Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 98 : iblis berjubah (bagian 2)


__ADS_3

#Kerajaan petir


#Ruang tahanan kerajaan petir


Jenderal Xiao Fei Ji telah menerima ajakan iblis berjubah, dia mengikutinya menuju keluar penjara bawah tanah, tepat setelah mereka keluar, mereka dihadang jenderal Tailong dan ribuan prajurit.


"Iblis berjubah, akhirnya kita bertemu lagi!" ucap jenderal Tailong


"Siapa ya, aku tidak kenal , ahhahahaha." ledek iblis berjubah


"Katakan padaku, dimana kau membawa tubuh istriku!" bentak Jenderal Tailong


"Istrimu ya, anggap saja dia sudah tiada."


"Kudengar, kau telah menjadi jenderal lagi ya, selamat!"


"Selamat karena putramu kehilangan kultivasinya hahahaha." tawa iblis itu


"Apa kau juga dalang dibalik hilangnya kultivasi anakku?" tanya Tailong


"Bukan aku, tapi orang yang menyebut dirinya raja neraka, kalau dibandingkan dengan dia, aku bisa bertindak lebih kejam." ucap iblis berjubah


"Menyingkirlah, atau akan kubuat hidupmu menderita." ucap iblis berjubah


"Cih, memangnya kau bisa membuatku menderita melebihi rasa kehilanganku terhadap hilangnya istriku!" bentak Tailong


"14 tahun lalu, kau masih sehat dan penuh energi, tapi sayangnya kau tak bisa melukaiku, kau memaksakan diri menggunakan jurus terlarang, hingga membantai semua teman temanmu."


"Bukannya mampu menolong istrimu, kau malah mengamuk tidak jelas, tapi aku suka dengan sikapmu waktu itu, bagaimana kalau kau bergabung denganku dan memusnahkan para manusia, bergabunglah kedalam jalan kegelapan!" teriak iblis berjubah


"Berhenti bermimpi!" ucap Tailong


Tailong menggunakan teknik andalannya, dia membuat cakar raksasa dari tanah disekitarnya, meski terbuat dari tanah, cakar ciptaanya sekeras baja, itulah sebabnya dia menyebut tekniknya sebagai teknik cakar baja.


"Rasakan amukan cakar bajaku!" teriak jenderal Tailong


Wooshh


wosshhh


Iblis berjubah menghindari semua serangan Tailong dengan begitu mudah, dengan nada menghina dia berkata.


"Apa hanya ini kemampuanmu?"


"Cih kalau saja aku tak terluka, aku pasti sudah mengoyak tubuh busukmu itu!" bentak Jenderal Tailong


"Berhenti bermimpi, dari dulu kau memang tak bisa melukaiku, aku tak terkalahkan, bahkan jika aku mau, mengalahkan topeng bencana semudah membalikkan telapak tangan, tujuan utamaku adalah membangkitkan para kaisar iblis dan membuat mereka menjadi bawahan setiaku."


"Oh iya, ngomong-ngomong darah istrimu begitu nikmat, aku sangat menikmatinya hingga sekarang, selain darahnya, teriakannya begitu indah hingga membuatku bergairah, hahahahaha." teriak iblis itu


"Dasar iblis silalan!"


"Apa yang kau lakukan terhadap istriku!" teriak Tailong sambil mencoba menyerang iblis berjubah

__ADS_1


iblis berjubah bergerak begitu cepat hingga tak bisa dilihat oleh Tailong, dia berada di belakang punggung Tailong dalam sekejap mata.


"Karena kau menolak tawaranku, maka menderitalah dalam sisa hidupmu." ucap iblis berjubah


"Kenapa aku tak bisa bergerak?" ucap Tailong


"Sepertinya kau masih belum pulih dari cideramu ya, hahahah." tawa iblis berjubah


"Ini memudahkanku, akan kubuat kau membenci kehidupanmu." ucap iblis berjubah


Iblis berjubah menggigit leher Tailong dan menghisap darahnya, Tailong mulai kehilangan kesadaran karena kehabisan banyak darah, perlahan tapi pasti Tailong pun terjatuh membentur tanah.


Brukkk


"Apa yang kau lakukan pada.. ku." ucap Tailong sebelum pingsan


"Nikmatilah siksaanmu, hahahahah." tawa iblis itu


"Kenapa kau tak membunuhnya?"


"Dia mungkin membalas dendam di lain waktu!" ucap Jenderal Xiao Fei Ji


"Tenang saja, setelah dia sadar, dia bukan dirinya lagi, dia akan menjadi orang gila yang haus darah, meski dia menolak sekeras apapun, rasa haus darah yang dia rasakan, akan membuatnya begitu tersiksa."


"Itulah hukuman bagi manusia yang menolak ajakanku."


"Hahahahhaah" tawa iblis itu


Melihat Jenderal mereka tak sadarkan diri, nyali para para prajurit menjadi ciut, mereka memandangi iblis berjubah dengan rasa takut akan mati.


Iblis berjubah merebut pedang dari salah satu prajurit, lalu menebas beberapa prajurit dihadapannya, hingga membuat para prajurit yang lain semakin ketakutan


Sreak sreak


Bruk bruk bruk(satu persatu tubuh prajurit yang tewas jatuh menyentuh tanah)


"Lari... selamatkan diri kalian!"


"Jauhi istana, beri tahu kepada semua penduduk untuk jauhi istana!" teriak para prajurit


Mereka melemparkan senjata mereka lalu lari menjauhi iblis berjubah.


"Hahahahaha" tawa iblis itu


"Apa kau akan membunuh mereka semua?" tanya Jenderal Xiao Fei Ji


"Apa kau keberatan?" tanya iblis berjubah


"Tidak, aku hanya merasa, kalau sebaiknya kau bagikan kesenangan ini denganku, karena aku juga sangat ingin membunuh para prajurit yang selalu menyiksaku setiap hari, pulihkan energiku, maka aku akan membunuh mereka." ucap Jenderal Xiao Fei Ji


"Aku suka gayamu, hahahahaha." tawa iblis itu


"Sampai kapan iblis ini tertawa, aku sudah menunggunya begitu lama, kenapa tak pulihkan saja kekuatanku, malah membuang waktu dengan menebas para prajurit, apa dia masih belum mempercayaiku?" pikir Jenderal Xiao Fei Ji

__ADS_1


"Aku tak bisa memulihkan kultivasimu, aku hanya bisa membuatmu menjadi makhuk abadi, hanya raja neraka yang bisa membantu memulihkan kultivasimu, kalau kau ingin cepat menjadi kuat, ikuti saja aku." ucap iblis itu


Jenderal Xiao Fei Ji mengikuti iblis berjubah meninggalkan istana, dan membantai para prajurit dan warga yang mereka lihat, setelah puas membunuh banyak manusia di sekitar istana, iblis berjubah pergi meninggalkan istana kerajaan petir.


#Kerajaan petir


#Perbatasan sebelah barat, wilayah kekuasaan jenderal Huang Cheng


Raja Xiao Zhaoye dikejutkan oleh kabar tentang kepergian Jenderal Huang Cheng, dia kesal karena orang yang dia percaya malah pergi tanpa seijinnya, tapi dia juga mengerti alasan dibalik perbuatan jenderal Huang Cheng, bagaimanapun dia hanyalah seorang ayah yang sedang menghawatirkan putrinya.


Dengan ditemani ratusan ribu prajurit, dua jenderal utama , dan dua jenderal wilayah, raja Xiao Zhaoye melanjutkan perjalanan menuju kerajaan angin.


"Hidup kerajaan petir, hancurkan sekte iblis!" ucap Jenderal Taifeng


"Hidup kerjaan petir, hancurkan sekte iblis!" teriak para prajurit


#Kerajaan angin


#Wilayah rahasia


"Ibu apakah kau baik-baik saja?"


"Belakangan ini, ibu sering menjerit kesakitan." ucap putri Feng Yin


"Kau tak perlu menghawatirkan ibu, ibu hanya sedikit kurang enak badan." jawab ratu Feng ping


tok tok tok(suara langkah kaki)


"Istriku, apa kau baik baik saja?" tanya Feng Juanyun


"Suamiku, aku senang kau masih hidup."


"Bisakah kau hentikan perlawananmu?"


"Biarkan sekte iblis menangkapku, dengan begitu tak perlu ada korban lagi." ucap ratu Feng Ping


"Berhenti berkata begitu!"


"Kau pikir aku bisa hidup tenang, saat mereka membunuhmu!"


"Kau adalah satu-satunya istri yang sangat kucintai, Ping er, tolong jangan mengatakan hal itu lagi, aku tak perduli meski sekte iblis terus menyerang kerajaanku, aku tak perduli meski mereka mengancam nyawaku, asalkan aku bisa melihat senyum diwajahmu, aku akan merasa senang, tolong tersenyumlah untukku." ucap raja Feng Juanyun


"Mana mungkin aku bisa tersenyum, diluar sana sedang terjadi peperangan yang tiada henti, ribuan prajurit dan orang-orang dari perguruan beladiri atau sekte yang ikut membantu, tewas setiap malam hari, bahkan serangan di siang haripun kadang terjadi, hingga membuat korban semakin banyak."


"Bayangkan ribuan prajurit tewas diluar sana, dan semua itu karena aku, bagaimana mungkin aku bisa tersenyum!" ucap ratu Feng Ping dengan air mata diwajahnya


"Andai saja, andai saja relik itu tak menyatu denganmu, andai saja aku yang menyatu dengan relik itu, aku pasti sudah menyerahkan diriku sejak dulu."


"Tapi karena kau yang dipilih oleh relik itu, aku tak bisa membuatmu berkorban demi diriku, aku tak ingin kau tiada, apakah kau tahu, kalau aku tak bisa hidup tanpamu!"


"Jadi berhentilah menyalahkan dirimu!"


"Topeng bencana mengatakan kalau dia akan melindungi kita, semoga malam ini menjadi malam terakhir bagi sekte iblis!" ucap raja Feng Juanyun

__ADS_1


"Semoga saja begitu." sambung ratu Feng Ping dengan air mata yang masih mengalir diwajahnya


__ADS_2