
"Ibu apakah aku boleh masuk istana sekarang?" Ucap Xiao Tian sambil berusaha melepaskan pelukan ibunya
"Ah maaf ibu memelukmu terlalu lama, Ehm silahkan pergi dan nikmati waktumu." Ucap Xiao Hong sambil melepaskan pelukannya
"Terimakasih bu." Ucap Xiao Tian
Xiao Tian berlari menuju kedalam istana meninggalkan Xiao Hong.
"Xiao Hong kemana saja kau dari tadi pagi?"
"Aku sangat menghawatirkanmu." Ucap Xiao Zhaoye sambil berjalan mendekatinya
"Aku habis jalan-jalan." Ucap Xiao Hong sambil menundukkan kepala
"Kau tidak berbohong padaku kan?" Ucap Xiao Zhaoye
"Memangnya kapan aku pernah membohongimu?"
"Lagipula sejak kapan kau berani menginterogasiku?" Ucap Xiao Hong sambil menyilangkan tangannya
"Ahahah maaf jangan marah ya istriku, Aku hanya menghawatirkanmu." Ucap Xiao Zhaoye sambil memegang tangan Xiao Hong
"Lepaskan tanganmu, Ada Huang Li disini."
"Huang Li kau tak ikut pulang dengan ayahmu?" Ucap Xiao Hong sambil menarik kembali tanganya dari genggaman Raja Xiao Zhaoye
"Aku ingin menemani Xiao Tian hari ini." Ucap Huang Li
"Kalau begitu masuklah keistana, Dia kan sudah masuk duluan." Ucap Xiao Zhaoye
"Baik yang mulia, Terima kasih." Ucap Huang Li sambil menundukkan kepala
"Wah gadis yang manis semoga Xiao Tian cepat menikah." Ucap Xiao Zhaoye dengan senyuman diwajahnya
"Apa maksudmu?" Ucap Xiao Hong keheranan
"Bukan apa-apa." Ucap Xiao Zhaoye
Huang Li berlari ke dalam istana, Tapi dia tersesat saat mencari kamar pangeran Xiao Tian.
"Ah kenapa aku bisa lupa jalannya!" Ucap Huang Li dambil berusaha mengingat tempat tujuannya
Sedangkan Xiao Tian berlari ke kamar putri Jia Li untuk mencarinya.
"Kenapa gadis itu tak menyambutku?"
"Aku harus mengeceknya." Ucap Xiao Tian sambil berlari kesana kemari
"Lebih baik kau lupakan saja dia, Kalau kau terus memaksa bersamanya kau hanya akan terus dibayangi oleh kematian." Ucap Dewa petir dengan wajah yang serius
"Apa maksudmu, Dulu kau pernah melarangku menikahinya karena perbuatannya, Aku mengerti itu, Aku mulai menyukainya karena sifatnya tak sejahat yang kukira, Dia ingin membunuhku karena rumor tentang perilaku buruk ku yang suka meniduri para pelayan, Meski itu adalah kelakuan pemilik tubuh yang sebelumnya, Aku berhasil meyakinkannya kalau itu hanyalah rumor palsu."
"Saat kami mulai saling menyukai, Kenapa kau berniat memisahkan ku lagi?" Ucap Xiao Tian dengan wajah kesal
"Kuberitahu ya, Jika kau terus mengejarnya mungkin kau akan merasakan banyak pengalaman hampir mati, Aku bukan pengasuhmu yang harus terus melindungimu, Sekarang dia tak diistana, Dan mungkin kau tak akan pernah melihatnya lagi." Ucap Dewa petir dengan ekspresi serius
"Apa maksudmu?"
"Aku tak percaya kalau dia meninggalkanku!" Teriak Xiao Tian
"Putri katakan kalau kau ada didalam!" Ucap Xiao Tian sambil mengetuk pintu
Karena tak ada jawaban, Dia membuka pintunya dan tak ada satupun orang di dalam kamar.
"Apa dia benar-benar meninggalkanku?" Pikir Xiao Tian
__ADS_1
Xiao Tian sedikit merasa terpukul, Dia tak percaya dengan apa yang dewa petir katakan, Dia berlari keliling istana mencari putri Jia Li.
"Putri dimana kau!"
"Ini tak lucu lagi , Berhenti bercanda denganku!" Teriak Xiao Tian
Melihat Xiao Tian berlari kesana kemari, Xiao Hong mendekatinya dan bertanya.
" Xiao Tian kenapa kau terlihat begitu panik?"
"Apakah kau sedang mencari sesuatu?" Ucap Xiao Hong
"Aku mencari putri Jia Li, Dia tak ada dikamarnya." Ucap Xiao Tian dengan keringat yang mengalir diwajahnya
"Suamiku apa kau tahu dimana putri Jia Li?" Ucap Xiao Hong sambil memalingkan wajah untuk bertanya ke suaminya
"Dia dibawa pergi ayahnya, Jia Xin membatalkan perjodohannya karena Xiao Tian meninggalkan putrinya berguru di sekte Gunung Api." Ucap Xiao Zhaoyedengan santai
"Kenapa kau tak menghentikan mereka!" teriak Xiao Tian
"Aku sudah berusaha, Tapi Jia Xin tak mendengarkanku, Dan putri Jia Li tak mengatakan sepatah kata apapun, Dia terlihat murung tapi ayah tak bisa ikut campur jika putri Jia Li tak mengatakannya pada ayah, Jadi ayah biarkan mereka, Lagipula dari awal kan kau ingin membatalkan perjodohan ini." Ucap Xiao Zhaoye dengan wajah santai
"Kembali ke kerajaannya ya, Aku harus kesana secepatnya!" Ucap Xiao Tian dengan mengepalkan tangannya
"Tunggu nak, Kalau kau menyukainya biar ibu yang menanganinya, Akan kubuat si Jia Xin menyerahkan putrinya, Kalau dia menolak akan ibu ratakan kerajaan awan." Ucap Xiao Hong dengan aura membunuh
"Xiao Hong tolong jangan terlalu impulsif, Aku tahu kau kuat, Tapi tak semuanya harus diselesaikan dengan meratakan kerajaan." Ucap Xiao Zhaoye dengan keringat dingin di wajahnya, Karena takut istrinya mengamuk lagi
"Kerajaan kecil berani membatalkan perjodohan tanpa persetujuanku, Ini tak bisa dimaafkan, Akan kubuat kerajaan mereka seperti kerajaan kabut." Ucap Xiao Hong
"Bisakah kau berhenti meratakan sebuah kerajaan?" Tanya Xiao Zhaoye
"Apa kau melarangku?" Ucap Xiao Hong dengan wajah ketus
"Ti..tidak , Aku hanya menghawatirkanmu, Kau selalu pergi sendirian saat beraksi, Aku hanya khawatir dengan keadaanmu." Ucap Xiao Zhaoye dengan keringat dingin, karena takut dengan istrinya
"Aku akan pergi ke kerajaan awan sendirian, Aku ingin meminta penjelasan kepada Raja Jia Xin." Ucap Xiao Tian
#Kamar Tamu
Tabib telah mengobati Si Gendut dan teman-temannya, Kini mereka dalam tahap pemulihan.
"Hei Gendut kenapa kau melihat cincin ruangmu terus sejak kau sadar?"
"Aku bosan melihatmu seperti itu." Ucap Su Yan
"Dia sedang tergila-gila dengan hantu yang masuk ke cincin ruangnya." Ucap Kaibo
"Hantu?"
"Apakah kau membawa hantu yang waktu itu?" Ucap Su Yan
"Aku tak membawanya, Dia yang mengikutiku, Dia menolongku hingga rohnya hampir terbakar, Kau tak tahu apa-apa karena kau pingsan sebelum dia muncul." Ucap Si Gendut
"Gendut berhenti murung, Ayo ikut aku keliling istana, Aku sempat melihat kalau pelayan disini cantik-cantik." Ucap Su Yan
"Kau kan tahu kalau aku tak tertarik dengan wanita sejak dulu." Ucap Si Gendut
"Hei hei maksudnya kau menyukai sesama jenis?" Ucap Kaibo
"Enak saja, Aku normal tahu!"
"Hanya saja aku sudah tak percaya dengan wanita lagi, Semua wanita hanyalah menyukai harta dan ketenaran, Aku menutup diri karena aku pernah dihianati seorang wanita." Ucap Si Gendut
"Memangnya ada yang mau ya sama kamu." Ucap Su Yan
__ADS_1
"Sialan, Walau begini banyak wanita yang rela mati demi diriku." Ucap Si Gendut
"Maksudmu hantu wanita?" Ucap Su Yan
"Enak saja, Ayo kita cari wanita dan lihat siapa yang akan diterima lebih dulu." Ucap Si Gendut
Tak lama kemudian Fang Yin dan para pelayan lainnya lewat di luar kamar tamu, Su Yan dan Gendut melihatnya dari balik jendela.
"Baiklah lihat disana ada pelayan yang cantik."
"Siapa yang berhasil menjabat tangan dan menanyakan namannya maka dia yang menang." Ucap Su Yan
"Baiklah , Yang kalah harus menuruti permintaan yang menang ya." Ucap Si Gendut
"Siapa takut." Ucap Su Yan
Su Yan dan si Gendut meninggalkan Kaibo dan Jingmi di dalam kamar tamu.
"Baiklah siapa duluan." Ucap Si Gendut
"Aku duluan, Aku akan bertanya pada pelayan dengan baju hijau itu dan kau bertanya pada pelayan baju merah." Ucap Su Yan
"Ok sana maju." Ucap Si Gendut
"Hai nona cantik, Bisakah ku bertanya siapa namamu?"
"Namaku Su Yan, Pangeran dari kerajaan Api, Teman dari pangeran Xiao Tian, Salam kenal." Ucap Su Yan sambil menyodorkan tangan
"Namaku Fang Yin salam kenal." Ucap Fang Yin sambil menjabat tangan Su Yan
"Fang Yin ya, Nama yang indah." Ucap Su Yan
"Ah kau bisa saja." Ucap Fang Yin dengan wajah memerah
"Aku pamit dulu, Bisakah kalian diam sebentar, Temanku ingin berkenalan dengan kalian." Ucap Su Yan
"Ah tentu, Kami tak keberatan." Ucap Fang Yin
Su Yan kembali mendekati si Gendut.
"Hei Gendut sekarang giliranmu!" Ucap Su Yan
"Baiklah, Lihat dan amati, Aku tak akan berbohong kalau wanita akan rela mati demi diriku setelah melihat pesonaku." Ucap Si Gendut
Si Gendut berjalan mendekati Pelayan yang di samping Fang Yin. Tapi ketika mereka perjalan mendekat semua pelayan itu tiba-tiba saja berkeringat dingin dan terlihat ketakutan.
"Pergilah jangan mendekat, Atau kami akan bunuh diri." Ucap para pelayan
Para pelayan berusaha menjauh dengan melangkah kebelakang. dan merekapun berlari ketakutan ketika si Gendut mencoba mendekat.
"Hahaha mereka benar-benar rela mati setelah melihatmu." Ucap Su Yan
"Apa aku sejelek itu?" Ucap Si Gendut
Sebenarnya para pelayan itu takut bukan karena wajah si Gendut , Tapi karena mereka melihat sosok hantu wanita dalam wujud menyeramkamnya, Hanya mereka yang bisa melihatnya sedangkan Su Yan dan si Gendut tak melihatnya.
"Hihi tak akan kubiarkan mas endutku mendekati wanita lain." Ucap Hantu itu
"Kenapa aku merasa merinding ya ketika di dekatmu?" Ucap Su Yan
"Perasaanmu saja kali." Ucap Si Gendut
"Sepertinya gara-gara hantu di cincinmu, Ingat ya kau harus menuruti satu permintaanku nanti." Ucap Su Yan
"Iya, Katakan apa permintaanmu." Ucap Si Gendut dengan wajah kesal
__ADS_1
"Aku akan memikirkannya nanti." Ucap Su Yan