
Tikus merah memanjat ke atas punggung Xiao Tian setelah permintaan tolongnya disetujui.
Setelah sepakat dengan tikus merah, Xiao Tian mengeluarkan bola cahaya yang mengeluarkan sinar putih untuk menerangi jalan jalannya.
Sambil mengendalikan bola cahaya tersebut, Xiao Tian melanjutkan langkahnya melewati ujung gua yang tak terkena sinar dari kristal hijau.
Para tikus hitam berjalan lebih dulu untuk menunjukkan jalan sekaligus menghilangkan semua jebakan.
Beberapa mereka ada yang tewas terkena panah, tusukan tombak yang muncul dari daratan. Hingga kobaran api yang muncul ketika mereka menginjak di tempat tertentu.
Semua jebakan dirancang khusus untuk menggagalkan para pendekar alam abadi, meski terlihat seperti jebakan yang biasa. Senjata senjata serta kobaran api yang digunakan berlapis tekanan roh yang sangat luar biasa.
Setiap roh yang terkena jebakan akan lenyap tanpa sisa ketika menyentuh jebakan jebakan tersebut. Proses hancurnya roh memang tak perlu waktu lama, tapi rasa sakit yang diderita saat proses tersebut bagai rasa sakit ketika kulit dikelupas secara paksa.
"Aaaaa," para tikus hitam berteriak kesakitan saat menemui ajal mereka. Ketika para tikus hitam lenyap tepat di hadapannya, Xiao Tian menutup telinganya karena tak sanggup mendengar rintihan mereka.
"Lanjutkan langkahmu, selagi jalannya terbuka. Hindari jalan dimana para tikus mati." "Terus melangkah dan jangan hiraukan kami!" " Ingatlah, meski kami mati karena jebakan, kami akan hidup kembali di tempat kau menemui kami pertama kali," ucap tikus merah sambil mencoba menguatkan hati Xiao Tian.
Demi menghormati pengorbanan para tikus hitam, Xiao Tian melanjutkan langkahnya hingga melewati area yang dipenuhi jebakan.
Setelah sampai di tempat yang aman dan lepas dari daerah yang penuh jebakan, Xiao Tian langsung memegang tikus merah di pundak kanannya. Dia menarik tangan kiri yang menggenggam tikus merah hingga tikus tersebut nerada tepat dihadapan wajahnya.
"Kenapa kau membohongiku?" tanya Xiao Tian sambil menatap tikus merah.
"Maksudmu?" tanya tikus merah dengan dahi yang dikerutkan.
"Kau bilang kau hapal betul jebakan di tempat ini, tapi kenapa banyak dari kalian yang masih terkena jebakan hingga lenyap dari pandanganku!" ucap Xiao Tian sambil menutup telinganya.
"Jebakan ditempat ini selalu berubah ubah, sangat sulit untuk menghapal letak jebakan yang sebenarnya. Kami hanya tahu tempat tempat yang berbahaya, tapi tak tahu dimana letak jebakan tersebut secara rinci."
"Bagimu mungkin kami telah gagal memahami jebakan, tapi bagi kami percobaan kali ini merupakan sebuah keberhasilan."
"Selama ini kami mengandalkan pendengaran kami untuk mempelajari pola jebakan. Tapi berkat bola cahaya di tangan kananmu itu, kami juga bisa menggunakan mata kami."
"Sehingga korban dari jebakan kali ini tedak sebanyak sebelumnya, hanya mencapai angka ratusan tikus saja," jelas tikus merah dengan senyum tipis di wajahnya.
"Hanya ratusan tikus katamu?"
"Bukankah mereka juga manusia sepertimu!" tanya Xiao Tian sambil meremas tikus merah.
__ADS_1
Ketika Xiao Tian meremas tikus merah, para rikus hitam yang berhasil lolos dari jebakan mengeluarkan hawa membunuh mereka hingga membuat Xiao Tian tak sanggup menggerakkan tubuhnya.
Ketika Xiao Tian terdiam kaku, tikus merah mendorong tangan kiri Xiao Tian hingga bisa terlepas dari genggamannya.
Setelah menyentuh daratan tikus merah berkata, "Mereka memang manusia seperti kita, oleh karena itu jangan sia siakan pengorbanan kami!"
"Kau fokus saja dalam tujuanmu, dan biarkan kami memandumu hingga ke kristal emas," ucap tikus merah dengan tatapan tajam.
"Tidak, aku tak ingin melanjutkan perjalanan jika kalian terus menggunakan cara ini!" bentak Xiao Tian sambil mencoba menggerakkan tubuhnya.
"Percuma saja kau melawan, perbedaan kultivasi yang teramat tinggi membuatmu tak punya pilihan lain selain menuruti kami. Jika kau menolak, maka perjalananmu cukup sampai disini. Setelah gagal, kau akan terjebak bersama kami dan tak akan bisa bertemu dengan orang orang di alam nyata untuk selamanya," ucap tikus merah sambil.
menatap Xiao Tian.
Setah Xiao Tian berhenti melawan, para tikus hitam menghilangkan hawa membunuh mereka hingga membuat Xiao Tian bisa kembali bergerak.
Karena kemampuannya yang terbilang pas pasan, Xiao Tian hanya bisa mengikuti rencana para tikus tanpa bisa membantah ucapan mereka.
Para tikus hitam membimbingnya melewati jalan bercabang hingga jalan yang oenuh jebakan. Setelah sampai di suatu tempat mereka pun berhenti bergerak.
Mereka berhenti di sebuah jalan buntu yang tertutup rapat oleh bongkahan kristal yang sangat besar.
"Jalannya tertutup ... ," ucap tikus merah yang berdiri di atas pundak Xiao Tian.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Biarkan aku menelan bola apimu!" ucap tikus merah sambil menatap Xiao Tian.
"Baiklah." Xiao Tian membuat sebuah bola api merah di tangan kirinya, lalu melemparkannya ke tikus merah secara perlahan.
Setelah cukup dekat dengan kepalanya, tikus merah menelan bola api merah milik Xiao Tian lalu menyemburkannya kembali ke arah bohkahan kristal yang menutupi jalan.
Duarrr
Bongkahan kristal yang menghalangi jalan keluar hancur tanpa sisa setelah terkena ledakan api putih.
Setelah para tikus hitam melanjutkan langkah mereka melewati bongkahan kristal yang telah hancur, tikus merah menyuruh Xiao Tian mengikuti para tikus hitam dengan tatapan yang sangat serius.
"Ayo lanjutkan langkahmu!" ucap tikus merah dengan tatapan serius.
__ADS_1
Melihat tikus merah terlihat tegang tak seperti sebelumnya, Xiao Tian mulai merasa aneh. Tapi karena tak bisa membantah ucapan tikus merah, dia pun melanjutkan langkah melewati sekat pembatas ruangan yang tercipta dari bongkahan kristal yang diledakkan.
Ketika sudah melewati sekat pembatas ruangan tersebut, kristal hijau kembali muncul menutup jalan keluar sehingga Xiao Tian dan para tikus terjebak di sebuah ruangan tertutup yang terang benderang karena dipenuhi oleh kristal hijau.
"Sepertinya bola cahaya tak diperlukan di tempat ini, lebih baik aku menghemat energi untuk berjaga jaga," pikir Xiao Tian sambil menghilangkan bola cahaya di tangan kanannya.
"Semuanya, bersiaplah!"
"Lakukan seperti waktu dulu!" ucap tikus merah dengan wajah paniknya.
"Baik tuan!" para tikus hitam memutari tubuh Xiao Tian yang saat itu berada di tengah tengah ruangan.
"Kenapa kalian terlhat begitu serius?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Saat jalannya terbuka nanti, masukilah jalan tersebut dan jangan hiraukan kami. Ingat itu baik baik!" ucap tikus merah dengan tatapan serius.
"Larilah saat ku bilang lari!"
"Dan Ingatlah baik baik, terus tatap jalan dihadapanmu dan jangan pernah melihat ke belakang!" ucap tikus merah dengan tatapan serius.
"Baiklah," ucap Xiao Tian sambil menganggukkan kepalanya. Dia tak mengerti dengan apa yang terjadi. Satu hal yang dia pahami, sesuatu yang berbahaya akan muncul sebentar lagi semua itu dapat dia lihat dari tingkah para tikus yang terlihat tegang.
Kreattt
Srattt
Sebuah sekat pembatas ruangan muncul jauh dihadapan Xiao Tian. Dari dalam sekat tersebut muncul lima tikus tanah raksasa yang memegang sebuah palu berlapis tekanan roh.
Tap tap tap
"Semuanya, bersiap untuk menyerang!" ucap tikus merah.
Semua tikus hitam mengeluarkan hawa membunuh sambil menatap para tikus tanah raksasa.
"Setelah kita berhasil membawa peserta melewati sekat pembatas, kita pasti akan bebas. Jadi semangatlah!"
"Serang!" ucap tikus merah sambil berdiri di pundak Xiao Tian.
"Serang!" para tikus hitam melesat maju mendekati para tikus tanah raksasa tanpa rasa ragu.
__ADS_1
Melihat para tikus melaju dengan cukup kencang ke arah mereka. Para tikus tanah raksasa bersiap siap menghantam tikus tikus hitam dengan palu raksasa yang mereka genggam dengan begitu erat.