
"A ... aku kemari untuk melapor kepada tuan bahwa tak ada penyusup yang bisa kami temukan," ucap Tian Zhong sambil meneteskan keringat dingin dari dahinya.
"Kenapa kau terlihat gemetar dan ketakutan?"
"Mungkinkah kau?" tanya Ning Lian Ho sambil memasang tampang curiga.
"Sepertinya penyamaranku akan segera terbongkar," pikir Tian Zhong sambil menyiapkan jurus di tangan kirinya. Saat itu tangan kirinya dia taruh di belakang sehingga Ning Lian Ho tak dapat melihat jurus yang sedang dia siapkan.
"Begitu ya?" tanya Ning Lian Ho sambil mengerutkan dahi.
"Ngomong ngomong aku telah ditugaskan untuk menjaga seorang tahanan. Kutitipkan dia padamu ya, aku sangat lelah hari ini," ucap Ning Lian Ho sambil berjalan melewati Tian Zhong.
"Ba ... baik tuan," ucap Tian Zhong sambil menundukkan kepalanya.
"Hoam," Ning Lian Ho menguap sembari menutup mulutnya.
"Aku harus tidur cepat malam ini. Besok aku harus kembali ke sekte singa perak untuk menemui keponakan kesayanganku," ucap Ning Lian Ho sambil berjalan pergi menaiki tangga.
Setelah Ning Lian Ho pergi meninggalkannya, Tian Zhong langsung bernapas lega sambil mengelap keringat di dahinya.
"Huft, hampir saja," ucap Tian Zhong sambil menghela napas.
Tap tap tap
Tian Zhong berjalan masuk kedalam penjara bawah tanah. Disana terdapat beberapa penjaga yang bertugas mengawasi sel Meng Yi.
"Salam jenderal Chen Li," ucap para penjaga sambil memberi hormat.
"Pergilah, biar aku yang menjaga tahanannya. Ini perintah dari tuan Lian Ho," ucap Jenderal Chen Li sambil menunjukkan jalan keluar dengan salah satu ibu jarinya.
__ADS_1
"Tapi ... ," ucap para penjaga.
"Fwiiit!" siul Tian Zhong.
Beberapa siluman rubah merah yang menyamar menjadi pasukan bayangan datang menuruni tangga setelah Tian Zhong bersiul cukup keras.
"Kalau kau pikir aku akan kekurangan istirahat karena menjaga seorang tahanan, maka kau salah besar. Aku akan bergantian berjaga dengan para pasukan bayangan. Kesetiaan mereka terhadap kerajaan tidak diragukan lagi, dengan adanya mereka aku bisa bergantian berjaga dengan tenang," jawab Tian Zhong sambil menatap para penjaga.
"Menyebalkan seperti biasa, kenapa kau tak pernah mempercayai kami sedikitpun," ucap salah satu penjaga sambil menghela napas.
"Aku tak menerima keluhan, cepat keluar," ucap Tian Zhong sambil menunjuk ke arah tangga.
"Baiklah," ucap para penjaga sambil berjalan melewati Tian Zhong.
"Syukurlah jenderal Chen Li memiliki sifat yang sangat waspada dan tak pernah mempercayai orang lain selain pasukan bayangan atau keluarga raja. Dengan begini aku bisa mempertahankan penyamaranku jauh lebih lama lagi," pikir Tian Zhong sambil bernapas lega.
Setelah semua penjaga telah keluar. Para siluman rubah pun bertanya, " Sekarang apa?"
"Kami mengerti," ucap para siluman rubah merah sambil menganggukkan kepala.
#Ruang hampa
Naga hitam berubah ke versi raksasa. Dia terbang ke atas udara sambil menyemburkan api ke arah Xiao Tian. Xiao Tian menangkis semua serangan dengan menebaskan dua pedang hitam bergerigi di tangannya.
Srat srat sratt
Semua api yang ditebas terserap kedalam pedang hitam bergerigi tersebut karena memiliki efek penelan qi.
"Teknik pedang iblis surgawi, jurus penelan qi!" ucap Xiao Tian sambil menebas semburan api yang diarahkan kepadanya.
__ADS_1
Karena semua api merah ditangkis dengan begitu mudah, naga hitam menghirup napas begitu dalam sambil mengumpulkan inti api ke dalam mulutnya. Perlahan sebuah bulatan kecil berwarna biru muncul di tengah tengah mulutnya yang terbuka lebar. Saat bola biru tersebut sudah cukup besar, naga biru langsung menyemburkan api biru ke arah Xiao Tian.
Woooshhh
"Api biru ya?"
"Kita lihat apa pedang iblis ini masih bisa menelan energinya," pikir Xiao Tian sambil menyiapkan kuda kuda.
"Teknik pedang iblis surgawi, jurus penelan qi!" teriak Xiao Tian sambil mengayunkan pedangnya.
Srattt!
Api biru tertelan habis sama seperti api merah yang sebelumnya. Melihat hal tersebut, naga hitam mencoba menggunakan kekuatan kepakan sayapnya untuk membentuk serangan tebasan udara.
Woshhh
Hembusan angin yang bisa menyayat tubuh melesat ke arah Xiao Tian. Karena serangan tersebut tak mengandalkan kekuatan qi sama sekali, Xiao Tian tak bisa menyerap serangannya. Meski begitu dia masih bisa menepis semua serangan dengan melapisi pedangnya menggunakan aura pedang.
Sring sring sring
Xiao Tian membelokkan serangan udara milik naga hitam dengan pedang iblis beraura merah miliknya.
Duar duar duar
Meski berhasil membelokkan semua serangan, Xiao Tian tetap terdorong mundur beberapa langkah.
"Luar biasa. Setelah lama tak berlatih bersama ternyata kau sudah sekuat ini ya, naga hitam," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.
"Hehehe," tawa naga hitam.
__ADS_1
"Sepertinya aku akan semakin terpojok jika hanya mengandalkan aura pedang berwarna merah," ucap Xiao Tian sambil mengganti warna aura pedang miliknya.
"Aura pedang tingkat dua, aktifkan!" ucap Xiao Tian sambil memegang pedang hitam bergerigi yang dilapisi aura pedang kuning.