Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 538 : Kemunculan sosok yang tak disangka


__ADS_3

Sejak merebut relik waktu beberapa bulan di masa depan dari tangan Tianzong, Last Ego Blood Chameleon memutar balik waktu jauh dari masa depan untuk bertemu Xiao Tian.


Kultivasinya memang menguat, namun tak sekuat semua orang disana. Caranya memanfaatkan relik kaisar iblis kali ini, pun benar benar seperti seorang veteran, seakan akan relik tersebut memang tercipta untuknya. Berbeda dengan dirinya di masa lalu, yang membuang potensi puluhan relik Kaisar iblis.


Kelihaiannya dalam memanfaatkan relik kaisar iblis terlihat jelas dari caranya yang sanggup menekan ketiga naga suci. Padahal dari segi kultivasi, dia jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan semuanya. Lantas apa yang menjadikannya begitu mendominasi?


Apakah relik waktu memang semenakutkan itu?


Nampak jelas Su Yan, Dewa petir, dan bahkan para naga suci bertanya tanya akan kelihaian sang Last ego. Dimulai dari menghentikan waktu namun memberikan mereka kesadaran tanpa sanggup bergerak sedikitpun, hingga menyerap kultivasi mereka semua dengan memanfaatkan relik warna. Bersamaan dengan hilangnya kultivasi mereka, tubuh semua orang kecuali Xiao Tian nampak memutih dan perlahan memudar. Berbeda dengan para suku albino yang nampak kehilangan warna di bagian rambut dan tubuh mereka saja. Dewa petir dan yang lainnya benar benar mulai kehilangan warna hingga perlahan terlihat seperti roh yang tranparan. Dan dia melakukan hal tersebut satu persatu dengan memegang kulit mereka hingga tubuh mereka lenyap tak bersisa.


Karena menyerap begitu banyak energi, kultivasinya pun melonjak tajam hingga ke tingkat yang mengerikan.


"Inikah sensasi dari seseorang yang berhasil meraih puncak?"


"Sungguh menyenangkan!" Last ego menyeringai senang, sementara Xiao Tian yang nampak terdesak hanya bisa diam karena pengaruh relik waktu.


"Tahukah kau, yang mulia maha raja Xiao Tian?"

__ADS_1


"Kau benar benar melampaui ekspektasiku di masa depan nanti, meskipun hanya dalam hitungan bulan, kau berkembang ke tahap yang tak bisa kutangani. Jika bukan karena tak sengaja menyadari keberadaan relik waktu, aku mungkin sudah tewas di tanganmu."


"Kemampuan relik keabadianmu itu, benar benar merepotkan!" Last ego perlahan mendekat, namun tak berani terlalu dekat. Karena jika dia tak hati hati, tubuh aneh Xiao Tian mungkin akan mencoba menghisap relik di tubuhnya seperti di masa lalu. Atau itulah yang sedang dia khawatirkan.


"Relik keabadian!?"


"Aku tak punya itu!" Xiao Tian nampak bingung karena Last ego mengetahui relik ke seratus yang harusnya tak diketahui keberadaannya. Secara, relik itu saat ini berada jauh di alam Langit. Dengan begitu banyak pertanyaan yang masih mengganjal di pikirannya, Xiao Tian menanyakan hal yang menurutnya paling penting dengan penuh penasaran. Dan pertanyaan itu ialah, "Kapan pertama kali kau memiliki relik waktu!?"


"Beberapa bulan di masa depan, tepatnya 8 bulan dari sekarang!"


"Apa jawaban itu sudah memuaskan rasa penasaranmu!?" Last ego nampak sedang mengumpulkan energi yang berbentuk bola hitam berlapis petir biru di sekitar telapak tangan kanannya. Bola itu perlahan membesar tiap menitnya.


Woosh, Last ego melemparkan serangan terkuatnya ke arah Xiao Tian, namun sayang seranganya ditangkis ke tempat yang tinggi oleh seseorang yang nampak tak asing di mata Xiao Tian.


Berambut putih layaknya pria tua, berwajah lugu bagai seorang pemuda, berpakaian putih panjang bak seorang alkemis, tak salah lagi dialah guru yang selama ini ingin Xiao Tian bangkitkan. Dewa obat yang telah merubah wajahnya ke versi muda. Wujud yang pernah dia gunakan untuk mendekati Xiao Tian di masa kecilnya. Guru yang menjadi otak dibalik segala tindakan Xiao Tian di masa lalu hingga saat ini. Meskipun Xiao Tian tak tahu menahu jika selama ini gurunya itu telah menipu dan mengendalikan segala tindakannya dari dalam kegelapan. Dia tak pernah tahu, bahwa selama ini gurunya berada tepat di dekatnya dan tak pernah benar benar mati hingga sekarang.


"Kau masih hidup, pak tua!?" Dewa petir nampak terkejut karena melihat sosok kawan lamanya yang selama ini dia pikir telah tiada.

__ADS_1


"Kau ... kau lagi!?"


"Kenapa kau selalu ikut campur setiap kali aku hendak membunuh Xiao Tian!?"


"Berkatmu aku harus mengulang begitu banyak waktu!"


"Dan berkatmu juga, aku kehilangan kendali atas Tianzong hingga membunuh dirinya sendiri di masa ini!" Last ego nampak gemetar dihadapan sosok God Yin Yang. Seakan akan dia telah menemui mimpi buruknya.


"Time ... loo ... ," belum sempat Tianzong menyelesaikan kalimatnya. Last ego tiba tiba saja kehilangan suara dan bahkan kesulitan memikirkan kata Time Loop sekalipun. Seakan akan ada kekuatan yang mencegahnya untuk menggunakan kemampuan relik waktu.


"Ahh .... ,"


"Ini buruk!" Last ego melarikan diri sekuat tenaga, namun berakhir tewas di tangan God Yin Yang hanya dengan sebuah serangan laser emas jarak jauh. Laser itu melesat keluar dari kedua bola mata sang penuh tipuan itu. Dan perlahan, relik waktu serta relik warna pun keluar dari dalam tubuhnya.


Melihat pemimpin mereka dihancurkan layaknya seekor nyamuk, para suku albino segera menyebar dan berniat untuk melarikan diri. Sayangnya God Yin Yang tak membiarkan hal tersebut. Dengan kecepatan yang melebihi ribuan cahaya, dia menghabisi dan menghisap kultivasi para makhluk makhluk malang itu.


"Gu ... guru?"

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau ... ?" saat Xiao Tian hendak bertanya, God Yin Yang hanya diam lalu melempar ketiga relik yang sudah ada di tangannya ke tubuh Xiao Tian. Dan bertelepati dengan singkat, 'Kau tak perlu tahu itu!' matanya mengancam hingga membuat semua orang tak berani bergerak meski sudah tak ada efek dari relik waktu.


__ADS_2