian, buat dia lemas agar kau bisa memiliki adik baru!" teriak raja Xiao Zhaoye.
"Adik baru?"
"Apa hubungannya dengan pertarungan mereka?" tanya putri Feng Yin.
Topeng bencana melirik ke arah raja Xiao Zhaoye sambil memancarkan hawa membunuh. Raja Xiao Zhaoye langsung menutup mulutnya rapat-rapat sambil menatap ke arah lain.
__ADS_1
Ketika sedang melirik ke arah Xiao Zhaoye, Topeng bencana terkena ledakan bola api biru yang di lontarkan Xiao Tian kepadanya.
Duarrr
Karena meremehkan putranya, Topeng bencana mengalami luka gores di tubuhnya.
"Wah wah wah, aku tak menyangka kau sudah bisa mengendalikan api biru. Tapi apimu masih begitu kecil. Akan ku tunjukkan api biru yang sebenarnya."
Topeng bencana mengeluarkan bola api biru yang begitu panas dan sebesar ukuran kepala manusia dewasa di kedua tangannya. Dia melemparkan bola api tersebut kepada Xiao Tian dengan kecepatan yang bisa Xiao Tian hindari. Namun diluar dugaan, Xiao Tian tak menghindari api tersebut. Dia mengaktifkan teknik tempurung naga beserta tubuh peraknya untuk menahan panasnya api biru.
Dengan aktifnya teknik pengerasan tubuh yang berasal dari kombinasi relik dan teknik tempurung naga yang dia pelajari dari dewa petir, Xiao Tian menangkis dua bola api tersebut ke atas udara lalu membuka portal ruang hampa sebelum api itu menyentuh atap istana.
"Apa yang?" Ketika Topeng bencana masih bingung dengan apa yang terjadi, Xiao Tian membuka portal ruang hampa di belakang punggungnya. Lalu mengeluarkan bola api biru hingga mengenai punggung Topeng bencana.
Duarrr duarrr
Topeng bencana terpental maju hingga ke dekat Xiao Tian. Ketika masih berada di atas udara, Xiao Tian melompat dari posisinya berdiri, Lalu berputar-putar di udara hingga berada tepat di atas tubuh Topeng bencana.
Tanpa memberi kesempatan Topeng bencana untuk menyerang balik, Xiao Tian menyerang Topeng Bencana dengan betisnya yang telah diperkeras oleh teknik tempurung naga dan tubuh perak.
Duakkk
Topeng bencana terjatuh hingga menghantam lantai istana. Disaat Topeng bencana belum bangkit dari tempatnya terjatuh, Xiao Tian menginjak tubuhnya lalu menghunuskan tombak perak yang dia keluarkan dari tangan kirinya.
"Anda sudah kalah, sekarang ijinkan hamba pergi ke laut bagian barat."
"Baiklah, kalau begitu hamba pamit undur diri." Xiao Tian pergi meninggalkan Topeng bencana yang masih terbaring di lantai aula.
"Tunggu, matahari baru saja terbenam. Bisakah kau pergi besok saja?" tanya Topeng bencana.
"Jarak Laut barat sangatlah jauh dari sini, hamba tak mau membuang-buang waktu hamba lagi. Kalau begitu hamba pamit undur diri." Xiao Tian berjalan hingga keluar aula kerajaan.
"Cih, tak kusangka aku bisa dikalahkan oleh putraku sendiri." Xiao Hong mengepalkan kedua tangannya.
"Tuan Topeng bencana, apa kau baik-baik saja?" tanya Putri Feng Yin sambil berlari mendekat.
Sebelum putri Feng Yin menyentuh tubuh Topeng bencana, Xiao Zhaoye menyentuh pundaknya.
"Putri Feng Yin, serahkan topeng bencana padaku. Maaf atas keributan yang dibuat putraku hingga menghancurkan beberapa properti aula kerajaanmu."
"Aku akan menyuruh prajuritku untuk memperbaiki semua kerusakan ini."
"Sisanya kuserahkan padamu." Raja Xiao Zhaoye pergi meninggalkan aula kerajaan sambil menggendong Xiao Hong yang masih memakai kostum Topeng bencana.
#Diluar aula istana
__ADS_1
"Turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri!" bentak Topeng bencana.
"Ayolah, biarkan suamimu ini melakukan tugasnya sebagi seorang suami. Aku akan mengantarmu ke ruang pengobatan dan mengobati sedikit lukamu," sambung Xiao Zhaoye.
"Berhenti bertingkah sebagai suamiku saat aku masih memakai topengku!" bentak Topeng bencana.
"Ayolah Hong er, santai saja disekitar sini tak ada siapapun. Hanya ada kita berdua."
"Ngomong-ngomong Xiao Tian sekarang telah mengalahkanmu, kau tak lupa dengan janjimu kan?" tanya Xiao Zhaoye.
"Janji apa?" tanya Xiao Hong.
"Ayolah jangan pura-pura lupa," ucap raja Xiao Zhaoye dengan wajah memerah.
Melihat wajah merah suaminya, Xiao Hong mengerti janji apa yang dia maksud. Dengan nada rendah dia berkata,
"Baiklah, kau menang kali ini."
"Terimakasih anakku, ayah berjanji akan memberikanmu adik yang imut," pikir Xiao Zhaoye.
######
Xiao Tian pergi keluar istana kerajaan Angin, saat keluar dari istana dia bertemu dengan Su Yan, si gendut dan putri Jia Li yang menunggunya sejak tadi.
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Xiao Tian.
"Kau pikir bisa pergi tanpa kami?"
"Kami akan ikut ke laut barat untuk menolong Huang Li," jawab Si Gendut.
"Tapi tempat itu sangat berbahaya," sambung Xiao Tian.
"Kami tak peduli, Kaibo, Jingmi dan Taiwu juga sudah menunggu diluar perbatasan kerajaan Angin. Ijinkan kami menemanimu, ketua," ucap Su Yan.
"Tolong terimalah bantuan kami, Yanyan ... " ucap putri Jia Li.
"Tapi, kau kan tahu laut barat sangatlah berbahaya."
"Tak bisakah kalian menungguku saja?" tanya Xiao Tian.
"Justrul kami bersi keras ingin ikut, karena kami tahu betapa berbahayanya Laut bagian barat."
"Kami tak bisa diam saja saat mengetahui guru akan pergi ke tempat berbahaya itu. Jika guru masih menganggap kami sebagai teman, maka ijinkan kami mengikutimu menuju Laut barat." Si Gendut membungkuk sambil memberi hormat kepada Xiao Tian.
"Baiklah, sepertinya aku tak punya pilihan lain. Walau kularang sekalipun, kalian pasti akan tetap pergi kesana secara sembunyi-sembunyi." Xiao Tian bersiul memanggil naga hitam, lalu melompat ke punggungnya. Diikuti oleh teman-temannya yang juga ikut menaiki punggung naga hitam raksasa.
__ADS_1
bersambung ....