
Kerajaan angin diselimuti Kegelapan malam tanpa mendapatkan sinar dari rembulan maupun sinar bintang-bintang dilangit.
Sejak awan hitam menyelimuti langit, tak ada satupun benda angkasa yang bisa dilihat dengan jelas.
Taiwu membawa jenderal Huang Cheng yang telah pingsan menuju ke kediaman jenderal Feng Long dan berhenti melakukan pencarian karena keadaan yang tak mendukung.
Sementara itu Jenderal Feng Long dan putrinya masih sibuk mencari keluarga kerajaan yang telah menghilang.
"Ayah, bisakah kita berhenti?"
"Sekarang sudah terlalu gelap, bukankah sejak kemarin malam ayah belum tidur sama sekali?"
"Aku saja sudah mulai mengantuk." tanya Feng Ling.
"Ling er, Kalau kau lelah pulang saja."
"Ayah akan terus mencari ratu Feng Ping dan putri Feng Yin."
"Kegelapan malam ini tak akan bisa menghalangi ayah, rasa kantuk dan lelah taka akan bisa mengurangi tekad ayah."
"Kalau kau mau istirahat, istirahat saja."
"Jangan perdulikan ayahmu ini." sambung jenderal Feng Long.
Wajahnya sudah terlihat begitu lelah, dia berjalan terus sambil mengangkat reruntuhan bangunan satu per satu. Meski sudah berjalan sempoyongan dia masih terus mencari. Melihat ayahnya seperti itu Feng Ling tak sanggup lagi, dia pergi ketempat para prajurit beristirahat untuk meminta prajurit memaksa ayahnya berhenti mencari keluarga kerajaan.
Sebelum mencapai tempat prajurit beristirahat, Feng Ling berpapasan dengan puluhan prajurit yang tertidur dibalik reruntuhan bangunan tak jauh dari tempatnya.
Setelah diperhatikan dengan baik, ternyata para prajurit yang tertidur dibalik reruntuhan tersebut adalah prajurit yang telah ia perintahkan untuk beristirahat ke kediaman ayahnya.
Ketika sedang memperhatikan wajah para prajurit, salah satu prajurit membuka matanya dan berkata. "No ... nona Feng Ling!"
"Se ... semuanya bangun!" teriak prajurit itu dengan panik.
Satu persatu prajurit yang tertidur membuka mata mereka karena suara teriakan dari salah satu prajurit.
"Kenapa kau teriak kencang sekali?"
"Sekarang kan giliranmu berjaga!" ucap salah satu prajurit dalam keadaan setengah sadar.
"Kenapa kalian masih ada disini!"
"Bukankah aku sudah bilang agar beristirahat di kediaman ayahku!" bentak Feng Ling.
Setelah mereka menyadari Feng Ling telah berada dihadapan mereka, mereka semua langsung bersujud dan berkata.
"Maafkan kami nona, kami tahu perintah anda juga termasuk perintah jenderal, tapi kami tak bisa mematuhi perintah anda begitu saja."
"Kami tak bisa meninggalkan kalian sendirian diluar kediaman tanpa perlindungan sedikitpun, bagaimanapun juga kalian adalah pejabat terakhir yang ada di kerajaan Angin, kami tak mungkin mengurangi pengawasan kami."
"Kami harus memastikan kalian aman."
"Demi melindungi nyawa kalian, kami akan melakukan apapun meski harus melanggar perintah kalian."
"Bahkan jika perlu kami akan mengorbankan nyawa kami untuk memastikan keselamatan kalian." jelas para prajurit sambil bersujud.
Melihat hal itu Feng Ling meneteskan begitu banyak air mata hingga membasahi pipinya. Dia merasa begitu tersentuh dengan kesetiaan para prajurit ayahnya.
"Jika kalian memang menghawatirkan ayahku, maka kabulkanlah permintaanku kali ini."
"Bisakah kalian menghajar ayahku sampai dia pingsan?" sambung Feng Ling.
"Menghajar jenderal?"
"Apa maksudmu nona?"
"Untuk apa kami menghajar jenderal?"
tanya para prajurit.
Feng Ling menjelaskan kepada para prajurit tentang alasannya memberi mereka perintah untuk membuat ayahnya pingsan. Dia berkata kalau ayahnya harus dibuat pingsan agar berhenti memaksakan dirinya, dengan membuat ayahnya tak sadarkan diri Feng Ling pikir dia bisa membuat ayahnya beristirahat sementara waktu.
Setelah mendengar alasan Feng Ling, para prajurit setuju. mereka pergi mendekati jenderal Feng Long yang sedang berjalan sempoyongan sambil melempar reruntuhan kesana kemari.
Meski berjalan sempoyongan jenderang Feng Long tidak mudah dibuat pingsan, semua prajurit yang mengepung dan mengeroyoknya malah dibuat babak belur dalam sekejap mata.
Bukk bukk bukk
Para prajurit yang mencoba menghajar jemderal Feng Long dipukul hingga terpental begitu jauh.
"Apa yang kalian pikirkan ha?"
"Terlalu cepat 1000 tahun bagi kalian untuk melawan diriku!" bentak Jenderal Feng Long.
__ADS_1
"Jangan berhenti, bangunlah dan terus hajar ayahku!" teriak Feng Ling.
"Ling er ... , jadi ini semua perintahmu ya?"
"Apa maksudmu melakukan ini?"
"Apa kau mau berhianat terhadap negara!"
"Apa kau mau menghentikanku mencari keluarga kerajaan!"
"Kerajaan ini tak akan bisa berdiri tanpa adanya seorang pemimpin!"
"Tanpa seorang keluarga kerajaan, kerajaan angin tak bisa disebut sebagai sebuah kerajaan lagi!" bentak Jenderal Feng Long.
"Maafkan aku ayah, menjagamu agar tetap sehat merupakan hal yang terpenting bagiku."
"Berhentilah melawan dan tidurlah dengan nyenyak!" bentak Feng Ling.
"Cih, dasar keras kepala!." bentak jenderal Feng Long.
"Aku hanya bertingkah sepertimu ayah." sambung Feng Ling.
Feng Ling berjalan mendekati salah satu prajurit yang telah pingsan karena dipukul ayahnya. Dia mengambil pedang prajurit tersebut dan menatap kearah ayahnya.
"Apa yang ingin kau lakukan dengan pedang itu?"
"Meski kau putriku, kau tak akan bisa menghentikan ayahmu ini"
"Pergilah dan bawa semua prajurit yang pingsan bersamamu!" bentak Jenderal Feng Long.
"baiklah jika itu yang ayah inginkan, aku akan pergi dari sini dan aku jamin ayah tak akan bisa menemuiku lagi" saut Feng Ling.
Feng Ling menaruh pedangnya kearah lehernya sendiri, dia mengancam ayahnya agar menuruti kemauannya.
Dengan wajah serius dia berkata.
"Selamat tinggal ayah!"
"Feng Ling apa maksudmu!"
"Singkirkan pedang itu dari lehermu!" Jenderal Feng Long terlihat begitu panik karena melihat putrinya ingin menebas lehernya sendiri.
"Jika ayah ingin aku menyingkirkan pedang ini, berhentilah mencari keluarga kerajaan dan istirahatlah selagi matahari belum terbit!"
"Baiklah, ayah akan istirahat."
"Tolong singkirkan pedang itu dari lehermu, Ling er."
"Ayah mohon singkirkan pedang itu." bujuk Jenderal Feng Long.
Setelah berhasil membujuk ayahnya, Feng Ling membuang jauh-jauh pedang yang dia tempelkan ke lehernya.
Setelah melihat itu, jenderal Feng Long berjalan mendekati putrinya lalu memukul tengkuknya saat putrinya lengah.
"Maafkan ayah, Ling er ... ,"
"Ayah tak bisa menuruti keinginanmu kali ini." ucap Jenderal Feng Long.
Setelah membuat putrinya tak sadarkan diri, jenderal Feng Long menyuruh semua prajuritnya membawa Feng Ling dan para prajurit yang tak sadarkan diri kembali ke kediamannya.
Setelah para prajurit pergi, jenderal Feng Long melanjutkan kembali pencariannya. Dengan menahan kantuk yang luar biasa, dia masih bisa menggali reruntuhan bangunan.
Jenderal Feng Long mencari ke semua reruntuhan tapi tak menemukan satupun petunjuk. Karena tak bisa menemukan tubuh ratu Feng Ping dan putri Feng Yin di dalam wilayah kerajaan, dia pun memutuskan untuk mencarinya keluar tembok kerajaan.
Jenderal Feng Long mencari keluarga kerajaan hingga ke semua perbatasan wilayah kerajaan angin. Meski diselimuti kegelapan malam, tak ada satu pun tempat yang terlewat dari pengawasanya.
Jenderal Feng Long mencari keluarga kerajaan hingga memutari semua wilayah di luar tembok kerajaan Angin. Ketika dia berada di luar tembok wilayah timur kerajaan angin, sebuah lubang besar muncul tepat dibawah kakinya. Lubang tersebut muncul secara tiba-tiba hingga membuatnya jatuh terperosok kedalam tanah.
Bruakkk
Jenderal Feng Long jatuh kedalam lubang yang begitu dalam, lubang tersebut terhubung dengan gua rahasia yang dipakai khusus untuk menyembunyikan tubuh ratu Feng Ping.
Karena gelapnya malam dan tak ada sedikitpun pencahayaan di gua tersebut, jenderal Feng Long tak bisa melihat apapun.
Itu semua terjadi karena Kegelapan di dalam gua jauh lebih gelap dibandingkan kegelapan diluar gua.
Dalam kegelapan yang sejati, jenderal Feng Long hanya bisa mengandalkan pendengarannya. Sayangnya gua itu benar-benar sunyi dan tak ada satu pun suara yang bisa dia dengar.
Karena hal itu dia tak berani melangkah lebih jauh daei tempatnya terjatuh. Satu-satunya yang ada di dalam pikirannya adalah mencari cara agar bisa keluar dari gua tersebut.
Ketika sedang melihat ke langit-langit, sebuah pukulan menghantam tubuhnya hingga terpental begitu jauh ke dalam gua.
"Sialan, siapa yang berani memukulku!" "Beraninya menyerang di dalam kegelapan, tunjukkan wujudmu dan hadapi aku dengan jantan!" bentak jenderal Feng Long.
__ADS_1
Bukk bukk bukk
Pukulan demi pukulan terus mengenai jenderal Feng Long yang tak bisa melihat apapun. Karena terus terkena serangan, akhirnya dia jatuh tak berdaya menghantam tanah.
Sringgg
Sebuah suara pedang yang dikeluarkan dari sarungnya, terdengar dengan begitu jelas. Jenderal Feng Long yang telah kehabisan banyak tenaga, tak bisa bergerak sedikitpun.
Dia hanya bisa memohon demi keberlangsungan hidupnya.
"Siapapun engkau, tolong jangan bunuh aku."
"Aku akan melakukan apapun asal kau membiarkanku hidup."
"Aku adalah seorang jenderal dari kerajaan Angin, namaku jenderal Feng Long."
"Tuan pertapa kumohon ampuni nyawaku." Jenderal Feng Long memohon sambil bersujud di tempatnya terjatuh.
"Pertapa?"
"Aku bukan seorang pertapa."
"Aku hanyalah seorang manusia biasa."
"Apa kau benar-benar seorang jenderal kerajaan Angin?" tanya suara misterius.
"Tentu saja."
"Untuk apa aku berbohong." jawab Jenderal Feng Long.
Tap tap tap
Suara langkah kaki perlahan mendekat, suaranya terdengar begitu jelas ditelinga jenderal Hemg Long.
Sambil menelan ludah dia hanya bisa pasrah dan berharap kalau nyawanya bisa selamat kali ini.
Ketika suara langkah kaki itu terdengar semakin keras, jantungnya berdetak begitu kencang karena ketakutan.
Setelah beberapa lama, suara langkah kaki pun berhenti terdengar. Pertanda kalau orang misterius yang menghajarnya berada tepat dihadapannya.
Karena tak bisa melihat apapun dan tak bisa bergerak dari tempatnya, jenderal Feng Long terus bersujud sambil memohon ampunan.
Setelah bersujud begitu lama, sebuah tangan menepuk pundaknya.
Karena merasa terkejut, jenderal Feng Long pingsan tak sadarkan diri.
"Haih kenapa dia malah pingsan."
"Aku kan hanya menepuk pundaknya."
"Huanran, apa kau yakin kalau dia jenderal Feng Long yang asli?" tanya Si Gendut.
"Aku yakin dia adalah jenderal yang asli mas Endut." jawab Huanran lewat telepati.
"Kenapa kau tak bilang dari tadi?" tanya si Gendut.
"Kan mas Endut yang maen asal hajar saja, kenapa jadi salahku, Huft." sambung Huanran dengan kesal.
"Iya-iya maaf." jawab si Gendut.
***********
Dengan bantuan Huanran, si Gendut bisa melihat dengan jelas di dalam kegelapan gua. Hanya saja karena terlalu panik dia menghajar jenderal Huang Cheng karena mengira dia adalah seorang iblis.
Karena tak sengaja membuat jenderal Feng Long pingsan, si Gendut terpaksa menggendongnya pergi menuju ke lubang yang dia buat. Selama ini si Gendut terjebak sehari semalam didalam gua rahasia karena ditarik paksa oleh salah satu Demon kong tipe tanah. Dia terjebak di dalam gua tersebut karena telah menghabiskan semua tenaga qi nya untuk menghadapi para Demon Kong tipe tanah yang menyerbunya saat berada di dalam gua.
Huanran langsung ikut masuk kedalam tanah sejak melihat si Gendut ditarik kedalam tanah. Meski bergerak secepat mungkin, Huanran hampir tak bisa menyelamatkan si Gendut dari terkaman para Demon Kong. Sejak sampai di dalam gua, dia sudah melihat si gendut dalam keadaan pingsan tak berdaya dan hampir dimakan salahsatu Demon Kong tipe tanah.
Dengan mengerahkan seluruh kekuatan rohnya, Huanran membasmi para Demon Kong yang mengeroyok si Gendut. Akhirnya si Gendut berhasil diselamatkan, meski harus menghabiskan banyak kekuatan roh.
Demi mengembalikan energi rohnya, Huanran menunggu di dalam gua sambil merawat luka si Gendut. Meski si Gendut kembali sadar di sore hari, mereka tak bisa langsung keluar dari gua tersebut karena tak ada jalan keluar yang terlihat. Karena merasa tak ada jalan keluar, akhirnya si Gendut memutuskan untuk membuat jalan keluar yang baru dengan membuat lubang di langit-langit gua.
Akan tetapi karena langit-langit gua tersebut begitu tebal, si Gendut terpaksa harus berkultivasi begitu lama untuk mengumpulkan banyak energi qi.
********
Setelah berhasil keluar dari dalam gua, si Gendut berjalan lurus menuju ke kediaman jenderal Feng Long, sambil menggendong jenderal Feng Long di pundaknya.
Bersambung.....
Maaf kemarin gak update😂😂😂
galon karena gagal menang kontes
__ADS_1
😏