
Setelah mencari buah dan berburu hewan, Xiao Tian kembali ke tempat Su Yan dan si gendut bersama kaibo dan Jingmi. Tapi saat kembali ke tempat mereka dia tak melihat siapapun.
"Apa mereka terbangun dan mencariku?"
"Haih merepotkan." Ucap Xiao Tian
"Biarkan saja mereka kita makan dulu, Nanti juga pada kesini saat mencium bau makanan." Ucap Kaibo
"Boleh juga idemu." Ucap Xiao Tian
Xiao Tian membakar ayam hasil buruannya dan memberinya madu dan rempah yang dia miliki. Aromanya yang harum tersebar keseluruh hutan, Benar saja aroma itu memancing Su Yan dan si Gendut. Tak butuh waktu lama mereka pun muncul.
"Bosss...., Huhuhu kupikir kau meninggalkanku saat tertidur." Ucap Si Gendut
"Ketua ternyata kau tidak meninggalkan kami, Aku pikir akan terjebak di hutan selamanya." Ucap Su Yan
"Iya iya maaf kalau pergi terlalu lama." Ucap Xiao Tian
Su Yan memandangi Jingmi yang terlihat begitu imut dan menggemaskan, Karena tak tahan, Dia langsung menuju Jingmi dan mencubit pipinya karena gemas.
"Aduh sakit." Ucap Jingmi
"Wah imut sekali, Dari mana kau culik gadis kecil imut ini." Ucap Su Yan
"Hei lepasakan dia!" Teriak kaibo
"Kalau kau tak melepaskannya kaibo akan menghajarmu loh." Ucap Xiao Tian
"Cih memangnya bocah nakal itu bisa apa, Kalau nakal lagi ku pukul pantatnya hingga puas." Ucap Su Yan
Duakkk
Kaibo melesat mendekati Su Yan, Dia memegang kepala Su yan dan mendorongnya kebelakang hingga membentur tanah.
"Aduh, Sejak kapan kau sekuat ini bocah." Ucap Su Yan
"Hahha sudah kubilang dia akan menghajarmu." Ucap Xiao Tian
"Jangan menyentuh Jingmi, Tak ada yang boleh menyentuhnya." Ucap Kaibo
"Kaibo jangan terlalu berlebihan, Meski kekuatanmu masih tersegel sebagian, Kau jauh lebih kuat dari manusia itu." Ucap Jingmi
"Baiklah, Kau beruntung karena ada Jingmi, Dia tidak suka kekerasan, Kalau tak ada dia aku pasti sudah memukul pantatmu dan membalas perlakuanmu tadi malam." Bisik Kaibo
"Hahaha apa yang terjadi dengan bocah ini, Kenapa tiba-tiba jadi kuat dan memiliki aura menakutkan." Pikir Su Yan
"Untung aku tak ikutan, Su Yan saja bisa dibuat babak belur apalagi aku, Lebih baik fokus makan saja." Pikir Si Gendut
"Cobalah makan ini, Ini sangat enak!" Ucap Kaibo
"Wah jarang sekali aku melihat kaibo memuji masakan orang, Apa benar seenak itu?" Ucap Jingmi
"Makan saja, Kau akan tahu." Ucap Kaibo
Jingmi menggigit ayam bakar yang Xiao Tian buat, Saat dia memakannya ekspresi wajahnya berubah, Dia menjadi terlihat begitu bahagia, Dia menjadi sangat imut karena senyum diwajahnya.
"Uwahhhh, Enak sekali." Ucap Jingmi dengan perasaan yang tak bisa dilukiskan
"Wah imut sekali." Ucap Su Yan dan Si Gendut dengan wajah yang memerah
"Dilarang memandangnya!" Ucap Kaibo
__ADS_1
"Kaibo kau tak boleh bersikap kasar, Meski mereka manusia, Mereka sudah memberi kita makan dan menyelamatkan kita." Ucap Jingmi
"Ba..baik." Ucap Kaibo
"Hei gendut pemandangan macam apa ini, Bocah itu tak bisa melawan ucapan Jingmi."
"Dia menurut begitu saja." Ucap Su Yan
"Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta." Ucap Si Gendut
"Kau ini bagaimana sih?"
"Mereka kan berumur 5 tahun mana mungkin jatuh cinta." Ucap Su Yan
"Asal kalian tahu ya, Apa yang kalian lihat belum tentu kenyataanya!"
"Aku sudah bilang kalau aku adalah iblis, Dan umurku lebih tua dibandingkan kalian."
"Bahkan kak Xiao Tian juga tahu semua tentangku." Ucap Kaibo
"Ketua apa maksudnya?" Ucap Su Yan
"Aku juga penasaran kenapa bocah itu bisa menjadi kuat, Apakah dia benar-benar iblis?" Ucap Si Gendut
"Bukan hanya dia, Tapi Jingmi juga seorang iblis, Tapi jangan takut mereka tak membunuh manusia, Mereka menjadi anak kecil karena dikutuk pemburu iblis, Kekuatan mereka disegel, Tubuh mereka tak bisa berkembang dan akan terus terlihat seperti anak 5 tahun." Ucap Xiao Tian
Xiao Tian menceritakan kejadian yang mereka alami, Trauma dan rasa takut mereka, Terbunuhnya semua orang yang mereka kenal, Dan tak ada iblis yang bisa selamat dari pemburu iblis kecuali mereka berdua.
Mendengar semua cerita itu, Si Gendut.dan Su Yan mengerti situasinya. Awalnya mereka membenci iblis , Tapi kini mereka merasa simpati akan apa yang dialami mereka berdua.
"Begitu ya, Aku paham sekarang." Ucap Si Gendut
"Kasihan sekali, Ternyata kalian mengalami semua itu ya, huhuhu." Ucap Su Yan sambil mengelap air matanya
"Tak apa kau tak perlu meminta maaf." Ucap Jingmi
"Hei lepaskan Jingmi, Aku saja belum pernah memeluknya selama itu!" Ucap Kaibo
"Kaibo ingin peluk Jingmi?" Ucap Jingmi
"Anu..." Ucap Kaibo dengan wajah memerah karena malu
"Hahaha sini kau juga kakak peluk." Ucap Su Yan sambil menarik Kaibo untuk di peluk
"Jangan khawatir, Meski para pemburu itu datang lagi, Aku pasti akan menghentikan mereka." Ucap Su Yan
"Terimakasih." Ucap Jingmi
"Jangan khawatir, mulai sekarang kita adalah keluarga." Ucap Su Yan sambil mengelus kepala Jingmi
"Kau juga kalau ada masalah jangan sungkan ya." Ucap Su Yan sambil mengelus Kaibo
Duakkkk kretak
Kaibo menendang area terlarang Su Yan
"Aduhh, Masa depanku." Ucap Su Yan menggeliat kesakitan
"Beraninya kau mengelus kepala Jingmi dan memperlakukanku seperti anak kecil!" Ucap Kaibo
"Kenapa aku bisa dikalahkan bocah ini, Ini menyebalkan." Pikir Su Yan
__ADS_1
"Hahaha itu pasti menyakitkan." Pikir Si Gendut
"Sudahlah ayo habiskan makanannya, Dan lanjutkan perjalanan." Ucap Xiao Tian
Xiao Tian dan Rombongannya melanjutkan perjalanannya, Setelah berjalan cukup Jauh akhirnya dia melihat gunung besar yang di penuhi kabut beracun.
"Akhirnya sampai juga, Itu adalah Gunung iblis, Kabutnya sangat beracun, Kita akan menaikinya agar cepat sampai ke kerajaan petir." Ucap Xiao Tian
"Kau yakin?"
"Bukankah kau bilang kabut itu beracun?" Ucap si Gendut
"Ya kita lebih baik memutarinya saja." Ucap Su Yan
"Ambil dan telan pil ini!" Ucap Xiao Tian sambil memberikan pil ke semua orang
"Pil apa ini?" Ucap Si Gendut
"Itu pil penetral racun kabut Gunung ini , Aku pernah kemari bersama temanku waktu dulu." Ucap Xiao Tian
Xiao Tian dan rombongannya mendaki Gunung Iblis dengan bantuan pil penetral racun kabut.
#Sekte Gunung Api
"Apa ada kabar dari bocah itu?" Ucap Chunku
" Dia belum ditemukan, Tapi sepertinya dia mengambil jalur terlarang, Kami telah menemukan mayat kelompok D di hutan iblis naga
"Begitu ya, Lambat laun mereka akan sampai di kerajaan petir, Apa kalian sudah mengirimkan poster hingga kesana?" Ucap Chunku
"Siap sudah tuan." Ucap pemimpin kelompok C
"Ngomong-ngomong dimana sebagian anak buahmu?"
"Kenapa tinggal ber 3?" Ucap Chunku
"Xiao Tian adalah pangeran dikerajaan petir, Semua poster yang kami miliki telah dirampas oleh seorang gubernur disana." Ucap pemimpin kelompok C
"Sialan jadi bocah itu seorang pangeran?"
"Kalau begitu kenapa kalian dibiarkan hidup?" Ucap Chunku
"Karena mereka punya tujuan yang sama, Yaitu membunuh Xiao Tian, Mereka menganggap Xiao Tian sebagai musuh, Tapi tak memperbolehkan poster disebar di kerajaan, Karena bisa memicu perang jika raja atau Ratu mengetahuinya.
" Begitu ya, Jadi di kerajaannya dia juga dimusuhi, Bagus ahhaha." Ucap Chunku
#Kerajaan petir
"Menurut informasi dari para anak buah Chunku itu, Pangeran Xiao Tian Akan melewati Gunung iblis dan menuju ke kerajaan."
"Jangan sampai Raja dan Ratu tahu soal ini, Bawa banyak petarung tingkat emas dan semua anggota klan Xiao yang tak menyukainya, Hari ini kita akan habisi pangeran itu di luar istana."
"Kita hadang sebelum Raja dan Ratu tahu, Tanpa pewaris mereka tak akan bisa melanjutkan tahta, Setelah membunuh anaknya, Kita tinggal menunggu waktu yang tepat untuk bekerja sama dengan kerajaan lain menjatuhkan tahta Raja." Ucap Jenderal Xiao Fei Ji
"Siap Jenderal!" Ucap para prajurit Jenderal Xiao Fei Ji
"Hahahahah, Bersiapalah kakak Zhao, Anakmu akan kuhabisi!" Ucap Jenderal Xiao Fei Ji
"Hidup Jendral Xiao Fei Ji!"
"Hidup kerajaan petir!"
__ADS_1
"Hidup Jendral Xiao Fei Ji!"
"Hidup kerajaan petir!" Ucap Para prajurit