Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 73 : Menyelamatkan Taiwu


__ADS_3

#pegunungan hewan buas


(wilayah Lion Beast)


"Woi sudah 3 jam aku menunggu, apa kalian belum mengingat juga!" teriak tetua Sun


"Maaf tetua Sun, kau kan tahu tetua Haocun mengalami masalah soal ingatan." jawab tetua Gu Yan


"Tetua agung Gu Yan, Kau kan tak mengalami masalah ingatan, kenapa bukan kau saja yang mengatakannya." ucap tetua Sun


"Aku kemari hanya untuk mengantarnya, aku juga tak tahu apa tujuannya, oh iya aku hampir lupa, muridmu sudah kehabisan banyak darah tuh." ucap tetua agung Gu Yan


"Gawat, dia bisa bisa mati, kalau dia mati kehabisan darah, semua ini gara-gara kalian!" ucap tetua Sun


"Bukankah tadi dia hampir dimakan Lion Beast gara-gara kau?" tanya tetua Gu Yan


"Aku berusaha melatihnya, aku akan menolongnya sebelum dia tewas, tapi kalian malah membuatnya menunggu lama." ucap tetua Sun


"Taiwu sudah tak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah, tapi syukurlah dia masih bernafas, aku akan memberinya pil penambah darah, dan mengobati luka luarnya." ucap tetua Sun


"Tetua Haocun, apa kau belum ingat untuk apa kau kemari?" tanya Gu Yan


"Entahlah aku belum yakin." ucap tetua Haocun


"Katakan saja sesuatu dan segera pergi dari sini." ucap tetua Gu Yan


"Ehm, sepertinya aku ingat, begini aku kemari untuk memintamu melepaskan Taiwu, karena dia adalah pengawal pribadi pangeran Xiao Tian." ucap tetua Haocun


"Apa urusannya denganku, mau dia pengawal pangeran atau apapun, dia telah jadi muridku, aku tak akan membiarkannya pergi sebelum aku berhasil membuatnya menerobos!" jawab tetua Sun


"Haih kau ini keras kepala sekali, topeng bencana telah menghancurkan sekte wilayah murid luar dan membunuh para tetua demi untuk melindungi pangeran Xiao Tian, jika kau menyandera Taiwu, aku takut topeng bencana datang kemari dan malah menghancurkan wilayah murid inti." ucap tetua Haocun


"Memangnya apa hubungan topeng bencana, dengan pangeran Xiao Tian, kenapa dia malah menghancurkan sekte, bukankah dia tetua pelindung sekte kita?" tanya tetua Sun

__ADS_1


"Anggap saja, dia adalah keluarga dari pangeran Xiao Tian, apa kau masih ingin bertanya?" tanya tetua Haocun


"Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi biarkan aku menyembuhkannya terlebih dulu, kalau dia dikembalikan dengan tubuh penuh luka, itu juga berbaya bagi kita kan?" tanya tetua Sun


"Baiklah, karena ucapanmu masuk akal, kami akan pergi, ingatlah kembalikan Taiwu setelah kau menyembuhkannya." ucap tetua Haocun


"Ingat baik-baik ya, meski tetua pendiri sekte mudah lupa, aku mendengar semuanya, kau tak boleh ingkar janji, pangeran Xiao Tian telah meninggalkan sekte karena pernah menjadi buronan sekte, dan karena poster yang dibuat Chunku, wilayah sekte murid luar dihancurkan oleh topeng bencana."


"Kalau kau sayang nyawamu, kembalikan Taiwu secepatnya." ucap Tetua Gu Yan


"Baik tetua Agung Gu Yan, aku akan mengingatnya." ucap tetua Sun


Tetua Gu Yan dan tetua Haocun terbang meninggalkan tetua Sun.


"Cih akhirnya mereka pergi juga, aku tak terima jika ada orang yang tak bisa berkembang dibawah bimbinganku, aku harus mengetahui siapa yang membantu Taiwu berkultivasi selama ini, sampai aku mengetahui teknik apa yang dia gunakan untuk menaikkan kultivasi Taiwu, aku tak akan menyerah mencari tahu siapa identitasnya." ucap tetua Sun


Tetua Sun membawa Taiwu pergi dari tempatnya, dia berusaha menyembunyikan Taiwu agar para tetua tak bisa menemukannya, dia berencana mengurung Taiwu hingga menemukan semua rahasiannya.


Tapi tepat sebelum dia pergi, jenderal Tailong telah sampai ke lokasi, dia mencium aroma darah Taiwu yang sedang di gendong tetua Sun.


"Apakah itu ayah?" pikir Taiwu


meski Taiwu terlihat tak sadarkan diri, dia berusaha agar tetap sadar, dia bisa mendengar semua suara sambil menutup mata, meski dia tak bisa bergerak, tak ada satupun suara yang tak bisa dia dengar.


Tetua Sun menghentikan langkahnya karena dia mendengar teriakan Tailong, saat dia membalikkan badan, dia melihat seorang pria yang sedang menaiki Lion Beast, dengan dua tangan yang dilapisi tanah membentuk cakar raksasa, setelah diperhatikan cakar raksasa itu terlihat begitu keras, dengan mata yang berwarna merah Tailong terlihat seperti hewan buas yang haus darah.


"Siapapun kau yang mengangkat Taiwu, lepaskan dia atau kubunuh kau!" teriak Tailong


"Cih, kau pikir kau siapa?"


"Hanya karena menunggangi Lion Beast kau bertingkah sok kuat, apa kau tahu aku adalah seorang Dewa petarung bintang 2." ucap tetua Sun


"Aku tak tahu kau berkata apa, tapi aku pastikan kau tak akan bisa hidup lama jika berurusan denganku!" teriak Tailong

__ADS_1


"Cih, menjengkelkan." ucap tetua Sun


tetua Sun melempar tubuh Taiwu kedaratan, dia melesat begitu cepat kearah Tailong, kecepatanya tak bisa dilihat oleh para jenderal petarung sekalipun, bahkan petarung legendapun kesulitan melihat gerakannya.


Tetua Sun mengeluarkan hawa membjnuh seorang Dewa petarung, Lion Beast yang ditunggangi Tailong gemetar ketakutan, karena dia takut mati. sedangkan Tailong yang tak bisa merasakan hawa keberadaan makhluk hidup disekitarnya, tak terpengaruh sedikitpun, dia tak terlihat sesak napas atau gemetar karena memang tak bisa merasakan hawa membunuh yang dikeluarkan tetua Sun.


"Wah wah wah, tak kusangka kau bisa menahan hawa membunuhku, apa kau juga seorang Dewa petarung?" tanya tetua Sun


Tailong hanya diam, karena dia tak bisa mendengar suara manusia, dia hanya bisa mendengar suara para Beast saat dia dalam mode mengamuk.


Melihat Tailong tak merespon ucapannya, tetua Sun semakin kesal, dia berlari mengelilingi Tailong dengan kecepatan tinggi.


"Sialan dipihak manapun aku pergi, aku akan tetap mati" pikir Lion Beast


"Hahahah, kau pasti kebingungan mencari posisiku!" teriak tetua Sun


tetua Sun berlari mengelilingi Tailong yang sedang menaiki Lion Beast, dia berusaha mencari celah untuk menyerang, dengan kecepatan tinggi, dia pikir Tailong tak bisa mengikuti gerakannya, saat dia memutuskan menyerang dari belakang , diluar dugaan Tailong menusuknya dengan cakar raksasa.


Tailong bisa membaca gerakan tetua Sun karena tubuhnya terkena darah Taiwu, tak perduli dia mencoba tipuan apapun, Tailong bisa merasakan keberadaanya, karena Tailong bisa mencium letak darah Taiwu yang menempel pada tubuhnya.


Cleb


"Mustahil, tak hanya berhasil mengetahui gerakanku, kau bahkan bisa melukaiku dengan sekali serang, siapa kau sebena....." sebelum menyelesaikan ucapanya tetua Sun meninggal dunia


"Tak perduli sekuat apapun tubuhmu, tak ada pertahanan yang bisa menahan cakar raksasaku, ini adalah kemampuan terkuatku."


"Ini balasan karena kau telah melukai putraku"


"Semoga kau tersiksa di neraka." ucap Tailong


"Wah manusia ini lebih mengerikan, dia baru saja membunuh seorang Dewa petarung." pikir Lion Beast


Setelah beberapa saat Tailong kehilangan kesadaran karena memakai mode mengamuk begitu lama, dia tak sadarkan diri saat masih berada di atas punggung Lion Beast. cakar raksasanya menghilang dan tubuh tetua Sun pun terlepas hingga jatuh ke tanah.

__ADS_1


"Apa manusia di punggungku telah tertidur?" pikir Lion Beast


tak lama kemudian Taizong dan Taifeng sampai dilokasi, mereka terkejut melihat Taiwu dan Tailong tak sadarkan diri, dan yang paling membuat mereka terkejut adalah seekor Lion Beast membiarkan Tailong menaikinya dan tak memakan Taiwu yang sedang tergeletak tak berdaya.


__ADS_2