Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 442 : Musuh yang bersembunyi


__ADS_3

Setelah melihat semua persik yang matang telah menghilang, Kaisar langit menuruni tangga dengan tampang kesal.


Xiao Tian dan Dewa petir juga mengikutinya sambil menggendong Nezha yang mesih tak berdaya.


Saat mencapai kedalaman tertentu, seketika jalan menuju keluar tertutup rqpat begitu saja. Awalnya memang agak gelap, namun semuanya berubah selang beberapa detik setelah jalan keluar tertutup. Sinar kuning keemasan terpancar keluar dari kristal yang menghiasi dinding ruangan.


Bersamaan dengan itu, aura Dewa serta kultivasi semua orang pun kembali.


"Apakah tubuh guruku disimpan diruangan ini juga?" tanya Xiao Tian sambil berjalan mengikuti Kaisar langit.


"Begitulah," jawab Kaisar langit melalui telepati. Dia terus berjalan menuruni tangga tanpa menoleh ke belakang.


Karena Kaisar langit menjawabnya melalui telepati, Xiao Tian langsung menanyakan hal lain melalui telepati. Saat itu wajahnya penuu dengan rasa penasaran.


"Kenapa anda menjawabnya melalui telepati?"


"Apakah karena Nezha berada di dekat kita?"


Setelah mendengar pertanyaan Xiao Tian yang terlintas melalui telepati, Kaisar langit langsung menjawabnya dengan berkata, "Tidak, Bukan karena dia. Tapi karena pria yang menggendongnya."


"Maksud anda Dewa petir?" tanya Xiao Tian melalui telepati sambil menghentikan langkahnya.


"Jika budha berkata padamu bahwa ada pemberontak diantara golongan Dewa, apakah kau percaya?" tanya Kaisar langit sambil menghentikan langkahnya karena telah mencapai ujung tangga.


Setelah mendengar pernyataan Kaisar langit, Xiao Tian terdiam sejenak. Setwlah pikirannya sudah cukup tenang, dengan tampang serius dia pun berkata,

__ADS_1


"Apakah Budha Rulay juga yang telah memberi tahumu?" Xiao Tian bertanya melalui telepati sambil menghentikan langkahnya.


Setelah mendengar perntanyaan Xiao Tian, Kaisar langit membalikkan badannya dan berkata,


"Bisakah kau berikan tubuh Nezha kepada Xiao Tian?" tanya Kaisar langit dengan senyum di wajahnya.


"Ah, tentu," ucap Dewa petir tanpa rasa ragu. Dia langsung memindahkan tubuh Nezha ke gendongan Xiao Tian sesuai permintaan sang kaisar.


Tepat disaat tubuh Nezha berpindah tangan, Kaisar langit menyerang Dewa petir secara tiba tiba. Dia mengikat tubuh Dewa Petir dengan rantai emas yang bermunculan dari segala sisi ruangan.


"Apa maksud semua ini, yang mulia?" tanya Xiao Tian dengan heran.


"Lihatlah baik baik tubuhnya," ucap Kaisar langit dengan tampang kesal.


Awalnya tubuh Dewa petir tak memancarkan apapun selain aura Dewa. Namun sejak rantai emas mengikatnya, tiba tiba saja aura iblis disertai aroma kematian terpancar keluar dari dalam tubuhnya.


"Seperti yang diharapkan dari seorang Kaisar langit, bersembunyi sebaik apapun tetap ketahuan juga ya,"


"Aura ini ... , tekanan ini ...,"


"Mustahil, bukankah kaisar iblis Jian ada di dalam tubuh Dian Peng?"


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Xiao Tian sambil melangkah mundur menaiki tangga.


Melihat Xiao Tian terkejut, Kaisar langit mencoba menghiburnya dengan berkata, "Tenanglah, rantai emas akan menekan darah iblisnya. Seharusnya sekarang dia tak bisa bergerak sedikitpun,"

__ADS_1


Setelah memberi tahu Xiao Tian, Kaisar langit menyatukan kedua lengannya lalu keempat rantai terlepas dari dinding ruangan begitu saja. Lalu melingkari tubuh Dewa petir hingga tak mungkin baginya untuk bergerak ataupun melepaskan diri.


Tepat disaat Dewa petir terikat kencang dalam keadaan berdiri, Kaisar langit melangkah mendekat lalu menempelkan jimat ke dahinya. Dengan merapalkan mantra kuno, Kaisar langit berhasil membuat Jimat tersebut menyerap seluruh aura iblis yang terpancar keluar dari tubuh Dewa petir.


Tak lama setelah aura iblisnya lenyap, Dewa petir pun tersadar. Saat itu tangan sang Kaisar langit sedang menempel di dahinya. Dan tubuhnya terikat rantai hingga terlihat seperti seekor kepompong.


"Bisakah anda jelaskan apa yang terjadi padaku, yang mulia?" tanya Dewa petir dengan tampang bingung.


Tepat disaat melihat Dewa petir tersadar, Kaisar langit langsung memukul kepalanya dan berkata, "Kau baru saja dikuasai oleh seorang iblis dasar bodoh!"


Pletak!


"Aduh!"


"Sakit tahu!" bentak Dewa petir dengan kesal.


"Kaisar langit berkata benar, Kaisar iblis Jian benar benar menguasaimu tadi," sambung Xiao Tian dengan tampang serius.


Setelah mendengar ucapan Xiao Tian, amarah Dewa petir langsung langsung meredam. Dengan tampang yang terlihat kesal, dia pun berkata, "Bukankah Dian Peng yang telah dikuasai iblis jelek itu?"


"Apa kau masih belum mengerti?" tanya Kaisar langit dengan tampang serius.


"Apa maksudmu?" tanya Dewa petir dengan tampang bingung.


"Membagi kesadaran, adalah teknik andalannya dulu. Dengan media darah, dia bisa menguasai tubuh targetnya. Sejak disegel kemampuan itu di tekan hingga hanya bisa mempertahankan kesadaran di salah satu tubuh."

__ADS_1


"Fakta bahwa kau telah dikuasai sebentar tadi, membuktikan bahwa ... ," belum sempat menyelesailan kalimatnya Dewa petir memotong pembicaraan dengan berkata,


"Kekuatan merepotkannya telah kembali,"


__ADS_2