
Sunlong menelan habis semua iblis laba laba raksasa di sekitarnya dengan penuh semangat.
Para siluman yang awalnya tegang, menjadi tercengang akan suasana tersebut. Situasi buruk dimana iblis laba laba raksasa mengepung mereka, berubah menjadi situasi kocak dimana Sunlong berbalik mengejar mereka.
"Jangan lari dan biarkan aku menelanmu!" ucap Sunlong sambil mengejar iblis laba laba terakhir.
"Kiiikk!"
"Jauhi aku!" jerit laba laba raksasa dalam bahasanya, sambil mempercepat langkahnya. Dia terlihat ketakutan dan berusa mencoba menjauh dari Sunlong dengan memanjat ke puncak tebing yang cukup curam.
"Kau pikir bisa lari dengan merayap ke atas?" Sunlong melesat terbang sambil melapisi tubuhnya dengan menggunakan kekuatan jiwa.
"Ah, dia benar benar mengejarnya," ucap para siluman harimau sambil memasang tampang datar.
"Ayo kita susul Sunlong, bagaimanapun dia telah ditunjuk oleh yang mulia untuk memimpin grup kita," raja siluman rusa melompat terbang menyusul Sunlong.
"Baik yang mulia!" ucap para siluman rusa melalui telepati sambil melompat terbang mengejar pemimpin mereka.
"Baiklah," para siluman harimau melesat terbang menyusul mereka.
Lokasi awal mereka saat itu berada tepat di dasar tebing yang cukup curam. Mereka menaiki puncak tebing untuk mengejar Sunlong yang sedamg memburu iblis laba laba raksasa.
"Dapat!" Sunlong menangkap salah satu kaki belakang iblis laba laba raksasa.
"Kiikk!"
"Lepaskan aku!" teriak laba laba raksasa menggunakan bahasanya.
"Teknik penelan iblis, Absorbtion!" iblis laba laba perlahan masuk ke dalam telapak tangan Sunlong.
Tap tap tap
Para siluman mendarat tepat di belakang Sunlong. Saat memperhatikan sekitar mereka dapat melihat bahwa hutan bersiul berada tepat dihadapan mereka.
"Bukankah itu hutan bersiul?" ucap para siluman harimau melalui telepati.
"Dilihat dari situasinya, sepertinya sekarang kita sedang berada di sisi lain hutan," sambung raja siluman rusa sambil mengerutkan dahi.
Ketika semua orang sedang memandang ke arah hutan, seorang iblis bertubuh manusia dan berbadan laba laba melangkah maju keluar hutan untuk mendekati mereka.
"Beraninya kalian menghabisi anak anakku!" ucap sang iblis dengan tampang kesal.
__ADS_1
"Dia bilang apa?" tanya para siluman rusa melalui telepati.
"Entahlah, akupun tak mendengar apapun," jawab para siluman rusa melalui telepati.
"Beraninya kalian mengabaikan diriku!" ratu iblis laba laba raksasa memperbesar ukuran tubuhnya.
"Jadi kau dalang dibalik ilusi tadi?"
"Beraninya iblis tingkat rendah sepertimu mempermainkan kaisar iblis ini," Sunlong merubah tubuhnya menjadi naga merah raksasa. Sumbatan telinga pun terlepas dari lubang telinga karena ukuran tubuhnya yang mulai membesar. Pakaiannya pun hancur karena hal tersebut. Dalam wujudnya yang sekarang, suara siulan hutan tak dapat mempengaruhinya lagi.
Seketika ratu iblis kembali ke ukuran semula dengan nyali yang menciut karena melihat wujud asli Sunlong.
"Ka ... kaisar iblis Sunlong?"
"Kau mengenalku?" tanya Sunlong sambil menatap tajam mata sang ratu.
"Te ... tentu saja aku sangat mengenal dirimu. Bagaimanapun kau pernah terkenal dijamanmu. Hanya saja ada satu hal yang tak kumengerti," sambung sang ratu iblis laba laba sambil menundukkan kepala.
"Apa itu?" tanya Sunlong sambil menatap tajam sang ratu iblis.
"Bukankah kau sangat membenci manusia sejak kejadian itu?"
"Kenapa kau menggunakan tubuh manusia sebagai sebuah wadah?"
"Sebenarnya apa yang telah merubahmu?" tanya sang ratu dengan tubuh gemetaran.
"Apa yang merubahku?" tanya Sunlong sambil menatap tajam sang ratu.
"Hahahahaha," tawa Sunlong dengan suara yang memekakkan telinga.
"Apa yang mereka bicarakan?" pikir para siluman dengan telinga yang masih tersumbat oleh sobekan kain kecil.
"Kenapa dia malah tertawa?"
"Apakah ucapanku terdengar lucu?" pikir ratu iblis laba laba sambil menundukkan kepalanya.
"Aku dan seluruh rasku memang dibunuh oleh manusia. Dan aku akui kalau aku masih membenci manusia itu. Tapi bukan rasnya,"
"Awalnya aku memang membenci seluruh ras manusia, tapi seseorang telah merubah pikiranku. Dia telah mengajarkanku arti dari sebuah kehidupan. Setiap kehidupan sangatlah unik, dan memiliki kepribadian mereka tersendiri. Ada yang baik ada pula yang jahat. Ada yang layak mati, ada pula yang layak diselamatkan. Tak peduli dari manapun kehidupan seorang pribadi kejam yang layak dibunuh berasal, tidak baik untuk membenci seluruh rasnya. Dan berdasarkan perbuatan anak anakmu tadi, mereka memang layak mati karena berani mencoba memangsaku," jelas Sunlong sambil mengeluarkan hawa membunuh.
"To ... tolong ampuni aku, tuan," sang ratu iblis memohon atas hidupnya. Namun Sunlong tetap tak mengampuninya dengan menggenggamnya menggunakan tangan lalu memasukkannya kemulut secara hidup hidup.
__ADS_1
Glekkk
"Sayangnya aku tak selembek itu sekarang," Sunlong menelan sang ratu iblis laba laba untuk meningkatkan kekuatannya.
Setelah menelan sang ratu, diapun kembali ke bentuk manusia.
"Buka penutup telinga kalian, suara siulan hutan tak akan mempengaruhi kalian lagi," ucap Sunlong melalui telepati.
Para siluman membuka penutup telinga mereka mengikuti saran Sunlong.
"Anu ... , aku akui kalau bentuk nagamu sangatlah luar biasa. Tapi kenapa kau menelan iblis itu begitu saja tanpa menanyakan informasi tentang daratan ini?" tanya raja siluman rusa sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Oh, tenang saja. Ketika aku dalam mode naga, aku bisa menyerap seluruh ingatan dari seseorang yang aku telan hidup hidup," jawab Sunlong sambil tersenyum.
"Apakah ingatannya berguna?" tanya para siluman harimau.
"Hmmm," angguk Sunlong.
"Semua informasi yang Xiao Tian inginkan ada dalam ingatannya. Dengan kata lain tugas kita selesai sekarang. Ayo kembali!" jelas Sunlong sambil membalikkan badannya.
"Anu ... sebelum itu,"
"Bisakah kau tutupi antenamu terlebih dulu?" tanya raja siluman rusa sambil menatap ke bawah perut Sunlong.
"Antena?" Sunlong menatap ke bawah perutnya lalu berkata.
"Lihat ke arah lain sialan!" teriak Sunlong yang baru sadar bahwa dirinya telah telanjang bulat akibat menggunakan mode raksasa.
#Sekte badai berduri
Para naga biru telah sampai di wilayah sekte badai berduri, para penghuni sekte yang tak tahu apa apa berlarian kesana kemari karena takut akan wujud raksasa mereka.
"Ribuan naga datang menyerang!"
"Selamatkan diri kalian!" teriak para murid alkemis sambil berlarian menuju gedung mereka.
"Cepat panggil patriach untuk mengamankan seluruh sekte!" tegas Xian Juan sambil menatap para juniornya.
"Baik senior!" jawab para murid sambil memberi hormat.
Ketika para murid baru berbalik arah untuk memanggil patriach Tian Bai dan Tian Zhong, Xiao Tian berjalan tepat dihadapan mereka sambil berkata, "Tidak perlu panik, naga naga itu ada di pihak kita,"
__ADS_1
"Hormat kami guru besar Xiao Tian," para murid memberi hormat.