
#Perbatasan sekte singa perak
Ning Lian Ho dan para pengawalnya dihadang oleh para roh iblis yang merasuki tubuh para penatua sekte singa perak. Beberapa siluman juga ikut menghalangi mereka dengan berbaris bagaikan pagar tepat di belakang para penatua.
Karena tak senang dengan perlakuan tersebut, Ning Lian Ho pun mulai merasa kesal.
"Apa maksud semua ini?" tanya Ning Lian Ho sambil mengeluarkan aura yang mendominasi.
Karena kesal, Ning Lian Ho membuat para roh iblis yang menyamar merasakan perbedaan kekuatan hingga gemetar ketakutan.
Demi menghentikan hal tersebut, Sunlong pun mengambil inisiatif dengan berjalan mendekatinya.
"Maaf tuan, ini adalah perintah patriach Lian Ting," ucap Sunlong yang menyamar menjadi penatua Feng.
Setelah mendengar ucapan Sunlong, Ning Lian Ho menarik kembali pancaran auranya. Lalu menghela napas dengan tampang kecewa.
"Haih, sepertinya Tin ting masih kesal dengan candaanku kemarin," ucap Ning Lian Ho sambil menepuk dahinya.
Ketika Ning Lian Ho sedang terdiam, Medusa dalam rupa Lian Ting versi dewasa berjalan menerobos barisan penjaga dan para tetua.
Dengan tampang yang terlihat sangat kesal, dia pun berkata,
"Ya, benar. Aku masih kesal denganmu paman!"
"Kau benar benar menjengkelkan!"
"Ting Ting tak mau bertemu dengan paman lagi!"
Setelah mendapat bentakan dari medusa, Ning Lian Ho yang berpikir bahwa itu adalah keponakannya pun langsung memasang tampang sedih.
"Ayolah Ting Ting, kemarin paman cuman bercanda. Aku sangat mengenali aroma tubuhmu, bagaimana mungkin aku tak mengenalimu," Ning Lian Ho berusaha membujuk Medusa dengan tampang memelas.
Disaat Ning Lian Ho masih memohon sebuah pemgampunan, Medusa menepuk tangannya sebanyak dua kali.
Tak lama setelah itu, para siluman dan roh iblis yang menyamar menyentuh cincin ruang mereka.
Lalu mengeluarkan satu buah cangkir berukuran sedang dari dalam cincin ruang mereka. Masing masing memiliki satu buah cangkir kosong untuk diberikan kepada Ning Lian Ho dan prajuritnya.
Sedangkan Sunlong mengeluarkan sebuah kendi besar yang terisi penuh oleh arak yang berbau harum. Di bagian samping kendi tersebut terdapat lubang yang disumbat oleh kayu kecil.
Setelah mengeluarkan cangkir lain dari dalam cincin ruangnya, Medusa langsung mengisi cangkir tersebut dengan membuka penyumbat kayu yang terletak di bagian samping kendi.
Ketika cangkirnya sudah hampir penuh dengan arak, Medusa pun langsung meminum seteguk arak tersebut dan menyisakan sisanya kepada Ning Lian Ho.
__ADS_1
Glek glek
"Minum ini!" ucap Medusa sambil menyodorkan cangkir berisi arak yang telah dia minum sedikit.
Melihat medusa menawarkan arak kepadanya, Ning Lian Ho awalnya merasa ragu. Namun karena Medusa meminumnya sedikit, dia pun percaya bahwa itu tak akan mengancam nyawanya.
"Aku tak tahu apa maksudmu menyuruhku untuk meminum ini, tapi jika ini bisa meredam sedikit emosimu. Maka aku akan meminumnya," ucap Ning Lian Ho sambil tersenyum.
Ning Lian Ho langsung mengambil cangkir dari tangan Medusa, lalu meminum arak tersebut tanpa keraguan sama sekali.
Aroma arak tersebut begitu wangi dan terasa cukup enak saat tertelan. Semua terlihat jelas dari bagaimana nyamannya ekspresi Ning Lian Ho saat meminum arak tersebut.
Setelah berhasil membujuk Ning Lian Ho, Medusa menatap para prajurit yang mengawal Ning Lian Ho dan berkata,
"Jangan hanya pamanku yang minum araknya, kalian juga harus minum,"
Karena Ning Lian Ho mau meminum araknya dan dia terlihat cukup nyaman dengan rak tersebut, para prajurit Ning Lian Ho pun mau meminum arak tersebut.
Setelah mereka setuju untuk minum, para roh iblis dan siluman yang menyamar pun tersenyum. Dengan senyum di wajah mereka, para roh iblis dan para siluman yang menyamar langsung melempar cangkir mereka ke arah para pengawal secara bersamaan.
Wooshh
Tap
Saat mereka telah menerima cangkir-cangkir tersebut, para pengawal langsung berbaris mengambil arak secara bergantian. Tentunya dengan membuka dan menutup kembali penyumbat arak setelah selesai.
Alasan para pengawal begitu antusias saat disuruh minum yaitu karena mereka cukup penasaran dengan seenak apa rasa arak yang diminum tuan mereka, hingga bisa membuatnya terlihat begitu santai dan damai.
Tak ada sedikitpun keraguan yang ada di dalam hati mereka, semua karena mereka sangat yakin bahwa arak tersebut tidaklah beracun.
"Uahhhh!"
"Nikmat sekali!" ucap para pengawal setelah meminum arak mereka.
Setelah semua orang telah meminum arak tersebut, Medusa dan yang lainnya pun mulai tersenyum.
Selang beberapa detik setelah mereia tersenyum, hal aneh pun mulai terjadi. Tiba tiba saja daya gravitasi menjadi teramat tinggi bagi mereka yang telah minum arak tersebut. Medusa serta para pengawal Ning Lian Ho seketika merasakan tekanan tinggi hingga tubuh mereka terdorong ke tanah secara bersamaan.
Brukk
uhuk uhuk uhuk!
Para pengawal Ning Lian Ho, serta Medusa batuk batuk hingga mengeluarkan darah secara bersamaan.
__ADS_1
Ning Lian Ho dapat menahan tekanan tinggi yang menimpa dirinya karena tingkat kultivasinya yang cukup tinggi.
Karena hal tersebut, dia pun bisa berdiri dengan tegak seakan tak mendapat dampak apapun.
Disaat efek arak telah terlihat, Sunlong pun langsung melancarkan aksinya.
Dengan senyum di wajahnya, Dia pun berkata,
"Habisi mereka!"
Srat srat srat
Para siluman serta roh iblis yang menyamar, secara bersamaan menarik keluar pedang di pinggang mereka.
Melihat para prajurit yang terlihat seperti prajurit medusa seperti ingin menyerang, Ning Lian Ho pun terlihat kesal.
"Apa maksud semua ini, penatua Feng?" tanya Ning Lian Ho sambil mengeluarkan tekanan qi yang cukup tinggi.
"Ada banyak hal yang lebih baik tidak kau ketahui, dan salah satunya adalah pertanyaanmu barusan. Jika kau lelah, duduklah seperti yang lainnya tuan," ucap Sunlong sambil tersenyum membalas tekanan qi yang dikeluarkan Ning Lian Ho.
"Hahahah, seorang pendekar alam roh ingin bermain main denganku?"
"Yang benar saja," ucap Ning Lian Ho sambil berjalan mendekati Sunlong. Disaat dia telah melewati Medusa, serangan yang berada diluar perkiraannya tiba tiba saja mengenai punggungnya.
Cleb!
"Maafkan aku paman!" ucap Medusa sambil menusukkan sebuah pedang beracun yang dia keluarkan dari dalam cincin ruangnya.
"Semarah marahnya Ting Ting, dia tak akan pernah menusukkan sebuah pedang beracun kepadaku. Sebenarnya siapa kau?" ucap Ning Lian Ho sambil mengeluarkan tekanan pendekar alam awan lapisan puncak.
Seketika Medusa beserta pedang beracunnya terpental mundur cukup jauh karena hal tersebut. Sedangkan yang lainnya hanya terdiam kaku karena efek tekanan tersebut.
Disaat semua terdiam, terdengar suara langkah kaki yang terdengar mendekat.
Tap tap tap
Bersamaan dengan itu, terdengar pula suara tepukan tangam yang terdengar cukup intens.
Prok prok prok
"Seperti yang diharapkan dari seorang adik raja. Tekananmu begitu kuat, meskipun kekuatannya telah ditekan oleh susunan array tingkat tinggi," ucap Xiao Tian tanpa mode penyamaran.
"Jadi ini ulahmu ya?"
__ADS_1
"Xiao Tian si pembunuh immortal?" tanya Ning Lian Ho sambil menatap tajam mata Xiao Tian.