
Wooshh!! ketiga relik Kaisar iblis meresap masuk ke dalam tubuh Xiao Tian. Bersamaan dengan itu, tubuhnya memerah bagai terbakar oleh panasnya api.
Tak lama setelah itu, asap pun keluar menyelimuti tubuhnya, dan sesosok ular raksasa perlahan keluar melalui mulutnya. Bukan dalam wujud roh, melainkan wujud fisik yang dapat disentuh secara nyata.
Berawal dari ular putih berukuran tubuh sebesar mulut manusia yang menganga, hingga ular hitam yang muncul keluar tepat setelahnya.
"Pssss!" ular ular itu mendesis mendekati tubuh God Yin Yang, dan tak lama setelah itu tubuh Xiao Tian terus mengecil dan berakhir menjadi sebuah bola merah seukuran kepalan tangan manusia Dewasa.
"Xiao ... Tian ... !" Dewa petir, dan Sunlong nampak begitu terpukul. Sementara White dragon dan Black Dragon hanya bisa terdiam seperti halnya Su Yan yang tak percaya akan apa yang sedang mereka saksikan.
"Hahahahhah!" God Yin Yang tertawa di atas penderitaan semuanya, dan menghilang tanpa jejak setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Menyisakan cincin ruang milik Wu Kong dan Xiao Tian, yang tak ikut berubah menjadi sebuah bola merah yang nampak menyerupai inti para makhluk suci. Bedanya adalah inti suci itu, terasa jauh lebih kuat dibandingkan inti para naga.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Kenapa Xiao Tian menjadi sebuah bola merah, dan apa sebenarnya tujuanmu!?"
"Mengapa kau berpura pura mati?" Dewa petir terdengar sedih sekaligus kesal karena ketidak berdayaannya.
"Tujuanku adalah fisik dan inti suci," jawab God Yin Yang dengan ular yang nampak melingkar di kedua pundaknya.
"Lebih jelasnya, aku memerlukan kedua hal ini untuk kembali naik ke alam teratas."
"Terimakasih karena telah melakukan semuanya untukku," God Yin Yang perlahan berubah menjadi secercah cahaya, setelah menelan utuh bola merah yang terwujud dari fisik Xiao Tian.
Wooshh!!!
__ADS_1
Sinar putih keemasan yang terwujud dari fisik God Yin Yang, melesat pergi jauh ke atas langit hingga akhirnya tak dapat diliat oleh mata lagi.
Tak lama setelah itu, tubuh semu Dewa petir dan yang lainnya perlahan kembali normal layaknya tak pernah terjadi apa apa. Sayangnya keenam orang yang berhasil selamat dari insiden itu kehilangan semua kultivasi mereka, hingga harus jatuh menuju daratan. Beruntungnya kemampuan para naga suci untuk merubah fisik ke tubuh naga, tidak sepenuhnya hilang. Hingga bisa memunculkan sayap di punggung mereka. Meskipun itu hanya terbatas pada sayap saja.
"Apa Xiao Tian benar benar lenyap begitu saja?"
"Kenapa kejadiannya bisa jadi begini!?" Dewa petir, Su Yan, Sunlong dan Black Dragon nampak terpukul saat itu. Terlebih saat menyadari bahwa dengan kultivasi mereka sekarang sangat mustahil untuk melanjutkan rencana awal.
###
Sementara itu di alam kematian ...
Xiao Tian tersadar disebuah gerbang besar yang diselimuti awan merah, di hadapannya terlihat sekumpulan orang dari beragam ras yang berbaris masuk ke sela gerbang tersebut.
"Ba ... baik ... ," Xiao Tian nampak bingung untuk beberapa saat, namun setelah berpikir sejenak, dia langsung bisa menebak dimana dirinya saat ini.
Alam kematian, alam pertama yang biasa dikunjungi orang mati pertama kali. Meski samar samar, Xiao Tian pernah datang kemari sebelum terlahir menjadi Arga di dunia modern. Yang mana sebelumnya, dia tewas di tangan seekor harimau di hutan obat kerajaan.
Semakin lama Xiao Tian berada disana, semakin banyak pula ingatan dari kehidupan sebelumnya yang terus datang menghujani pikirannya.
"Sial, dari semua hal yang terjadi."
"Kenapa aku harus mati dalam keadaan perjaka, lagi!" Xiao Tian menyayangkan hal tersebut saat mengingat kehidupan masa lalunya. Dan menyayangkan kehidupan terakhirnya yang padahal memiliki istri, namun tak pernah melakukan hal yang hanya bisa dilakukan oleh seorang pasangan suami istri. Dalam gumaman Xiao Tian itu, terdengar suara Wu Kong yang berkata,
"Dewa Petir dan yang lainnya pasti akan berhenti khawatir saat mengetahui penyesalan atas kematianmu," suara Wu Kong terdengar jelas di dalam pikiran Xiao Tian.
__ADS_1
'De ... Dewa Kera?'
'Bagaimana bisa kau menghubungiku disini?' pikir Xiao Tian sembari melihat ke kanan dan ke kiri.
"Aku sudah menandai rohmu, jadi tak peduli kemanapun kau berada, aku bisa menjangkaumu. Tapi ini benar benar mengejutkanku, kenapa dari sekian banyak alam, kau malah terdampar di alam kematian!?"
"Bukankah ada tiga naga suci yang harusnya melindungimu?" tanya Wu Kong kesal.
"Mau bagaimana lagi, aku juga bingung karena kejadiannya menjadi seperti ini!"
"Aku tak pernah menyangka bahwa ternyata guru masa kecilku yang niatnya akan kubangkitkan, malah menjadi penyebab kematianku. Moros bukan?" tanya Xiao Tian kesal.
"Maksudmu Dewa Obat sebelumnya?" tanya Wu Kong terkejut. Dia tak menunjukkan wujud dan hanya berkomunikasi melalui telepati.
"Siapa lagi memangnya guru masa kecilku," keluh Xiao Tian sembari menghela napas.
"Sayang sekali, gara gara aku tiada, kau sudah tak bisa mengakses alam fana lagi ya?" tanya Xiao Tian dengan perasaan menyesal.
"Siapa bilang begitu!?"
"Ada cara agar kau dapat kembali hidup dengan tubuh utuh, jadi kau masih bisa membantuku!" Wu Kong menegaskan.
"Bagaimana caranya?" tanya Xiao Tian tak percaya.
"Menentang para raja neraka!" jawab Wu Kong dengan nada serius. Xiao Tian berbicara melalui pikiran, sembari berjalan mengikuti barisan.
__ADS_1