Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Nasib buruk putri Jia Li


__ADS_3

#Kerajaan Awan


Ketika putri Jia Li sampai diistana kerajaan awan, Seorang gadis berparas cantik yang berumur 18 tahun, Berlari menuju kearahnya, Dia adalah adik dari putri Jia Li


Dengan wajah yang dipenuhi keringat karena berlari untuk menemui kakaknya dia berkata


"Kakak, Kenapa kau kembali kemari?"


"Apakah kau rindu padaku?"


"Tak ada masalah dengan perjodohannya kan?" Ucap Jia Qing


"Sudahlah kau tak perlu pedulikan kakak ya, Fokuslah berlatih dan perkuat dirimu." Ucap Putri Jia Li dengan senyum palsunya


"Kak apa yang terjadi denganmu, Kenapa kau terlihat lebih murung?" Ucap Jia Qing


"Sudahlah kakak sedang letih, Kakak ingin pergi istirahat dulu ya." Ucap Jia Li


"Tapi kak.." Sebelum menyelesaikan perkataanya Jia Xin memotong pembicaraanya


"Jangan ganggu kakakmu, Dia harus istirahat, Kenapa kau ada disini?"


"bukankah kau harusnya masih belajar di sekte Duri naga?" Tanya Jia Xin


"Aku hanya rindu kepada ayah, makanya aku pulang." Ucap Jia Qing


"Jangan membuang waktumu untuk hal yang tak perlu, Kau harus fokus berlatih agar tak menjadi sampah seperti kakakmu, Dia di tolak oleh kerajaan petir karena tingkahnya." Ucap Jia Xin


"Apa maksud ayah?"


"Kak bisakah kau ceritakan padaku?"


"Bisakah ayah jelaskan rinciannya?"


"Kenapa sekarang ayah jadi bersikap kasar padaku?" Ucap Jia Qing


Putri Jia Li mengelus kepala Jia Qing, Sambil meneteskan air mata, Dia berkata " Ada hal yang seharusnya kau tak ketahui, Lebih baik kau fokus berlatih dan turuti ayah ya."


Melihat kakaknya menangis Jia Qing merasa semakin khawatir, biasanya Putri Jia Li bisa menahan tangisannya dan menyembunyikan perasaanya didepan adiknya, Tapi hari ini dia tak bisa menahan air matanya.


Karena cemas Jia Qing pun bertanya." Kak, Kenapa kau menangis?"


"Apakah pangeran sampah itu melukaimu?"


"Aku telah mendengar rumornya kalau pangeran Xiao Tian memiliki karakter yang jelek, Kau harusnya bersyukur karena tak menikahinya." Ucap Jia Qing


"Iya kakak akan berusaha bersyukur, Kau pergilah ke perguruan dan turuti ayahmu." Ucap Jia Li sambil memalingkan wajahnya


"Apa kau sudah puas mendengar kakakmu?"


"Sekarang pergilah ke perguruan, Ayah tak suka anak yang membangkang!" Teriak Jia Xin


"Ayah tak perlu berteriak pada Jia Qing, Dia akan mengerti, Tolong ingat janjimu." Ucap Jia Li


"Cih." Ucap Jia Xin dengan wajah kecewa


"Kita sudah lama tak bertemu apa kau tak merindukanku?"


"Kenapa kau malah menyuruhku pergi?" Ucap Jia Qing


Jia Li tak bisa berterus terang, Kalau dia berusaha menjauhkan adiknya dari istana, Agar adiknya tak tahu, Kalau selama ini kakaknya menanggung siksaan demi kebahagiaanya.


Karena tak bisa berterus terang dia mengatakan hal yang sebaliknya.


"Pergilah, Aku tak merindukanmu!"


"Apa kau kemari untuk mentertawakanku karena selalu gagal menikah!"

__ADS_1


"Aku memang wanita tak beruntung yang tak akan pernah bisa menikah, Aku tak seperti dirimu yang memiliki bakat beladiri!"


"Keberadaanmu sangat menggangguku, Pergilah dari sini dan jangan pernah menemuiku lagi!"


"Aku sangat membenci dirimu!" Teriak Jia Li dengan wajah yang dipenuhi air mata


"Baik jika itu yang kakak mau!"


"Aku kemari karena merindukan keluargaku, Tapi di istanaku aku malah diusir oleh kakakku sendiri, Aku membencimu kak Jia Li!" Teriak Jia Qing


Jia Qing merasa kesal, Dengan air mata yang mengalir deras di pipinya dia pergi meninggalkan Jia Li.


"Tak kusangka kau bisa mengatakan hal kasar kepada adikmu sendiri." Ucap Jia Xin


"Kalau aku tak melakukannya kau pasti akan melukainya, Sama seperti terakhir kali ketika dia mencoba melawan perkataanmu, Kau berusaha memukulnya, Dan kau berhenti setelah aku menghentikanmu." Ucap Jia Li sambil mengepalkan kedua tangannya


"Baguslah karena kau mengerti, Kalau kau tak melakukannya, Mungkin dia akan bernasib sama sepertimu, Ikut denganku dan bantu para pelayan membersihkan istana!" Ucap Jia Xian


Putri Jia Li menuruti semua perintah ayahnya demi kebahagiaan adiknya, Semua orang di istana tahu akan nasib buruk putri Jia Li, Tapi tak ada yang bisa membantunya, Di Luar kerajaan dia diperlukukan dengan baik, Sehingga rakyat dan orang luar tak mengetahuinya, Sedangkan ketika di dalam istana, Dia diperlakukan layaknya seorang budak, Selalu di pukuli ketika melakukan kesalahan, Dan disuruh suruh seperti seorang pelayan.


Satu-satunya pelayan yang menolongnya mengerjakan tugas berat adalah Bibi Fen, Meski sudah berumur dia membantu Jia Li melakukan pekerjaan berat, Dia merupakan pelayan pribadi ibunya ketika Jia Li masih anak-anak. Dia menganggap Jia Li seperti Cucunya sendiri. Jia Li juga begitu menyayanginya, Karena di istana yang sebesar itu tak ada satupun yang perduli kepadanya kecuali bibi Fen.


Melihat putri Jia Li kembali ke istana, Tentu saja bibi Fen merasa sedih, Dia membantu putri jia Li membersihkan istana.


"Putri Jia Li kenapa kau kembali?"


"Kenapa ada banyak air mata diwajahmu?"


"Apakah kau ditolak lagi?"


"Tapi kau sudah tinggal di sana begitu lama, Apakah pangeran itu melakukan hal buruk padamu?" Ucap Bibi Fen


Melihat bibi Fen bertanya dan begitu menghawatirkannya, Dia langsung memeluknya dan menceritakan semuanya.


"Aku.. aku tak ditolak, Tapi ayah yang memaksaku pulang karena tahu bahwa pangeran bukanlah seorang sampah, Aku menyukai pangeran itu, Tapi ayah tak memperdulikannya, Dia berterus terang berkata padaku bahwa dia ingin melihatku menderita."


"Kenapa ayah begitu membenciku dan adikku Jia Qing?"


"Kalau aku tak menurutinya, Jia Qing pasti akan mengalami hal yang sama seperti yang ku alami."


"Bibi katakanlah padaku, Apakah kau mengetahui sesuatu?" Tanya Jia Li dengan air mata yang begitu deras


"Itu karena kau dan adikmu sebenarnya bukanlah anak dari ayahmu." Ucap Bibi Fen


"Apa maksudmu?" Ucap Jia Li


Sambil memeluk Putri Jia Li, Bibi Fen menceritakan kebenaran dari perubahan sifat ayahnya.


"Sebenarnya ayahmu adalah adik dari raja Jia Xin." Ucap Bibi Fen


"Maksudmu paman Jia Qin?" Ucap Jia Li dengan wajah yang bingung.


Dia masih belum mempercayai apa yang baru saja dia dengar.


"Iya dialah ayahmu yang sebenarnya, Ayahmu tak pernah menyentuh ibumu tetapi ibumu bisa hamil dan melahirkanmu, Dia begitu marah setelah mendengar kehamilan ibumu, Tapi dia berusaha menerimamu, Sehingga dia menyayangimu waktu kecil." Ucap Bibi Fen


"Lalu kenapa sikap ayah berubah setelah aku dewasa?" Ucap Jia Li


"Ketika ibumu hamil lagi ayahmu semakin marah, Dia bertanya kepada ibumu tapi tak mendapat jawaban, Dia tak tahu siapa ayah dari bayi yang dikandung ibumu, Dia pun berusaha bersabar dan tetap menyayangimu dan adikmu."


"Tapi 3 tahun yang lalu, Kelakuan paman fan ibumu telah diketahui ayahmu, Disaat ayahmu ke kamar ibumu, Dia melihat kalau ibumu sedang melakukan hubungan suami istri dikamarnya, Melihat hal itu dia tak tahan lagi dan membunuh pamanmu, Dan setelah itu ibumu mati karena diracuni ayahmu." Ucap Bibi Fen


"Jadi itu adalah kenyataanya, Ibu lah yang salah, Ayah berusaha memahaminya tetapi ibu menghianatinya 3 kali, Jadi aku bukanlah anaknya, Kenapa aku harus bernasib seperti ini, Kenapa kau tak menceritakannya padaku sejak dulu!." Ucap Jia Li dengan wajah yang terpukul


"Aku takut kau tak bisa menerima kenyataanya."


"Maafkan aku karena merahasiakan ini darimu." Ucap Bibi Fen

__ADS_1


"Wah wah berani sekali kau menceritakan kisah itu padanya, Bagus bagus." Ucap Jia Xin sambil bertepuk tangan secara pelan


"Ya..yang mulia." Bibi Fen Merasa sangat takut , Karena tertangkap basah.


"Ayah aku yang memaksanya, Tolong jangan lukai dia." Ucap Jia Li


"Prajurit bawa pelayan tak tahu diri ini, Bawa dia ke penjara, Siksa dia sampai mati!" Teriak Jia Xin


"Baik yang mulia." Ucap para prajurit


"Ayah tolong jangan lakukan ini, Aku akan lakukan apapun, Jangan sakiti dia!" Ucap Jia Li sambil memegang kaki ayahnya


"Tak ada ampun baginya, Aku tak perlu menuruti semua permintaanmu, Aku sudah berbuat baik pada adikmu agar kau menuruti perintahku, Aku tak perlu sumpahmu hari ini." Ucap Jia Xin


"Ayo ikut aku ke penjara, Kau juga sudah mengetahui semuanya, kau akan di kurung disamping ruang penyiksaan, Agar kau mendengar apa yang dialami pelayan itu karena menolongmu." Ucap Jia Xin


Putri Jia Li menghabiskan malam di dalam penjara, Mendengar jeritan dari Bibi Fen yang disiksa di ruang penyiksaan.


Ctarrr Suara pecut mengenai tubuh


"Aaaaaaa."


"Tolong bunuh saja aku, Aku tak kuat menahan sakit ini." Teriak Bibi Fen


"Hei wanita tua apa kau tahu kenapa ini disebut ruang penyiksaan?"


"Aku jamin kau tak tahu."


"Karena akulah yang akan menyiksamu."


Apakah kau tahu rasa dari kulit yang terbakar?" Ucap Penjaga ruang penyiksaan


Penjaga itu memanaskan sebuah logam ke dalam bara api, Dan menempelkannya ke tubuh wanita malang itu.


Cesssss Suara kulit yang melepuh karena panasnya logam itu.


Jia Li tak bisa tidur semalaman, Karena mendengarkan jeritan orang yang dia sayangi.


Dia tak berdaya dan tak bisa menolongnya, Hanya bisa menutup telinganya dan menangis semalaman.


"Maafkan aku bibi, Maafkan aku, Kalau saja aku tak bertanya, Tolong maafkan aku." Jia Li menangis tanpa henti


Kreakkk pintu ruangan Jia Li terbuka dan Jia Xin masuk kedalamnya.


"Putriku, Apa kau tahu?"


"Aku punya berita bagus, Kau bisa keluar dari sini hanya dengan menikahi pangeran kerajaan es, Dia bilang dia menginginkanmu loh."


"Dia sudah membayar dirimu dengan banyak harta." Ucap Jia Xin


Pangeran kerajaan es terkenal dengan kesadisannya, Dia selalu berganti istri setiap bulan, Kalau dia sudah bosan dengan istrinya dia akan membuang istrinya ke rumah bordir, Atau dijadikan budak **** para prajuritnya, Yang pasti tak ada yang berakhir bahagia setiap menikah dengannya.


Mendengar berita itu Jia Li merasa takut, Dan berusaha lari.


"Putriku apa kau ingin kabur?"


"Kalau kau menolaknya, Mungkin Jia Qing bisa menggantikanmu." ucap Jia Xin dengan tampang mengancam.


Mendengar ancaman ayahnya, Putri Jia Li pasrah akan nasibnya dan rela dinikahkan dengan pangeran kerajaan es.


#Kerajaan petir


Xiao Tian memaksa pergi menuju kerajaan awan, Karena menghawatirkan Putri Jia Li.


Sedangkan Huang Li tak sengaja mendengar bahwa Xiao Tian ingin pergi ke kerajaan awan. Dia mengikutinya bersama Jingmi, Kaibo, Su Yan dan si Gendut.


Xiao Hong tak diperbolehkan ikut oleh raja Xiao Zhaoye, Karena dia pikir Xiao Tian bisa mengatasinya hanya lewat bicara saja.

__ADS_1


Dia tak tahu kalau Xiao Tian akan berhadapan dengan kerajaan es jika terus memaksa mencari putri Jia Li.


__ADS_2