
"Aku yakin kalau tadi dia ada di sampingku, mungkinkah dia ... ," gumam Xiao Tian sambil menatap cincin ruangnya.
"Seperti yang kuduga, sejak terakhir kali aku bertanya tentang ingatan aneh itu. Ayah malah terus mencoba menghindar dariku, benar benar mencurigakan," pikir Dian Zheng sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Hei Dewa petir, apa kau berada di dalam sana?" ucap Xiao Tian melalui telepati.
Disaat Xiao Tian bertanya melalui telepati, Dewa petir tak kunjung menjawab karena sedang berdebat dengan Sunlong.
Karena merasa di abaikan, Xiao Tian pun mengeluarkan Dewa petir dan Sunlong secara paksa.
Wooshh
Dewa petir keluar dari dalam cincin ruang, sambil menjinjing ekor Sunlong yang. Tubuh Sunlong saat itu terlihat gosong karena habis disetrum oleh Dewa petir.
"Dewa sialan, beraninya membullyku disaat aku lemah."
"Lihat saja nanti, aku pasti akan membuatmu membayar semua ini," pikir Sunlong sambil memasang wajah kesal.
"Ho ... ,"
"Aku tunggu balasanmu, kadal kecil," ucap Dewa petir yang telah membaca isi pikiran Sunlong.
Ketika sedang asik meledek Sunlong, terdengarlah suara yang tak asing di telinga Dewa petir.
"Ayah?"
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Dian Zheng sambil menatap ke arah Dewa petir.
"Eh ... ," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Apakah kau yang mengeluarkanku?" tanya Dewa petir melalui telepati.
"Suruh siapa kau mengabaikan pertanyaanku," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Sekarang urusanmu sudah selesai kan?"
"Bisakah kau jawab pertanyaanku waktu itu ayah?" tanya Dian Zheng sambil menatap tajam Dewa petir.
"Haih, sepertinya aku tak bisa mengelak lagi ya?" ucap Dewa petir sambil menghela napas.
"Semua ingatan kelam itu memanglah nyata, jika kau berbalik membenciku tidak mengapa. Tapi setidaknya jangan benci ibumu juga, dia sangat menyayangimu lebih dari dirinya sendiri," ucap Dewa petir sambil menundukkan kepalanya.
"Menyayangiku?"
"Lalu kenapa dia tak mengenali wajahku saat di kerajaan petir waktu itu?" tanya Dian Zheng sambil menatap mata Dewa petir.
"Dia menyegel ingatan serta perasaanya sendiri karena sudah tak sanggup menahan rasa sedih atas kehilangan dirimu."
"Asal kau tahu saja, adikmu saja tak mendapatkan kasih sayang seorang ibu karena tindakannya ini," ucap Dewa petir sambil mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Karena ibunya cenderung dingin dan tak berperasaan, adikmu tidak begitu dekat dengannya. Alhasil dia hanya mau bersamaku. Tapi itu hanyalah masa lalu, saat ini ibumu telah kembali seperti semula. Dia sudah mengingatmu dan ingin segera menemuimu," jelas Dewa petir sambil meneteskan air mata.
"Pergilah dan biarkan aku sendiri," ucap Dian Zheng sambil memalingkan wajahnya.
Xiao Tian menepuk pundak Dewa petir lalu berkata, "Ayo kita pergi,"
"Tolong pikirkan ini baik baik putraku, jangan kembali ke jalan iblis dan jangan membenci ibumu," ucap Dewa petir sambil meneteskan air mata.
"Kalian juga ikutlah bersama mereka, dan biarkan aku menyendiri," ucap Dian Zheng sambil menghindari tatapan Dewa petir.
"Baik guru," ucap para roh iblis yang sejak tadi berada di belakang punggung Xiao Tian.
"Kami pergi dulu, Dian Zheng," ucap Xiao Tian sambil mengaktifkan teknik teleportasi.
"Sampai jumpa putraku," ucap Dewa petir sambil mengaktifkan teknik teleportasi.
Sampai jumpa, guru," ucap para roh iblis sambil memegang pundak Xiao Tian.
###
Xiao Tian berteleportasi ke tempat di ruang hampa yang terletak agak jauh dari tempat semua orang berlatih. Dia sengaja pergi ke tempat tersebut agar bisa fokus berlatih.
"Kenapa kau mengatakan itu kepada Dian Zheng?"
"Bagaimana jika dia kembali ke jalan iblis?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
"Aku terpaksa karena kau yang membuatku berhadapan dengannya!" bentak Dewa petir sambil memasang wajah kesal.
"Oh, maaf," ucap Dewa petir sambil melepas ekor Sunlong.
Bukkk
Sunlong terjatuh kebawah karena terlepas dari genggaman Dewa petir.
"Kenapa kau melepaskanku!" bentak Sunlong sambil menatap Dewa petir.
"Bukankah tadi kau yang meminta untuk dilepaskan?" tanya Dewa petir dengan tampang datar.
"Dewa sialan," ucap Sunlong dengan tampang kesal.
"Kadal tengik," ucap Dewa petir sambil membalas tatapan Sunlong.
"Haih, kalian ini benar benar ya," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
Bukk bukk
"Bisakah kalian berhenti bermain main?"
"Aku membawa kalian bukan untuk saling bertengkar, bisakah kalian serius sebentar saja!" bentak Xiao Tian dengan tampang kesal.
__ADS_1
"Dia yang mulai," ucap Dewa petir sambil menatap Sunlong.
"Enak saja kau yang mulai!" bentak Sunlong dengan tampang kesal.
"Kau!" ucap Dewa petir.
"Kau!" ucap Sunlong.
Dewa petir dan Sunling terus melempar kesalahan satu sama lain hingga membuat Xiao Tian kembali kesal. Karena merasa diabaikan, Xiao Tianpun kembali memukul mereka.
Bukk bukk
"Akhirnya tenang juga," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
Xiao Tian mencabut empat helai rambutnya lalu melemparnya ke udara. Seketika rambut rambut tersebut berubah menjadi tubuh yang terlihat mirip dengan Xiao Tian.
"Kloning?" pikir Sunlong sambil mengerutkan dahi.
"Kenapa kloning kloningmu diam saja?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Yah, inilah batasan yang kumiliki. Kloningku benar benar tubuh kosong yang tak bisa bergerak," ucap Xiao Tian sambil mengaruk garuk kepalanya.
"Kloning yang tak bisa bergerak?"
"Sepertinya kau tak bisa menggunakannya dalam pertarungan," ucap Dewa petir sambil menepuk dahinya.
"Itulah alasan mengapa aku membawa semua roh iblis bersamaku," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.
"Maksudmu?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Dasar payah, kau masih belum paham juga?" ucap Sunlong yang telah merasuki tubuh kloning Xiao Tian.
"Aku mengerti sekarang, lalu berapa banyak kloning yang bisa kau buat saat ini?" tanya Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Sebanyak jumlah rambut di kepalaku," ucap Xiao Tian sambil menatap Dewa petir.
"Aku tak bisa menghitung jumlah rambutmu, bisakah kau cabut semua rambutmu dan ubah menjadi kloningmu agar aku bisa menghitung jumlahnya?" tanya Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Kau ingin membuatku botak ha!" bentak Xiao Tian dengan tampang kesal.
#####
Xiao Tian hanya bisa mempertahankan kloningnya selama dua puluh menit saja saat ini. Demi meningkatkan durasi penggunaan tekniknya itu, dia terus mengeluarkan kloningnya setiap kali menghilang karena durasi habis.
Sementara Xiao Tian fokus untuk mencoba mengembangkan tekniknya, para roh iblis termasuk Sunlong bergantian memasuki kloningan Xiao Tian untuk mencoba berkultivasi dengan tubuh sementara itu sekaligus mencoba menyesuaikan diri dengan tubuh tersebut atas perintah Xiao Tian.
"Aku mengerti sekarang, jadi itu alasanmu membawa para roh iblis. Lalu apa alasanmu membawaku kemari?" tanya Dewa petir sambil menghela napas.
"Tidak ada, aku hanya ingin kau melihat latihanku. Kau kan seorang Dewa, pasti penglihatanmu tak seperti orang biasa. Tolong amati caraku berlatih, jika ada kesalahan tolong beritahu aku ya," ucap Xiao Tian sambil menatap Dewa petir.
__ADS_1
"Baiklah, aku mengerti," ucap Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.