Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 485 : Dian Peng dan Xiao Tian


__ADS_3

Tapp


Gerakan Xiao Tian terhenti seketika tepat disaat leher Dian Peng hampir tertebas. Saat itu, Dian Zheng muncul secara tiba tiba dengan teknik teleportasi sembari menahan lengan Xiao Tian.


"Kau pikir apa yang kau lakukan, maharaja Xiao Tian?"


"Ingatlah, yang hampir kau tebas barusan adalah adikku," tegas Dianzheng dengan tampang serius.


"Dianzheng kau ... ," belum sempat Xiao Tian merespon, Dian Peng langsung mendaratkan pukulan penuhnya ke perut Xiao Tian dan Dian Zheng.


Duakkk...


Woooshhhh


sretttt


Xiao Tian serta Dianzheng terpental mundur cukup jauh dengan posisi tubuh yang masih berdiri tegak. Kaki mereka terseret mundur dengan alas kaki yang masih terus menempel ke tanah.


"Uhukkk! Dian Zheng memuntahkan cukup banyak darah dan langsung tumbang setelah menahan pukulan telak dari Dian Peng.


Sedangkan Xiao Tian tak mengalami cedera apapun berkat tingkat kultivasinya.


"Dian Zheng!" teriak Xiao Tian sambil menatap ke arah Dian Zheng.


"Jangan khawatir guru, akan kami urus tubuh Dianzheng," ucap Si Gendut yang berdiri di dekat Huanran. Mereka berdua muncul seketika dihadapan Dian Zheng dengan rantai emas di genggaman tangan mereka.


Huanran mengikat Dianzheng yang tak sadarkan diri dengan rantai emas untuk mencegah darah iblis kembali menguasai tubuhnya.


Setelah melihat Dian Zheng berhasil diamankan, Xiao Tian pun langsung bernapas lega. "Jangan lepaskan dia sampai aku selesai menghabisi Dian peng yang ada di depan,"


"Ehm," angguk Huanran dan si Gendut dengan tampang serius.

__ADS_1


Wooshhh


Krakkkk


Rantai emas melingkar di tubuh Dian Zheng hingga mengikat erat dirinya. Dian Zheng yang masih dalam keadaan setengah sadar terus menatap ke arah Xiao Tian dan berkata, "Ja ... jangan habisi adikku. Maharaja Xiao Tian,"


####


Tanpa menghiraukan ucapan Dian Zheng, Xiao Tian memunculkan aura Dewanya dan berkata, "Akan kupastikan tebasanku kali ini tidak akan meleset lagi. Bersiaplah untuk menemui ajalmu, Kaisar iblis Jian!"


"Hahahahah!"


"Lucu sekali, meski kau menghabisi tubuh ini. Aku akan tetap hidup di tubuh yang lain. Ancamanmu tak akan menakuti diriku," ucap Dian Peng dengan aura kegelapan yang menyelimuti tubuhnya.


"Tubuh yang lain?"


"Maksudmu tubuh yang mana?" tanya Xiao Tian sambil berjalan mendekat.


Dian Peng menghentikan tawanya setelah mendengar ucapan Xiao Tian. Dia menyadari bahwa semua siluman serta tubuh manusia yang telah terikat dengannya telah berhasil ditundukkan oleh kloning Xiao Tian beserta semua orang orangnya.


Dan tak jauh dari Jingmi, terlihat Kaibo yang telah menghabisi para siluman dengan jurus tarian seribu pedangnya.


Ribuan pedang yang diselimuti aura iblisnya masih beterbangan mengelilingi tubuhnya. Sedangkan para siluman yang terikat dengan Kaisar iblis Jian sudah tergeletak tak berdaya di bawah kakinya.


Sementara itu, tepat di sebelah kiri Kaibo nampak putri Jia Li yang sedang menaiki golem raksasanya sambil mengendalikan golem es lainnya. Semua golem itu sedang menginjakkan kaki mereka ke tubuh para siluman yang telah mereka habisi.


Saat menatap ke atas langit, dia dikejutkan oleh para naga biru dan prajurit kerajaan petir yang sedang memojokkan semua naga hijau yang dinaiki para siluman.


Di sisi lain, Dian Peng juga melihat para penatua sekte badai berduri beserta murid murid mereka yang sedang mengikat para warga yang terjangkit dna iblis.


Dia juga melihat Liang Su dalam mode ular raksasanya, yang telah menghanguskan semua siluman jahat yang ada disekitarnya. Dia menghanguskan semua siluman itu dengan bisa beracun yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Dibagian lain, Su Yan dalam mode serigalanya sedang mengikat para warga yang masih memiliki sedikit kesadaran menggunakan ekor emasnya.


Sedangkan Taiwu, raja Xiao Zhaoye beserta para jenderal utama berdiri mebgelilingi pintu masuk sekte sambil berjaga agar tak ada siluman yang menerobos. Mereka menghabisi cukup banyak siluman yang mencoba menerobos. Alasan para siluman tertarik untuk masuk adalah karena mereka dapat merasakan sedikit aura Dewa di dalam sekte badai berduri.


Aura Dewa yang masih cukup kecil itu berasal dari tubuh bayi kecil yang merupakan adik Xiao Tian, sekaligus reinkarnasi seorang Dewi.


####


Tap tap tap


"Ja ... jangan mendekat!"


"Kalau tidak, akan kuhabisi tubuh ini!" ancam Dian Peng dengan tubuh gemetar.


Dia mendekatkan pedang hitamnya ke arah lehernya sendiri sambil menatap tajam mata Xiao Tian.


Setelah melihat Dian Peng mengancam keselamatan dirinya sendiri, Xiao Tian langsung menghentikan langkahnya. Dan Dian Peng pun tersenyum karena hal itu.


Sayangnya senyumnya tak bertahan begitu lama. Karena disaat dia baru selesai tersenyum, pundaknya terasa jnggal seakan ada seseorang yang menyentuhnya. Dan benar saja, Dian Peng terkejut main ketika dia melirik ke belakang. Dia melihat kloning Xiao Tian sudah berada tepat di belakangnya. Dan sedang menyentuh pundaknya dengan tangan yang berlapis kekuatan qi.


Tubuhnya tak sanggup digerakkan karena hal itu, dan akhirnya Xiao Tian pun melanjutkan langkahnya lalu menebas salah satu lengan Dian Peng yang masih terdiam kaku.


"Mode matahari, aktifkan!" gumam Xiao Tian di dlam hati.


"Tebasan pelenyap jiwa, aktifkan!" ucap Xiao Tian sambil mengayunkan pedangnya.


"Srattt!"


Asap hitam beterbangan keluar dari luka di tangan Dian Peng. Bersamaan dengan itu, pedang Draconic aurora menyerap semua asap hitam yang menyebabkan lenyapnya sedikit demi sedikit kesadaran Kaisar iblis Jian dari tubuh Dian Peng.


Woooshhh

__ADS_1


"Ini belum berakhir manusia, ini belum berakhir!"


"Uaaaa!" teriak Dian Peng dengan mata merah yang bersinar terang dan perlahan normal.


__ADS_2