
Dewa Petir mengikuti Kaisar Langit memasuki istana. Meninggalkan Su Yan dan yang lainnya di luar istana Langit.
#Dalam istana langit
Kaisar Langit mengajak Dewa Petir yang masih merasuki tubuh Xiao Tian menuju kamar pribadinya.
Setelah berjalan cukup lama, mereka akhirnya sampai di tempat yang dijaga ketat oleh para prajurit surga.
"Minggirlah!" ucap Kaisar Langit sambil menatap para prajurit.
"Baik yang mulia," ucap para prajurit surga sambil berjalan pergi meninggalkan area depan pintu.
"Kemana kalian ingin pergi?" tanya kaisar Langit sambil menoleh ke belakang.
"Tentu saja pergi sejauh mungkin sampai anda memanggil kami seperti biasa," ucap para prajurit surga sambil berhenti berjalan.
"Tak perlu pergi, tetaplah berjaga di luar pintu.
Kami akan masuk ke dalam. Ingatlah, jangan ijinkan siapapun memasuki kamar tanpa seijinku!" ucap Kaisar Langit sambil menyentuh pintu kamarnya.
"Baik yang mulia, tapi bagaimana jika istri anda kembali memaksa masuk?" tanya para prajurit.
"Biarkan dia masuk, sudah terlalu lama aku menyembunyikan masalahku darinya. Lagi pula tak ada yang perlu disembunyikan lagi," ucap Kaisar Langit sambil berjalan mendekati pintu.
"Baik yang mulia,"
Para prajurit sedikit bingung dengan perubahan kebijakan Kaisar langit. Biasanya mereka selalu disuruh pergi setiap kali Kaisar Langit ingin memasuki kamar pribadinya.
Bahkan belakangan ini istri Kaisar Langit pun dilarang memasuki kamar tersebut meskipun meminta ijin berkali kali.
Sejak memberi tugas kepada Dewa Petir untuk membimbing Xiao Tian dia terus berada di dalam kamar selama berhari hari tanpa keluar sedetikpun.
Dia terus berada di dalam kamar karena sedang fokus berkultivasi sambil mengawasi Dewa petir dan kedamaian alam semesta kedua. Saking fokusnya mengawasi Xiao Tian dan Dewa Petir, dia lupa untuk memberi tahu istrinya tentang alasan dia melarangnya masuk ke dalam kamar tersebut.
Kaisar Langit terus fokus mengawasi Xiao Tian dan Dewa Petir karena mereka adalah satu satunya kunci kedamaian alam semesta kedua. Berkat pengawasannya itu pula, mereka berhasil lolos dalam situasi berbahaya ketika berada di puncak pagoda iblis.
Alasan mengapa Su Yan bisa mengetahui sihir terlarang untuk memanggil Wu Kong adalah atas bimbingan Kaisar Langit.
Dia mengajarkan mantra tersebut melalui telepati hingga tak ada yang mengetahui kecuali mereka berdua.
__ADS_1
Sihir pemanggil Dewa adalah sihir terlarang yang telah lama menghilang, tak ada yang tahu kalau Kaisar Langit mengetahui mantra sihir tersebut kecuali Dewa Petir.
Oleh karena itu dia tak bertanya pada Su Yan meski telah melihat Su Yan menggunakan sihir tersebut. Dia sudah memahami adanya campur tangan Kaisar Langit meski tak diberi tahu.
Setelah menempelkan tangannya ke daun pintu, Kaisar Langit mengucapkan mantra dalam hati untuk membuka segel yang telah dia buat. Setelah segel pintu terbuka, Dia langsung membuka pintu itu lebar lebar sehingga semua prajurit bisa melihat isi di dalam kamar tersebut.
Setelah pintu terbuka lebar, semua orang terkejut bukan main karena melihat tubuh Dewa Obat dan Dewa Petir tergeletak di atas kasur emas milik Kaisar Langit.
"De ... Dewa Obat, Bukankah jasadnya telah menghilang sejak penyegelan Kaisar iblis ribuan tahun yang lalu?" ucap salah satu prajutit dengan mata yang terbelalak.
"Maaf karena terlambat memberi tahu kalian."
"Sebenarnya selama ini aku ... ," belum sempat Kaisar Langit menyelesaikan ucapannya. Istri Kaisar Langit tiba tiba muncul di antara kerumunan prajurit surga.
"Suamiku ... , tak kusangka tenyata selama ini kau memilih tidur dengan para pria dari pada tidur bersamaku. Menjijikan ... ."
"Tolong perhatikan dengan baik, aku tidak ... ," belum sempat Kaisar Langit menjelaskan ucapannya, istri Kaisar Langit langsung menghilang dari pandangan semua orang dengan menggunakan sihir teleportasi.
"Apakah kami harus mencari permaisuri untuk menjelaskan apa yang terjadi?" tanya para prajurit surga.
"Pergilah, aku tak ingin istriku terus berburuk sangka tentangku. Bilang padanya kalau yang baru saja dia lihat sekilas itu adalah tubuh Dewa Obat dan Dewa Petir. Aku sedang mencoba membangkitkan Dewa Obat untuk mencari cara membuat relik penyegel Kaisar iblis. Tanpa mengetahui resep rahasianya, kita tak akan bisa mengembangkan pusaka yang lebih hebat untuk membasmi habis para Kaisar iblis," jelas Kaisar Langit sambil menatap para prajurit surga.
Seteleh para prajurit surga pergi, Kaisar Langit memasuki kamar lalu diikuti Dewa Petir yang berjalan menggunakan tubuh Xiao Tian yang masih dia rasuki.
Pintu kamar itu langsung tertutup rapat dan segel pembatas pintu mulai aktif kembali sejak mereka telah berada di dalam kamar.
Brukk
Sreatttt (Suara sihir penyegel pintu yang aktif)
Terhitung lima detik sejak mereka masuk dalam kamar, Dewa Petir langsung kembali ke tubuhnya meninggalkan tubuh Xiao Tian yang sedang dia rasuki.
"Dimana ini?" pikir Xiao Tian dengan mata yang terbelalak. Xiao Tian terkejut melihat pemandangan ruangan yang terlihat asing baginya. Ruangan megah yang dipenuhi oleh pusaka tingkat tinggi.
Xiao Tian saat itu sedang menatap lurus ke tembok tembok yang dipenuhi oleh pusaka pusaka milik Kaisar Langit yang berbentuk pedang, keris dan berbagai macam senjata sejenisnya.
Ketika melirik ke kiri, dia semakin terkejut karena melihat Kaisar Langit berada tepat di sampingnya.
"Ka ... kaisar Langit?"
__ADS_1
"Kenapa kau ada disini?"
"Apakah aku telah mati lagi?" tanya Xiao Tian sambil menatap Kaisar Langit.
"Tenanglah anak muda, untuk saat ini kau masih hidup. Tak kusangka ingatanmu cukup kuat sehingga bisa mengingatku walau telah bereinkarnasi cukup lama," sambung Kaisar Langit sambil tersenyum tipis.
"Dimana Dewa Petir dan teman temanku berada saat ini?"
"Kenapa kau membawaku kesini?" tanya Xiao Tian sambil melirik ke arah Kaisar Langit.
"Bukan aku yang membawamu, tapi Dewa Petir yang merasukimu sebelumnya. Dan sekarang dia terbaring tepat di hadapanmu." Setelah mendengar penjelasan Kaisar Langit, Xiao Tian langsung melirik ke bawah untuk melihat kebenaran ucapannya.
Ketika dia melirik ke bawah dia melihat tubuh Dewa Obat yang terbaring lemas dan disamping kanannya terbaring Dewa Petir yang sedang mengupil.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Xiao Tian dengan tatapan datarnya.
"Sudah lama aku tak mengupil, kotoran hidungku sudah menumpuk begitu banyak," jawab Dewa Petir sambil mengorek hidungnya.
Ketika telah mendapatkan bulatan kotoran hidung dia langsung melemparnya ke samping kasur emas dengan santainya.
Setelah melirik ke sebelah kanan, Kaisar Langit langsung naik pitam karena melihat kotoran hidung Dewa Petir menggunung di samping kanan kasur emas.
"Dewa Petir!"
"Bisakah kau bertindak sedikit sopan di ruangan pribadiku!" bentak Kaisar Langit dengan napas yang naik turun.
"Gila, aku tak tahu kalau kotoran hidung Dewa bisa terkumpul sebanyak itu," pikir Xiao Tian sambil melihat kotoran hidung Dewa Petir yang menjulang tinggi melewati tinggi kasur emas tempatnya terbaring santai.
"Kau terkejut?"
"Inilah yang orang sebut sebagai, upil tingkat Dewa!"
"Ahhahahahaah!" ucap Dewa Petir dengan santainya.
Karena sudah terlalu kesal dengan tingkah Dewa Petir, Kaisar Langit langsung mengeluarkan hawa membunuh sambil berteriak, "Cepat hilangkan kotoran hidung yang telah kau gandakan dengan sihir tak bergunamu itu!"
"Iya iya, maaf aku cuma ingin mencairkan suasana," jawab Dewa Petir sambil menjentikkan jarinya.
Ketika jarinya dijentikkan, tumpukan kotoran hidungnya langsung menghilang dari pandangan semua orang.
__ADS_1
"Dewa setres," pikir Xiao Tian sambil menatap Dewa Petir.