Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 517 : Tekanan roh ular Yin dan Yang


__ADS_3

Semua kawan Xiao Tian yang menetap di kamarnya, nampak senang dan hendak menyapa layaknya putri Jia Li dan Huang Li. Namun saat mereka merasakan jarak kekuatan mereka dengan Xiao Tian saat itu, membuat mereka terdiam cukup lama karena merasakan tekanannya.


Awalnya mungkin tak terlalu jelas, namun sejak portal tertutup dan semua orang telah keluar, aura Dewa yang menyala nyala terus menyebar luas dari dalam tubuh Xiao Tian. Tekanannya saat ini, hampir menyerupai tekanan White Dragon.


'Inikah efek dari roh beladiri legendaris yang terlepas seutuhnya?'


'Benar benar mengerikan, bahkan aku yang telah lama menjadi seorang Dewa saja, tak bisa membantu diriku sendiri hingga tak mampu bergerak bebas.'


Tak lama setelah itu, Sunlong dan Black Dragon yang juga memiliki ikatan dengan Xiao Tian, mulai memancarkan aura Dewa yang sama. Dan gambaran Roh Beladiri ular Yin dan Yang pun tak dapat tertutupi lagi dari pancaran aura mereka.


Bagi Xiao Zhaoye dan yang lainnya, penampakan mereka benar benar mengguncang jiwa. Dalam pandangan semua orang, selain aura Dewa yang nampak keemasan dan mencekam, di sisi kanan pundak Xiao Tian nampak roh ular hitam dengan mata kuning keemasannya, dan disebelah kiri pundak Xiao Tian nampak roh ular putih dengan mata keemasannya, keduanya melingkar mengelilingi leher Xiao Tian, dalam wujud semu mereka.


Penampilan semu roh ular Yin dan Yang pun nampak jelas di pundak Black Dragon dan Sunlong, hanya saja di pundak mereka hanya terwujudkan satu ular yang melingkar. Dimana Sunlong dilingkari oleh ular Yang, sedangkan Black Dragon hanya dilingkari ular Yin. Sedangkan posisinya sama persis seperti posisi ular di pundak Xiao Tian, ular putih Yang dikiri, ular hitam Yin di kanan.


Meski nampak sama, namun roh ular yang melingkar di leher kedua naga itu sangatlah berbeda, terutama bagian matanya yang nampak persis seperti wujud penyatuan sebelumnya. Dimana wujud mata roh ular mereka mengikuti wujud mata asli mereka dalam wujud naga.


'Apa dia masih putraku?' Xiao Zhaoye tak dapat membantu dirinya sendiri hingga gemetar saat merasakan jarak kekuatan mereka. Meskipun itu tak semengirakan pancaran kekuatan penuh White Dragon, pancaran aura Dewa yang keluar dari tubuh mereka tidaklah main main.


"Makhluk alam suci lapisan ketiga!"


"Kalian benar benar berhasil menembus alam Dewa, seperti yang diharapkan dari roh beladiri legendaris," White Dragon menyela untuk menghentikan suasana tegang itu. "Meski begitu, tidaklah baik bagi semua orang yang belum mencapai alam Dewa, menerima tekanan aura Dewa sekuat itu."


Setelah White Dragon memperingatkan, Sunlong, Black Dragon dan Xiao Tian segera menarik aura Dewa mereka. Awalnya mereka tak menyadari itu karena tenggelam dalam momentum roh beladiri Yin dan Yang, hingga terlena dalam penerobosan tanpa hambatan hingga mencapai ke titik saat ini.

__ADS_1


"Sepertinya aku belum pandai dalam mengusai roh beladiri ini, maafkan aku atas kejutan tadi," Xiao Tian merasa tak enak hati.


"A ... aku pun minta maaf," Black Dragon sedikit menunduk sembari menghindari tatapan semua orang.


Sedangkan Sunlong memilih tetap diam dan tenggelam dalam pemikirannya.


'Awalnya kupikir kekuatan lamaku sebagai seorang Kaisar iblis tidak akan tercapai kembali dalam waktu yang dekat, tapi hanya karena ikatanku dengannya, aku ... ,' Sunlong menatap Xiao Tian dengan kagum. Meskipun paham betul kalau dirinya adalah reinkarnasi dari makhluk alam atas, namun tanpa inti naganya, seharusnya dia tak dapat meraih kultivasinya saat menjadi Kaisar iblis sebelum memiliki fisik naganya. Sedangkan pencapaiannya saat ini malah melebihi kekuatannya saat menjadi seorang Kaisar iblis di masa lalu. Bahkan tanpa memiliki fisik naga sama sekali.


'Cih, tubuh ini tak buruk juga!' Sunlong tersenyum sembari menatap Xiao Tian secara sembunyi sembunyi.


Saat semua aura telah ditarik, semua orang menghela napas cukup panjang dan bergumam, 'Apa apaan dengan jumlah energi itu .... , kalau begini terus bagaimana cara kami menyusulnya!'


Berbeda dengan kebanyakan orang, Jingmi dan Kaibo tak mengeluhkan hal tersebut. Tak seperti yang lainnya yang terfokus ke Xiao Tian dan kedua naganya. Mereka berdua hanya terfokus kepada satu eksistensi, yaitu Sunlong yang memancarkan aura naga dari tubuhnya.


Meskipun aura itu samar samar karena tertutupi aura Dewa, Kaibo dan Jingmi tak dapat menutupi kekaguman mereka hingga melangkah mendekat dan berlutut di hadapannya.


Tanpa mengurangi rasa hormat, dan dipenuhi dengan keteguhan jiwa, mereka pun berkata, "Kami memberi hormat kepada leluhur iblis naga merah!"


Meskipun mereka bukanlah keturunan murni dari ras naga merah, namun fakta bahwa setengah dari darah ras itu mengalir dalam tubuh mereka tidaklah dapat ditutupi. Dan Sunlong sudah mengetahui hal itu sejak lama. Walau rasanya agak canggung menerima sapaan keduanya yang berada dalam fisik seorang bocah, Sunlong tak dapat menutupi kebahagiaannya karena mendengar kata leluhur iblis naga merah.


"Berdirilah, maaf karena menyembunyikan identitasku selama ini dari kalian," Sunlong tersenyum tipis sembari mencoba bersikap bijak layaknya seorang leluhur. Setelah menerima salam hormat kedua keturunannya, Sunlong berinisiatif bertanya kepada White Dragon melalui telepati dengan berkata, 'Apakah anda bisa melepas segel jiwa ditubuh mereka?'


'Segelnya terlalu rumit, pendeta yang mengunci fisik mereka pasti bukanlah orang sembarangan. Aku curiga kalau dia memiliki koneksi dengan makhluk alam atas, dan kemungkinan terburuknya adalah pendeta itu sendiri yang berasal dari alam atas.' White dragon membalas dari kejauhan.

__ADS_1


"Soal segel di dalam fisik kami ... ," Kaibo ingin meminta bantuan, namun Sunlong yang tak sudah tahu arah pertanyaannya, tak dapat membantu selain menggelengkan kepalanya. Barulah saat itu, Kaibo dan Jingmi mulai merasa pasrah akan keadaan mereka.


'Bahkan leluhur pun tak dapat membantu!?' Batin mereka sedih, namun mencoba menutupi dengan senyuman. "Setidaknya kami masih bisa menggunakan fisik dewasa kami meski hanya sejenak, tuan leluhur tak perlu merasa kasihan atau pun bersalah karena ketidak mampuan anda dalam menangani kondisi kami. Lagipula kami sudah terbiasa dengan ini,"


Tapp ... Sunlong menyentuh kepala kedua iblis naga berwujud bocah itu dan berkata, "Terimakasih karena telah mencoba menghiburku."


Kaibo dan Jingmi tak dapat menutupi rasa senang mereka saat itu hingga mengekspos pipi mereka yang memerah, disertai senyuman yang terlihat cukup imut.


Tentunya semua orang terpesona akan keimutan mereka, hingga melupakan ketegangan yang sempat mereka rasakan beberapa saat yang lalu.


"Benar benar menggemaskan," Huanran bergumam senang. "Bukankah begitu, mas Endut?"


"Ah, i ... iya," si Gendut baru tersadar dalam lamunannya setelah Huanran menepuk pundaknya. Selama ini baik si Gendut, Xiao Zhaoye, Su Yan dan bahkan Xiao Tian, belum bisa mengendalikan ketertarikan mereka terhadap wajah Black Dragon yang nampak cukup mempesona. Dan karena apa yang dilakukan Kaibo serta Jingmi sanggup mengalihkan para wanita, alhasil kekaguman para pria tak dapat mereka sadari. Terlebih cara para pria memandang dilakukan secara diam diam dan memalingkan wajah ketika belum disadari yang lain. Meski begitu, karena diamnya para pria sejak tadi terasa cukup mencurigakan, satu demi satu dari mereka pun mulai tertangkap basah.


"Apakah kau sedang main mata dengan seekor naga?" Xiao Hong menjewer telinga suaminya.


"Bu ... bukan begitu istriku!" Xiao Zhaoye berteriak membela diri.


"Yan Yan?" Putri Jia Li memanggil Xiao Tian dengan tatapan cemburu.


"Ah ... maaf, aku tak bisa mengendalikan diriku tadi," Xiao Tian tersentak kaget.


"Bukankah kau sudah berjanji untuk tidak menatap gadis lain selain aku?" Liang Su memukul punggung Su Yan dengan kesal.

__ADS_1


"A ... aduh, maafkan aku. Aku benar benar tak bermaksud untuk itu, tapi daya pikatnya terlalu kuat hingga aku tak bisa mengendalikan diriku!" Su Yan mencoba membela diri, namun ucapannya malah membuat Liang Su semakin kesal hingga berkata, "Maksudmu aku tak memiliki daya pikat!"


Semuanya terkena omelan, kecuali si Gendut yang selamat karena Huanran tak menyadari kelakuannya saat curi curi pandang terhadap Black Dragon sebelumnya.


__ADS_2