Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 238 : Tujuan telah tercapai


__ADS_3

Dian Zheng telah tak sadarkan diri, Xiao Tian telah melumpuhkan kultivasi serta kekuatan rohnya. Atas permintaan Dewa Petir, dia mengikat tubuh Dian Zheng lalu memasukkannya ke ruang hampa dalam keadaan terikat qi emas Xiao Tian.


#


Taiwu telah menundukkan ayahnya, begitu pula si Gendut dan Su Yan, mereka berhasil menundukkan orang orang yang mereka sayangi tanpa membunuh mereka semua. Kultivasi mereka hanya dilumpuhkan hingga menjadi orang biasa yang tak berdaya.


Setelah membuat mereka tak sadarkan diri hingga tergeletak di tanah, Taiwu dan yang lainnya langsung mengangkat tubuh orang orang yang mereka sayangi dan memberikannya kepada golem es milik putri Jia Li yang berukuran raksasa untuk dibawa pergi. Mereka berniat mengejar Xiao Tian untuk membantunya bertarung dan mempercayakan tubuh orang yang mereka sayangi kepada putri Jia Li.


Tepat ketika mereka mau memasuki gerbang istana, Xiao Tian keluar dari dalam istana sambil ditemani Dewa Petir yang melayang disamping kanannya.


"Apakah semuanya sudah beres?" tanya Taiwu.


"Ya, bagaimana dengan kalian?"


tanya Xiao Tian.


"Semuanya selesai kecuali Kaibo dan Jingmi, mereka bertarung dengan kecepatan tinggi di atas udara," jawab Su Yan sambil menatap Xiao Tian.


"Gerakan mereka terlalu cepat sehingga kami tak bisa menyaksikan pertarungan mereka. Satu hal yang pasti, mereka memiliki kekuataj seimbang kira kira pendekar alam ilusi lapisan ke tujuh," jelas si Gendut sambil menatap Xiao Tian.


"Ngomong ngomong dimana Huanran?"


"Bukankah dia sudah memiliki tubuhnya lagi?" tanya Xiao Tian sambil menatap si Gendut.


"Huanran sedang bersama putri Jia Li, dia membantunya mengatasi para Leviant yang tak kunjung habis dan terus berdatangan dari dalam bawah tanah," jawab si Gendut sambil menatap Xiao Tian.


"Begitu ya, aneh sekali seharusnya bangsa leviant mundur setelah Dianzheng dan yang lainnya telah ditundukkan," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Apa kau lupa, Pangeran?" tanya Taiwu sambil menatap Xiao Tian.


"Apa yang kulupakan?" tanya Xiao Tian sambil menatap Huanran.


"Pemimpin bnangsa Leviant belum keluar, sejak lautan mengering makhluk besar yang selalu menghalangi para petarung menyebrangi lautan itu belum kelihatan hingga sekarang. Kemungkinan besar dia bersembunyi di dalam tanah sambil mensummon para leviant dari dalam sumber air di bawah tanah. Meski lait telah mengering, jauh di dalam tanah ternapat sumber air yang bisa dia jadikan tempat tinggal. Leviant penghuni laut barat terkenal bisa mengendalikan air dan daratan, jika perkiraanku benar maka dia bersembunyi di dalam bawah tanah," jelas Taiwu sambil menatap Xiao Tian.


"Haruskah kita menghabisi monster tersebut?" tanya Su Yan sambil menatap Taiwu.


"Tak perlu," jawab Xiao Tian.


"Apa maksudmu, guru?"


"Jika kita tak menghabisi pemimpin bangsa Leviant yang mensummon terus dari dalam bawah tanah. Mereka bisa saja semakin liar dan menyerang penduduk sekitar karena tak dikendalikan lagi oleh sekte iblis,"


"Dengan dikalahkannya Dian Zheng tak ada lagi yang bisa mengendalikan perbuatannya, jika kita rak menghabisinya sekarang maka ... ," belum sempat si Gendut menyelesaikan ucapannya, bumi berguncang semakin kencang dan sebuah retakan muncul di dalam tanah.


Retakan tersebut menyebar dari ujung tembok pembatas istana hingga mencapai istana raja iblis Dian Zheng. Tepat setelah retakan tersebut mencapai lantai istana, Xiao Tian dan kawan kawannya yang saat itu agak jauh dari pintu istana melihat istana tersebut runtuh dalam sekejap mata. Tak lama setelah itu tentakel raksasa berwarna hitam legam muncul dari tengah tengah reruntuhan istana.


Bersamaan dengan munculnya tentakel tersebut, sebuah tekanan qi tingkat tinggi berlapis hawa membunuh muncul dari tengah tengah reruntuhan istana.


Semua orang yang merasakan hawa membunuh tersebut kehabisan kata kata hingga terdiam kaku dengan mata yang terbelalak.


Terhitung lima detik setelah tentakel raksasa tersebut muncul ke atas daratan, seorang pria berjubah serba hitam dengan nomor punggung empat muncul di atas kepala gurita raksasa yang merupakan pemimpin dari bangsa leviant penguasa laut barat.

__ADS_1


"Menakjubkan, tak kusangka kau bisa memperkuat diri sambil menekan sisi gelapmu hingga bisa mengalahkan Dian Zheng tanpa perlu bantuan Dewa petir," ucap Zhang Wei sambil menaiki gurita raksasa.


Belum sempat Zhang Wei melanjutkan ucapannya, Wukong tiba tiba saja muncul tepat di belakangnya sambil berkata, "Lama tak bertemu, Zhang Wei si Dewa ketamakan."


Zhang Wei terdiam kaku setelah mendengar suara Wukong, sejak awal Wukong menyembunyikan keberadaanya dan menunggu Zhang Wei menunjukkan diri. Setelah dia menampakkan diri, Wukong langsung melumpuhkan kultivasi serta membuatnya tak bisa bergerak hanya dengan menepuk pundaknya.


"Alam neraka dan Dewa Pemalas telah menunggumu, ikutlah bersamaku dan berhenti melawan," ucap Wukong sambil mengaktifkan sihir teleportasi.


"Huai Zhong tak memiliki kekuatan sebesar Zhang Wei, mereka bagikan langit dan bumi. Perbedaan kekuatannya terlalu tinggi meski hanya memiliki jarak satu tingkatan."


"Bagaiman dengan tiga Dewa Pendosa yang lain yang belum memunculkan batang hidungnya, mereka terlalu berbahaya. Aku harus berlatih lagi agar bisa menjaga diri, karena Dewa Kera tak akan terus mendampingiku seperti Dewa Petir. Sedangkan Dewa Petir memiliki batasan untuk merasukiku. Tak ada cara lain selain memperkuat diri agar bisa hidup dengan tenang," pikir Xiao Tian sambil menatap ke arah Wukong yang perlahan menghilang dari pandangan semua orang.


Tepat ketika Zhang Wei dibawa pergi, gurita hitam raksasa mulai mengamuk tak terkendali.


Dia menyerang Xiao Tian dan teman temannya yang berjarak paling dekat dengannya. Secara bersamaan Taiwu dan si Gendut menarik pedang mereka keluar lalu melesat maju menebas semua tentakel hitam yang mencoba menyerang mereka.


Disaat Taiwu dan si Gendut sedang disibukkan oleh gurita raksasa, Xiao Tian memfokuskan tenaga pada telapak tangan kanannya hingga menciptakan sebuah aura emas berbentuk bola kecil. Sedangkan Su Yan menyentuh pundak Xiao Tian sambil mentransfer kekuatannya untuk memperkuat aura emas di telapak tangan Xiao Tian.


Setelah Xiao Tian menahan bola tersebut cukup lama, Bola tersebut dia lontarkan ke arah gurita raksasa dengan kecepatan tinggi hingga menembus tubuh gurita tersebut.


Ketika mencapai inti iblis dari gurita itu, bola tersebut menciptakan sebuah ledakan cahaya yang sanggup membuat makhluk tersebut rata lenyap tanpa sisa.


Saking kuatnya gelombang ledakan cahaya tersebut, tak hanya gurita itu yang merasakan pengaruhnya. Tapi semua bangsa Leviant juga ikut hangus tanpa sisa. Iblis sangat lemah dengan elemen cahaya, oleh karena itu gelombang cahaya yang dihasilkan sanggup membuat semua bangsa leviant rata dengan tanah. Sedangkan para manusia tak merasakan dampak apapun.


Berhubung Jingmi dan Kaibo merupakan bangsa iblis, mereka terkena dampak ledakan saat masih sibuk bertarung di atas udara.


Tubuh mereka menciut hingga kembali ke versi anak anak saat masih berada di atas udara. Melihat Jingmi dan Kaibo terjatuh menuju daratan, naga hitam dan naga biru merubah ukuran tubuh mereka lalu terbang menangkap Jingmi dan Kaibo yang telah tak sadarkan diri dengan menggunakan cakar mereka.


Demi melindungi tubuh jenderal Tailong, putri Jia Li melapisi tubuh jenderal dengan mencari tempat yang tak terkena sinar matahari.


Saat itu satu satunya tempat yang masih terlihat teduh yaitu di bawah gerbang istana.


Tepat ketika dia mencapai gerbang istana, Xiao Tian membuka portal ruang hampa untuk mengamankan tubuh jenderal Tailong.


Setelah semua urusan telah selesai, Xiao Tian beserta rombongannya berjalan mendekati para topeng bencana dan seluruh murid sekte gunung api untuk mengobati luka luka mereka.


"Sembuhkan kami juga, kami pun ikut bertarung melawan iblis," ucap para pemburu iblis.


"Akan kami sembuhkan luka kalian, tapi dengan satu syarat," jawab Xiao Tian.


"Apa itu?" tanya para pemburu iblis.


"Berhentilah membunuh iblis yang tak bersalah, karena tak semua bangsa iblis berperilaku jahat. Berjanjilah agar menerima Kaibo dan Jingmi saat naga hitam dan naga biru menurunkan tubuh mereka kemari."


"Apakah kalian mau berjanji?" tanya Xiao Tian sambil menatap para pemburu iblis.


"Baiklah kami berjanji, cepat sembuhkan kami," ucap para pemburu iblis.


"Berikan mereka pilnya," ucap Xiao Tian sambil menatap Taiwu.


"Baik pangeran," ucap Taiwu sambil mengeluarkan pil pemulih energi dari balik pakaiannya.

__ADS_1


Naga hitam dan naga biru meletakkan Jingmi dan Kaibo ke hadapan Xiao Tian untuk diobati, namun diluar dugaan para pemburu iblis yang telah disembuhkan malah melemparkan tombak beracun ke arah Jingmi dan Kaibo saat fokus Xiao Tian teralihkan.


Meski fokusnya sempat teralihkan, Xiao Tian masih bisa merespon serangan kejutan para pemburu iblis hingga sanggup menepis semua tombak dan menangkap beberapa tombak beracun tersebut.


"Beraninya kalian menyerang saat aku sednag berbalik dan ingin menyembuhkan teman temanku, apa ini cara kalian berterimakasih!" bentak Xiao Tian sambil memegang dua tombak beracun yang telah dia tangkap.


"Beraninya kalian menipu putraku," ucap topeng bencana dengan hawa membunuh yang sanggup membuat semua pemburu iblis merasa sesak napas.


Belum sempat para pemburu iblis mengucapkan kata kata terakhir mereka, Xiao Hong menebas kepala para pemburu iblis hanya dalam sekali ayunan pedang.


"Seharusnya ibu menyimpan tenagamu baik baik, biarkan aku yang melakukan serangan penghabisan," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.


"Ibu mana yang bisa duduk tenang ketika melihat putranya sedang dipermainkan," ucap Xiao Hong sambil tersenyum tipis.


Mendengar ucapan ibunya, Xiao Tian pun tersenyum tipis.


"Kau telah melampaui kekuatan ibumu, dan menjadi orang terkuat di daratan elemen. Bahkan menjadi satu satunya alkemis tingkat tinggi di daratan ini."


"Kau sudah layak menjadi seorang raja, akan kusuruh ayahmu untuk segera turun tahta," ucap Xiao Hing sambil menepuk pundak Xiao Tian.


"Aku belum siap menjadi seorang raja, aku masih ingin memperkuat diri dan menjadi nomor satu di seluruh alam. Untuk sekarang, aku akan pulang ke kerajaan Petir sambil mencari cara untuk mengembalikan jenderal Tailong," jelas Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Begitu ya, baiklah kalau begitu."


"Bisakah ibu ikut bersamamu menaiki naga hitam?"


"Ibu sudah kehabisan banyak energi qi," ucap Xiao Hong.


"Kalau ibu kehabisan energi qi, telan saja pil pemulih energi. Semua energi qi mu akan kembali hanya dengan menelan pil ini," ucap Xiao Tian sambil memberikan pil pemulih energi kepada ibunya.


"Behitu ya, terimakasih," ucap Xiao Hong sambil menelan pil yang Xiao Tian berikan. Setelah energi qinya kembali, dia langsung melesat begitu cepat dengan wajah yang terlihat kesal.


"Ada apa dengan ibu?" ucap Xiao Tian.


"Kau ini benar benar tak peka ya, Pangeran."


"Ratu Xiao Hong hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu, sudah cukup lama dia tak bertemu putra kesayangannya. Sedangkan putranya terkesan cuek dan biasa saja, tentu saja ratu Xiao Hong menjadi sangat kesal," jelas Taiwu.


"Aku kan sudah tak semanja dulu, aku bukan lagi pangeran payah yang hanya bisa berlindung di ketiak ibuku sendiri."


"Seharusnya ibu bangga akan hal itu, biasanya ibu tak sesensitif ini," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Mungkin itu efek dari kehamilannya," sambung Dewa Petir yang berdiri di samping kiri Xiao Tian.


"Efek kehamilan?" pikir Xiao Tian.


"Ya, ibumu sedang mengandung saat ini dan akan melahirkan adik masa depanmu nanti," jelas Dewa Petir melalui pikirannya.


"Begitu ya," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


Setelah berpamitan dengan sekte gunung api, Xiao Tian beserta rombongannya terbang menuju kerajaan petir sambil menaiki naga hitam dan naga biru.

__ADS_1


__ADS_2